
part 14
Menjelang maghrib , Rain dan Ririn bersiap2 menuju musholla, malam itu untuk pertama kalinya Rain ikut Ngaji , meski gugup dan gelisah , ia berusaha untuk tetap tenang , dan seperti biasa detak jantung nya selalu marathonan ketika memasuki musholla ( hehehe,, terdengar sampai sini loohh Rain ,,, deg.. deg.. deg.. πππ)
Ia menarik nafas panjang , kemudian melepasnya perlahan - lahan .
Ririn memperhatikan tingkah Rain sekilas , lalu masuk ke musholla, buru2 Rain menyusulnya.
Setelah sholat maghrib berjama'ah , Rain , Ririn dan beberapa orang mulai mempersiapkan segala sesuatunya .
Ufi memanggil salah satu muridnya agar maju duluan , lalu ia menunjuk ke arah Rudi agar mengajari Rain ,
" Non Rain sama saya dulu ya ,, " ucap Rudi kalem , yang dibalas anggukan oleh Rain
" Dari awal aja ya bang , sudah lama gak ngaji , lupa semua " ucapnya jujur
" Iya.. gak papa , yang penting ada niat belajar , "
" Non ... ini bukan sa .. tapi tsa.. " Rudi membetulkan
" Sa.. " ucap Rain
" tsa.. non .. tsa " berulang kali Rudi mengulanginya
" Sa.. ihhh... susah amat sich bang .. " protesnya , mendengar itu Kahfi menoleh ke arah Rain
" Semangat... Rain .. pasti bisa kok " suport Unur dari sampingnya , Rain menutup wajahnya dengan telapak tangan karena malu
" t.sa.. tsa " ucapnya keras
" Bagus .. selanjutnya "
" Ko.. "
" Bukan ko.. tapi kho.. ada ngoroknya non.. "
Rudi melepas kopyahnya , mengaruk - ngaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal , lalu kembali fokus pada Rain ,
Melihat Rudi kewalahan mengajari Rain , Kahfi bangkit dari duduknya lalu menghampiri Rain dan Rudi
" Rud .. oper. " ucap Kahfi , Rudi pun berdiri menuruti perintah Ufi
" Kalau ngaji fokus dengan kitabnya " ucap Kahfi kalem
Rain terdiam , bibirnya kelu,, jantungnya seolah berhenti berdetak ,, bagaimana tidak ia duduk berhadapan dengan orang sangat ia kagumi
( Ya Allah Rain ... segitunya ya... speechless π€π€)
" Kenapa diam ..? " tanya Kahfi
" Eh.. iya.. " jawab Rain gugup menatap Kahfi
" Oh.. Tuhan makhluk apa yang ada didepanku ini ,, manusia .. apa malaikat sich.. bening amat " ucapnya dalam hati
" Kamu kesini mau ngaji atau mau melihat saya . ? " Kahfi mulai tegas
" Ya.. ingin belajar ngaji lah .. masih tanya lagi.. " jawabnya lirih tapi masih bisa didengar oleh Kahfi
" Kalau ngaji yang serius , saya tidak suka ngaji buat mainan " ucapnya serius
Rain menatap lekat wajah Kahfi, " siapa suruh seperti hantu.. " ucapnya sangat pelan
Kahfi membulatkan matanya " kamu bilang , saya hantu " jawab Kahfi geram , sontak yang mendengarnya tertawa , apalagi si Ririn tuch..sampai memegangi perutnya
__ADS_1
" Habisnya ketampanan anda menghantuiku terus " Rain mulai membucin , mendengar ucapan Rain ,wajah Kahfi bersemu merah menahan malu juga menahan emosinya,, Unur tertawa sambil menutup mulutnya mendengar bucinan Rain
" Ulang dari awal , ngajinya " ucap Kahfi keras
Rain menuruti perintah Kahfi , mengulang bacaannya mulai awal meski pelan ia dapat menyelesaikannya dengan benar
" Ini benar semua.. mengapa tadi salah terus . " tanya Kahfi heran
" Tadi masih pemanasan " jawab Rain asal
" Sekarang lanjut jilid 2 " perintah Kahfi
" Hah... lanjut.. banyak amat ,, " protes Rain
" Saya tidak suka mengulang- ulang perkataan ya.. tolong diingat !! " ancam Kahfi
" Ganteng... tapi nyebelin.. " umpat Rain
" Sama .. kamu juga nyebelin " hardik Kahfi , tanpa mereka sadari semua pasang mata memperhatikan mereka berdua yang saling ejek.
