HIJRAH CINTA AFIFAH

HIJRAH CINTA AFIFAH
Pertemuan kedua


__ADS_3

part 10


Keesokan harinya , Rain bangun lebih awal , setelah cuci muka ia duduk diteras depan rumah , sambil memainkan ponselnya , tak lama berselang ada panggilan masuk


" Hallo .. " sapanya


" Hallo juga.. lagi apa ? " tanya seseorang dari seberang telpon


" Lagi mikirin kamu .. ehh .. " godanya


" Kamu sendiri lagi apa..? " tanyanya balik


" Lagi mikirin kamu..? " godanya balik


" Tumben... " jawab Rain jutek


" Lha... , betah banget disitu,, kapan balik. ? " tanyanya


" Kenapa...? kangen ya jauh dari aku "


" Ehh... iya ehhh... kangen tapi cuma sedikit "


" Banyak juga gak papa , gimana kabar Sheila , Dit ? kok gak hubungi aku ? , " tanya Rain sedih


" Baik.., kamu yang gak bisa dihubungi , ? " jawab Radit sewot


" Sinyalnya susah , sayang "


" Ponselnya dijual buat beli sinyal , " ledeknya


" Nich sampai mbela - mbelain telpon biasa , nanti gantiin pulsa aku ya,," goda Radit


" Yeay... gak ada yang nyuruh telpon juga..." Rain pura2 kesal


" Tuch pak RT sebelah yang nyuruh ,, omelin sono.... " jawab Radit asal


" Tumben sich ngelawak ,biasanya juga super duper cuek ,"


" Nglawak salah , cuek salah ,, wanita memang sulit dipahami , btw... kapan pulang , Rain ? " tanya nya kemudian


" Satu bulan lagi " jawab Rain judes


" Lama amat non ,, nanti aku cari yang lain lohh ? " goda Radit


" Cari aja .. gak papa kok " jawab Rain enteng


" Beneer nich.., aku susul kesitu bareng Sheila ya. " tawarnya


" Ehh... jangan.. bisa2 hukumanku ditambah sama papa ,hari sabtu aku pulang , tungguin aja "


" Masih lama Rain , ini masih hari selasa,, masih 4 hari lagi ,, " ucap Radit sedih


" Makanya kalau ada jangan disia2in , kalau jauh gini kangen kan jadinya " omel Rain

__ADS_1


" Iya.. iya.. janji gak akan cuek lagi "


" Telat , Dit... sekarang hati ku sudah terisi oleh orang lain , meskipun aku belum mengenalnya tapi dia sungguh .. sudah membuatku.. " guman Rain dalam hati , disaat yang sama Kahfi dan ustadz Nur rohman masuk dan mengucap salam


" Assalamu'alaikum "


" Wa.. wa'alaikum salam .. " jawab Rain gugup


" bentar ya,,, Dit , ada tamu nich , nanti aku telpon balik ya , " ucapnya lalu mematikan tombol merah


" Rudi nya ada mb... ? " tanya Nur rohman


" Ehh... sepertinya ada, silahkan masuk , " tak sengaja mata Rain dan Kahfi bertemu , mereka saling memandang ( cie..cie..cie..uhuk..uhuk uhuk.. kok gatel ya tenggorokanku 🀣🀣🀣) ,tapi hanya dalam hitungan detik , lalu keduanya sama2 mengalihkan pandangan , buru2 Rain masuk untuk mencari Rudi ,


" Bang.. ada tamu " ucap Rain


" Iya.. sudah janjian kok non " jawab Rudi sambil berjalan menghampiri Kahfi dan Nur rohman


" Rin , anter minuman ini ke depan " perintah emak alias bik Atun


" Ihh... emak , minta tolong kak Rain saja ya,, tiba - tiba Ririn mules " ngeles nya


" Ihh.... enggak ahh.. kamu aja " tolak Rain


" Aku kebelet kak " ucapnya bohong


" Alasan saja , bilang aja malu bertemu dengan U nur "


" Ustadz Nur rohman biar gampang manggilnya , jadi disingkat aja "


" Ogh.. gitu... " Ririn membuka mulutnya lebar - lebar


" Awas ... kemasukan lalat , " ledek Rain


" Plisss kak Rain yang anter minumnya ya.. ya.. " mohon Rain dengan mimik memelas


