
Part 26
Sepulang dari pantai , Rain lebih santai melajukan motor matic kesayangannya , ia merasa beban yang ada dihatinya belum sepenuhnya hilang , meski sudah berusaha ia lepaskan , tapi masih terasa menganjal , Sheila pun penasaran dengan sikap Rain , ia memberanikan diri untuk bertanya
" Lagi mikirin apa sich , Rain ? dari tadi aku perhatiin melamun terus , masih kepikiran omongannya Radit ? " tanyanya ragu2
" Enggak , lagi mikirin Ufi .. kira2 lagi apa ya ..? " jawabnya asal
" Whaaatt , mikirin Ufi ! " teriak Sheila kencang
" Kamu mau buat gendang telingaku pecah ya , nempel gini pakai teriak2 ,, aku gak tuli tau , kecilin dikit volumenya " omel Rain kesal
" maaf .. habisnya gak ada hujan gak ada angin tiba2 mikirin Ufi "
" Memang kalau mikirin Ufi harus hujan dulu , gituu "
" Ya... enggak juga , aneh tau... jelas2 sudah ada Radit masih mikirin cowok lain , sebenarnya kamu sukanya sama Radit atau Ufi sich ? "
" Entahlah... aku juga heran dengan diriku sendiri , kok bisa ya mulutku bilang Radit tapi hatiku bilang Ufi "
" Tooloong.. toloooong... tas saya dijambret " teriak ibu paruh baya dari seberang jalan , Rain langsung menoleh ke sumber suara ,ia menghentikan motornya sebentar
" Sheila , turun bentar ! " titahnya , Sheila bingung tapi akhirnya menuruti perkataan Rain , dengan kecepatan tinggi , Rain mengejar kendaraan yang membawa tas ibu itu tadi , terjadilah kejar2an antara Rain dengan penjambret tadi , Rain dengan mahirnya meyalip dan memotong laju kendaraan lawan , dengan senyum mengejek 2 orang penjambret tadi menghampiri Rain yang masih duduk di jok motornya
" Cantiik ... besar juga nyalimu , sudah pergi sana . jangan coba2 mencampuri urusan kita , sayang kan kalau wajahmu yang cantik itu kena pukul " ejek salah satu penjahat itu
Rain masih tersenyum , ia berjalan maju lalu berhenti beberapa langkah dari penjambret tadi ,
" Kenapa berhenti , siniii .. kita kencan aja yuukk.. , mau dimana , dihotel , di villa atau dimana tinggal pilih " rayu seorang lagi
" Kita kencan disini saja ya .. kalau dihotel itu mahal , sayang kan uang nya " rayu Rain balik
" Ternyata selain cantik , kamu juga pinter " puji orang itu
" Lohh .. ya harus lah.." Rain sengaja menyingkap sedikit roknya , tapi ia selalu pakai celana hot pant didalamnya , melihat paha Rain yang putih mulus , 2 orang penjambret itu menelan ludah dan segera menerkam Rain , dengan santai tapi siaga Rain sudah bersiap2 , dengan lincahnya Rain menghindar dan menghadiahi pukulan telak diwajah salah seorang tadi , tak berhenti sampai disitu kaki Rain menendang ke dada , punggung dan bagian tubuh yang lain , alhasil salah satu orang rersebut jatuh tersungkur .