" Rudi.. adzan 'gih , sudah masuk waktu isya' "
perintah Unur kencang ,
Kahfi melirik arloji ditangannya , " okey.. malam ini cukup ngajinya , jangan lupa sampai dirumah dipelajari lagi , awas kalau besok masih salah ya,, " titahnya
" Okey. ustadz tampan .. tapi bohong.." jawab Rain sambil tersenyum ,
Kahfi tidak mempedulikannya, ia beranjak menuju toliet untuk wudhu..
sementara Rain masih senyum- senyum sambil merapikan mukenanya
" Cuma kak Rain loh... yang berani membantah perkataan Ufi " bisik Ririn pelan
Setelah sholat Isya' Rain dan Ririn pulang berdua , karena Rudi masih ada kajian lagi , di sepanjang perjalanan mereka ngobrol diiringi canda tawa
" Sumpah kak . kalau semua yang ngaji disini seperti kak Rain , bisa2 botak kepala Ufi ,, " canda Ririn
" Unur juga lah.. kenapa cuma Ufi yang botak , gak adil kan ..? " balas Rain
" Ehh... jangan ...kalau Unur botak kan jadi gak tampan lagi " Ucap Ririn cemberut
" Kalian niat ngaji karena lillah atau karena ustadznya " tiba2 ada yang menyahut dari belakang , Rain dan Ririn langsung berhenti dan berbalik arah , betapa kagetnya mereka berdua karena Ufi sedang memperhatikan mereka sambil melipat tangannya di perut
" Ufi.... " ucap Ririn
" Kabuuurrr " teriak Rain sembari berlari kencang meninggalkan Ririn yang masih bengong menatap Kahfi
" Apa..?? " tanya Kahfi penuh selidik
Tanpa banyak kata Ririn pun berbalik arah lalu berlari menyusul Rain , Kahfi mengulas senyum lalu berjalan pelan menuju rumahnya ( rumah singgah sementara ) .
Sesampainya dirumah Rain langsung mengambil air minum dan meneguknya sampai habis
" Non , Rain kenapa, kok ngos2an gitu..? " tanya Bibik heran
" Habis ketemu hantu bik. " jawab Rain sambil merileksnya jantungnya
" Ririn mana ,, Non ? " tanya bibik lagi
" Rain tinggal bik " jawab Rain
" Ihh.. kak Rain.. kok aku ditinggal lari sich .. " protesnya
__ADS_1
" Ngapain kamu bengong tadi .. ya aku tinggal lah. " jawab Rain santai sambil berjalan ke kamar , sementara bibik hanya geleng2 kepala melihat kelakuan mereka berdua
" Yang tadi itu beneran , kak ? " tanyanya sembari melipat mukena yg dipakainya tadi
" Yang mana. ? " tanya Rain cuek sambil melempar mukena ke wajah Ririn
" Yang tadi pas ngaji .. beneran kak Rain gak bisa sama sekali ? " Ririn masih penasaran
" Bisa sich dikit.. dikit.. " jawabnya
" Sengaja ngeprank .. kasihan lohh bang Rudi sampai keringetan ngajari kak Rain "
" Maaf .. ya.. "
" Kok minta maafnya sama aku , sama abang lah .. "
" Iya.. nanti kalau bang Rudi sudah pulang "
ponsel Rain bergetar , " Hallo .. Assalamu'alaikum " sapa Rain
" Wa'alaikum salam " jawab Radit
" Gitu dong , kan adem dengernya.. , gimana ngajinya .. lancar..? "
" Yach... begitulah "
" Kok jutek sich.. kan harusnya seneng , semangat diajarin sama ustadz ganteng " goda Radit
" Ganteng sich tapi ... nyebelin banget "
" Ogh.. ya. "
" Dit , minggu pagi bisa jemput aku kan..? "
" Apa sich yang enggak bukan princesku.. agak siangan dikit ya,, aku futsal sebentar "
" Iya.. gak papa , lagi apa..? "
" Lagi main2 dihati kamu πππ, " jawab Radit
" Ogh... jadi kamu cuma mainin aku aja " Rain merajuk
" Ya.. enggaklah.., kamu sendiri lagi apa..? sudah makan belum..? "
" Bentar lagi .. masih kesal nich .. "
" Gak boleh gitu ahh... ya udah .. makan terus bubuk ya , See u sunday ,, okey .. daa..., assalamu'alaikum "
" Wa'alaikum salam " Rain menaruh ponselnya
" Kak ,, sebenarnya yang kak Rain sukai itu Ufi atau kak Radit sich , aku jadi bingung "
" Aku suka dengan Radit itu sejak masuk sekolah , jadi sudah hampir 2 tahunan ini.., tapi beberapa hari ini dia berubah "
" Maksudnya berubah ..? "
" Jadi lebih sayang , lebih perhatian .. aku sendiri juga heran ,, "
" Kalau dengan Ufi..? , sekedar mengagguminya saja atau benar2 suka nich..? "
" Entahlah .. aku ngantuk mau tidur , " ucapnya sambil memejamkan matanya
" Loh.... makan dulu yuk.. " ajak Ririn , tapi Rain sudah terlelap
__ADS_1