
Part 36
Rain dan Radit duduk dikantin rumah sakit , wajah Rain sudah tak sekusut kemarin , pasalnya ia sudah mendapat transferan dari papa dan juga opanya , uang itu ia gunakan untuk membiayai pengobatan Sari , namun kondisi Sari masih kritis dan butuh penanganan extra .
Radit menatap lekat wanita didepannya , ia bangga bisa mengenal dan mencintai Rain , sosok yang apa adanya , meski terkenal garang , suka marah dan seenaknya tapi rasa simpati dan empatinya ke orang2 yang jauh dari kata cukup patut diacungi jempol .
Radit tersenyum sambil terus menatap Rain , karena risih Rain pun mempertanyakannya " Ngapain sich nglihatin terus dari tadi , emang ada yang aneh dalam diriku ? " tanyanya sambil menautkan alisnya karena penasaran
" Hari ini hari apa sich ? " tanya balik Radit
" Orang tanyanya apa ? jawabnya apa ? gak nyambung tau ! , hari ini hari rabu , emang kenapa dan mau apa ? " tanyanya marathonan
" Hari ini kamu cantik sekali " puji Radit dalam gombalannya
" Hahaha " Rain terkekeh
" Bisa juga ngombalin orang ya , ? " ledeknya
" Bisa laaah... kan belajar dari kamu , " jawabnya
" Tetap tersenyum seperti in ya ...Rain , aku gak bisa kalau lihat kamu sedih apalagi menangis , sakit rasanya " guman Radit dalam hati
" Hey.... malah melamun lagi ...sepertinya kamu lagi seneng Dit , cerita dong , aku kan orangnya kepo " godanya sambil tersenyum
" Aku senang karena kamu juga senang Rain " ucapnya melo
" Kok jadi melo sich , gak pas nich momentnya , Sheila kemana ya? apa ia juga mbolos hari ini ? apa dia juga masih marah sama kita ? " tanyanya beruntun
" Itu pertanyaan apa lomba lari ? "
" Dua2nya ... " Rain tersenyum sambil menutup mulutnya
" Dia gak mungkin bisa marah sama kamu , kalau sama aku masih mungkin , kemarin dia mendesak ku dengan banyak pertanyaan tentang siapa Sari , masa dia pikir Sari itu anak kita , aneh kan ? apa iya kita segila itu ? " cerita Radit
" Hahaha... masa sich segitunya , bukan kita yang gila tapi pemikiran Sheila yang terlalu negatif , mengapa dia gak mikir gitu loh , Sari umur 7 tahun , apa iya kita SD sudah gituan , gak waras tuch bocah , biar makin seru kita ikuti saja alur cerita Sheila , gimana ? "
" Kebanyakan orang berfikir memang lebih ke condong ke hal negatif daripada yang positif dan itu wajar , bukan hanya Sheila ..orang lain pasti juga nyangkanya seperti itu , karena kita yang salah sudah merahasiakan ke semua orang , "
" Salah kita dimana ? orang niatnya cuma mbantuin kok , apa iya kita harus share ke orang kalau kita sedang berbuat baik , enggak kan ? "
" Ya ... gak gitu juga sayang , maksudnya menyembunyikan ini dari orang2 terdekat kita , andai kita jujur pasti banyak kok yang mau mbantuin "
" Iyaaa sich ... tapi sudah terlanjur Dit , aku juga gak mau terlalu merepotkan yang lain , selagi aku bisa dan mampu aku akan melakukannya sendiri , yang aku butuhkan sekarang adalah suport dan doa dari kamu , makasih ya selalu ada buat aku "
" Aku yang makasih Rain , dari kamu aku belajar banyak hal , aku bangga bisa mencintai dan dicintai oleh kamu , sosok yang dianggap orang nyebelin tapi bagiku kamu manusia berhati malaikat "
" Gak usah gitu lah , nanti aku terbang ke bulan kan repot pulangnya "
Radit tersenyum mendengar ucapan Rain , " Aku ke toilet bentar ya , jangan kemana mana ! " pintanya
__ADS_1
" Asiiaap sayang "
" Harusnya aku bersyukur punya kamu Dit , tapi mengapa yang ada di kepala dan hatiku hanya beruang es itu " ucapnya pelan
Umi yang sedari tadi memperhatikan dari jauh segera menghampiri Rain setelah Radit pergi , Rain yang tengah asyik dengan ponselnya sampai tidak menyadari kalau umi sudah duduk didepannya
" Rere sayank.... kamu ngapain disini nak ? " tanya umi
" Umi.... ( ekspresi terkejut ) , umi kok disini ? sama siapa ? ( celingak celinguk ) , njenguk orang sakit atau bagaimana? " tanyanya
" Ditanya kok malah balik tanya , umi kangen sama kamu , kok belum ngabari umi , padahal umi nunggu looohh , jangan2 nomer umi belum disave lagi ? "
..." Iya maaf umi , Saya belum sempat hehehe , umi sendiri atau ..? "...
