
Part 46
Sepulang sekolah Rain dan Radit pergi ke toko baju , sesuai dengan kesepakatan kemarin , Sheila batal ikut dikarenakan sang mama sedang tidak enak badan , karena lapar Rain membuka kantong kresek yang berisi cemilan dan berbagai macam minuman kemasan tak bersoda
" Dit , mau yang mana ? " tanyanya sambil mengolak alik snack yang dibawanya tadi
" Apa aja , yang penting kamu juga suka " jawab Radit tanpa menoleh , ia hanya fokus pada kemudinya
" Semuanya aku suka , jadi bingung mau makan yang mana dulu , "
" Kalau bingung sini pegang tangan aku " goda Radit sambil tersenyum
" Cari kesempatan " ucap Rain jutek
" Mumpung ada.. " jawab Radit
" Buruan yang mana dulu ... pliis ...jangan buat aku kesal dong , lagi gak pengen debat nich .. "
" Pengen disayang juga gak papa , " Ucap Radit santuy , yang sontak mendapat cubitan keras dilengannya
" Aduuuh sakit , sayang... "
" LAGI !! " Rain mulai geram , tanpa berkata lagi , ia membuka keripik kentang dan memakannya tanpa menawari Radit , belum habis keripik ditangannya , ia membuka bolen pisang dan tetap tidak mempedulikan seseorang yang ada disampingnya , Radit hanya tersenyum melihat tingkah polah cewek yang dicintainya itu .
Lama kelamaan Rain pun tak tega dan menyuapi Radit bolen pisang tersebut .
" Enak ? " tanyanya
" Enak , manis banget kayak kamu " godanya
" Jahat loe , Dit... masa aku disamain dengan bolen , yang benar saja " ucapnya ngambek
" Hahaha.. manisnya sayang .. iiih.. jangan baperan bisa , kan .. "
" Nich baper , mau yang coklat atau keju ? "
" Itu wafer... " ucap Radit sambil mencubit pipi Rain karena gemas
" Looh Dit , sebenarnya kita mau kemana ? kok gak sampai² , ini bukan jalan ke mall looh , kamu gak ngajak aku ke toko bangunan seperti ucapan Sheila kemarin , kan ? " tanyanya penasaran , ia celingak celinguk memperhatikan jalan yang belum pernah dilaluinya itu .
" Aku ingin membawamu kabur , jauh dari Ustadz tampan itu ... "
" Hahaha .. becandanya jangan berlebihan Dit , kamu jauh lebih tampan dibanding dia "
" Ogh ya.... "
" He eh ... coba disuruh nyangkul disawah pasti jadi item kulitnya , hihihi lucu banget " tawanya cekikian
" Kalau kamu disuruh kesawah juga item kan .. jangan menjudge orang lain gak baik ... no judment but respect to other , you understand , baby "
" I don't understand , "
" Sudah sampai , buruan turun ... atau mau digendong ? "
Rain segera membuka pintu mobil dan berlari menuju toko baju yang diincarnya , ketika sampai didalam matanya menyapu segala penjuru , hampir 80% ruangan itu penuh dengan gamis berbagai model dan warna , ia benar² merasa takjub , dalam hatinya " aku ingin memiliki semuanya " dengan rona bahagia , ia berputar² mengelilingi setiap deretan baju yang dipajang ditoko tersebut , sementara Radit hanya tersenyum dan memperhatikan Rain dari kejauhan , tak lama Rain pun kembali menghampiri Radit
__ADS_1
" Bagus.. bagus semua , Dit .. jadi bigung pilih yang mana , ayoo bantuin " Rain menarik tangan Radit menuju gamis yang ditaksirnya , ia sedikit membelalak melihat harga yang tercantum di baju tersebut
