
Part 44
Setelah sholat maghrib berjama'ah dirumah umi , Rain pamit pulang dijemput oleh Radit , karena Kahfi berangkat ke kajian lebih awal . Selama diperjalanan Radit selalu mengoda cewek yang duduk disampingnya itu , Rain pun menjadi kesal
" Mengapa sedari tadi mbahas Ufie terus , Dit ...tidak adakah topik lain ? " tanyanya sewot
" Aku kan penasaran , ya ...wajarlah kalau tanya , lagian sejak keluar dari rumah Ufie wajah kamu kusut , kenapa ? berat untuk pulang ? " tanyanya
Dengan kasar Rain membuka tasnya , ia memberikan jadwal kajian yang tadi diberikan kepadanya , Radit mengerutkan alisnya , ia bingung dengan sikap sang kekasih ,
" Ini kan jadwal kajian , kok malah kesal , bukankah harusnya senang bisa belajar langsung sama Ufie " godanya
" Baca yang bener dong , Dit.. " gertaknya
" Mau dibaca berulang kali ya tetap sama , ini jadwal kajian , lalu dimana salahnya ? " Jawab Radit bingung
" Jadwalnya gak salah cuma gak ada jeda sama sekali , masa 1 minggu full , kapan aku ngedate nya , aku juga butuh hiburan , ngaji terus juga bisa bikin jenuh , kamu gak ngerti² juga " omelnya , Radit tersenyum , ia mengusap² kepala orang yang dicintainya itu dengan lembut ,
" Kalau lagi nyetir fokus ke depan , jangan senyam senyum gak jelas " omelnya lagi
" Aku pasti bakalan kangeen banget denganmu , Rain ...? " gumannya
" Tadi senyam senyum , sekarang melamun , kamu ini kenapa sich , Dit ... tidak seperti biasanya , ada apa , cerita dong , " ucap Rain makin gusar
" Gak ada apa² , udah ah ... jangan marah² terus nanti cantiknya pindah ke Sheila loohh " candanya
" Lha ... memang lebih cantik Sheila kok "
" Cantiiik kamu "
" SHEILA "
" RAIN "
" SHEILA , SHEILA dan SHEILA "
" OKTARAIN AFIFAH RAMADHANI PUTRI DELIA "
" Ya sudah terserah kamu ... Dit.... kita jalan² dulu ya , " pintanya
" Kemana ? "
" Kemana aja , asal jangan ke kutub selatan ! "
" Ngapain juga ke kutub selatan , mau ketemuan sama beruang es ? "
" Karena ada rasa yang tak bisa ku utarakan , waseeekk "
Radit terdiam , ada rasa ngilu yang menjalar dihatinya , Rain yang tadinya cuek menoleh ke arah Radit " kok diam , Dit..."
" Baper " jawabnya singkat
" Tumben , "
" Kamu gak tau Rain , kalau sebenarnya hatiku sakit saat namanya kamu sebut , tapi aku menyampingkan egoku hanya untuk melihatmu tersenyum , sebesar itu sayangku ke kamu " gumannya
Rain terus memperhatikan Radit , ia meraih tangan Radit kemudian menggenggamnya erat , Radit tersenyum , " aku tau Rain kamu juga berusaha meyakinkan hatimu , bahwa disini ada aku tapi sorot mata kamu tak bisa membohongiku , hatimu masih tertinggal disana dan akan selalu bersamanya " gumannya lagi
" Maafkan aku Dit , aku juga tidak tau tentang rasa ini , semakin aku ingin melupakannya aku malah semakin mencintainya , sudah berulang kali aku meyakinkan hatiku bahwa sudah ada kamu , tapi aku tidak bisa , aku selalu gagal , meski aku bersamamu tapi hati dan pikiranku tetap ada padanya , aku harus bagaimana lagi " guman Rain sedih
" Kita kemana nich , sedari tadi muter² doang , sayangkan bensinnya " ucap Radit membuyarkan lamunannya
__ADS_1
" Eh... kamu ngomong apa , Dit ? " tanyanya ,
" Orangnya disini malah mikirin yang jauh , tau gitu gak aku jemput tadi " godanya
" Maaf ... , ya sudah kita pulang saja " jawabnya melo
" Baper ...? " tanyanya balik , Rain tidak menjawab malah menyandarkan kepalanya pada pundak Radit , Radit memberikan satu kecupan kecil dikepala Rain
" Rambut kamu basah Rain , tadi hujan² ? "
" Hehehe ... iya , sudah lama gak main hujan , " jawabnya
" Ohh ... sudah pandai bohong ya, sekarang .. "
" Sedikit kok bohongnya , sweeerr... , tadi dari kantor papa , pulangnya kehujanan "
" Alasan saja , kenapa gak ngabari , kan aku bisa njemput , lagian tumben kesana , ada apa ? , minta uang lagi ? "
" Bisa gak sich kalau nanya satu², jadi bingung kan jawab yang mana dulu , "
" Jawab sesuai list lah , "
" Papa marah , Dit .. karena aku ketahuan pakai uang hotel , gak banyak sich , cuma 1 M " mendengar 1M , Radit menghentikan mobilnya seketika , hingga kepala Rain terjedug dashboart mobil
" Diiiit , sakiiit ... kok ngerem ndadak sich " omelnya , sambil mengusap² dahinya.