" Enggak agh... ada Ufie.. malu aku " jawabnya spontan


" Lha ... siapa lagi tuch ? " tanyanya penasaran


" USTADZ KAHFI " jawab Rain penuh penekanan


" Cie.. cie.. cie... ada yang mulai ... " goda Ririn


" Sudah.. sudah.. masih pagi jangan berisik, biar emak saja yang anter " si bibik menengahi perdebatan mereka berdua


" Bukannya kamu suka sama U Nur ,, kenapa malah malu bertemu dengannya , bukankah ini kesempatan emas " tanya Rain sambil berjalan menuju belakang


" Malu kak ,, salting kalau dekat denganya , lebih nyaman memandang dari jauh saja " jawabnya datar , mengikuti langkah kaki Rain


" Keluar yukk " ajak Rain


" Kemana aja, asal gak ke akhirat , "

__ADS_1


" Ehhh.... jangan.. aku belum menikah ,, "


" Apaan sich , Rin... masih kecil yang dibahas nikah , sekolah dulu yang bener " sahut Rani yang tiba2 muncul


" He.. he.. he.. asiiapp mbak " jawabnya cengegesan


" Kamu ke toko bu Diah sama Rudi ya, belanja buat besok "


" Banyak amat mbak , mau ada acara apa ? " tanyanya sambil memngamati tulisan belanjaan


" Insyaallah besok mau kirim doa buat bapak , udah sana buruan , minta tolong Rudi nganter "


" Bang Rudi ada tamu mbak , ada Unur dan Ufi , jawabnya santai


" maksudnya ustadz Nur rohman dan gus Fie , " tegasnya sambil tersenyum


" Ayo aku anter " Rain menawarkan diri


" Okey.. okey... " jawab Ririn semangat


" bentar , aku minta kuncinya dulu ke bang Rudi " ucapnya kemudian


" Jangan lama2 ... aku tunggu didepan , ya " pinta Rain


" Asiiappp kak Rain yang cantik tapi galak " ledeknya , tak lama Ririn sudah mengantongi kunci sepeda motor matic punya abangnya


" Ayoo " ajak Ririn


" Bentar... ada yang ketinggalan " Rain turun lagi dari sepeda , lalu berjalan menuju rumah,, tapi langkahnya tiba2 terhenti , karena ingat didalam rumah ada Ufi, kemudian balik menghampiri Ririn


" Rin , tolong ambilkan dompetku di koper ya , plisss.. " mohonnya sambil menangkupkan kedua tangannya


" Haah... masuk lagi.. enggak.. enggak.. Ririn gak mau.. tadi aja aku nahan , dadaku sesak lihat Unur , sekarang kok disuruh masuk lagi , bisa2 jantungku lompat ke kolam tetangga πŸ˜†πŸ˜†" sungutnya


" Emang kamu aja yang jantungan , aku juga Rin , bukan cuma melompat tapi sudah seperti lomba marathon 10km, " ucap Rain dalam hati


" terus gimana nich..? " ucap Rain bingung


" Yach... kak Rain lah yang ambil sebentar , aku tunggu disini " ucap Ririn melebarkan bibirnya


Dengan langkah gontai , Rain melangkahkan kakinya menuju rumah , jantungnya berdetak semakin cepat , " Permisi " ucapnya sembari melewati Ufi yang duduk didekat pintu kamarnya , Setelah mengambil dompet , Rain buru2 keluar , tapi masih sempat melirik ke arah Ufi dan Ufi pun menatapnya dirinya,, ugh... semakin salah tingkah kan... 🀭🀭🀭, lalu keduanya sama2 membuang muka


" Non .. Rain ... " teriak Rudi , Rain pun menoleh ke sumber suara


" Hati.. hati.. " ucap Rudi menginggatkan , hanya dibalas acungan jempol dan senyuman oleh Rain


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Ya Allah nulis gini aja kok insecure banget ya...😌😌


mohon jangan baper , apabila ada kesamaan nama, tempat dan lain sebagainya , karena ini hanya imajinasi sang penulis πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


Ambil baiknya... buang buruknya πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2