Harem : Lelaki Terakhir Di Bumi

Harem : Lelaki Terakhir Di Bumi
Bab 42 - Tanggung Jawab Takashi


__ADS_3

...⊛⊛⊛...


"Kau mau kemana?" tanya Yuki.


"Tentu saja ke atap. Apa kalian akan terus menunggu monster itu sampai keluar?" balas Takashi.


"Ya, aku hampir lupa kalau kita harus ke atap." Yuki bergegas mengikuti Takashi. Hana lantas tak punya pilihan selain mengikuti.


Selang sekian menit, Takashi, Hana dan Yuki tiba di atap balkon. Mereka segera memeriksa keadaan di pelabuhan.


"Astaga..." keluh Yuki. Dia kaget menyaksikan ada banyak sekali zombie di pelabuhan.


"Aku yakin tidak ada jalan yang bisa kita lewati. Seharusnya kita tidak pernah ke sini." Hana menoleh ke arah Takashi.


"Apa perlu kita pergi ke pelabuhan lain? Atau kita naik pesawat saja?" imbuh Takashi.


"Naik pesawat? Apa kau seorang pilot?" sahut Hana.


"Aku hanya mencoba memberikan usul. Oke?" Takashi mengangkat dua tangannya ke udara.

__ADS_1


"Sebaiknya kita harus kembali ke bus. Kita beritahu semua orang dan memulai merencanakan tujuan baru," ujar Hana Mengabaikan perkataan Takashi.


"Ayo!" Yuki mengangguk. Dia dan Hana lebih dulu beranjak.


Kini Takashi menjadi orang yang berjalan paling belakang. Dia membiarkan Hana memimpin kali ini. Takashi memang tidak membantah kalau gadis tersebut punya banyak keahlian bak seorang lelaki. Mungkin itulah yang seringkali membuat Hana bersikap begitu angkuh.


Di sisi lain, Mayu, Nana, dan Sakura menunggu di bus. Ketiganya menunggu kedatangan Takashi, Hana, dan Yuki.


"Kenapa mereka lama sekali?" Mayu celingak-celingukan mengamati gedung yang dimasuki Takashi dan kawan-kawan.


"Mungkin saja mereka harus berhadapan dengan beberapa zombie," tanggap Nana.


"Ngomong-ngomong, semua orang sudah tahu kau melakukannya dengan Takashi tadi malam," cetus Sakura. Menatap Mayu dengan sudut matanya.


Mata Mayu membulat sempurna. "Benarkah? Bagaimana kalian..." tanyanya tak percaya. Dia bahkan sampai tak sanggup meneruskan kalimatnya. Akan tetapi Mayu sangat paham topik apa yang sedang dibicarakan Sakura.


"Hana yang memberitahunya." Nana memberitahu.


"Ah, aku pikir kalian melihat..." lagi-lagi Mayu tak mampu mengakhiri perkataannya sendiri. "Lupakanlah," sambungnya.

__ADS_1


Sakura terkekeh. "Aku tak pernah menduga kaum lelaki akan punah. Jika benar Takashi adalah yang terakhir, maka dia akan memikul tanggung jawab sangat besar," ucapnya.


"Ya, walau kita perempuan. Kita juga harus berusaha menjaganya. Melindungi Takashi dari bahaya." Nana mengungkapkan.


"Apa kita benar-benar akan membangun tempat seperti kerajaan?" ujar Sakura. Menatap Nana dan Mayu secara bergantian.


"Mungkin. Walau itu tidak mudah, tapi kita bisa mewujudkannya pelan-pelan. Lagi pula semua anggota di kelompok ini sangat damai." Mayu memberikan tanggapan. Sedangkan Nana tampak menganggukkan kepala.


"Kecuali Takashi dan Hana." Sakura berkata sambil tergelak. Dia dan yang lain sangat tahu bagaimana hubungan Takashi dan Hana. Keduanya tidak pernah absen berdebat. Namun jika masalah melawan zombie, maka kerjasama mereka luar biasa.


Mayu dan Nana ikut tertawa. Dari kejauhan keduanya dapat melihat orang yang mereka bicarakan telah kembali.


"Bagaimana?" tanya Mayu penuh harap.


"Tidak ada jalan sedikit pun. Pelabuhan benar-benar dipenuhi banyak sekali zombie!" jawab Hana. Dia mengambil botol berisi air dari dalam tas. Lalu meminumnya sampai rasa haus hilang.


Takashi dan Yuki ikut bergabung. Sekarang semua orang sudah berkumpul.


"Lalu apa sekarang? Kita pergi kemana? Apa kalian terpikirkan tempat yang aman untuk menetap?" Takashi menatap wajah-wajah perempuan di sekelilingnya.

__ADS_1


__ADS_2