HIJRAH CINTA AFIFAH

HIJRAH CINTA AFIFAH
Kahfi sakit


__ADS_3

Part 35


Beralih ke Kahfi


Sepulang dari tasik Kahfi merasa tidak enak badan , suhu tubuhnya naik , ia juga dilanda flu berat , sampai siang bolong ia betah tidak keluar dari sarangnya ( maksudnya kamar , ya 😁😁)


Sang umi pun menghampiri dan membujuk untuk ke dokter ,


" Bang , ke dokter yuukk " ajak umi


" Abang gak papa umi , cuma demam dan flu aja , masa harus ke dokter .." elaknya kalem


" Lha ... Emang cuma berbaring gini bisa sembuh gitu , badan kamu anget loh , ( umi memegang kening Kahfi ) minum obat gak mau , ke dokter gak mau , terus maunya apa..? ayooolah bang " umi mulai ngomel melihat Kahfi enggan untuk menuruti keinginannya


" Iyaaa .. nanti abang akan minum obat " ucap Kahfi sembari membungkus tubuhnya dengan selimut , badannya memang panas tapi yang dirasakan olehnya hawa dingin menyelimuti tubuhnya


" Ini bocah dari bayi sampai bujang susah kalau diajak ke dokter , nurut napa sich Fie .." umi mulai kesal


Kahfi diam , ia masih betah membungkus tubuhnya dengan selimut , untung ya pakai selimut , kalau pakai daun jadi apa ya...., wkwkwk... 😁😁


" Jangan mulai dech Thor , orang lagi sakit malah dibully " gerutunya


" Siapa yang mbully..ganteng... egh ... maaf sengaja .. " πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„,


" Cowok ya pasti ganteng lah ... gak mungkin kan cantiik " omelnya


" Naahhh ... itu tau "


" Udah balik ke cerita gih , akupun penasaran dengan kelanjutannya "


" Kepooooo " 🀭🀭


Balik ke cerita ya.....


Tak berselang lama Unur masuk dan duduk tepat disamping umi , bukannya simpati , Unur malah sengaja mengodanya


" Makanya jangan sok2an , pakai hujan2 lagi... jadi sakit kan , jangan niru Rain , dia kan pawangnya hujan , hahaha " godanya


" Ogh jadi kemarin habis hujan..hujan..? " sahut Umi


" Ehhh... enggak kok mi...yang benar kehujanan bukan maun hujan " elak Kahfi


" Terus Rain itu siapa , Dik " umi menatap Unur penuh selidik


" Rain itu... " Unur belum selesai berucap sudah disahut oleh Kahfi


" cewek yang ditaksir adik , mi " timpal Kahfi cepat


Umi memandang kedua anak laki2nya bergantian , Kahfi hanya diam , sementara Unur tampak senyum2 penuh arti , " Ayoo jawab siapa Rain .., abang... adik.., jangan2 kalian ke Tasik kemarin janjian dengan cewek ya , awas umi aduin ke abi "


" Enggak kok mi , kita gak janjian dengan siapapun , murni mengecek peternakan & perkebunan " Kahfi meyakinkan


" Iyaa , bener kok mi " sahut Unur membela Kahfi


" Awas aja kalau bohong , nanti umi cari tuch cewek terus umi nikahkan dengan salah satu dari kalian , paham ...? " gertaknya


" Sama Abang aja umi.. 😁😁😁 ... siapa tau kalau menikah jadi sembuh , hehehe ..." ledek Unur dalam candanya


Kahfi menyikut lengan Unur keras hingga si empu meringis kesakitan


" Aduuh ... sakit , bang " ucap Unur sambil mengusap2 pundaknya


Umi menggeleng2kan kepalanya kemudian keluar dari kamar Kahfi


" Btw... darimana kamu tau kalau Rain suka hujan ? " tanya Kahfi sambil membulatkan matanya


" Hahaha... ketahuan ya , diam... diam uhuy... " ledeknya


" Rain itu artinya hujan , jadi wajar donk kalau aku nebak dia suka hujan , emang ada yang salah ? , jangan buru2 negatif thinking , ente gak lagi jeles kan ..? " tanyanya penasaran


" Enggaaak !! ngapain jeles ,


ogh aku tau sekarang ... makanya dari kemarin aku minta kontaknya dia gak ente kasih , diam2 ente suka sama dia ? " solotnya