Melihat temannya tidak berdaya yang seorang lagi berusaha untuk kabur , tapi Rain langsung mengejar dan menjambak rambut yang orang tersebut yang kebetulan gondrong ,
" Ampuun non .... ampun , lepaskan saya " rengeknya
" Kembalikan tasnya " Belum sampai dikembalikan Rain sudah merebutnya paksa , sebelum ia melepaskan orang tersebut , dengan kasar Rain membuka masker sibapak tadi , dan alangkah terkejutnya Rain ketika tau siapa laki2 itu ,
" Bang jamal ... " panggilnya , pria itupun kaget ketika Rain mengenalinya ,
" Eneng guelis " jawab Laki2 itu gemetar karena takut
" Kenapa abang balik seperti ini lagi , apa kurang modal yang Rain kasih untuk buka usaha yang halal , " Belum selesai berbicara tiba2 terdengar suara sirene mobil polisi
" Pergi dari sini , bang ... buruan...!! " Rain mendorong tubuh laki2 itu kencang
" Maaf neng , maafiin saya " ucapnya sambil tersedu , Rainpun mengusap airmata dengan kasar
" Pergi cepaat , nanti malam temui saya ditempat biasa , jam 08.00 malam , sekarang pergi dari sini " bentaknya , laki2 itu segera berlari menghampri temannya yg berusaha berdiri dan segera berlalu dari tempat itu , Rain memejamkan matanya , ia bersyukur bang Jamal pergi sebelum para polisi menangkapnya
Ketika ia hendak melangkahkan kakinya , ibu paruh baya tadi langsung memeluknya erat , bwliau menangis sambil menciumi pipi Rain , ada rasa haru menyelinap diulu hati Rain , antara bahagia juga sedih ,
" Sayank .. kamu baik2 saja kan .. , kamu tidak terluka kan ? " tanya si ibu sambil memeriksa tubuh Rain
" Saya tidak apa2 bu, ogh ya .. ini tasnya " Rain menyerahkan tas tersebut , bukannya menerima , si ibu tadi malah menangis dan memeluk Rain erat
" Saya tidak apa2 bu , ibu tidak perlu khawatir
seperti ini , " ucap Rain menenangkan , si ibu pelan2 melepaskan pelukannya , ia menatap lekat wajah Rain , lalu mengambil tissu basah dan membersihkan sudut bibir Rain yang berdarah terkena tonjokan dari penjambret yang pertama tadi
" Kamu terluka sayank , ayo kita ke rumah sakit " si ibu menarik tangan Rain , Rain tersenyum menatap wajah orang yang ada dihadapannya
" Ini hanya luka kecil bu , tidak perlu ke rumah sakit , nanti dikasih obat merah juga sembuh "
" Maafkan saya ya.. sudah merepotkan , sudah membuat kamu terluka juga " ucap si ibu sedih
" Tidak merepotkan bu , mari saya antar ke mobil " Rain mengandeng tangan si ibu tadi
( Thor ...dari tadi si ibu... si ibu... kasih nama , napa ? .... ia tenang bawel .. nanti juga kenalan kok . sabar napa ? ) Balik lagi ke cerita ya... maaf ada iklan sedikit πππ
" Jangan panggil ibu , panggil saja Umi " pinta si ibu
" Baik umi .. " jawab Rain
" Rain ... kamu gak papa ? " tanya Sheila sambil ngos2an
__ADS_1
" Gak papa , beneran "
" Umi .. pulang dulu ya , sekali lagi terimakasih banyak , semoga Allah mempertemukan kita lagi , aamiin "
" Aamiin " jawab Rain dan Sheila bersamaan
" Umi , pamit , Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikum salam " jawab keduanya
Umi pun segera masuk mobil dan meninggalkan tempat itu , begitu juga dengan Rain dan Sheila .
Rain segera melajukan motornya dengan kencang
" Rain... " panggil Sheila
" Hem " jawab Rain
" Wajah ibu tadi mirip siapa ya.. kok rasanya gak asing ? , kayak pernah lihat , tapi dimana ya? "
" Dimimpi kali "
" Beneran ... aku gak bohong "
" Memang aku nuduh kamu bohong ? "
" Serius "
" Aku 4rius "
" Rain , aku lagi gak becanda ya.. "
" Lha... kamu pikir , aku juga becanda ? "
" Tau agh... " Sheila sewot , sementara Rain hanya tersenyum . Pikirannya kembali melayang ke bang Jamal , laki2 penjambret yang ia temui tadi
" Apa yang terjadi dengan bang Jamal., kenapa balik lagi jadi penjahat , bukankah sudah lama beliau insyaf , kenapa kumat lagi " gumannya dalam hati
" Sudah lama aku tidak mengunjunginya , apa mungkin sari sakit lagi .. atau memang ... agh... " Rain berteriak kencang , membuat Sheila kaget dan bertanya " Kamu , kenapa Rain ? "
" Capek... ngantuk " alibi Rain
" Ya sudah .. begitu sampai rumah bersih2 terus makan terus tidur "
" Kamu , gak mampir dulu , Rain " tawar Sheila ketika sampai digerbang rumahnya
" Next time ya.. , balik dulu .. bye... " pamitnya sambil melambaikan tangannya
15 menit kemudian... dia telah sampai dirumahnya , setengah berlari Rain menapaki tangga menuju kamarnya , setelah bersih2 badan , ia merebahkan tubuhnya , pintu kamar diketuk dari luar .
Rain ; Iya .. iyalah dari luar , masa ngetuk pintu dari dalam , makin gak jelas nich orang
Author ; Komen mlulu , diam ... napa ? , kamu pikir nulis gini gak pakai tenaga ?
