HIJRAH CINTA AFIFAH

HIJRAH CINTA AFIFAH
Cemburu melanda hati


__ADS_3

Part 44


Setelah sholat maghrib berjama'ah dirumah umi , Rain pamit pulang dijemput oleh Radit , karena Kahfi berangkat ke kajian lebih awal . Selama diperjalanan Radit selalu mengoda cewek yang duduk disampingnya itu , Rain pun menjadi kesal


" Mengapa sedari tadi mbahas Ufie terus , Dit ...tidak adakah topik lain ? " tanyanya sewot


" Aku kan penasaran , ya ...wajarlah kalau tanya , lagian sejak keluar dari rumah Ufie wajah kamu kusut , kenapa ? berat untuk pulang ? " tanyanya


Dengan kasar Rain membuka tasnya , ia memberikan jadwal kajian yang tadi diberikan kepadanya , Radit mengerutkan alisnya , ia bingung dengan sikap sang kekasih ,


" Ini kan jadwal kajian , kok malah kesal , bukankah harusnya senang bisa belajar langsung sama Ufie " godanya


" Baca yang bener dong , Dit.. " gertaknya


" Mau dibaca berulang kali ya tetap sama , ini jadwal kajian , lalu dimana salahnya ? " Jawab Radit bingung


" Jadwalnya gak salah cuma gak ada jeda sama sekali , masa 1 minggu full , kapan aku ngedate nya , aku juga butuh hiburan , ngaji terus juga bisa bikin jenuh , kamu gak ngerti² juga " omelnya , Radit tersenyum , ia mengusap² kepala orang yang dicintainya itu dengan lembut ,


" Kalau lagi nyetir fokus ke depan , jangan senyam senyum gak jelas " omelnya lagi


" Aku pasti bakalan kangeen banget denganmu , Rain ...? " gumannya


" Tadi senyam senyum , sekarang melamun , kamu ini kenapa sich , Dit ... tidak seperti biasanya , ada apa , cerita dong , " ucap Rain makin gusar


" Gak ada apa² , udah ah ... jangan marah² terus nanti cantiknya pindah ke Sheila loohh " candanya


" Lha ... memang lebih cantik Sheila kok "


" Cantiiik kamu "


" SHEILA "


" RAIN "


" SHEILA , SHEILA dan SHEILA "


" OKTARAIN AFIFAH RAMADHANI PUTRI DELIA "


" Ya sudah terserah kamu ... Dit.... kita jalan² dulu ya , " pintanya


" Kemana ? "


" Kemana aja , asal jangan ke kutub selatan ! "


" Ngapain juga ke kutub selatan , mau ketemuan sama beruang es ? "


" Karena ada rasa yang tak bisa ku utarakan , waseeekk "


Radit terdiam , ada rasa ngilu yang menjalar dihatinya , Rain yang tadinya cuek menoleh ke arah Radit " kok diam , Dit..."


" Baper " jawabnya singkat


" Tumben , "


" Kamu gak tau Rain , kalau sebenarnya hatiku sakit saat namanya kamu sebut , tapi aku menyampingkan egoku hanya untuk melihatmu tersenyum , sebesar itu sayangku ke kamu " gumannya


Rain terus memperhatikan Radit , ia meraih tangan Radit kemudian menggenggamnya erat , Radit tersenyum , " aku tau Rain kamu juga berusaha meyakinkan hatimu , bahwa disini ada aku tapi sorot mata kamu tak bisa membohongiku , hatimu masih tertinggal disana dan akan selalu bersamanya " gumannya lagi


" Maafkan aku Dit , aku juga tidak tau tentang rasa ini , semakin aku ingin melupakannya aku malah semakin mencintainya , sudah berulang kali aku meyakinkan hatiku bahwa sudah ada kamu , tapi aku tidak bisa , aku selalu gagal , meski aku bersamamu tapi hati dan pikiranku tetap ada padanya , aku harus bagaimana lagi " guman Rain sedih