__ADS_1


" Hahaha ... manusiawi lah dia cewek aku cowok , wajar lah kalau aku suka , yang gak wajar itu cowok suka dengan cowok , tapi aku suka lihat wajah ente... kayak gak rela gitu ane dekat dengan Rain ? " godanya , ia berjalan sedikit menjauh ,


Kahfi melempar gulingnya tepat ke badan Unur , dengan mudah Unur menangkap kemudian memeluk erat guling tersebut sambil tersenyum penuh kemenangan


" Sudah diminum obatnya , bang " Teriak Umi ketika masuk ke kamar Kahfi sambil membawakan makanan untuknya


" Sudah umi , " ucapnya bohong


" Bohong umi ... obatnya belum diminum , lihat air putihnya masih utuh " sahut Unur


Umi berjalan mendekat ke arah Kahfi ... lalu menjewer telinga sang anak karena geregetan ,


" Bener... bener nich anak ..... , seneng banget lihat uminya marah , bohong sudah jadi hobby sekarang ya .. "


" Aampuuun umi... sakit telinga abang " rintihnya


" Hayoo pilih mana , ke dokter atau menikah hari ini juga !! " teriak umi


" Tidak ada pilihan lainkah umi ? , misalnya banyak istirahat kek , makan yang banyak , dua2nya bikin abang makin pusing umi " tolak Kahfi melas


" Kelamaan umi , biar adik gendong " ucap Unur sambil beranjak mendekat ke tubuh Kahfi


" Eehhh... tunggu !! " Kahfi melompat dari ranjang nya , dengan wajah tegang ia menatap wajah sang adik dan ibunya bergantian .


Umi mengambil ponsel dan berpura2 menelpon seseorang untuk mengelabuhi Kahfi


" Umi telpon siapa ? " tanya Kahfi


Sang ibu tidak mempedulikan pertanyaan Kahfi ,


" Rere sayang... bisa kesini sebentar nak , umi butuh bantuan kamu , iyaa... umi tunggu ya cinta " ucap umi bohong sambil melirik ke arah Kahfi yang mulai panik


Dengan wajah pasrah Kahfi berjalan menghampiri uminya , lalu memeluknya erat , butir2 airmatanya mulai jatuh membasahi pipi lalu turun ke baju sang ibu .


" Maafkan Kahfi , umi...baiklah Kita ke dokter sekarang , tapi jangan paksa untuk menikah ya , Kahfi belum siap " ucapnya memelas


Mendengar penuturan sang putra , umi tidak kuasa menahan tangisnya , ia pun memeluk balik tubuh Kahfi erat , butiran kristal bening indah menghiasi pipi yang mulai berkerut meski begitu masih terlihat cantik " Maafkan umi sayang , umi tidak bermaksud memaksamu , umi ingin melihatmu bahagia seperti kakak2mu , " bisiknya lirik


" Rain... " panggilnya pelan , kemudian tubuh Kahfi ambruk , jatuh tak sadarkan diri


" Kahfiiii " teriak umi histeris , Unur pun kaget dan segera berlari menghampirinya


" Bang ... bangun bang , jangan becanda napa ? " ucap Unur sambil mengoyang2kan tubuh Kahfi yang lunglai tak berdaya


" Fi... bangun sayang .. maafkan umi ...maafkan...umi nak ... " ucap umi sedih , ia menepuk2 pipi sang anak yang mulai agak tembem ,


" Kita bawa ke rumah sakit saya ya umi.. " Unur berlari keluar untuk menyiapkan mobil dan memanggil salah satu asisten laki2 untuk membantu membopong Kahfi dan memasukkan ke dalam mobil , ia pun segera melajukan mobilnya kencang menuju rumah sakit terdekat , umi masih sembab dipegangnya tangan sang anak , kemudian diciuminya , sampai di rumah sakit Kahfi belum sadar juga .


Ada rasa khawatir menyelimuti hati Umi dan Unur , karena baru kali pertama Kahfi sakit sampai pingsan begitu lama


" Mohon tunggu diluar ya bu " pinta salah satu suster , kemudian Unur mengandeng tangan umi san mengajaknya duduk tak jauh dari UGD tempat Kahfi diperiksa.


