HIJRAH CINTA AFIFAH

HIJRAH CINTA AFIFAH
Panggilan kesayangan


__ADS_3

part 15


Malam itu hari kedua Rain ngaji dimusholla , ia sengaja duduk dideretan belakang , agar dapat giliran akhir maksudnya , tapi siapa sangka , justru ia malah dapat giliran yang pertama.


Kahfi memberikan kode kepadanya untuk maju dan duduk didepannya , dengan berat hati dan kesal tentunya , ia menggeser tubuhnya dan duduk tepat didepan Kahfi ( deg-deg an gak nich , Rain ,, hehehe... tenang.. tenang.. aku bantuin pegang jantungnya yach... biar gak lompat2... πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†)


Rain menunduk , ia benar2 insecure dalam kondisi seperti ini.. ingin rasanya ia kabur dari tempat itu , tapi hatinya berat , mengingat malam ini mungkin terakhir bertemu dengan ustadz pujaannya , karena besok dia sudah kembali ke habitat aslinya.


Ia menunduk lalu menatap sekilas lalu menunduk lagi , menatap lagi ...


" Sudah melamunnya " sindir Kahfi yang sedari tadi memperhatikan Rain yang terdiam


" Ehh.. sudah .. " jawab Rain gugup


" Nich orang bener2 yach... nyebelin banget .. untung ganteng .. coba kalau jelek sudah gue timpuk " gerutunya dalam hati , terlihat jelas wajah kesalnya


Kahfi memukul meja dengan penggaris , tag.. tag. tag


Rain kaget , buru2 dia membuka buku Iqro'nya , masih dengan wajah kesal ,sementara Kahfi hanya menyunggingkan senyumnya


" Plisss Ufi ,, kalau senyum jangan manis2,, nanti dikerubutin semut lohh " ucapnya lirih


Kahfi ingin tertawa tapi ditahannya , " Nich cewek bener2 ya.." gumannya


" Sekarang waktunya ngaji .. bukan bucin2an " gertaknya


Bukannya kesal Rain malah melebarkan bibirnya , kemudin pelan2 dibacanya Iqro halaman per halaman dengan cepat dan lancar


" Alhamdulillah....tuch kan kalau fokus pasti benar bacaannya " Rain memonyongkan bibirnya mendengar pujian Kahfi


" Astaghfirullah hal adzim ... gadis ini benar2 beda dari yang lain ,, dan anehnya aku malah menyukai sikap konyolnya , Kahfi... kahfi... ingat bukan mahrom ,, jaga iman ,, jaga hati ,, jaga pandangan " gumannya dalam hati sambil mengusap-usap dadanya .


Rain memberanikan diri menatap intens wajah orang yang ada dihadapannya , " Ufi.. kenapa..? " tanyanya penasaran


Kahfi tersadar dari lamunannya , meski agak kaget dia berusaha rileks dengan mengalihkan kegugupannya


" Rain itu artinya hujan , boleh nanya.. nama panjang kamu ..? " tanya Kahfi yang sontak membuat Rain bengong


" Tumben nama panjang ku, mau ngapain..? " ucapnya dalam hati


" Oktarain afifah ramadhani putri delia" jawab Rain kemudian


" Panjang amat .. itu nama apa gerbong kereta api .. " ledek Kahfi


" Ni orang bisa bercanda juga ya.. kirain serius mlulu " gumannya lagi


" saya panggil Afifah saja ya,, sepertinya itu lebih baik daripada Rain "

__ADS_1


" Terserah anda " jawab Rain jutek


" Kapan balik ? " tanyanya


" Besok " jawab Rain singkat


"Kalau sudah balik , kira2 mau ngaji lagi , gak ? "


Rain mengerutkan alisnya , bingung mau menjawab apa,


" Ditanya malah bengong , " ucap Kahfi seolah bisa membaca apa yang Rain pikirkan


" Fifah , " Kahfi melambai - lambaikan tangannya tepat didepan wajah Rain


" Eh.. iya.. Ufi ,, " jawabnya gugup sembari menatap wajah orang yang ada dihadapannya


" Kalau dilihat dari dekat semakin ganteng aja nich orang , ogh...Tuhan tolong jodohkan aku dengannya . . " mulut Rain .. ehh Afifah komat kamit membaca doa


" Fifah " panggil Ufi lagi , sembari menatapnya lekat


" Apakah ada yang aneh dengan diri saya,, kamu sedari tadi melamun terus " tanya Ufi penasaran


" Iya.. benar2 aneh memang, anda terlalu serakah ..." ucapnya yang sontak membuat Kahfi membulatkan matanya


" Kenapa gantengnya dimiliki sendiri , kenapa gak dibagi dengan yang lain ? " ucap Fifah lagi dengan nada yang begitu pelan masih terdengar oleh Kahfi


" Kamu memuji atau meledek saya..? , mungkin kamu perlu pakai kacamata !! ", jawab Kahfi sambil beranjak meninggalkan Fifah