" Dit .. aku gak salah lihat kan ? baju sebagus ini kok murah banget , keliru kali orangnya " bisiknya lirih
" Enggak kok sayang , itu harga aslinya , kalau belinya banyak masih dapat diskon , " Jawab Radit
" Dari mana kamu tau ...Wow... aku mau beli beberapa ya , mumpung disini , Sheila .. Sheila... sayang kamu gak jadi ikut , pasti kamu juga kalap , Dit ... kalau aku pakai ini cocok gak , gak kayak emak² rempong , kan "
" Bagus kok , kamu cocok pakai warna apapun Rain , andai lebih berisi dikit pasti makin cantik " pujinya
" Nanti pulangnya mampir ke tukang tambal ban untuk tambah angin " jawab Rain gusar , membawa beberapa baju , kemudian bercermn dikaca besar dalam toko tersebut
" Ada yang bisa saya bantu , mbak ? " tanya salah satu karyawati
" Iya nich mbak , bingung mau pilih yang mana , semuanya bagus² , ogh ya harganya memang segitu kak "
" Kalau belinya banyak nanti saya kasih diskon mbak , "
" Baju sebagus ini hanya 200k an ... gak salah kak , "
" Mbak pasti beli baju nya dimall kan , makanya lihat harga disini heran , ini standart kok mbak , kalau mau yang lebih mewah ada dilantai 2 , mari saya antar ' tawar si pemilik toko yang tiba² muncul
" Lain kali saja bu , lagi pula
saya lebih suka yang biasa² saja , kalau yang glamour² malah gak pede , salting " ucapnya jujur
" Ogh begitu ... iya gak papa mbak , kalau membutuhkan kerudung juga ada , dibagian sana ,silahkan lihat² ,siapa tau nanti cocok " jawab pemilik toko dengan ramah
" Iya bu , terimakasih , sebentar ya , saya kesana dulu , " Rain menghampiri Radit yang tengah memilih - milih kerudung
" Ayo pilihin bajunya , aku masih bingung , karena semua bagus² , ingin rasanya aku beli semuanya "
" Dibeli semuanya ? " Radit mengerutkan alisnya ,
" Secukupnya aja dulu , kapan² bisa kesini lagi ? , emang sudah mantap pakai hijab kok mau beli banyak ? " tanyanya
" Entahlah ... " jawab Rain ngantung
Setelah puas memilih , akhirnya Rain mantap membeli 6 buah gamis , 6 kerundung dan beberapa asesoris , seperti bros , tuspin dan asesoris lainnya , dengan wajah sumringah ia berjalan menuju mobil , senyumnya mengembang bak kue donat yang dikasih ragi instan , 😄😄
" Bahagia amat bu , baru dapat arisan ya ? " goda Radit
" Kelihatan ya kalau lagi seneng "
" Jelas terlihat , bukankah wajah itu gambaran hati , kalau hatinya bahagia pasti wajahnya juga cerah , begitu juga sebaliknya , itu fakta bukan hoak "
" Iya ... iya.... Dit " panggilnya kemudian
" Hem " jawab Radit sambil membelokkan setirnya ke kanan
" Makasih banyak ya untuk semua²nya , kamu memang the best " sanjung Rain sambil mengangkat jari jempolnya
" Sama² ... tapi .. masa makasih doang , gak ada yang lain nich ? "
" Ada.. pejamkan mata sebentar " ucap Rain
__ADS_1
" Ada² saja , orang lagi nyetir disuruh merem , gimana sich , " Radit pura² merajuk
" Biar surprise ceritanya , udah minggirin dulu mobil nya " pinta Rain
Radit menuruti perintah Rain , ia segera menepikan mobilnya , lalu memejamkan mata , jantungnya berdebar kencang , yang ada dipikirannya saat ini , ia akan mendapatkan satu ciuman dari Rain , pelan² Rain mendekatkan wajahnya ke wajah Radit
dekat... dekat... semakin dekat .... dan ...
