
part 24
Seminggu sudah berlalu , Rain kembali ke rutinitasnya , sembari menunggu Sheila yang sedang ke toilet , Rain duduk dibangku taman , cuaca yang panas membuatnya gerah dan ingin menikmati es kelapa muda ,
" Uuugh... lama amat sich , ngapain aja ditoilet , tapa ! " hardiknya ketika Sheila datang menghampirinya
" Ngantri tau " jawab Sheila sembari duduk , mengambil sisir dari tasnya dan mulai merapikan rambutnya
" Ndandan terus .. " ucap Rain jengah , ia beranjak meninggalkan Sheila berjalan menuju ke parkiran
" Rain , tungguuu !! " teriak Sheila sambil mengejar Rain yang hendak membunyikan motor maticnya , tapi Rain malah tidak mempedulilannya
" Tungguuuu " teriaknya lagi
" Makanya buruan " bentak Rain , buru2 Sheila naik dan berpegangan kuat pada perut Rain , karena dia hafal betul , kalau sedang emosi Rain pasti ugal2an mengendarai motornya
" Author juga gitu ? "
" Kadang2 sich " ππ
Dan benar saja , Rain melajukan motornya sangat kencang , jarum di spidometernya menunjukan 80/ jam , Sheila semakin kuat memeluk Rain , ia memejamkan mata saking takutnya , melihat sang sahabat ketakutan , Rain menyunggingkan senyumnya , pelan2 ia mengurangi kecepatan dan mulai santai dalam berkendara
" Kenapa , takut ? " tanyanya , Sheila pelan2 membuka matanya kemudian mengangguk pelan ,
" Kita mau kemana ? " tanyanya sambi celingak celinguk memperhatikan jalan yang dilaluinya
" Gak usah banyak tanya , nanti juga bakal tau " ucapnya santai sambil senyum2 ,
" Jangan macam2 Rain , aku takut , sebenarnya kita mau kemana , ini bukan jalan pulang " Sheila berkeluh sambil mencengkeram perut Rain , ketika melewati hutan
" Aduuh sakit , La... jangan gini " omelnya sambil melepas kasar tangan Sheila
" Pulaang yukk " pintanya memelas
" Tanggung , bentar lagi sampai " Sheila hanya diam , meski dalam hati nyesel kenapa harus pulang bareng Rain ,
" Bodoh.. bodoh.. bodoh .., mengapa tadi gak ngegrab , atau ngojek , ngapain harus ngikut nenek lampir ini .." gumannya dalam hati meratapi kebodohannya
10 menit kemudian....
Mereka telah sampai dipantai , Sheila yang tadinya kesal berubah sumringah , senyumnya terus mengembang bak kue donat yang dikasih ragi instan . Rain dan Sheila berlari2 kecil dipinggir pantai , sambil bersenda gurau , saling ejek dan saling umpat
" Gimana , masih nyesel aku ajak kesini ? "
" sempat nyesel tadi , tapi sekarang malah happpyyyy banget , makasih yaaaa " ucap Sheila sambil mencubit pipi Rain karena gemas
" Aduuhh sakit , La.. sudah dibuat happy malah KDP2 " omel Rain kesal sambil mengusap pipinya yang kemerah2an
" Apa itu KDP2 ? " tanya Sheila penasaran
__ADS_1
" Kekerasan dalam pertemanan dan persahabatan " jawab Rain cuek sambil melangkahkan kaki menuju agak ke tengah pantai , Sheila membulatkan matanya , " Nich orang selalu punya ide untuk mengubah kosakata , konyol sich tapi masuk akal juga , Rain.. Rain " gumannya sambil senyum2
" Eh... Rain jangan ke terlalu ke tengah " teriaknya , Rain hanya mengangkat tangannya , memberi kode jari jempol dan telunjuk membentuk huruf O
Setelah puas bermain air , mereka berdua berjalan menuju kedai makanan dengan baju yang masih basah , Rain memilih duduk diarea yang terkena sinar matahari , sementara Sheila duduk ditempat yang teduh
" Rain panas .. duduk sini " teriak Sheila menepuk2 bangku kosong disebelahnya
" Bentar , biar agak kering baju aku " teriak Rain balik , karena tak kunjung balik Sheila terpaksa menghampiri Rain yang masih betah berjemur
" Ngapain ikut kesini , udah tunggu disana , disini panas " ucap Rain ketika tau Sheila duduk disampingnya sambil melindungi wajahnya dengan tas karena panas
" Ayoo.. sama kamu " rengeknya manja
" Iihh... manja banget , ingat aku cewek , kamu juga cewek , jangan ngajak jeruk minum jeruk , aku masih normal " omelnya
" Aku juga normal , kalaupun kamu cowok jangan sampai aku jatuh cinta denganmu , ihh... jangan sampai .. amit.. amit " gerutunya
Rain menatap tajam Sheila , seperti harimau yang hendak menerkam mangsanya
" Kalaupun aku cowok , aku juga gak mau punya cewek yang manja , suka dandan , dan overprotektif kayak kamu , bikin ilfeel ... " gerutunya balik
" Hanya kamu cewek yang tidak suka dandan , cenderung tomboy , gak takut kalau nantinya gak ada yang suka "
" Siapa bilang gak ada yang suka , banyak lagi yang mau , tapi akunya yang gak mau sama mereka " ucap Rain pede sambil nyengir kuda
" Harus ! , daripada kamu sok cantik , padahal memang cantiik " pujinya
Sheila yang tadinya hendak marah malah tersenyum mendengar pujian Rain " Aaciiihhh , princees " jawabnya
Ponsel Sheila berdering...