" Ini salah umi , dik... salah umi , " Umi terisak dipelukan sang keponakan


" Ini bukan salah umi , abang hanya kecapekan , umi tidak perlu khawatir " ucap Unur menenangkan


" Andai tadi umi tidak memaksanya , dia tidak akan pingsan " Hii hiii hiii umi menangis semakin kencang


" Tidak umi... apa yang umi lakukan sudah benar "


" Iyaaa ... tapi abang kamu itu takut sama jarum suntik dan dia juga belum siap menikah , tapi umi memaksanya "


Umur tersenyum kecut , " memanglah abangku satu ini aneh tapi nyata , kadang nyebelin , kadang nganggenin , kalau sakit gini kasihan juga lihatnya , ogh abangku sayang abangku malang " gumannya


Tak berselang lama Dokterpun keluar dan menghampiri keduanya


" Bagaimana keadaan putra saya , dok ? " tanya umi panik


" Putra ibu harus rawat inap karena kondisinya sangat lemah , untuk hasil lab akan keluar besok pagi , ibu bisa menjenguk putra ibu setelah dipindah ke ruang inap , saya permisi dulu bu " pamit sang dokter


" Terimakasih banyak dok , " ucap umi dan Unur bersamaan


" Sama2 " jawab dokter sambil tersenyum

__ADS_1


Akhirnya Kahfi sudah dipindahkan ke ruang inap persis berseberangan dengan ruangan tempat Sari dirawat


" Tuch kan memang sengaja biar Kahfi dan Rain bisa bertemu , maksudnya gitu kan , Thor ? " tanya Cenna


" Ikuti saja alurnya , jangan asal nebak , hehehe kamu gak akan bisa nebak isi kepalaku " jawab Author


" Kapan part ku Thor , aku juga ingin bertemu dengan Kahfi , jangan Rain mlulu lah " protes Cenna


" Ya sabaar ...memang kamu aja yang kangen ? aku juga looh , wkwkwk " candanya


" Haaaaaa .... kamu juga suka sama Kahfi , Thor ? "


" Menurut kamu ? "


" Iyaaaa begitu laah , pasti ada udang dibalik batu , egh dibalik rempeyek , "


" Tebakan kamu memang tidak salah tapi sedikit kurang tepat , aku sedang tidak menyukai siapapun , aku sedang mengosongkan hati untuk menjaga "


" Maksudnya ? "


" Sudah ya.. next time kamu akan tau kok , balik ke cerita ya ... "


" Okey... mangat ya thor "


" Trim's Cenna , eemuuachh 😘😘😘"


" Emmuaach , 😘😘😘 too "


Kahfi sudah sadar dari pingsannya , ia mengeliat pelan , tatapannya menyapu segala sudut ruangan


" Dimana ini " pikirnya


" Aduuh tanganku kenapa , kok sakit gini , " ia menoleh sekilas ke tangannya yang telah terpasang selang infus


" Yaa... ngrasain juga masuk rumah sakit dan diinfus " Kahfi berkeluh


" Abang mau minum " tawar umi


Kahfi mengangguk pelan , umi mengambil air mineral kemasan dalam botol kemudian memberikan pada Kahfi , setelah meneguk beberapa tegukan , ia menaruh disebelah bantalnya


" Taruh sini saja umi , biar abang gampang ngambilnya " ucapkan sungkan karena harus merepotkan sang ibu


" Apa yang terjadi umi , mengapa abang sampai kesini ? " tanyanya kemudian


" Abang tadi pingsan lama " jawab umi


" Maafkan abang ya umi , sudah merepotkan umi "


" Umi yang minta maaf nak , karena umi kamu jadi seperti ini ? "


" Umi tidak perlu meminta maaf , semua ini salah abang , yang tidak pernah mau menuruti perkataan umi " ucapnya sambil menundukkan kepalanya


" Umi.. makan dulu , sejak tadi umi belum makan apa2 ' Ucap Unur begitu memasuki ruang inap Kahfi


" Alhamdulillah , abang sudah sadar , abang mau makan juga ? " tanyanya


Kahfi menggeleng pelan , " Makasih ya dik , maaf banget sudah merepotkan "


" Sudah biasa direpotkan " candanya


" Yang penting abang cepat sembuh , kasihan kan fans2 abang .. pasti nyariin , "


" Ogh iya .. besok ada jadwal abang "


" Untuk sementara abang tidak ada jadwal , sembuh dulu baru mikirin kajian "


" Tapi umi ... "


" Tidak ada tapi2 an , istirahat dulu , jadwal bisa diwakilkan ke Abi atau adik , "


" Asiaap umi ! " jawab Unur sambil hormat mengangkat tangannya ke pelipis


" Baiklah umi " ucap Kahfi pelan , sang umi pun tersenyum kemudian mencium kening sang putra dengan penuh kasih sayang

__ADS_1


__ADS_2