" Semoga suka dengan kejutannya , hahaha " bisik Rain ditelinga Radit lalu tertawa ngakak , karena berhasil membuat Radit salah tingkah
Radit membuka matanya , meski kecewa terlukis jelas diwajahnya tapi ia paksakan untuk tetap tersenyum , dan membuka bingkisan kecil dari Rain
" Apa ini ? " tanyanya penasaran
" Buka aja , awas BOOM isinya , hahaha " candanya
Radit tersenyum bahagia , " Makasih ya , bagus banget , nanti kalau ke kajiannya Ufie aku pakai " ucap Radit keceplosan
" Kamu ikut kajian di Ufie juga , sejak kapan ? " tanyanya heran
" Egh... itu , belum ...masih dalam tahap ingin , belum terealisasikan , sweer ...beneran gak bohong " Jawab Radit belibet
" Ogh gitu... sudah mulai main rahasia²an nich , okey ... fine... mulai sekarang gak usah lagi tanya² , gak usah minta saran apapun ke aku , urus saja semuanya sendiri " Rain marah
" Sayang ... jangan marah , dengerin dulu penjelasanku , semalam Ufie ngisi kajian 2 pekanan dimusholla dekat rumah ku , dan aku merasa tertampar dengan apa yang beliau sampaikan , dunia ini semakin tidak baik² saja , mau sampai kapan kita berleha² , sementara kematian terus menghantui kita , " Radit menghela nafas lalu membuangnya perlahan , sementara Rain hanya diam mendengarkan ucapan Radit
" Ayo kita sama² belajar memperbaiki diri , berproses , berprogres, menjadi pribadi yang lebih baik lagi " ucap Radit sambil menoleh ke arah Rain ,
" Sayang , kamu kenapa ? " tanya Radit bingung , pasalnya Rain tampak gelisah dan tidak nyaman
" Dit , ada yang ngikuti kita , coba kamu perhatikan mobil hitam itu ! " ucapnya tanpa menoleh ke Radit , ia masih fokus pada mobil yang dicurigainya itu.
" Jangan menerka², siapa tau mobil itu memang satu tujuan dengan kita " jawab Radit santuy
" Insting kamu kurang tajam , asah dulu sana ! , awalnya aku juga tidak curiga , tapi masa iya dari kita berangkat sampai pulang mobil itu terus dibelakang kita , jangan ... jangan , papa nyuruh untuk mata²i kita , Dit , " omelnya
" Jangan negatif thinking , sayang.. sudahlah , jangan terlalu dipikirkan , semua pasti baik² saja , percaya dech , buang jauh² pikiran yang jelek² itu bisikan setan , gak usah didengerin " buru² Radit menggenggam tangan orang yang dicintainya itu , Rain menatap lekat wajah Radit , kemudian mengangguk pelan , Radit tersenyum dan kembali fokus pada kemudinya
" Kamu begitu baik , Dit ... aku akan berusaha untuk menghapus bayang² Ufie dari hati dan pikiranku , agar aku bisa tetap bersamamu .... meskipun aku tau itu sangat sulit , " guman Rain dalam hati
" Diit " panggilnya
" Iyaaa ... sayang " Radit menoleh kemudian tersenyum
" Bolehkah aku berikan 1 gamis untuk Sheila ? " tanyanya ragu²
" Boleh , terserah kamu , itu kan punya kamu " Jawab Radit
" Iyaaaa.. tapi kamu kan yang beli , kalau gak boleh ya gak papa, "
" Boleeh cintakuuh , sayangkuuh Rainkuuh " ucap Radit sambil mencubit pipi kekasihnya dengan tangan kirinya, dan tak seperti biasanya bukannya marah atau ngomel² , Rain malah menyadarkan kepalanya pada bahu Radit ,
" Tumben gak marah , akhir² ini kamu beda sayang , apa semua ini karena Ufie ,? " godanya , sunyi ... tidak ada jawaban
" Sayang .. ya elah tidur ,, " Radit menggeleng²kan kepalanya sambil tersenyum
__ADS_1