HIJRAH CINTA AFIFAH

HIJRAH CINTA AFIFAH
Perkenalan karakter


__ADS_3

Part 1




Oktarain Afifah ramadhani putri delia


Seorang gadis yang sangat manja terlahir dari pasangan Ramdan sugiantoro dan Dhania ayudewi , bukan hanya manja, Rain juga terkenal sangat galak, judes, egois dan pemarah .




M. Kahfi nalendra alif ramadhan


Seorang ustadz yang sangat baik, ramah, agak pendiam , yang betah menjomblo meski kegantengannya diatas rata2




Nur rohman abdillah


Sepupu sekaligus sahabat Kahfi , meski mereka berdua berbeda sifat namun keduanya bisa saling melengkapi




4.Avicenna maryam


seorang gadis yang baik, ramah , cantik, sholihah , yang sangat mencintai Kahfi




Raditya mahardika louis


cowok yang sangat dicintai Rain , sebenarnya Radit juga suka namun tak pernah bisa mengungkapknnya




Shelia adinda


Teman sebangku Rain , yang juga sepupu dari Radit yang tak pernah diketahui oleh Rain , karena memang mereka tidak memberitahukannya




************


Seperti biasa setiap bangun tidur, Rain selalu membuat heboh seisi rumah, bagaimana tidak teriakannya bisa memecahkan gendang telinga yang mendengarnya , entah sudah berapa kali ganti asisten setiap bulannya, karena tidak betah dengan sikap Rain yang semena2 , yach...walaupun dibayar mahal tapi kalau ngadepin Rain mereka lebih baik mundur .


Hanya bik Atun satu2nya asisten yang betah bekerja disitu , walaupun masih hitungan bulan juga , hehehe


" Biiiiiikkk. bibiiikk" teriak Rain dari dalam kamarnya


Buru2 bik Atun barlari menuju kamar Rain " Iyaaa non " jawabnya gugup

__ADS_1


" Bibik punya telinga gak sich , dipanggil dari tadi gak nongol2, " bentak Rain


" Maaf non , bibik masak didapur jadi gak kedengeran " ucap Bik Atun


" Halah alasan mlulu, cepat siapin air hangat aku mau mandi " hardiknya


" Sekarang non ? " tanya bibik


" Enggak ..tahun depan ! , yach sekarang lah bodo kok dipelihara " umpatnya


" Baaiikk non " jawab sang bibik beranjak menuju kamar mandi , tak berapa lama bibik menghampiri Rain yang masih asyik dengan ponselnya


" Airnya sudah siap non " ucap bibik sambil beranjak keluar


" Eehhh... tunggu !! bibik mau kemana ? enak saja nyelonong pergi , tuch beresin kamar aku, sekalian masukin tas mapel ku hari ini , awas kalu salah " ancamnya sebelum masuk kamar mandi


" Non.. non... sampai kapan seperti ini, bibik malah kasihan dengan non " guman bibik dalam hati


" Biibiikk " teriak Rain


" Iyaa non "


" pegang airnya !! ini panas banget pake banget , sengaja ya ingin buat kulitku mengelupas " bentaknya


" Kan tinggal tambah air dingin non " bantah bibik


" Iihhh ngeles mlulu , bisa kerja gak sich , percuma papa mbayar mahal kalau kerjanya gak becus gini " omel dan umpatnya lagi


" Maaf non " ucap Bibik menghiba


" Sudah.. sana !, aku mau mandi , ogh ya , aku ingin sarapan nasi goreng dengan sosis dan telur , buatin sekarang " hardiknya


" Siaap non Rain yang cantik " ucap bik Atun sambil hormat


" Kok bisa sich bik Atun sabar gitu , padahal tiap hari aku bentak , aku omelin , ahhh.. sudahlah " ucapnya dalam hati , kemudian buru2 ia mandi


" Rain , kamu mau sarapan apa nak ? roti bakar mau,? " tanya sang mama


" Gak ! Rain ingin nasi goreng " jawabnya jutek


" Masa tiap hari nasi goreng sayank, apa gak bosan " tanya sang mama


" Iihh mama bawel banget sich, yang makan tuch Rain jadi terserah Rain mau apa ! " jawabnya ketus


" Rain ! " bentak sang papa


" Semakin hari papa perhatikan semakin nglamak ya, mau jadi apa kamu ! " hardik papa Ramdan