" Kalian dimana ? , kenapa belum sampai rumah ? " tanya Radit kesal , Sheila langsung memberikan ponselnya pada Rain
" La , jawab ... kalian dimana ? keluyuran terus , mana Rain , kenapa ponselnya tidak bisa dihubungi ? " Radit semakin kesal dan mulai marah
" Halloooo , La .. jawab .. awas aja kalau aneh2 ,
buruan pulang , jangan sampai level marah ku naik " bentaknya , Rain hanya tersenyum mendengar Radit memarahinya
" Aku hitung nich .. satu...satu setengah ... dua.. dua setengah ... tiga... tiga seteng... "
Rain buru2 menyahut " Sayank ... maaf...tadi masih dikamar mandi ... " elak Rain mencari alasan
" Dimana sekarang ? , kenapa ponselnya gak bisa dihubungi ? , sengaja ya " tanya Radit marathonan
" Kalau nanya satu2 , jangan marathonan , gak lagi lomba juga kan ? " Begitulah Rain selalu punya sejuta cara untuk mematahkan ucapan lawan
" Iih... kelamaan... cepetan ngomong dimana ? , aku susul sekarang ! "
__ADS_1
" Sayaank.... jangan marah2.. nanti jadi lekas tua " Rain malah menyindir lewat lagu , Radit menghela nafas , percuma rasanya berdebat dengan Rain , yang ada malah tensinya naik
" Kenapa ,,, capeek ? , udah ngajak debatnya " tanya balik Rain beruntun
" Percuma kan , dikhawatirin juga gak ngerti , jadi ya sudahlah... " Radit nyerah
" Kita sekarang ada dipantai dipesisir kota , silahkan kalau mau nyusul , tapi bentar lagi kita pulang " ucap Rain cuek
" Haaaah.... ngapain kesana , itu terlalu dekat , sekalian aja ke touring ke Bali " Radit tidak bisa kagi menahan emosinya
" Boleeh... next time dicoba " ucap Rain semakin memancing emosi Radit
( Seandainya kalian punya cewek seperti Rain , gimana ? , bisa sabar gak ngadepin jailnya , konyolnya , somplaknya , bucinnya... πππ, ditinggalin atau dihalalin ? , PR ya... selamat mencoba ππ)
" PULANG SEKARANG !! " titah Radit tegas
" Kalau kamu marah2 gitu , ngapain pulang ? enak juga disini , adem , tenang , bikin betah " sangkalnya
" Ya sudah ... TERSERAH " Radit memutuskan panggilan secara sepihak
" Pulang yuuuk " rengek Sheila
" Bentar lagi , aku ingin ngebakso n minum es degan sebentar " ucap Rain sambil beranjak menuju kedai yang tadi , Sheila menghela nafas pelan kemudisn mengikuti langkah Rain ,
" Kamu , kenapa ? , punya muka cantik kok ditekuk gitu ,, jelek tau ... senyuuuumm " Rain melebarkan bibirnya memberi contoh pada Sheila untuk tersenyum seperti dirinya , dengan terpaksa Sheila pun tersenyum
" Kamu takut sama Radit ? " Sheila mengangguk pelan
" Serem ya kalau marah ?, aku belum pernah lihat dia marah , soalnya "
" Sereeem banget , bisa2 pohon2 kelapa disini tumbang semua "
" Ogh ya.... hebaat , jadi penasaran pengen lihat "
" Dasar cewek aneh "
" loohh beneran ... , udah belum ayo pulang "
" Takut juga ? "
" Enggak ... ngantuk pengen tidur "
" Ehhh... kalau ngantuk jangan nyetir bahaya tau , istirahat dulu sana , pulang nanti aja "
" Jangan khawatir .. ayo... buruan pulang "
" Beneran , gak papa "
" Gak papa , ayoooo " Rain menarik tangan Sheila , kemudian merekapun pulang
__ADS_1