" Umi sama keponaan , kamu sendiri sama siapa ? "
" Berdua umi , kami sedang njenguk salah satu keponaan teman yang lagi sakit , umi baik2 dan sehat2 saja kan ? "
" Teman kok mesra gitu , jangan2 itu pacarnya Rere , ganteng sich tapi lebih cocok kalau kamu sama Kahfi sayang , ya Allah jodohkanlah mereka " gumannya dalam hati
" Umi.. kok malah melamun , umi baik² saja kan ? " Tanya Rain sekali lagi
" Eh...iya...maaf , Alhamdulillah umi sehat walafiat sayang "
" Umi lagi mikirin apa? , cerita sama Rain ..umi lagi ada masalah ? " tanyanya sambil merapatkan duduknya , ia menatap lekat wanita didepannya , Umi tersenyum dipandangi wajah Rain , diusapnya lembut kepala Rain lalu dicium keningnya
Rain mengirimkan satu pesan ke nomer umi
" Assalamu'alaikum " tulisnya
Umi membuka Aplikasi what'sApp nya " makasih ya sayang , sekarang umi pamit dulu , nanti dicariin Abi nya anak2 " ucapnya sambil tersenyum , tak lupa Rain menjabat tangan umi dan menciumnya " Iyaa umi , hati² " jawabnya
" Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikum salam "
" Siapa wanita itu Rain ? kamu akrab sekali dengannya , sepertinya ibu dan anak , mesra sekali " tanya Radit yang sudah berdiri tak jauh dari Rain
Rain menoleh ke Radit lalu tersenyum " Aku memanggilnya umi , aku juga belum lama mengenalnya "
" Bertemu dimana ? jangan mudah percaya dengan orang yang baru kenal , jaman sekarang banyak orang jahat bermerk baik , "
" Kalau tidak salah aku bertemu dengan umi sudah 3 kali ini , awalnya pas beliau kejambret terus aku tolongin , tapi sepertinya orangnya baik Dit , jangan negatif thinking lah , gak baik "
" Bukan negatif thinking sayang , lebih ke waspada , hati² , apalagi kamu ini orangnya gampang banget care sama orang , gak tegaan , takutnya malah dimanfaatin , dan itu bikin aku khawatir " ucap Radit serius
" Kamu tenang aja Dit , aku bisa jaga diri kok , makasih ya atas perhatian dan semua²nya , kamu memang the best " puji Rain sambil mengangkat jempolnya
" Sama2 sayangku .. cintaku... , sekarang kita lihat Sari yuuk , semoga dia segera sadar dan sehat seperti sedia kala "
__ADS_1
" Aamiin " jawab Rain
Radit meraih tangan Rain lalu mengandengnya , sepanjang lorong rumah sakit dua sejoli itu tampak begitu bahagia , senyum keduanya tak seolah tak pernah putus , ketika melewati ruangan tempat Kahfi dirawat jantung Rain berdetak lebih cepat dari biasanya , iapun berhenti sejenak dan mengusap² dadanya , sekelebat bayangan Kahfi melintasi pikirannya " Ufie ... " gumannya
" Kenapa tiba² aku kepikiran sama kamu , beruang es ... kamu baik² saja kan , lama ya kita tidak bertemu , kangen tau " gumannya lagi
" Rain .. kamu kenapa ? " tanya Radit
" Gak tau Dit , tiba² dadaku sesak " ucap Rain
" Jangan kebanyakan pikiran , tarik nafas lalu buang pelan², ulangi sampai beberapa kali , kamu duduk disini bentar , aku cariin minum " tanpa menunggu jawaban Radit setengah berlari menuju kantin untuk membeli air putih untuk Rain
" Maafkan aku Dit , maafkan aku... aku memang sedang bersamamu , tapi hati dan pikiranku sedang bersamanya , aku sudah berusaha untuk menghilangkan rasa ini , tapi aku tidak bisa ..semakin aku mencoba , rasa ini malah semakin kuat , aku sendiri juga bingung , andai kamu tau Dit , aku jatuh cinta saat melihatnya pertama kali dan sejak itu perasaanku ke kamu juga berubah , sekarang yang ada dibenak ku cuma dia .. dia dan dia ... ogh Tuhan tolong hapus dia dari ingatanku "
" Rain ... masih sakit ya , ayo kita ke dokter " tanya Radit panik karena melihat pipi Rain basah oleh airmata
" Aku gak papa Dit , pengen pulang , pengen istirahat saja " ucapnya sendu
" Baiklah ... aku anter pulang ya " Rain mengangguk pelan , setelah berpamitan dengan bang Jamal dan istri Radit mengantar Rain pulang ke rumahnya , di sepanjang perjalanan Rain hanya diam , tatapannya kosong , Radit berusaha untuk tetap fokus pada kemudinya meski sesekali melirik ke arah Rain , tangannya juga selalu mengenggam tangan Rain
" Rain kamu gak sendiri , ada aku .. aku akan selalu ada buat kamu , meski aku tau cintamu bukan lagi untukku , aku tau apa yang kamu rasakan , aku tau kamu mencintainya , aku tau Rain .. aku paham...semoga dia juga mencintaimu ...maafkan aku yang terlambat mengungkapkan perasaanku , andai kamu tau akupun sangat mencintaimu lebih dari yang kamu tau "
Radit dan Rain sibuk dengan pikiran masing² , hingga tak terasa mereka telah sampai di istana megah kediaman Bapak Ramdan sugiantoro pembisnis sukses yang bergerak dibidang ekspor impor , periklanan , punya beberapa hotel dan cottage , duh bisa dibayangkan betapa enaknya kehidupan OKTARAIN AFIFAH RAMADHANI PUTRI DELIA , secara materi ya terpenuhi ahli waris satu²nya , tapi kita hanya mengetahui dari covernya saja kan , isinya hanya Allah kemudian Rain sendiri yang tau
***********
Perasaan itu seperti sebilah pisau ...
pisau ... tidak pernah salah
tergantung siapa yang membawanya
Begitu juga dengan perasaan
Rasa...tidak pernah salah
tergantung bagaimana kita menggunakannya & memanfaatkannya
ke jalan yang positif ( kebaikan ) atau ke jalan yang negatif ( keburukan )
و الله اعلم ب الصو اب
با ر ك الله فيكم
Ambil baiknya buang buruknya
@yuli_iyeth18
#hijrahcinta_afifah
__ADS_1