" Yach.. jadi orang lah , masa jadi monyet ! " jawabnya santai


" Biik , buruan nasi goreng nya, huuhh lama bener " omelnya


" Ini non " ucap bibik sambil menyodorkan sepiring nasi goreng


" Bikin nasi goreng sepiring aja gak selesai2, kapan sich bibik ini pinternya " hardiknya


" Rain ! " teriak papa Ramdan


" Gak usah teriak pa, Rain gak tuli " jawabnya


" Kalau gak tuli , ngapain teriak2 mbentak2 orang seperti itu , mereka juga gak tuli " hardik papa


" Kalau Rain gak teriak, mereka juga gak akan ngerti pa, orang mereka bodoh semua " umpatnya

__ADS_1


" Cukup Rain ! " teriak papa lantang


" Pa, sudahlah jangan teriak2 juga , gak enak sama tetangga " ucap mama Dhania menengahi


" Ini salah mama terlalu memanjakan Rain "


" Salah papa juga " sahut mama Dhania


" Stoooppp !! , selera makan Rain jadi hilang , bisa gak sich semua orang gak nyebelin , bikin gak betah lama2 dalam rumah " umpatnya sambil nyelonong pergi meningglkan meja makan , tanpa pamit ia melajukan mobilnya dengan sangat kencang keluar dari rumahnya menuju sekolahnya.


15 menit kemudian..


Tin.. tin.. tin , Rain mengklakson mobilnya bertubi2


semua mata tertuju padanya, buru2 dia turun dari mobil sambil melepas kacamatanya , beberapa masang mata nenatapnya tanpa berkedip, siulan , pujian , ledekan mengiringi langkah Rain menuju kelasnya,


" Cantik sich cantik , sayang seribu sayang galaknya gak ketulungan " ucap salah satu cowok


" Tapi gue tetep mau kok kalau jadi pacarnya " timpal seorangnya lagi


" Kalau gue sich ogah , mending jomblo daripada pacaran dengan nenek lampir " sahut temannya lagi


Rain menghentikan langkahnya , kemudian berbalik arah menghampiri sang cowok " Punya kaca gak dirumah ? , wajah pas2an aja sok banget , gue juga gak sudi jadi pacar kamu , gerandong " umpatnya sambil mendorong tubuh cowok itu hingga jatuh tersungkur , semua yang melihat menjadi tertawa terpingkal2


" Awas loe Rain !! " ancam si cowok yang bernama Rendy itu


" Radit tungguuuu " teriak Rain , meski teriakan Rain menggelegar si empu yang punya nama tetap cuek dan acuh


" Dit , tungguin gue dong , " ucap Rain sambil mengandeng tangan Radit


Radit tetap diam membisu , dia melangakahkan kaki menuju bangkunya , tanpa merespon sedikitpun pada Rain , tapi bukan Rain kalau berputus asa , dia tetap mencintainya meskipun selalu diabaikan .


" Rain , pinjem buku fisika dong " rengek Sheila yang tiba2 datang


" Ambil tuch ditas " jawab Rain tanpa menoleh ke sahabatnya,, karena matanya masih fokus memperhatikan Radit yang asyik main game


" Tengkyu princes " ucap Sheila kegirangan


" Tumben ngerjain tugas , biasanya lebih milih berdiri di lapangan " ucap Radit datar


" Yach gue gak mau lah kulit gue jadi item gara2 sering berjemur " elaknya


"Pagiii anak2 " sapa bu Vera begitu memasuki ruang kelas


" Pagiii buuu " jawab semua serempak


" Kumpulkan tugas kalian sekarang " titah bu Vera


" Rain " panggil Bu Vera


" Saya bu, " jawab Rain gugup


" Ikut ibu sekarang , saya tinggal sebentar , mohon jangan berisik "


Sepeninggalan Bu Vera dan Rain kelas menjadi riuh , para lamtur heboh membicarakan Rain


" Kira2 Rain dapat hukuman apa ya hari ini ? " ucap Cindy si bigos terpopuler


" Paling juga disuruh nyikat wc" timpal jeany


" Kasihan.. kasihan.. kasihan, bisa luntur tuch cantiknya " sahut Dhea


" Bisa diam gak ! " bentak Sheila geram

__ADS_1


" O.. O., ada yang berani nglawan sekarang ? " ucap Jeany


" Sheila sudah , gak usah diladeni " ucap Radit menengahi


__ADS_2