HIJRAH CINTA AFIFAH

HIJRAH CINTA AFIFAH
Satu langkah ke depan


__ADS_3

Part 46


Sepulang sekolah Rain dan Radit pergi ke toko baju , sesuai dengan kesepakatan kemarin , Sheila batal ikut dikarenakan sang mama sedang tidak enak badan , karena lapar Rain membuka kantong kresek yang berisi cemilan dan berbagai macam minuman kemasan tak bersoda


" Dit , mau yang mana ? " tanyanya sambil mengolak alik snack yang dibawanya tadi


" Apa aja , yang penting kamu juga suka " jawab Radit tanpa menoleh , ia hanya fokus pada kemudinya


" Semuanya aku suka , jadi bingung mau makan yang mana dulu , "


" Kalau bingung sini pegang tangan aku " goda Radit sambil tersenyum


" Cari kesempatan " ucap Rain jutek


" Mumpung ada.. " jawab Radit


" Buruan yang mana dulu ... pliis ...jangan buat aku kesal dong , lagi gak pengen debat nich .. "


" Pengen disayang juga gak papa , " Ucap Radit santuy , yang sontak mendapat cubitan keras dilengannya


" Aduuuh sakit , sayang... "


" LAGI !! " Rain mulai geram , tanpa berkata lagi , ia membuka keripik kentang dan memakannya tanpa menawari Radit , belum habis keripik ditangannya , ia membuka bolen pisang dan tetap tidak mempedulikan seseorang yang ada disampingnya , Radit hanya tersenyum melihat tingkah polah cewek yang dicintainya itu .


Lama kelamaan Rain pun tak tega dan menyuapi Radit bolen pisang tersebut .


" Enak ? " tanyanya


" Enak , manis banget kayak kamu " godanya


" Jahat loe , Dit... masa aku disamain dengan bolen , yang benar saja " ucapnya ngambek


" Hahaha.. manisnya sayang .. iiih.. jangan baperan bisa , kan .. "


" Nich baper , mau yang coklat atau keju ? "


" Itu wafer... " ucap Radit sambil mencubit pipi Rain karena gemas


" Looh Dit , sebenarnya kita mau kemana ? kok gak sampai² , ini bukan jalan ke mall looh , kamu gak ngajak aku ke toko bangunan seperti ucapan Sheila kemarin , kan ? " tanyanya penasaran , ia celingak celinguk memperhatikan jalan yang belum pernah dilaluinya itu .


" Aku ingin membawamu kabur , jauh dari Ustadz tampan itu ... "


" Hahaha .. becandanya jangan berlebihan Dit , kamu jauh lebih tampan dibanding dia "


" Ogh ya.... "


" He eh ... coba disuruh nyangkul disawah pasti jadi item kulitnya , hihihi lucu banget " tawanya cekikian


" Kalau kamu disuruh kesawah juga item kan .. jangan menjudge orang lain gak baik ... no judment but respect to other , you understand , baby "


" I don't understand , "


" Sudah sampai , buruan turun ... atau mau digendong ? "


Rain segera membuka pintu mobil dan berlari menuju toko baju yang diincarnya , ketika sampai didalam matanya menyapu segala penjuru , hampir 80% ruangan itu penuh dengan gamis berbagai model dan warna , ia benar² merasa takjub , dalam hatinya " aku ingin memiliki semuanya " dengan rona bahagia , ia berputar² mengelilingi setiap deretan baju yang dipajang ditoko tersebut , sementara Radit hanya tersenyum dan memperhatikan Rain dari kejauhan , tak lama Rain pun kembali menghampiri Radit

__ADS_1


" Bagus.. bagus semua , Dit .. jadi bigung pilih yang mana , ayoo bantuin " Rain menarik tangan Radit menuju gamis yang ditaksirnya , ia sedikit membelalak melihat harga yang tercantum di baju tersebut


" Dit .. aku gak salah lihat kan ? baju sebagus ini kok murah banget , keliru kali orangnya " bisiknya lirih


