
part 7
Semalaman Rain tidak bisa memejamkan mata , entah apa yang berkecambuk dalam pikirannya , wajah2 orang yang disayang terlukis indah dibola matanya . Mama , papa , Radit dan Sheila seolah bergantian menertawakan kondisinya saat ini .
Hingga saat adzan subuh berkumandang Rain baru terlelap .
Sementara diluar semua memulai aktifitasnya , bibik memasak , Rani mencuci baju , Rudi menimba air untuk mengisi kamar mandi , sementara Ririn membantu sang ibu.
" Mak , kak Rain gak dibangunin ? , belum sholat subuh tadi " bisik Ririn pelan
" Sudah biarkan dulu , mungkin masih capek " jawab bik Atun bohong , karena Rain memang tidak pernah sholat , takut kalau sang anak malah kena marah
" Tapi mak , sholat itu wajib , jadi tidak ada alasan capek, sakit aja masih diwajibkan untuk sholat , apalagi orang sehat , " ucap Ririn
" Iya , emak tau nduk , tapi masalahnya kalau orang belum terbuka hatinya itu sulit , emak takut kalau non Rain malah marahin kamu " jawab bik Atun sambil menghela nafas panjang
" Gus Fie bilang , hidayah itu dijemput mak , bukan ditunggu , Ririn malah kasihan melihat kak Rain , cantik2 tapi gk mau sholat " cerocos Ririn
" Hidayah itu haknya Allah dik , kalau Allah belum ngasih hidayah untuk non Rain , mau gimana lagi " sahut Rani dari balik pintu
" Doakan saja non Rain bisa secepatnya menjemput hidayah ya , " ucap bik Atun sambil mengusap - usap pundak Ririn
" Aamiin " jawab Rani dan Ririn bersamaan
Jam sudah menunjukan pukul 07.00 pagi , tapi Rain belum juga terbangun , muncul ide Ririn untuk menganggunya, digelitikinya kaki Rain bergantian , sambil tertawa cekikian .
" Iihhh.. apaan sich ganggu aja , masih ngantuk , ma " ucap Rain kesal tanpa membuka matanya
Ririn kembali mengodanya , pelan2 selimut Rain ditariknya , lalu dia bersembunyi dikolong tempat tidur
" Iihhh ... nyebelin banget sich , awas ya sekali lagi ganggu tidur gue ,, gue lempar pakai sendal " ancamnya
Bukannya takut Ririn malah semakin gencar menganggu tidur Rain , karena kesal akhirnya Rain bangun , matanya menatap tajam sekeliling kamar
" Keluar gak , gue timpuk pakai sandal baru tau rasa , buruan keluar " bentaknya kasar karena memang sedang emosi
" Ini Ririn kak Rain , " sahut Ririn keluar dari kolong sambil tersenyum tanpa dosa
" Ganggu aja , masih ngantuk ni " ucap Rain sebal lalu membaringkan tubuhnya lagi
" Eh .. jangan tidur lagi kak ,, bukankah kita punya janji ? "
" Janji ... apa ...? " tanya Rain tanpa membuka matanya
" Mandi ke sungai " jawab Ririn antusias
" Nanti aja , agak siangan dikit , aku masih ngantuk sekarang " ucap Rain jengah
" Gak enak kak , kalau siang , panas.. apa gak sayang kulit kakak yang putih mulus itu terpampang sinar matahari " bujuk Ririn
" Iya.. iya.. ., aku cuci muka sebentar " dengan malas Rain turun dari dipan menuju ke kamar mandi
"Yea.. yea " sorak Ririn sambil lompat2 , karena tidak hati2 , kakinya terjedug pinggiran dipan
" Aduuh " teriaknya
" Syukurin , emang enak kejedug kayu ,, karma tuch karena sudah ngangguin tidur gue " ucap Rain sambil tertawa ngakak
" Ihh.. kak Rain jahat " jawab Ririn memanyunkan bibirnya sambil terus mengusap2 kakinya yang sakit
" Udah ah , keburu siang nich , " ucap Rain beranjak keluar , buru2 Ririn menyusul Rain keluar
" Naik apa nich ? " tanya Rain
" Jalan kaki " jawab Ririn santai
__ADS_1
" Haah.. " ucap Rain sambil menghentikan langkahnya , sontak membuat Ririn menabrak tubuh Rain , membuat keduanya terjatuh
" Aduh " keduanya mengaduh keras
" Apaan sich Rin , ngapain kamu nabrak aku , jadi jatuh kan ? " ucap Rain kesal , bangun lalu mengibas2kan celananya
" Kak Rain sich berhenti gak pakai kode , jadi nabrak kan " bantah Ririn sambil cengegesan
" Mbantah mlulu , masih jauh gak "
" Lumayan "
" Itu musholla tempat kamu ngaji , Rin , kecil amat , besaran kamar tidurku "
