Harem : Lelaki Terakhir Di Bumi

Harem : Lelaki Terakhir Di Bumi
Bab 28 - Melewati Ribuan Zombie Di Jalanan


__ADS_3

...⊛⊛⊛...


Takashi dan Nana segera masuk ke dalam apartemen. Karena hujan tiba-tiba turun dengan deras.


Takashi membiarkan Nana telentang di sampingnya. Gadis itu merebahkan kepala di pundak Takashi. Keduanya sedang telentang bersama di sofa. Perlahan mereka mulai tertidur.


Ketika pagi tiba, Nana menjadi orang pertama yang terbangun. Dia menatap Takashi yang masih asyik memejamkan mata. Lalu iseng meniup wajah lelaki itu.


Takashi sontak terbangun. Matanya langsung terbuka lebar. Tawa Nana menyambutnya. Senyuman lantas mengembang di wajah Takashi.


"Akhirnya aku bisa melihatmu tertawa lagi," komentar Takashi. Dia segera mendapatkan ciuman di pipi dari Nana.


"Ini semua karena kau," kata Nana.


Takashi sudah tidak terkejut lagi dengan ciuman di pipi. Dia sepertinya mulai terbiasa menerima sentuhan kecil namun tiba-tiba itu.


"Ada apa ini? Apa ada sesuatu yang terjadi tadi malam." Hana muncul. Dia langsung melemparkan pertanyaan untuk Takashi dan Nana.

__ADS_1


"Kau tidak perlu ikut campur, Nona Jendral," sahut Takashi. Dia berdiri dan berjalan melewati Hana. Gadis itu hanya menatapnya dengan tatapan malas.


Setelah menyiapkan segala keperluan, Takashi dan yang lain siap berangkat. Sebelum pergi, mereka harus menentukan arah tujuan terlebih dahulu.


Takashi berinisiatif mencari tempat aman dengan cara melihat dari atap balkon gedung. Di sana dia bisa melihat keadaan seluruh kota Tokyo.


"Sepertinya sebuah pulau adalah tempat paling aman untuk dijadikan markas. Tapi pertama-tama, sepertinya kita harus ke pelabuhan terlebih dahulu. Apa ada yang pernah mendatangi pelabuhan?" ujar Takashi. Dia menatap semua orang secara bergantian. Terutama Hana dan Mayu. Dua perempuan paling tangguh dalam kelompok.


"Belum pernah," sahut Hana sembari melirik Mayu. Menunggu jawaban perempuan itu.


Takashi mengangguk setuju. Dia dan yang lain sepakat untuk pergi dengan menggunakan bus. Kebetulan mereka menemukan sebuah bus yang masih bisa digunakan.


Takashi menjadi orang yang bertugas menyetir. Dia mengendarai bus dalam kecepatan sedang. Jika zombie muncul, maka Takashi akan melajukan bus.


Perjalanan berjalan lancar. Sampai ada jalanan besar yang dipenuhi zombie.


Takashi reflek menghentikan bus. Atensinya dan yang lain tertuju ke arah depan.

__ADS_1


Karena bunyi mesin bus cukup keras, para zombie tentu mendengar. Mereka segera berlarian ke arah bus dimana Takashi dan para gadis berada.


"Sial!" umpat Takashi.


"Maju saja! Aku yakin kita bisa melewati mereka," ujar Hana.


"Aku setuju dengan Hana. Lagi pula kita sudah menempuh perjalanan sejauh ini. Tidak ada jalan lain juga selain jalan ini," ucap Yuki yang sependapat dengan Hana. Semua orang yang mendengar, lantas mengangguk. Termasuk Takashi. Mereka semua setuju untuk membiarkan bus terus maju.


Untuk berjaga-jaga, Yuki, Nana, Mayu, Hana, dan Sakura memegang senjata masing-masing. Sebagian besar dari mereka menggunakan pistol. Kecuali Hana yang selalu mengandalkan pedang katananya.


"Ini untukmu. Di tas Sakura masih ada banyak senjata dan peluru." Nana memberikan pistol kepada Takashi.


"Terima kasih." Takashi menyambut pistol pemberian Nana. Dalam keadaan sambil menyetir, Takashi tentu tidak bisa memakai busur panahnya. Dia memang membutuhkan senjata praktis seperti pistol sekarang.


"Kalian siap? Kita mulai sekarang!" Takashi menginjak pedal gas. Hingga bus melaju bersamaan dengan para zombie yang terus berlari mendekat.


Di belakang Takashi, Hana dan yang lain sudah siap untuk melakukan perlawanan kalau sesuatu tak terduga terjadi.

__ADS_1


__ADS_2