HIJRAH CINTA AFIFAH

HIJRAH CINTA AFIFAH
Iseng


__ADS_3

part 14


Menjelang maghrib , Rain dan Ririn bersiap2 menuju musholla, malam itu untuk pertama kalinya Rain ikut Ngaji , meski gugup dan gelisah , ia berusaha untuk tetap tenang , dan seperti biasa detak jantung nya selalu marathonan ketika memasuki musholla ( hehehe,, terdengar sampai sini loohh Rain ,,, deg.. deg.. deg.. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚)


Ia menarik nafas panjang , kemudian melepasnya perlahan - lahan .


Ririn memperhatikan tingkah Rain sekilas , lalu masuk ke musholla, buru2 Rain menyusulnya.


Setelah sholat maghrib berjama'ah , Rain , Ririn dan beberapa orang mulai mempersiapkan segala sesuatunya .


Ufi memanggil salah satu muridnya agar maju duluan , lalu ia menunjuk ke arah Rudi agar mengajari Rain ,


" Non Rain sama saya dulu ya ,, " ucap Rudi kalem , yang dibalas anggukan oleh Rain


" Dari awal aja ya bang , sudah lama gak ngaji , lupa semua " ucapnya jujur


" Iya.. gak papa , yang penting ada niat belajar , "


" Non ... ini bukan sa .. tapi tsa.. " Rudi membetulkan


" Sa.. " ucap Rain


" tsa.. non .. tsa " berulang kali Rudi mengulanginya


" Sa.. ihhh... susah amat sich bang .. " protesnya , mendengar itu Kahfi menoleh ke arah Rain


" Semangat... Rain .. pasti bisa kok " suport Unur dari sampingnya , Rain menutup wajahnya dengan telapak tangan karena malu


" t.sa.. tsa " ucapnya keras


" Bagus .. selanjutnya "


" Ko.. "


" Bukan ko.. tapi kho.. ada ngoroknya non.. "


Rudi melepas kopyahnya , mengaruk - ngaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal , lalu kembali fokus pada Rain ,


Melihat Rudi kewalahan mengajari Rain , Kahfi bangkit dari duduknya lalu menghampiri Rain dan Rudi


" Rud .. oper. " ucap Kahfi , Rudi pun berdiri menuruti perintah Ufi


" Kalau ngaji fokus dengan kitabnya " ucap Kahfi kalem


Rain terdiam , bibirnya kelu,, jantungnya seolah berhenti berdetak ,, bagaimana tidak ia duduk berhadapan dengan orang sangat ia kagumi


( Ya Allah Rain ... segitunya ya... speechless 🀭🀭)


" Kenapa diam ..? " tanya Kahfi


" Eh.. iya.. " jawab Rain gugup menatap Kahfi


" Oh.. Tuhan makhluk apa yang ada didepanku ini ,, manusia .. apa malaikat sich.. bening amat " ucapnya dalam hati


" Kamu kesini mau ngaji atau mau melihat saya . ? " Kahfi mulai tegas


" Ya.. ingin belajar ngaji lah .. masih tanya lagi.. " jawabnya lirih tapi masih bisa didengar oleh Kahfi


" Kalau ngaji yang serius , saya tidak suka ngaji buat mainan " ucapnya serius


Rain menatap lekat wajah Kahfi, " siapa suruh seperti hantu.. " ucapnya sangat pelan


Kahfi membulatkan matanya " kamu bilang , saya hantu " jawab Kahfi geram , sontak yang mendengarnya tertawa , apalagi si Ririn tuch..sampai memegangi perutnya

__ADS_1


" Habisnya ketampanan anda menghantuiku terus " Rain mulai membucin , mendengar ucapan Rain ,wajah Kahfi bersemu merah menahan malu juga menahan emosinya,, Unur tertawa sambil menutup mulutnya mendengar bucinan Rain


" Ulang dari awal , ngajinya " ucap Kahfi keras


Rain menuruti perintah Kahfi , mengulang bacaannya mulai awal meski pelan ia dapat menyelesaikannya dengan benar


" Ini benar semua.. mengapa tadi salah terus . " tanya Kahfi heran


" Tadi masih pemanasan " jawab Rain asal


" Sekarang lanjut jilid 2 " perintah Kahfi


" Hah... lanjut.. banyak amat ,, " protes Rain


" Saya tidak suka mengulang- ulang perkataan ya.. tolong diingat !! " ancam Kahfi


" Ganteng... tapi nyebelin.. " umpat Rain


" Sama .. kamu juga nyebelin " hardik Kahfi , tanpa mereka sadari semua pasang mata memperhatikan mereka berdua yang saling ejek.


