
part 10
Keesokan harinya , Rain bangun lebih awal , setelah cuci muka ia duduk diteras depan rumah , sambil memainkan ponselnya , tak lama berselang ada panggilan masuk
" Hallo .. " sapanya
" Hallo juga.. lagi apa ? " tanya seseorang dari seberang telpon
" Lagi mikirin kamu .. ehh .. " godanya
" Kamu sendiri lagi apa..? " tanyanya balik
" Lagi mikirin kamu..? " godanya balik
" Tumben... " jawab Rain jutek
" Lha... , betah banget disitu,, kapan balik. ? " tanyanya
" Kenapa...? kangen ya jauh dari aku "
" Ehh... iya ehhh... kangen tapi cuma sedikit "
" Banyak juga gak papa , gimana kabar Sheila , Dit ? kok gak hubungi aku ? , " tanya Rain sedih
" Baik.., kamu yang gak bisa dihubungi , ? " jawab Radit sewot
" Sinyalnya susah , sayang "
" Ponselnya dijual buat beli sinyal , " ledeknya
" Nich sampai mbela - mbelain telpon biasa , nanti gantiin pulsa aku ya,," goda Radit
" Yeay... gak ada yang nyuruh telpon juga..." Rain pura2 kesal
" Tuch pak RT sebelah yang nyuruh ,, omelin sono.... " jawab Radit asal
" Tumben sich ngelawak ,biasanya juga super duper cuek ,"
" Nglawak salah , cuek salah ,, wanita memang sulit dipahami , btw... kapan pulang , Rain ? " tanya nya kemudian
" Satu bulan lagi " jawab Rain judes
" Lama amat non ,, nanti aku cari yang lain lohh ? " goda Radit
" Cari aja .. gak papa kok " jawab Rain enteng
" Beneer nich.., aku susul kesitu bareng Sheila ya. " tawarnya
" Ehh... jangan.. bisa2 hukumanku ditambah sama papa ,hari sabtu aku pulang , tungguin aja "
" Masih lama Rain , ini masih hari selasa,, masih 4 hari lagi ,, " ucap Radit sedih
" Makanya kalau ada jangan disia2in , kalau jauh gini kangen kan jadinya " omel Rain
__ADS_1
" Iya.. iya.. janji gak akan cuek lagi "
" Telat , Dit... sekarang hati ku sudah terisi oleh orang lain , meskipun aku belum mengenalnya tapi dia sungguh .. sudah membuatku.. " guman Rain dalam hati , disaat yang sama Kahfi dan ustadz Nur rohman masuk dan mengucap salam
" Assalamu'alaikum "
" Wa.. wa'alaikum salam .. " jawab Rain gugup
" bentar ya,,, Dit , ada tamu nich , nanti aku telpon balik ya , " ucapnya lalu mematikan tombol merah
" Rudi nya ada mb... ? " tanya Nur rohman
" Ehh... sepertinya ada, silahkan masuk , " tak sengaja mata Rain dan Kahfi bertemu , mereka saling memandang ( cie..cie..cie..uhuk..uhuk uhuk.. kok gatel ya tenggorokanku π€£π€£π€£) ,tapi hanya dalam hitungan detik , lalu keduanya sama2 mengalihkan pandangan , buru2 Rain masuk untuk mencari Rudi ,
" Bang.. ada tamu " ucap Rain
" Iya.. sudah janjian kok non " jawab Rudi sambil berjalan menghampiri Kahfi dan Nur rohman
" Rin , anter minuman ini ke depan " perintah emak alias bik Atun
" Ihh... emak , minta tolong kak Rain saja ya,, tiba - tiba Ririn mules " ngeles nya
" Ihh.... enggak ahh.. kamu aja " tolak Rain
" Aku kebelet kak " ucapnya bohong
" Alasan saja , bilang aja malu bertemu dengan U nur "
" Ustadz Nur rohman biar gampang manggilnya , jadi disingkat aja "
" Ogh.. gitu... " Ririn membuka mulutnya lebar - lebar
" Awas ... kemasukan lalat , " ledek Rain
" Plisss kak Rain yang anter minumnya ya.. ya.. " mohon Rain dengan mimik memelas