" Ogh .. ya .. " jawab Ririn takjub lalu terdiam
" kenapa diam..? "
" Ririn lagi membayangkan segedhe apa kamar tidur kak Rain " jawabnya polos
" penasaran ..next kalau liburan skul main ke rumahku ya .. " ucap Rain sambil tersenyum
" Emang boleh kak..? " tanya balik Ririn
" Boleh , tapi ada syaratnya.. "
" Kok pakai syarat .. " Ririn mengerutkan dahinya
" Iyaalahh.. syaratnya mudah kok , selama gue disini , temani gue keliling desa ini "
' Itu mah kecil.. okey Ririn setuju " ucap Ririn sambil memberikan jari kelingkingnya
" Okey .. deal ya " jawab Rain penuh kemenangan
Rain menatap takjub pemandangan didepannya ,
senyumnya merekah , segera dia berlari menyusul Ririn ,tanpa ragu2 dia melompat menceburkan diri ke sungai
" byuuurr " keduanya berenang menikmati segarnya air sungai , sesekali saling goda dengan memercikan air ke tubuh lawan ,
" Gimana kak Rain , suka ? "
" Suka banget , amazing... makasih ya ,maaf tadi sempat marahin kamu "
" Gak papa kak , santuy saja "
" Ugh... sok gaul loe , kamu ngajinya tiap hari , diajarin siapa ? " tanya Rain sembari duduk dibatu dan memainkan kakinya diair
" Ustadz Nur rohman , kadang bang Rudi juga mbantuin , kalau gus Fie kadang seminggu sekali , kadang 2 minggu sekali ngisi kajian "
" Ogh.. " jawab Rain singkat
" Kak Rain , sudah punya pacar..? " tanya Ririn tiba2
" Belum ,, masih dekat aja "
" Tapi pacaran itu dosa lohh kak ,, soale mendekati zina , itu katanya gus Fie sich , ustadz Nur rohmsn juga wanti2 , gak ngebolehin pacaran "
" Lha kalau gak pacaran , gimana bisa tau karakter pasangan kita,, tiba2 nikah gitu , tanpa saling mengenal ? "
" Kan bisa ta'aruf "
" Kamu ini umur berapa sich kok yang diomong masalah orang dewasa "
" Bulan ini genap 12 tahunn "
__ADS_1
" Haaahaa.. jangan2 kamu sudah pacaran ya.. " ledek Rain
" Ihhh enggak kak , beneran gak bohong "
" Awas gue aduin ke bibik " ancam Rain
" Enggak kak , ya Allah .. aku gak pacaran , cuma... " Ririn menggantungkan ucapannya
" Cuma .. apa , backstreet an "
" maksudnya ? " tanya Ririn bingung
" Pacaran tapi sembunyi2 "
" Cuma mengaggumi saja kak , lagian beda jauh umurnya " jawabnya melo
" Heemm ... kira2 siapa ya..? " ucap Rain sambil mengetuk- ketuk pelipisnya dengan jari
" Agh.. sudahlah ayo pulang , tadi lupa gak pamit sama emak , nanti dicariin "
" Ngeles nich ? " πππ
" Nanti kak Rain juga tau "
" Kalau ternyata gue juga suka sama orang yang kamu maksud , gimana dong .. "
" Ya .. gak papa " ucapnya sendu
" Next kesini lagi ya,, tadi lupa gak bawa ponsel jadi gak bisa srlfie dech , Kamu sich gak mau ngingetin "
" Hehehe.. maaf , gak kepikiran kak "
" Baju kita dari kering , basah sampai kering lagi , berarti sudah lama disini tadi "
" Yach... lumayan kak "
" Tadi kenapa gak pamit , sampai rumah pasti dimarahin sama bibik "
" Kalau bilang , malah takut gak dibolehin kak " ucap Ririn malu2
" Dasar elo .. cewek labil "
" Ha.. ha.. ha " Ririn tertawa ngakak
" Kamu punya utang 2 sama gue , 1 nemeni gue jalan sama ngasih tau cowok misterius kamu "
" Kalau penasaran , nanti habis maghrib ikut aku ngaji ke musholla , haahaahaa"
" Enggak agh.. malu , gue gak bisa ngaji "
" Makanya belajar biar bisa "
Sepanjang jalan mereka berdua ngobrol ,diselingi canda ,tawa dan sesekali saling mengejek , hingga tak terasa sudah sampai dirumah bik Atun lagi . Sikap Rain berbeda 180 derajat antara dirumahnya sendiri dan dirumah bik Atun . Semoga bisa menjadi lebih baik ya Rain ,, semangatπͺπͺπͺ
Bersambung...
ππππππππππππππ
Jangan lupa tinggalkan jejak ya,,,, salam sayang dari saya autor amatiran πππ, semoga suka ya dengan ceritanya...walaupun up nya lamaaa bgt ,,
Maaff kalau masih banyak typo,, mungkin ceritanya juga flat banget ,,
pokoknya ambil baiknya.. buang buruknya
π₯°π₯°π₯°π₯°π₯°
__ADS_1