Rain ; Tak kasih tempe ya thor... dimana2 orang nulis itu pake tangan , bukan pakai tenaga
Author ; kalau laper gak punya tenaga , memang kuat pegang bolpoin
Rain ; tuch kan .. makin gak jelas , ngapain pake bolpoin , kan nulisnya langsung di page , gimana sich , bodoh kok dipelihara
Author ; ogh.. jadi kamu yang lebih pinter gitu , okey ... kita tukeran tempat mau , kamu yang nulis , aku yang pegang peran , gimana ?
Rain ; iih ... enggak banget !
Author ; memang ya... orang yang dicari mudah nya doank , giliran sulit ngeluh , ngadu , yeehh capek dech
Rain ; capek ya tidur , hidup itu jangan dibuat susah nikmati aja
Author ; lha kamu juga gitu , nikmati perannya mumpung masih tahap senang , nanti aku bikin galau tingkat dewa , baru tau rasa , hahaha
Rain ; jangan sadis2 , banyak musuh nanti
Author ; justru orang baik itu yang banyak musuhnya
hanya pohon yang berbuah manis yang dilempari batu , betul kan
Rain ; benul .. benar dan betul , semangaat nulisnya thor , aku padamuuu ππππ
Author ; Tapi aku padanya ... weeekkπππ
__ADS_1
Balik ke cerita lagi yach....
" Masuk " teriak Rain tanpa berubah posisi
" Non... makan dulu , nich bibik buatin makanan kesukaan non Rain , daging lada hitam dan plencing kangkung , mantaap "
" Taruh situ dulu bik , masih capek "
" Memang seharian kemana ? kok sore baru pulang , ada les tambahan non ? "
" Tadi ke pantai bik , refreshing , suntuk dikurung semingguan "
" Ogh ya... non Rain pergi sama siapa ? tadi mas Radit kesini loh , nyariin non "
" Pergi sama Sheila bik , tadi Radit marah gak bik ? "
" Marah sich enggak non , tapi panik , hp non dihubungi gak bisa "
" Sengaja aku matiin bik , ogh ya papa sama mama jadi ke Bali ? "
" Jadi non , tadi berangkat jam 11.00 siang "
" Aaamaan "
" Aman , kenapa non , tuan dan nyonya berpesan kalau non tidak boleh keluar malam "
" Gak malam bik , mungkin dini hari " Rain bangkit dari tidurnya
" Bibir non , kenapa .. jatuh ? "
" Iya tadi kejedug meja " ucapnya bohong
" Sebentar bibik ambilkan air es "
" Gak usah bik ,pijitin aja kakiku , cuapek pakai banget " Bibik kembali menghampiri Rain dan memijit kakinya
" Ogh ya non , waktu non dirumah sakit , Ufi dan Unur kesini , katanya ada barang non yang ketinggalan di mobil , ya .. bibik suruh aja nganter ke rumah sakit "
" Pipi bik yang ketinggalan , tapi sudah kok , makasih ya bik "
" Terimakasih untuk apa non ? "
" Udah nyuruh Ufi ke rumah sakit "
" Bukan bibik kepo ya non , sebenarnya yang non suka mas Radit atau Gus Fi ? "
" Dua2nya "
" lha , kok dua2 nya , pilih salah satu saja non "
" Kalau salah satu berati benar 9 , iya kan , bi "
" Maksud bibik , pilih satu diantara 2 itu , mas Radit baik , sayang sama non , kalau Gus Fi kan belum tentu sayang ke non "
" Iya sich , sudahlah , dinikmati saja , malas mikir jauh2 , sekarang ngantuk , mau tidur "
" Loh .. nasinya kok gak dihabisin , "
Rain tidak menjawab , ia sudah membungkus seluruh tubuhnya dengan selimut , dan mulai memejamkan mata , ia ingat kalau punya janji dengan bang Jamal jam 08.00 mlm
" Bik , sekarang jam berapa ? "
" Jam 05.00 sore non "
" Tolong nanti bangunin aku jam 07.00 ya , awas jangan sampai lupa "
" Insyaallah non "
" Jangan insyaallah , aku ada janji jam 08.00 , "
Rain kembali memejamkan matanya dan mulai merajut mimpi
Good night all .. met rehat semua , have a nice dream
Semoga segala aktifitas kita hari ini Allah catat sebagai ibadah yang mendatangkan pahala , aamiin
jangan bosan menjadi baik
dan
__ADS_1
jangan bosan berbuat baik
salam cinta dari saya , eemmuaachhπππ