" Kita kemana nich , sedari tadi muter² doang , sayangkan bensinnya " ucap Radit membuyarkan lamunannya

__ADS_1


" Eh... kamu ngomong apa , Dit ? " tanyanya ,


" Orangnya disini malah mikirin yang jauh , tau gitu gak aku jemput tadi " godanya


" Maaf ... , ya sudah kita pulang saja " jawabnya melo


" Baper ...? " tanyanya balik , Rain tidak menjawab malah menyandarkan kepalanya pada pundak Radit , Radit memberikan satu kecupan kecil dikepala Rain


" Rambut kamu basah Rain , tadi hujan² ? "


" Hehehe ... iya , sudah lama gak main hujan , " jawabnya


" Ohh ... sudah pandai bohong ya, sekarang .. "


" Sedikit kok bohongnya , sweeerr... , tadi dari kantor papa , pulangnya kehujanan "


" Alasan saja , kenapa gak ngabari , kan aku bisa njemput , lagian tumben kesana , ada apa ? , minta uang lagi ? "


" Bisa gak sich kalau nanya satu², jadi bingung kan jawab yang mana dulu , "


" Jawab sesuai list lah , "


" Papa marah , Dit .. karena aku ketahuan pakai uang hotel , gak banyak sich , cuma 1 M " mendengar 1M , Radit menghentikan mobilnya seketika , hingga kepala Rain terjedug dashboart mobil


" Diiiit , sakiiit ... kok ngerem ndadak sich " omelnya , sambil mengusap² dahinya.


" Uang segitu banyak untuk apa , Rain ! " tanya Radit tegas , sampai ia membulatkan matanya


Rain menghela nafas berat , ia menatap lurus ke depan , " menurut kamu uang itu untuk apa ? " tanyanya balik


" Untuk Sari ? " tanya Radit lagi , Rain menganggukkan kepalanya , sontak Radit langsung memeluk erat Rain ,


" Setelah kamu tau uang itu untuk apa , apakah kamu akan menyalahkan ku , Dit ? " tanyanya , Radit hanya menggelengkan kepalanya dan masih memeluk Rain erat


" Dit , lepasin ... aku gak bisa nafas , " pintanya , Pelan² Radit melepaskan pelukannya dan kembali menyalakan mobil


" Mengapa kamu tidak terus terang saja sama Om Ramdan , Rain ... biar mereka juga tau untuk apa uang tersebut , biar gak nyalah²in kamu terus "


" Gak perlu Dit , semua fasilitas yang ada sama aku sudah aku kembalikan ke papa , termasuk hotel yang atas namaku "


" Kenapa bisa begitu , lalu pengobatan untuk Sari , maaf ya sayang , aku gak bisa mbantu banyak , "


" Yang kamu lakukan selama ini sudah lebih dari cukup ,Dit ...Kalau untuk Sari masih aku usahakan , masih dapat jatah dari oma , Yang dari papa aku kembalikan , buat apa bawa Atm nya saja , kalau kenyataannya semua diblokir "


" Yang sabar ya sayang , semua perjuangan & pengorbanan kamu tidak akan sia², Allah akan membalas nya berlipat², "


" Aamiin , makasih ya , Dit , kamu selalu ada buat aku , "


" Tapi kamu tidak pernah ada waktu umtukku , yang ada hanya Ufie.. Ufie dan Ufie ... betul kan ? " godanya


" Gak juga ... lebih banyak sama kamu kan daripada sama dia "


" Iya sekarang , kalau sudah mulai masuk kajian , pasti aku di cuekin " ucapnya pura² ngambek


" Yaaah sekali² boleh lah absen , terus ngedate sama kamu , hehehe "


" Belum masuk sudah mikirin kapan mbolos , niat ngaji engggak sich "


" Lha... kamu jangan buat aku pusing , bisa kan ..., "


