HIJRAH CINTA AFIFAH

HIJRAH CINTA AFIFAH
Mandi disungai


__ADS_3

part 7


Semalaman Rain tidak bisa memejamkan mata , entah apa yang berkecambuk dalam pikirannya , wajah2 orang yang disayang terlukis indah dibola matanya . Mama , papa , Radit dan Sheila seolah bergantian menertawakan kondisinya saat ini .


Hingga saat adzan subuh berkumandang Rain baru terlelap .


Sementara diluar semua memulai aktifitasnya , bibik memasak , Rani mencuci baju , Rudi menimba air untuk mengisi kamar mandi , sementara Ririn membantu sang ibu.


" Mak , kak Rain gak dibangunin ? , belum sholat subuh tadi " bisik Ririn pelan


" Sudah biarkan dulu , mungkin masih capek " jawab bik Atun bohong , karena Rain memang tidak pernah sholat , takut kalau sang anak malah kena marah


" Tapi mak , sholat itu wajib , jadi tidak ada alasan capek, sakit aja masih diwajibkan untuk sholat , apalagi orang sehat , " ucap Ririn


" Iya , emak tau nduk , tapi masalahnya kalau orang belum terbuka hatinya itu sulit , emak takut kalau non Rain malah marahin kamu " jawab bik Atun sambil menghela nafas panjang


" Gus Fie bilang , hidayah itu dijemput mak , bukan ditunggu , Ririn malah kasihan melihat kak Rain , cantik2 tapi gk mau sholat " cerocos Ririn


" Hidayah itu haknya Allah dik , kalau Allah belum ngasih hidayah untuk non Rain , mau gimana lagi " sahut Rani dari balik pintu


" Doakan saja non Rain bisa secepatnya menjemput hidayah ya , " ucap bik Atun sambil mengusap - usap pundak Ririn


" Aamiin " jawab Rani dan Ririn bersamaan


Jam sudah menunjukan pukul 07.00 pagi , tapi Rain belum juga terbangun , muncul ide Ririn untuk menganggunya, digelitikinya kaki Rain bergantian , sambil tertawa cekikian .


" Iihhh.. apaan sich ganggu aja , masih ngantuk , ma " ucap Rain kesal tanpa membuka matanya


Ririn kembali mengodanya , pelan2 selimut Rain ditariknya , lalu dia bersembunyi dikolong tempat tidur


" Iihhh ... nyebelin banget sich , awas ya sekali lagi ganggu tidur gue ,, gue lempar pakai sendal " ancamnya


Bukannya takut Ririn malah semakin gencar menganggu tidur Rain , karena kesal akhirnya Rain bangun , matanya menatap tajam sekeliling kamar


" Keluar gak , gue timpuk pakai sandal baru tau rasa , buruan keluar " bentaknya kasar karena memang sedang emosi


" Ini Ririn kak Rain , " sahut Ririn keluar dari kolong sambil tersenyum tanpa dosa


" Ganggu aja , masih ngantuk ni " ucap Rain sebal lalu membaringkan tubuhnya lagi


" Eh .. jangan tidur lagi kak ,, bukankah kita punya janji ? "


" Janji ... apa ...? " tanya Rain tanpa membuka matanya


" Mandi ke sungai " jawab Ririn antusias


" Nanti aja , agak siangan dikit , aku masih ngantuk sekarang " ucap Rain jengah


" Gak enak kak , kalau siang , panas.. apa gak sayang kulit kakak yang putih mulus itu terpampang sinar matahari " bujuk Ririn


" Iya.. iya.. ., aku cuci muka sebentar " dengan malas Rain turun dari dipan menuju ke kamar mandi


"Yea.. yea " sorak Ririn sambil lompat2 , karena tidak hati2 , kakinya terjedug pinggiran dipan


" Aduuh " teriaknya


" Syukurin , emang enak kejedug kayu ,, karma tuch karena sudah ngangguin tidur gue " ucap Rain sambil tertawa ngakak


" Ihh.. kak Rain jahat " jawab Ririn memanyunkan bibirnya sambil terus mengusap2 kakinya yang sakit


" Udah ah , keburu siang nich , " ucap Rain beranjak keluar , buru2 Ririn menyusul Rain keluar


" Naik apa nich ? " tanya Rain


" Jalan kaki " jawab Ririn santai

__ADS_1


" Haah.. " ucap Rain sambil menghentikan langkahnya , sontak membuat Ririn menabrak tubuh Rain , membuat keduanya terjatuh


" Aduh " keduanya mengaduh keras


" Apaan sich Rin , ngapain kamu nabrak aku , jadi jatuh kan ? " ucap Rain kesal , bangun lalu mengibas2kan celananya


" Kak Rain sich berhenti gak pakai kode , jadi nabrak kan " bantah Ririn sambil cengegesan


" Mbantah mlulu , masih jauh gak "


" Lumayan "


" Itu musholla tempat kamu ngaji , Rin , kecil amat , besaran kamar tidurku "