" Rudi.. adzan 'gih , sudah masuk waktu isya' "


perintah Unur kencang ,


Kahfi melirik arloji ditangannya , " okey.. malam ini cukup ngajinya , jangan lupa sampai dirumah dipelajari lagi , awas kalau besok masih salah ya,, " titahnya


" Okey. ustadz tampan .. tapi bohong.." jawab Rain sambil tersenyum ,


Kahfi tidak mempedulikannya, ia beranjak menuju toliet untuk wudhu..


sementara Rain masih senyum- senyum sambil merapikan mukenanya


" Cuma kak Rain loh... yang berani membantah perkataan Ufi " bisik Ririn pelan


Setelah sholat Isya' Rain dan Ririn pulang berdua , karena Rudi masih ada kajian lagi , di sepanjang perjalanan mereka ngobrol diiringi canda tawa


" Sumpah kak . kalau semua yang ngaji disini seperti kak Rain , bisa2 botak kepala Ufi ,, " canda Ririn


" Unur juga lah.. kenapa cuma Ufi yang botak , gak adil kan ..? " balas Rain


" Ehh... jangan ...kalau Unur botak kan jadi gak tampan lagi " Ucap Ririn cemberut


" Kalian niat ngaji karena lillah atau karena ustadznya " tiba2 ada yang menyahut dari belakang , Rain dan Ririn langsung berhenti dan berbalik arah , betapa kagetnya mereka berdua karena Ufi sedang memperhatikan mereka sambil melipat tangannya di perut


" Ufi.... " ucap Ririn


" Kabuuurrr " teriak Rain sembari berlari kencang meninggalkan Ririn yang masih bengong menatap Kahfi


" Apa..?? " tanya Kahfi penuh selidik


Tanpa banyak kata Ririn pun berbalik arah lalu berlari menyusul Rain , Kahfi mengulas senyum lalu berjalan pelan menuju rumahnya ( rumah singgah sementara ) .


Sesampainya dirumah Rain langsung mengambil air minum dan meneguknya sampai habis


" Non , Rain kenapa, kok ngos2an gitu..? " tanya Bibik heran


" Habis ketemu hantu bik. " jawab Rain sambil merileksnya jantungnya


" Ririn mana ,, Non ? " tanya bibik lagi


" Rain tinggal bik " jawab Rain


" Ihh.. kak Rain.. kok aku ditinggal lari sich .. " protesnya

__ADS_1


" Ngapain kamu bengong tadi .. ya aku tinggal lah. " jawab Rain santai sambil berjalan ke kamar , sementara bibik hanya geleng2 kepala melihat kelakuan mereka berdua


" Yang tadi itu beneran , kak ? " tanyanya sembari melipat mukena yg dipakainya tadi


" Yang mana. ? " tanya Rain cuek sambil melempar mukena ke wajah Ririn


" Yang tadi pas ngaji .. beneran kak Rain gak bisa sama sekali ? " Ririn masih penasaran


" Bisa sich dikit.. dikit.. " jawabnya


" Sengaja ngeprank .. kasihan lohh bang Rudi sampai keringetan ngajari kak Rain "


" Maaf .. ya.. "


" Kok minta maafnya sama aku , sama abang lah .. "


" Iya.. nanti kalau bang Rudi sudah pulang "


ponsel Rain bergetar , " Hallo .. Assalamu'alaikum " sapa Rain


" Wa'alaikum salam " jawab Radit


" Gitu dong , kan adem dengernya.. , gimana ngajinya .. lancar..? "


" Yach... begitulah "


" Kok jutek sich.. kan harusnya seneng , semangat diajarin sama ustadz ganteng " goda Radit


" Ganteng sich tapi ... nyebelin banget "


" Ogh.. ya. "


" Dit , minggu pagi bisa jemput aku kan..? "


" Apa sich yang enggak bukan princesku.. agak siangan dikit ya,, aku futsal sebentar "


" Iya.. gak papa , lagi apa..? "


" Lagi main2 dihati kamu 😁😁😁, " jawab Radit


" Ogh... jadi kamu cuma mainin aku aja " Rain merajuk


" Ya.. enggaklah.., kamu sendiri lagi apa..? sudah makan belum..? "


" Bentar lagi .. masih kesal nich .. "


" Gak boleh gitu ahh... ya udah .. makan terus bubuk ya , See u sunday ,, okey .. daa..., assalamu'alaikum "


" Wa'alaikum salam " Rain menaruh ponselnya


" Kak ,, sebenarnya yang kak Rain sukai itu Ufi atau kak Radit sich , aku jadi bingung "


" Aku suka dengan Radit itu sejak masuk sekolah , jadi sudah hampir 2 tahunan ini.., tapi beberapa hari ini dia berubah "


" Maksudnya berubah ..? "


" Jadi lebih sayang , lebih perhatian .. aku sendiri juga heran ,, "


" Kalau dengan Ufi..? , sekedar mengagguminya saja atau benar2 suka nich..? "


" Entahlah .. aku ngantuk mau tidur , " ucapnya sambil memejamkan matanya


" Loh.... makan dulu yuk.. " ajak Ririn , tapi Rain sudah terlelap

__ADS_1


__ADS_2