" Enggak kok sayang , itu harga aslinya , kalau belinya banyak masih dapat diskon , " Jawab Radit


" Dari mana kamu tau ...Wow... aku mau beli beberapa ya , mumpung disini , Sheila .. Sheila... sayang kamu gak jadi ikut , pasti kamu juga kalap , Dit ... kalau aku pakai ini cocok gak , gak kayak emak² rempong , kan "


" Bagus kok , kamu cocok pakai warna apapun Rain , andai lebih berisi dikit pasti makin cantik " pujinya


" Nanti pulangnya mampir ke tukang tambal ban untuk tambah angin " jawab Rain gusar , membawa beberapa baju , kemudian bercermn dikaca besar dalam toko tersebut


" Ada yang bisa saya bantu , mbak ? " tanya salah satu karyawati


" Iya nich mbak , bingung mau pilih yang mana , semuanya bagus² , ogh ya harganya memang segitu kak "


" Kalau belinya banyak nanti saya kasih diskon mbak , "


" Baju sebagus ini hanya 200k an ... gak salah kak , "


" Mbak pasti beli baju nya dimall kan , makanya lihat harga disini heran , ini standart kok mbak , kalau mau yang lebih mewah ada dilantai 2 , mari saya antar ' tawar si pemilik toko yang tiba² muncul


" Lain kali saja bu , lagi pula


saya lebih suka yang biasa² saja , kalau yang glamour² malah gak pede , salting " ucapnya jujur


" Ogh begitu ... iya gak papa mbak , kalau membutuhkan kerudung juga ada , dibagian sana ,silahkan lihat² ,siapa tau nanti cocok " jawab pemilik toko dengan ramah


" Iya bu , terimakasih , sebentar ya , saya kesana dulu , " Rain menghampiri Radit yang tengah memilih - milih kerudung


" Ayo pilihin bajunya , aku masih bingung , karena semua bagus² , ingin rasanya aku beli semuanya "


" Dibeli semuanya ? " Radit mengerutkan alisnya ,


" Secukupnya aja dulu , kapan² bisa kesini lagi ? , emang sudah mantap pakai hijab kok mau beli banyak ? " tanyanya


" Entahlah ... " jawab Rain ngantung


Setelah puas memilih , akhirnya Rain mantap membeli 6 buah gamis , 6 kerundung dan beberapa asesoris , seperti bros , tuspin dan asesoris lainnya , dengan wajah sumringah ia berjalan menuju mobil , senyumnya mengembang bak kue donat yang dikasih ragi instan , 😄😄


" Bahagia amat bu , baru dapat arisan ya ? " goda Radit


" Kelihatan ya kalau lagi seneng "


" Jelas terlihat , bukankah wajah itu gambaran hati , kalau hatinya bahagia pasti wajahnya juga cerah , begitu juga sebaliknya , itu fakta bukan hoak "


" Iya ... iya.... Dit " panggilnya kemudian


" Hem " jawab Radit sambil membelokkan setirnya ke kanan


" Makasih banyak ya untuk semua²nya , kamu memang the best " sanjung Rain sambil mengangkat jari jempolnya


" Sama² ... tapi .. masa makasih doang , gak ada yang lain nich ? "


" Ada.. pejamkan mata sebentar " ucap Rain

__ADS_1


" Ada² saja , orang lagi nyetir disuruh merem , gimana sich , " Radit pura² merajuk


" Biar surprise ceritanya , udah minggirin dulu mobil nya " pinta Rain


Radit menuruti perintah Rain , ia segera menepikan mobilnya , lalu memejamkan mata , jantungnya berdebar kencang , yang ada dipikirannya saat ini , ia akan mendapatkan satu ciuman dari Rain , pelan² Rain mendekatkan wajahnya ke wajah Radit


dekat... dekat... semakin dekat .... dan ...