" Ogh .. ya .. " jawab Ririn takjub lalu terdiam


" kenapa diam..? "


" Ririn lagi membayangkan segedhe apa kamar tidur kak Rain " jawabnya polos


" penasaran ..next kalau liburan skul main ke rumahku ya .. " ucap Rain sambil tersenyum


" Emang boleh kak..? " tanya balik Ririn


" Boleh , tapi ada syaratnya.. "


" Kok pakai syarat .. " Ririn mengerutkan dahinya


" Iyaalahh.. syaratnya mudah kok , selama gue disini , temani gue keliling desa ini "


' Itu mah kecil.. okey Ririn setuju " ucap Ririn sambil memberikan jari kelingkingnya


" Okey .. deal ya " jawab Rain penuh kemenangan


Rain menatap takjub pemandangan didepannya ,


senyumnya merekah , segera dia berlari menyusul Ririn ,tanpa ragu2 dia melompat menceburkan diri ke sungai


" byuuurr " keduanya berenang menikmati segarnya air sungai , sesekali saling goda dengan memercikan air ke tubuh lawan ,


" Gimana kak Rain , suka ? "


" Suka banget , amazing... makasih ya ,maaf tadi sempat marahin kamu "


" Gak papa kak , santuy saja "


" Ugh... sok gaul loe , kamu ngajinya tiap hari , diajarin siapa ? " tanya Rain sembari duduk dibatu dan memainkan kakinya diair


" Ustadz Nur rohman , kadang bang Rudi juga mbantuin , kalau gus Fie kadang seminggu sekali , kadang 2 minggu sekali ngisi kajian "


" Ogh.. " jawab Rain singkat


" Kak Rain , sudah punya pacar..? " tanya Ririn tiba2


" Belum ,, masih dekat aja "


" Tapi pacaran itu dosa lohh kak ,, soale mendekati zina , itu katanya gus Fie sich , ustadz Nur rohmsn juga wanti2 , gak ngebolehin pacaran "


" Lha kalau gak pacaran , gimana bisa tau karakter pasangan kita,, tiba2 nikah gitu , tanpa saling mengenal ? "


" Kan bisa ta'aruf "


" Kamu ini umur berapa sich kok yang diomong masalah orang dewasa "


" Bulan ini genap 12 tahunn "

__ADS_1


" Haaahaa.. jangan2 kamu sudah pacaran ya.. " ledek Rain


" Ihhh enggak kak , beneran gak bohong "


" Awas gue aduin ke bibik " ancam Rain


" Enggak kak , ya Allah .. aku gak pacaran , cuma... " Ririn menggantungkan ucapannya


" Cuma .. apa , backstreet an "


" maksudnya ? " tanya Ririn bingung


" Pacaran tapi sembunyi2 "


" Cuma mengaggumi saja kak , lagian beda jauh umurnya " jawabnya melo


" Heemm ... kira2 siapa ya..? " ucap Rain sambil mengetuk- ketuk pelipisnya dengan jari


" Agh.. sudahlah ayo pulang , tadi lupa gak pamit sama emak , nanti dicariin "


" Ngeles nich ? " 😊😊😊


" Nanti kak Rain juga tau "


" Kalau ternyata gue juga suka sama orang yang kamu maksud , gimana dong .. "


" Ya .. gak papa " ucapnya sendu


" Next kesini lagi ya,, tadi lupa gak bawa ponsel jadi gak bisa srlfie dech , Kamu sich gak mau ngingetin "


" Hehehe.. maaf , gak kepikiran kak "


" Baju kita dari kering , basah sampai kering lagi , berarti sudah lama disini tadi "


" Yach... lumayan kak "


" Tadi kenapa gak pamit , sampai rumah pasti dimarahin sama bibik "


" Kalau bilang , malah takut gak dibolehin kak " ucap Ririn malu2


" Dasar elo .. cewek labil "


" Ha.. ha.. ha " Ririn tertawa ngakak


" Kamu punya utang 2 sama gue , 1 nemeni gue jalan sama ngasih tau cowok misterius kamu "


" Kalau penasaran , nanti habis maghrib ikut aku ngaji ke musholla , haahaahaa"


" Enggak agh.. malu , gue gak bisa ngaji "


" Makanya belajar biar bisa "


Sepanjang jalan mereka berdua ngobrol ,diselingi canda ,tawa dan sesekali saling mengejek , hingga tak terasa sudah sampai dirumah bik Atun lagi . Sikap Rain berbeda 180 derajat antara dirumahnya sendiri dan dirumah bik Atun . Semoga bisa menjadi lebih baik ya Rain ,, semangatπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ


Bersambung...


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Jangan lupa tinggalkan jejak ya,,,, salam sayang dari saya autor amatiran 😁😁😁, semoga suka ya dengan ceritanya...walaupun up nya lamaaa bgt ,,


Maaff kalau masih banyak typo,, mungkin ceritanya juga flat banget ,,


pokoknya ambil baiknya.. buang buruknya


πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°

__ADS_1


__ADS_2