
Part 4
Dengan wajah kesal Rain kembali ke kamarnya, bibirnya manyun , ia terus menggerutu gak jelas , seperti lebah yang mencari ratunya.
Lalu ia menghampiri sang papa yang tengah menikmati kopi buatan sang istri , tanpa merasa berdosa Rain merebut kopi sang papa lalu menghabiskannya .
" Baiklah , Rain terima tantangan dari papa, Rain akan ikut bik Atun mudik , tapi ingat pa , satu minggu hanya SATU MINGGU " ucapnya penuh penekanan
Sang papa tersenyum lalu berkata " okey , sekarang siap2 gih " titahnya
Rain berjalan lesu ke kamarnya , dan mulai memasukkan beberapa lembar baju ke tas ranselnya , ia meraih boneka keropi kesayangannya lalu menciuminya " pipi ikut ya, biar aku gak kesepian disana "
" Assiaap , ce " jawab Rain dengan suara yang dibuat2
" Pi, kok kamu seneng banget ? " tanyanya
" Yach... senenglah , kan mau mudik " ucap Rain dengan suara cempreng
" Ahhh sudahlah , gue mau tidur " jawabnya sambil merebahkan tubuhnya ke kasur
" Rain , makan dulu sayank, " ucap sang mama menghampiri putrinya
" Rain ngantuk " jawabnya dengan nada ketus
" Makan dulu sayank , lalu tidur " pinta sang nama sambil tersenyum , mengusap - usap kepala sang putri
Rain duduk menatap lekat sang mama , " mama seneng ya, Rain pergi ? " tanyanya kemudian
" Mengapa kamu tanya seperti itu , sayang ? " tanya sang mama balik
" semua orang tua pasti menyayangi anak-anaknya, apalagi kamu putri mama satu-satunya , jujur mama sedih nak , tapi ini keputusan papa , mama gak bisa berbuat apa -apa , kan semua ini juga demi kebaikan kamu "
" Kebaikan yang bagaimana yang mama maksud ? "
" Suatu saat nanti kamu pasti mengerti , sayang . Percayalah niat papa itu baik, "
" Agh... sudahlah , mama keluar gih , Rain mau tidur ! "
" Ya sudah , terserah Rain saja , met rehat kesayangannya mama " ucap sang mama sambil mencium ujung kepala Rain
Setelah sang mama keluar , Rain beranjak dari tempat tidurnya, ia berjalan menuju balkon kamarnya , tiba-tiba ponselnya bergetar tanda ada chat masuk .
" lagi apa ? " tanya Radit dalam chattnya
" tumbeen .. " balas Rain
Chat dari Rain hanya dibaca saja oleh Radit , kemudian Rain menelponnya.
__ADS_1
" Hallo , ada apa ? " tanya Radit
" Gak jelas loe " jawab Rain
" Gak jelas , gimana ? "
" Gue besok mau pergi ke kampung halaman bibik selama 1 minggu , "
" Ngapain ? " tanya Radit singkat
" Itu hukuman dari papa karena kejadian tadi . seneng kan elo jauh dari gue ? "
" Maksud kamu ? "
" Yach.. elo pasti senenglah , gak ada yang ngangguin elo lagi " jawab Rain santai
" Kenapa mesti ke kampung halamannya bibik , ? "
" Gue lebih milih itulah , daripada semua fasilitas gue diblokir sama papa selama 1 bulan " jawab Rain sendu
" Makanya jadi cewek yang kalem dikit napa ? , suka banget petakilan " omel Radit
" Yeaaahh .. mau kayak gini , gak mau ya sudah , whatever " ucap Rain kesal
" Kalau dikasih tau ya..pasti mbantah " Radit mulai kesal juga
" GR loe , udah ah , aku mau main futsal dulu , ogh ya , besok hati2 , " pungkasnya
" Ok... "
tuuut panggilan berakhir , karena Radit mematikannya sepihak
" Ihhh nyebelin banget sich , orang ngomong belum selesai juga, gak sopan , dasar Radit somplak " omelnya
" tapi gue sayang banget sama elo Dit , kenapa pura2 cuek kalau sebenarnya juga suka " gerutu Rain pelan
Kemudian ia berjalan menuju kamarnya , dan mulai merebahkan tubuhnya .
Keesokan harinya , Rain dan bik Atun sudah siap2 berangkat , dianter oleh mang Udin ke stasiun , jalur kereta api yang diambil karena memang perjalanannya jauh ,
" Bik , berapa lama naik kereta nya ? " tanyanya sambil memperhatikan kearah jendela
" 6 jam non , " jawab sang bibik singkat
" Ughh lamanya bisa iritasi nich pantat " gerutunya
" Kalau ngantuk tidur aja non ,"
__ADS_1
" Enggak ngantuk bik, kok bisa sich bibik nyasar ke jakarta , sementara rumah bibik jauh nya amit2 " cerocosnya
" Namanya mengadu nasib non , kalau gak jauh ya gak dapat uang gedhe " ucap bibik sambil tersenyum
" Memang dikampung bibik tidak ada pekerjaan ? " tanya Rain penasaran
" Jarang non , gak bisa dipastikan , sementara kebutuhan menuntut harus ada, mau gak mau bibik merantau ke jakarta , "
" tumben non Rain ngomongnya bener , gak mbentak2 kayak biasanya " guman sang bibik
" Bibik kok melamun ," tanya Rain yang membuat sang bibik tersadar dari lamunannya
" Ehh enggak kok non " jawabnya pura2
sebenarnya non Rain itu cantik , baik , tapi kenapa kalau pas dirumah , seperti setan ya " guman si bibik lagi
" Lagi mikirin apa sich bik , melamun terus aja dari tadi , " ucap Rain kesal
" Baru dibatin baik , sekarang sudah ngomel2 gak jelas , dasar non Rain , untung cantik kalau jekek gak akan ada cowok yang maw " ucap bibik dalam hati
" Tuch kan melamun lagi , iihhh bibik , aku gak suka ya kalau dikacangin " bentak Rain agak keras
" Ehh enggak non , enggak , tenang aja " rayu bibik.
Setelah menempuh perjalanan selama 6 jam dikereta api , mereka oper naik bis kecil menuju terminal , kemudian masih oper lagi angkot menuju sebuah desa dipinggiran kota .
" Ughh capeknya " keluh Rain sambil memegang mengusap2 pinggangnya
"masih berapa lama lagi bik " tanyanya kesal
" Tuch kampung bibik , dibawah gunung itu " tunjuk si bibik
" Busyet , masih jauh " ucap Rain setengah menangis
" Enggak jauh non , sebentar lagi sampek kok , sabar ya " rayu si bibik
" Sabar.. sabar sudah capek nich , pinggangku rasanya mau patah " omel Rain kesal
" Jangan patah dulu non , belum menikah , " goda bibik
" Ayo naik ojek dulu , biar cepat " titahnya
" Kenapa papa nyiksa aku banget sich , pa " ucapnya melo
" capek " keluhnya
Setengah jam kemudian Rain dan bibik tiba disebuah desa terpencil , suasana masih asri dan alami , membuat Rain sangat takjub , seketika rasa capeknya hilang , dia benar2 terpesona , senyumnya terus mengembang
__ADS_1
" Gak sia2 gue jauh2 kesini , adem banget , capek gue terobati , uhuuyyyy , Rain is coming " teriaknya lantang