" Uang segitu banyak untuk apa , Rain ! " tanya Radit tegas , sampai ia membulatkan matanya
Rain menghela nafas berat , ia menatap lurus ke depan , " menurut kamu uang itu untuk apa ? " tanyanya balik
" Untuk Sari ? " tanya Radit lagi , Rain menganggukkan kepalanya , sontak Radit langsung memeluk erat Rain ,
" Setelah kamu tau uang itu untuk apa , apakah kamu akan menyalahkan ku , Dit ? " tanyanya , Radit hanya menggelengkan kepalanya dan masih memeluk Rain erat
" Dit , lepasin ... aku gak bisa nafas , " pintanya , Pelan² Radit melepaskan pelukannya dan kembali menyalakan mobil
" Mengapa kamu tidak terus terang saja sama Om Ramdan , Rain ... biar mereka juga tau untuk apa uang tersebut , biar gak nyalah²in kamu terus "
" Gak perlu Dit , semua fasilitas yang ada sama aku sudah aku kembalikan ke papa , termasuk hotel yang atas namaku "
" Kenapa bisa begitu , lalu pengobatan untuk Sari , maaf ya sayang , aku gak bisa mbantu banyak , "
" Yang kamu lakukan selama ini sudah lebih dari cukup ,Dit ...Kalau untuk Sari masih aku usahakan , masih dapat jatah dari oma , Yang dari papa aku kembalikan , buat apa bawa Atm nya saja , kalau kenyataannya semua diblokir "
" Yang sabar ya sayang , semua perjuangan & pengorbanan kamu tidak akan sia², Allah akan membalas nya berlipat², "
" Aamiin , makasih ya , Dit , kamu selalu ada buat aku , "
" Tapi kamu tidak pernah ada waktu umtukku , yang ada hanya Ufie.. Ufie dan Ufie ... betul kan ? " godanya
" Gak juga ... lebih banyak sama kamu kan daripada sama dia "
" Iya sekarang , kalau sudah mulai masuk kajian , pasti aku di cuekin " ucapnya pura² ngambek
" Yaaah sekali² boleh lah absen , terus ngedate sama kamu , hehehe "
" Belum masuk sudah mikirin kapan mbolos , niat ngaji engggak sich "
" Lha... kamu jangan buat aku pusing , bisa kan ..., "
" Ngetes sich sebenarnya , tapi memang belum mantap niatnya "
__ADS_1
" Entahlah... belum nemu resep yang pas , jadi masih bimbang "
" Niat itu dari hati , kalau cari resep dulu , memang mau bikin donat , "
" Hehehe ... "
" Kalau dikasih tau itu didengerin , jangan cuma mampir ditelinga masuk kanan keluar kiri "
" Asiiaaap , ndan .... " jawabnya sambil mengangkat tangannya
" Rain.... "
" Heemm " jawab Rain tanpa menoleh , ia sibuk membuka aplikasi di ponselnya
" Kalau aku jauh dari kamu , apakah kamu akan merindukanku ? "
Mendengar pertanyaan Radit , sontak membuat Rain memelototkan matanya tajam , " Emang kamu mau kemana ? " tanyanya balik dengan nada sendu
" Ke Singapura " jawab Radit datar
" Jangan becanda , Dit.... gak lucu tau , "
" Seriusan nich " Rain menatap Radit nanar , tiba² mendung menghiasi hatinya , ia menundukkan kepala , butir² airmatanya jatuh tanpa diminta, dengan cepat Radit menyekanya.
" Kamu jahat , Dit.... ngapain coba kesana ? , kamu tega ninggalin aku sendiri disini " ucapnya sambil mewek
" Kan sudah ada Ufie ... " jawabnya
" Kenapa sich , Dit , selalu mengkait - kaitkan urusan kita dengan Ufie , kamu cemburu ya ... "
" Iyaaa " jawabnya singkat
Rain menoleh , ekspresi wajah Radit memang sedikit berubah , " Ufie sudah punya calon istri " ucapnya kemudian
" Yaaaa.... baguslah , jadi masih ada kesempatan aku untuk memilikimu sepenuhnya , ehhhh.... tau darimana kalau dia sudah punya calon ? "
" Stalking medsosnya "
" Heeemmmm ... sejak kapan seorang Rain kepooo dengan urusan orang lain " sindirnya
" Sejak kenal dia laah .. "
" Teruus ... "
" Belok lah , kan ada tikungan , jawab dengan jujur , kenapa ke singapura ? , apakah papaku mengancam kamu ? "
" Tidak ... aku cuma tidak ingin menganggu kebersamaanmu dengan ustadz tampan itu ? "
" BERHENTI DIT , AKU MAU TURUN " ucap Rain dengan nada, emosi
Radit tak bergeming , ia tetap fokus pada setirnya , ia sama sekali tidak mempedulikan permintaan Rain hingga Rain berteriak keras " BERHENTI " ucapnya , Radit pun menepikan mobilnya , tanpa membuka kunci , ia menatap lurus ke depan ,
" BUKA KUNCINYA " titah Rain , tapi Radit tetap tak bergeming
" Kamu dengar gak sich , Dit ... "
" Sebesar itukah cintamu kepadanya , Rain ...hingga aku tidak berarti meski berada disampingmu " kini Rain yang diam membisu ,
" Aku tau ..aku memang salah , sudah menyia²kan ketulusan cinta kamu , aku terlambat mengungkapkan perasaanku , tapi apakah seperti ini caranya , kamu pikir apa aku tidak sakit hati ketika kamu terus²an menyebut namanya didepanku , aku diam Rain , aku .... aku sengaja ngeprank kamu , hahaha... " Radit tertawa keras , sementara Rain matanya sudah sembab oleh airmata ,
" Jangan menangis sayang , aku cuma becanda ... aku masih disini untukmu , hapus airmatanya , siiiniii aku peluk " ucapnya sambil melebarkan tangannya , Rain tetap diam dan tak bergeser , lalu Radit menarik dan memeluknya erat
__ADS_1
" Mana mungkin aku menyakitimu , sedangkan rasa ini semakin kuat meski aku tau kamu hanya mencintainya ,"