" Enggak agh... ada Ufie.. malu aku " jawabnya spontan
" Lha ... siapa lagi tuch ? " tanyanya penasaran
" USTADZ KAHFI " jawab Rain penuh penekanan
" Cie.. cie.. cie... ada yang mulai ... " goda Ririn
" Sudah.. sudah.. masih pagi jangan berisik, biar emak saja yang anter " si bibik menengahi perdebatan mereka berdua
" Bukannya kamu suka sama U Nur ,, kenapa malah malu bertemu dengannya , bukankah ini kesempatan emas " tanya Rain sambil berjalan menuju belakang
" Malu kak ,, salting kalau dekat denganya , lebih nyaman memandang dari jauh saja " jawabnya datar , mengikuti langkah kaki Rain
" Keluar yukk " ajak Rain
" Kemana aja, asal gak ke akhirat , "
__ADS_1
" Ehhh.... jangan.. aku belum menikah ,, "
" Apaan sich , Rin... masih kecil yang dibahas nikah , sekolah dulu yang bener " sahut Rani yang tiba2 muncul
" He.. he.. he.. asiiapp mbak " jawabnya cengegesan
" Kamu ke toko bu Diah sama Rudi ya, belanja buat besok "
" Banyak amat mbak , mau ada acara apa ? " tanyanya sambil memngamati tulisan belanjaan
" Insyaallah besok mau kirim doa buat bapak , udah sana buruan , minta tolong Rudi nganter "
" Bang Rudi ada tamu mbak , ada Unur dan Ufi , jawabnya santai
" maksudnya ustadz Nur rohman dan gus Fie , " tegasnya sambil tersenyum
" Ayo aku anter " Rain menawarkan diri
" Okey.. okey... " jawab Ririn semangat
" bentar , aku minta kuncinya dulu ke bang Rudi " ucapnya kemudian
" Jangan lama2 ... aku tunggu didepan , ya " pinta Rain
" Asiiappp kak Rain yang cantik tapi galak " ledeknya , tak lama Ririn sudah mengantongi kunci sepeda motor matic punya abangnya
" Ayoo " ajak Ririn
" Bentar... ada yang ketinggalan " Rain turun lagi dari sepeda , lalu berjalan menuju rumah,, tapi langkahnya tiba2 terhenti , karena ingat didalam rumah ada Ufi, kemudian balik menghampiri Ririn
" Rin , tolong ambilkan dompetku di koper ya , plisss.. " mohonnya sambil menangkupkan kedua tangannya
" Haah... masuk lagi.. enggak.. enggak.. Ririn gak mau.. tadi aja aku nahan , dadaku sesak lihat Unur , sekarang kok disuruh masuk lagi , bisa2 jantungku lompat ke kolam tetangga ππ" sungutnya
" Emang kamu aja yang jantungan , aku juga Rin , bukan cuma melompat tapi sudah seperti lomba marathon 10km, " ucap Rain dalam hati
" terus gimana nich..? " ucap Rain bingung
" Yach... kak Rain lah yang ambil sebentar , aku tunggu disini " ucap Ririn melebarkan bibirnya
Dengan langkah gontai , Rain melangkahkan kakinya menuju rumah , jantungnya berdetak semakin cepat , " Permisi " ucapnya sembari melewati Ufi yang duduk didekat pintu kamarnya , Setelah mengambil dompet , Rain buru2 keluar , tapi masih sempat melirik ke arah Ufi dan Ufi pun menatapnya dirinya,, ugh... semakin salah tingkah kan... π€π€π€, lalu keduanya sama2 membuang muka
" Non .. Rain ... " teriak Rudi , Rain pun menoleh ke sumber suara
" Hati.. hati.. " ucap Rudi menginggatkan , hanya dibalas acungan jempol dan senyuman oleh Rain
πππππππΉπΉπΉπΉπΉππππππ
Ya Allah nulis gini aja kok insecure banget ya...ππ
mohon jangan baper , apabila ada kesamaan nama, tempat dan lain sebagainya , karena ini hanya imajinasi sang penulis π π π
Ambil baiknya... buang buruknya πππ
__ADS_1