
Part 28
Sementara itu dirumah Kahfi , semua sedang berkumpul di ruang tengah , ada Abi pak yai Hanafi ayah dari Kahfi , umi Fatimah ibu dari Kahfi , dan Unur .
Momen seperti ini ( ngumpul ) hanya terjadi saat akhir pekan saja , karena padatnya jadwal kajian .
Yai Hanafi sibuk dengan Yayasan pendidikan Islam , sementara Kahfi sibuk dengan jadwal kajian sampai ke luar kota.
" Bang ( Umi memanggil Kahfi dengan sebutan itu ) , kemarin umi dijambret , waktu keluar dari swalayan " ucap Umi , Karena kaget , Ufi yang hendak minum teh menaruh gelasnya lagi , kemudian menatap lekat sang ibu
" Tapi umi , gak papa kan ? " tanya kemudian
" Umi gak terluka kan ? " tanya lagi
" Alhamdulillah , umi gak papa "
" Alhamdulillah , lain kali lebih berhati2 , mi .. jangan pergi2 sendiri , minta tolong Puspa atau Rimbi untuk menemani "
" Iya , kemarin juga ditemani sama Puspa , namanya juga musibah " jawab Umi
" Bukan musibah mi , pengingat agar berhati2 , ogh ya kemarin umi ditolong sama siapa ? " sahut sang suami
" Umi juga gak sempat kenalan , yang pasti selain cantik dia juga jago silat , hebat ... 2 laki2 berandalan berhasil ia lumpuhkan , umi mau jadiin mantu , boleh kan bi ? " Kahfi mendongakkan kepalanya menatap sang ibu
" Boleh , tapi mau dijodohkan dengan yang mana , disini ada 2 single loh " goda Abi sambil melirik ke Unur dan Kahfi bergantian
" Adek aja bi , abang belum pengen nikah " kata Kahfi sambil menyeruput tehnya
" Yeeehh .. abang lah , kan yang lebih tua dulu " bantah Unur
" Menikah itu kalau sudah siap , kalau belum ya gak papa , kamu duluan aja " sergah Kahfi tidak mau mengalah
" Bilang aja , nunggu..." Buru2 Kahfi membekap mulut Unur dengan telapak tangannya
" Apa yang kalian rahasiakan dari umi , ayo ngaku ..
abang .. ( Kahfi menggeleng pelan ) adek ... ( Unur hanya tersenyum ) , Kalian berdua ini kenapa sich , awas ya kalau ketahuan bohongin umi " ucapnya kesal
" Umi , sudahlah ... lanjut cerita yang tadi , semalam umi cerita mereka masih pakai seragam sekolah , kira2 umi tau tidak mereka sekolahnya dimana ?" pak Yai Hanafi menenangkan istrinya
" Kalau dilihat dari seragam mereka , sepertinya sekolah di SMA Diponegoro , kalau tidak salah sich "
" Waah itu kan sekolah elite mi , kalau gak orang kaya atau benar2 cerdas gak bisa masuk kesitu , kalau begitu mau kok adek dijodohkan dengannya " ucap Unur sambil tersenyum , Kahfi spontan memukul sang adek dengan buku yang dipegangnya
" Ngarep " ucap Kahfi singkat
" Lha .. abang tadi kan bilang gak mau , kok sekarang sewot , terus yang ngarep sebenarnya aku atau abang " omelnya
__ADS_1
" Siapa yang bilang gak mau , aku tadi ngomong belum pengen , didengarkan baik2 kalau ada orang ngomong tuch " omelnya balik
" Ini kenapa jadi debat , orangnya aja belum ketahuan siapa , entah bertemu lagi atau tidak kita juga tidak tau " jawab Abi
" Kok Abi ngomong gitu , ya didoakan bertemu lah bi , sama istri sendiri kok malah gak ndukung , gimana sich " omelnya
" Kok umi jadi marah sama abi , kan yang debat anak2 umi , bukan abi "
" Pokoknya umi mau jodohin dia sama abang titik gak pakai koma lagi "
" Yes.. yes.. yes " sorak Unur kegirangan
" Bahagia diatas kesedihan orang lain itu dholim loh dek , ingat itu "
" Belum...belum sudah negatif thinking , husnudzon siapa tau ini memang jodoh abang , bentar.. bentar.. tadi kan umi bilang mereka , berarti lebih dari satu kan "
" 2 orang cewek , yang satu Rere yang satu Lala , kalau tidak salah dengar , namanya "
" ya sudah mi , satu untuk abang , satu untuk adek , adil kan ? "
" Ini baru benar " Umi memeluk abi didepan anak2 nya
" Kalau lihat umi dan abi mesra2an gini jadi pengen nikah " ucap Unur
" Besok nikah sono ! "
" Bi , tapi mereka bukan anak pondok pesantren , memang abi setuju kalau nantinya abang berjodoh dengannya Rere , " tanya umi dengan wajah sendu
" Iya umi paham , bi ... semoga Rere bisa jadi mantu umi " jawab umi penuh harap
" Aaamiin " sahut Unur lantang , sementara Kahfi hanya diam , cuek dan seolah tidak peduli
" Bang ... hari ahad bisa kan nggantiin abi ngisi kajian di surabaya ? " tanya abi pada Kahfi
" Insyaallah bi , abang usahakan " jawab Kahfi
" Alhamdulillah "
Kahfi kembali fokus pada ponselnya , " Abi , umi , abang ke kamar dulu ya , " pamitnya , tanpa menunggu jawaban Kahfi sudah berlalu meninggalkan ruang tengah menuju kamarnya .
Sambil berbaring ia kembali mengotak ngatik ponselnya , tiba2 senyumnya mengembang
" Alhamdulillah , akhirnya kamu muncul juga " gumannya sambil memandangi foto seseorang diakun medsosnya , ia pun mengirimkan beberapa chat sekaligus kepada orang yang dicintainya itu
" Assalamu'alaikum "
" Hon ... gimana kabar kamu ? "
__ADS_1
" Kamu dimana sekarang ? "
" Aku kangen "
Hingga beberapa saat chat itu belum dilihat , Kahfi masih terus menunggu , setiap menit selalu diintipnya chat tersebut , tapi yang dia tuju belum kunjung juga melihatnya ,
Author ; Sabar ya Ufi..
Kahfi ; π
Author ; π
Kahfi ; π
Author ; πͺ
Kahfi ; βΊ
Author ; π
Kahfi ; π΄
Rain ; kalian kenapa ? puasa ngomong ..
Author ; Belajar diam
Kahfi ; Cari yang simple
Rain ; π
Author ; kenapa ?
Rain ; ikutan puasa ngomong
Author ; Emang kamu bisa diam ?
Rain ; ya bisa lah ..
Kahfi ; bisa diam kalau tidur
Author ; hahaha
Rain ; kamu ketawa , emang ada yang lucu ya ?
Author ; Enggak ada
Kahfi ; Suka2 kalian aja lah
__ADS_1
insyaallah disambung ke part selanjutnya ya...
happy reading ππππ