" Semoga suka dengan kejutannya , hahaha " bisik Rain ditelinga Radit lalu tertawa ngakak , karena berhasil membuat Radit salah tingkah


Radit membuka matanya , meski kecewa terlukis jelas diwajahnya tapi ia paksakan untuk tetap tersenyum , dan membuka bingkisan kecil dari Rain


" Apa ini ? " tanyanya penasaran


" Buka aja , awas BOOM isinya , hahaha " candanya


Radit tersenyum bahagia , " Makasih ya , bagus banget , nanti kalau ke kajiannya Ufie aku pakai " ucap Radit keceplosan


" Kamu ikut kajian di Ufie juga , sejak kapan ? " tanyanya heran


" Egh... itu , belum ...masih dalam tahap ingin , belum terealisasikan , sweer ...beneran gak bohong " Jawab Radit belibet


" Ogh gitu... sudah mulai main rahasia²an nich , okey ... fine... mulai sekarang gak usah lagi tanya² , gak usah minta saran apapun ke aku , urus saja semuanya sendiri " Rain marah


" Sayang ... jangan marah , dengerin dulu penjelasanku , semalam Ufie ngisi kajian 2 pekanan dimusholla dekat rumah ku , dan aku merasa tertampar dengan apa yang beliau sampaikan , dunia ini semakin tidak baik² saja , mau sampai kapan kita berleha² , sementara kematian terus menghantui kita , " Radit menghela nafas lalu membuangnya perlahan , sementara Rain hanya diam mendengarkan ucapan Radit


" Ayo kita sama² belajar memperbaiki diri , berproses , berprogres, menjadi pribadi yang lebih baik lagi " ucap Radit sambil menoleh ke arah Rain ,


" Sayang , kamu kenapa ? " tanya Radit bingung , pasalnya Rain tampak gelisah dan tidak nyaman


" Dit , ada yang ngikuti kita , coba kamu perhatikan mobil hitam itu ! " ucapnya tanpa menoleh ke Radit , ia masih fokus pada mobil yang dicurigainya itu.


" Jangan menerka², siapa tau mobil itu memang satu tujuan dengan kita " jawab Radit santuy


" Insting kamu kurang tajam , asah dulu sana ! , awalnya aku juga tidak curiga , tapi masa iya dari kita berangkat sampai pulang mobil itu terus dibelakang kita , jangan ... jangan , papa nyuruh untuk mata²i kita , Dit , " omelnya


" Jangan negatif thinking , sayang.. sudahlah , jangan terlalu dipikirkan , semua pasti baik² saja , percaya dech , buang jauh² pikiran yang jelek² itu bisikan setan , gak usah didengerin " buru² Radit menggenggam tangan orang yang dicintainya itu , Rain menatap lekat wajah Radit , kemudian mengangguk pelan , Radit tersenyum dan kembali fokus pada kemudinya


" Kamu begitu baik , Dit ... aku akan berusaha untuk menghapus bayang² Ufie dari hati dan pikiranku , agar aku bisa tetap bersamamu .... meskipun aku tau itu sangat sulit , " guman Rain dalam hati


" Diit " panggilnya


" Iyaaa ... sayang " Radit menoleh kemudian tersenyum


" Bolehkah aku berikan 1 gamis untuk Sheila ? " tanyanya ragu²


" Boleh , terserah kamu , itu kan punya kamu " Jawab Radit


" Iyaaaa.. tapi kamu kan yang beli , kalau gak boleh ya gak papa, "


" Boleeh cintakuuh , sayangkuuh Rainkuuh " ucap Radit sambil mencubit pipi kekasihnya dengan tangan kirinya, dan tak seperti biasanya bukannya marah atau ngomel² , Rain malah menyadarkan kepalanya pada bahu Radit ,


" Tumben gak marah , akhir² ini kamu beda sayang , apa semua ini karena Ufie ,? " godanya , sunyi ... tidak ada jawaban


" Sayang .. ya elah tidur ,, " Radit menggeleng²kan kepalanya sambil tersenyum

__ADS_1


__ADS_2