" Ngetes sich sebenarnya , tapi memang belum mantap niatnya "

__ADS_1


" Entahlah... belum nemu resep yang pas , jadi masih bimbang "


" Niat itu dari hati , kalau cari resep dulu , memang mau bikin donat , "


" Hehehe ... "


" Kalau dikasih tau itu didengerin , jangan cuma mampir ditelinga masuk kanan keluar kiri "


" Asiiaaap , ndan .... " jawabnya sambil mengangkat tangannya


" Rain.... "


" Heemm " jawab Rain tanpa menoleh , ia sibuk membuka aplikasi di ponselnya


" Kalau aku jauh dari kamu , apakah kamu akan merindukanku ? "


Mendengar pertanyaan Radit , sontak membuat Rain memelototkan matanya tajam , " Emang kamu mau kemana ? " tanyanya balik dengan nada sendu


" Ke Singapura " jawab Radit datar


" Jangan becanda , Dit.... gak lucu tau , "


" Seriusan nich " Rain menatap Radit nanar , tiba² mendung menghiasi hatinya , ia menundukkan kepala , butir² airmatanya jatuh tanpa diminta, dengan cepat Radit menyekanya.


" Kamu jahat , Dit.... ngapain coba kesana ? , kamu tega ninggalin aku sendiri disini " ucapnya sambil mewek


" Kan sudah ada Ufie ... " jawabnya


" Kenapa sich , Dit , selalu mengkait - kaitkan urusan kita dengan Ufie , kamu cemburu ya ... "


" Iyaaa " jawabnya singkat


Rain menoleh , ekspresi wajah Radit memang sedikit berubah , " Ufie sudah punya calon istri " ucapnya kemudian


" Yaaaa.... baguslah , jadi masih ada kesempatan aku untuk memilikimu sepenuhnya , ehhhh.... tau darimana kalau dia sudah punya calon ? "


" Stalking medsosnya "


" Heeemmmm ... sejak kapan seorang Rain kepooo dengan urusan orang lain " sindirnya


" Sejak kenal dia laah .. "


" Teruus ... "


" Belok lah , kan ada tikungan , jawab dengan jujur , kenapa ke singapura ? , apakah papaku mengancam kamu ? "


" Tidak ... aku cuma tidak ingin menganggu kebersamaanmu dengan ustadz tampan itu ? "


" BERHENTI DIT , AKU MAU TURUN " ucap Rain dengan nada, emosi


Radit tak bergeming , ia tetap fokus pada setirnya , ia sama sekali tidak mempedulikan permintaan Rain hingga Rain berteriak keras " BERHENTI " ucapnya , Radit pun menepikan mobilnya , tanpa membuka kunci , ia menatap lurus ke depan ,


" BUKA KUNCINYA " titah Rain , tapi Radit tetap tak bergeming


" Kamu dengar gak sich , Dit ... "


" Sebesar itukah cintamu kepadanya , Rain ...hingga aku tidak berarti meski berada disampingmu " kini Rain yang diam membisu ,


" Aku tau ..aku memang salah , sudah menyia²kan ketulusan cinta kamu , aku terlambat mengungkapkan perasaanku , tapi apakah seperti ini caranya , kamu pikir apa aku tidak sakit hati ketika kamu terus²an menyebut namanya didepanku , aku diam Rain , aku .... aku sengaja ngeprank kamu , hahaha... " Radit tertawa keras , sementara Rain matanya sudah sembab oleh airmata ,


" Jangan menangis sayang , aku cuma becanda ... aku masih disini untukmu , hapus airmatanya , siiiniii aku peluk " ucapnya sambil melebarkan tangannya , Rain tetap diam dan tak bergeser , lalu Radit menarik dan memeluknya erat

__ADS_1


" Mana mungkin aku menyakitimu , sedangkan rasa ini semakin kuat meski aku tau kamu hanya mencintainya ,"


__ADS_2