Harem : Lelaki Terakhir Di Bumi

Harem : Lelaki Terakhir Di Bumi
Bab 54 - Tiga Manusia Satu Ranjang


__ADS_3

...⊛⊛⊛...


Nana dan Sakura bertukar pandang. Seakan keduanya memiliki pemikiran yang sama.


"Aku rasa begitu. Kau tidak keberatan bukan?" ujar Sakura.


"Eh?" Takashi merasa agak kaget. Belum sempat berucap, Nana dan Sakura menghamburkan ciuman ke wajahnya. Lelaki mana yang tidak terbuai akan hal tersebut.


Senyuman mengembang di wajah Takashi. Nana dan Sakura juga tampak tertawa kecil. Mereka segera melepaskan seluruh kain yang menutupi badan. Ketiganya mulai beraksi untuk saling bermain intim di atas ranjang.


Di sisi lain, Hana sedang berkeliling di luar mansion. Dia memastikan tidak ada celah di pagar yang mengelilingi mansion.


"Hana! Ayo istirahat! Mayu sudah membuatkan makanan untuk kita. Dan kali ini bukan makanan instan. Kebetulan ada kebun di taman belakang. Kami menemukan banyak sayuran dan buah-buahan," seru Yuki sembari mendekati Hana. Dia juga terlihat mengenakan rok seperti gadis lainnya.


Hanya Hana yang berpenampilan biasa saja. Ia mengenakan kaos baju biasa dengan celana jeans.

__ADS_1


"Sebentar lagi. Aku mau melihat keadaan ke balkon setelah ini. Sisakan saja makanannya untukku," tanggap Hana.


"Beristirahatlah, Hana. Semua orang melakukannya. Kecuali kau," tukas Yuki.


"Aku akan istirahat setelah memastikan tempat ini aman. Kita akan menetap di sini bukan? Jadi kita harus pastikan tempat ini aman. Lagi pula aku sudah berjanji pada Takashi kalau aku akan menjadi jendral utama di kerajaannya."


Yuki terkekeh. "Ya kerajaan. Jujur, itu masih terdengar lucu bagiku," ucapnya.


"Aku juga begitu." Hana memegang pundak Yuki. "Oke kalau begitu aku ke balkon sebentar," sambungnya seraya berlalu pergi.


Saat berjalan menuju balkon, Hana harus melewati kamar Takashi. Dia mendengar suara erangan wanita dari kamar lelaki tersebut. Parahnya Hana juga berhasil menangkap suara perempuan lain yang bicara.


Di kamar, Nana sedang mendapat giliran. Dia berada di atas badan Takashi. Nana melakukan penyatuan di sana. Tubuhnya menghentak berulang kali seraya tak berhenti melenguh. Seluruh badan Nana yang polos itu bergetar hebat.


Berbeda dengan Sakura. Dia asyik berciuman bibir dengan Takashi. Di waktu yang bersamaan, Takashi mencumbu dua gadis sekaligus. Ketiganya sama-sama mengerang nikmat. Mereka semua melakukannya sampai merasa saling terpuaskan.

__ADS_1


Satu jam terlewat. Takashi, Nana, dan Sakura sudah selesai dengan kegiatan intim mereka. Kini ketiganya telentang di ranjang dalam balutan selimut.


Takashi berada di tengah. Nana dan Sakura mengapitnya dengan pelukan dari arah kiri dan kanan. Dua tangan Takashi lantas tak punya pilihan selain merangkul kedua perempuan tersebut.


Nana dan Sakura kelelahan. Mereka sama-sama tertidur. Namun tidak untuk Takashi yang kebetulan sudah tidur cukup lama.


Diam-diam Takashi beranjak dari ranjang. Kemudian membersihkan diri dan mengenakan kimono berbahan kain sutra. Takashi memeriksa makanan yang sempat dibawa Sakura. Karena lapar, dia memakan-makanan itu. Tak peduli dengan keadaannya yang sudah dingin.


Usai menghabiskan makanan, Takashi keluar dari kamar. Dia berniat ingin mengambil minuman. Tetapi atensinya tertuju ke arah Hana yang sedang ada di balkon. Gadis itu tampak menggunakan senapan teropong.


Akibat penasaran, Takashi pergi ke balkon. "Tidak ada zombie kan?" tanyanya sambil melipat tangan di dada. Ia menyandar ke pintu.


Hana kaget. Dia segera memutar tubuhnya menghadap Takashi. Hana menyaksikan tampilan Takashi berubah drastis.


"Wow, belum satu hari di sini, sikapmu sudah seperti raja saja," pungkas Hana.

__ADS_1


"Bukankah itu yang kau mau?" sahut Takashi.


"Ya, buatlah anak lelaki yang banyak." Hana kembali berbalik membelakangi Takashi. Dia mendengus kasar dan mencoba tak peduli. Sebenarnya jantung Hana berdebar tak karuan. Entah kenapa dia merasa Takashi lebih tampan dengan sikap percaya diri seperti sekarang. Namun Hana tetap pada pendiriannya. Yaitu tidak mau menjadi bagian dari wanita-wanita yang akan melahirkan anak Takashi.


__ADS_2