" Kak.. habis sholat , anter aku beli pulsa ya ? " ucap Ririn


" Asiiapp " jawab Rain singkat


Setelah sholat isya' Rain dan Ririn berjalan menuju kios diujung jalan , meski agak jauh tapi keduannya tetap semangat berjalan kaki , sesekali kali dihiasi dengan obrolan ringan yang tak jarang mengundang tawa ,tak berselang lama keduanya pun kembali ke rumah , tapi ketika sampai dihalaman , Rain menghentikan langkahnya


" Rin ... " Ririn menoleh ke arah Rain


" Ada sandal Ufi " tatapan Rain masih ke tempat yang sama


" Hah... berarti Unur juga disini.. " ucapnya dengan ekspresi kaget


" Gimana nich... kita masuk lewat mana..? " tanya Ririn bingung


" Ya lewat pintu lah.... emang bisa nembus tembok " jawab Rain asal , masih dengan posisi yang sama


" Muter lewat pintu samping saja kak.. " usulnya sembari berjalan , tapi baru beberapa langkah , ia menepuk keningnya


" Aduuhh... lupa .. kalau lampunya belum diganti ..ya..sudah pasti gelap " ucapnya lagi ,

__ADS_1


Rain berjalan pelan menuju pintu , hatinya bergejolak , jantung nya berdetak tidak beraturan , tapi ia berusaha tetap tenang ,, sambil terus mengatur helaan nafasnya , buru2 Ririn berlari menyusul Rain


" Kita lewat pintu depan nich , kak ? " tanyanya


" Iya.. iyalah.. masa mau manjat genteng.. " ucap Rain sedikit kesal , sementara Ririn hanya memanyunkan bibirnya


" Assalamu'alaikum " ucap keduanya ketika memasuki rumah , sontak yang didalam menoleh ke arah sumber suara


" Wa'alaikum salam " jawab ketiga orang yang duduk diruang tamu serentak ,


entah disengaja atau tidak pandangan Rain dan Kahfi bertemu ... dan seperti biasa hanya dalam hitungan detik saja , lalu keduanya sama2 mengalihkan pandangan.


Buru2 Rain masuk ke dalam kamar, ia memegangi dadanya berusaha menetralkan detak jantung yang kian tak beraturan .... ( heemmm kok bisa begitu ya Rain... luar biasa.. πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜… )


" Kak Rain , kenapa ? " tanya Ririn dengan wajah bingung


" Ehh ... aku gak papa " jawab Rain gugup


" Disuruh keluar sebentar sama bang Rudi ? "


Rain mengerutkan alisnya ,


" Ada apa..? " tanya Rain penasaran tapi hanya dibalas Ririn dengan mengangkat bahunya , sebagai tanda tidak tau


Rain keluar kamar yang kemudian diikuti oleh Ririn , lalu duduk tak jauh dari Bang Rudi tepat berhadapan dengan Kahfi ,, ( selalu ya... yg nulis memang sengaja mepet2in terus ... jangan... jangan.. 🀣🀣🀣🀣, Agh... sudahlah ,, ini tuch sengaja dibuat biar viewers nya naik draktis 🀭🀭🀭)


Rain menatap satu persatu orang2 didepannya , " kenapa jadi pada diam.. bukankah tadi nyuruh kesini ? " tanya Rain heran


" Eh.. gus Fie.. silahkan " Bang Rudi malah mengoper nya ke Kahfi , bola mata Rain pun memutar ke arah Kahfi yang masih terdiam


" Kok saya jadi nervous gini sich " gumannya dalam hati sambil merapikan rambut yang menutupi pandangannya


" Ente .. kenapa ? " Unur menyenggol pundak Kahfi dengan pundaknya sambil tersenyum


" Saya bingung dari mana memulainya " bisik Kahfi pada Unur


" Haaaahaaahaaa" Unur malah tertawa renyah


" Eh... jadi gini Fifah.. " Kahfi berhenti sejenak


Semua orang diruangan itu menatap ke arah Kahfi karena penasaran apa yang ingin disampaikannya. Dan itu jadi moment untuk pertama kalinya Kahfi memanggil nama pada Rain dengan Afifah didepan banyak orang .


" Kenapa Ufi memanggil kak Rain dengan Afifah ? "tanya Ririn tiba2,


" Karena saya suka dengan nama itu daripada Rain " jawab Kahfi datar


" Cie.. cie.. cie.. Ufi suka sama kak Rain ... ya " goda Ririn yang membuat wajah Rain bersemu merah karena malu plus ...

__ADS_1


" Bukan suka yang itu Rin ,,, Rain itu artinya hujan , hujan itu rahmat dari Allah swt , kalau Afifah itu artinya yang mensucikan diri , dari salah dan dosa "


" Aaaamiiin " jawab Rain lantang


__ADS_2