HIJRAH CINTA AFIFAH

HIJRAH CINTA AFIFAH
Cerita Umi


__ADS_3

Part 28


Sementara itu dirumah Kahfi , semua sedang berkumpul di ruang tengah , ada Abi pak yai Hanafi ayah dari Kahfi , umi Fatimah ibu dari Kahfi , dan Unur .


Momen seperti ini ( ngumpul ) hanya terjadi saat akhir pekan saja , karena padatnya jadwal kajian .


Yai Hanafi sibuk dengan Yayasan pendidikan Islam , sementara Kahfi sibuk dengan jadwal kajian sampai ke luar kota.


" Bang ( Umi memanggil Kahfi dengan sebutan itu ) , kemarin umi dijambret , waktu keluar dari swalayan " ucap Umi , Karena kaget , Ufi yang hendak minum teh menaruh gelasnya lagi , kemudian menatap lekat sang ibu


" Tapi umi , gak papa kan ? " tanya kemudian


" Umi gak terluka kan ? " tanya lagi


" Alhamdulillah , umi gak papa "


" Alhamdulillah , lain kali lebih berhati2 , mi .. jangan pergi2 sendiri , minta tolong Puspa atau Rimbi untuk menemani "


" Iya , kemarin juga ditemani sama Puspa , namanya juga musibah " jawab Umi


" Bukan musibah mi , pengingat agar berhati2 , ogh ya kemarin umi ditolong sama siapa ? " sahut sang suami


" Umi juga gak sempat kenalan , yang pasti selain cantik dia juga jago silat , hebat ... 2 laki2 berandalan berhasil ia lumpuhkan , umi mau jadiin mantu , boleh kan bi ? " Kahfi mendongakkan kepalanya menatap sang ibu


" Boleh , tapi mau dijodohkan dengan yang mana , disini ada 2 single loh " goda Abi sambil melirik ke Unur dan Kahfi bergantian


" Adek aja bi , abang belum pengen nikah " kata Kahfi sambil menyeruput tehnya


" Yeeehh .. abang lah , kan yang lebih tua dulu " bantah Unur


" Menikah itu kalau sudah siap , kalau belum ya gak papa , kamu duluan aja " sergah Kahfi tidak mau mengalah


" Bilang aja , nunggu..." Buru2 Kahfi membekap mulut Unur dengan telapak tangannya


" Apa yang kalian rahasiakan dari umi , ayo ngaku ..


abang .. ( Kahfi menggeleng pelan ) adek ... ( Unur hanya tersenyum ) , Kalian berdua ini kenapa sich , awas ya kalau ketahuan bohongin umi " ucapnya kesal


" Umi , sudahlah ... lanjut cerita yang tadi , semalam umi cerita mereka masih pakai seragam sekolah , kira2 umi tau tidak mereka sekolahnya dimana ?" pak Yai Hanafi menenangkan istrinya


" Kalau dilihat dari seragam mereka , sepertinya sekolah di SMA Diponegoro , kalau tidak salah sich "


" Waah itu kan sekolah elite mi , kalau gak orang kaya atau benar2 cerdas gak bisa masuk kesitu , kalau begitu mau kok adek dijodohkan dengannya " ucap Unur sambil tersenyum , Kahfi spontan memukul sang adek dengan buku yang dipegangnya


" Ngarep " ucap Kahfi singkat


" Lha .. abang tadi kan bilang gak mau , kok sekarang sewot , terus yang ngarep sebenarnya aku atau abang " omelnya

__ADS_1


" Siapa yang bilang gak mau , aku tadi ngomong belum pengen , didengarkan baik2 kalau ada orang ngomong tuch " omelnya balik


" Ini kenapa jadi debat , orangnya aja belum ketahuan siapa , entah bertemu lagi atau tidak kita juga tidak tau " jawab Abi


" Kok Abi ngomong gitu , ya didoakan bertemu lah bi , sama istri sendiri kok malah gak ndukung , gimana sich " omelnya


" Kok umi jadi marah sama abi , kan yang debat anak2 umi , bukan abi "


" Pokoknya umi mau jodohin dia sama abang titik gak pakai koma lagi "


" Yes.. yes.. yes " sorak Unur kegirangan


" Bahagia diatas kesedihan orang lain itu dholim loh dek , ingat itu "


" Belum...belum sudah negatif thinking , husnudzon siapa tau ini memang jodoh abang , bentar.. bentar.. tadi kan umi bilang mereka , berarti lebih dari satu kan "


" 2 orang cewek , yang satu Rere yang satu Lala , kalau tidak salah dengar , namanya "


" ya sudah mi , satu untuk abang , satu untuk adek , adil kan ? "


" Ini baru benar " Umi memeluk abi didepan anak2 nya


" Kalau lihat umi dan abi mesra2an gini jadi pengen nikah " ucap Unur


" Besok nikah sono ! "


" Bi , tapi mereka bukan anak pondok pesantren , memang abi setuju kalau nantinya abang berjodoh dengannya Rere , " tanya umi dengan wajah sendu


" Iya umi paham , bi ... semoga Rere bisa jadi mantu umi " jawab umi penuh harap


" Aaamiin " sahut Unur lantang , sementara Kahfi hanya diam , cuek dan seolah tidak peduli


" Bang ... hari ahad bisa kan nggantiin abi ngisi kajian di surabaya ? " tanya abi pada Kahfi


" Insyaallah bi , abang usahakan " jawab Kahfi


" Alhamdulillah "


Kahfi kembali fokus pada ponselnya , " Abi , umi , abang ke kamar dulu ya , " pamitnya , tanpa menunggu jawaban Kahfi sudah berlalu meninggalkan ruang tengah menuju kamarnya .


Sambil berbaring ia kembali mengotak ngatik ponselnya , tiba2 senyumnya mengembang


" Alhamdulillah , akhirnya kamu muncul juga " gumannya sambil memandangi foto seseorang diakun medsosnya , ia pun mengirimkan beberapa chat sekaligus kepada orang yang dicintainya itu


" Assalamu'alaikum "


" Hon ... gimana kabar kamu ? "

__ADS_1


" Kamu dimana sekarang ? "


" Aku kangen "


Hingga beberapa saat chat itu belum dilihat , Kahfi masih terus menunggu , setiap menit selalu diintipnya chat tersebut , tapi yang dia tuju belum kunjung juga melihatnya ,


Author ; Sabar ya Ufi..


Kahfi ; πŸ™„


Author ; 😊


Kahfi ; πŸ™


Author ; πŸ’ͺ


Kahfi ; ☺


Author ; πŸ˜€


Kahfi ; 😴


Rain ; kalian kenapa ? puasa ngomong ..


Author ; Belajar diam


Kahfi ; Cari yang simple


Rain ; πŸ™ƒ


Author ; kenapa ?


Rain ; ikutan puasa ngomong


Author ; Emang kamu bisa diam ?


Rain ; ya bisa lah ..


Kahfi ; bisa diam kalau tidur


Author ; hahaha


Rain ; kamu ketawa , emang ada yang lucu ya ?


Author ; Enggak ada


Kahfi ; Suka2 kalian aja lah

__ADS_1


insyaallah disambung ke part selanjutnya ya...


happy reading 😘😘😘😘


__ADS_2