HIJRAH CINTA AFIFAH

HIJRAH CINTA AFIFAH
Di perjalanan


__ADS_3

Part 17


Selama perjalanan Rain lebih banyak diam , meski sering digoda oleh Unur tapi ia hanya mengulas senyum dan kembali bermain- main dengan imajinasinya.


Kahfi pun tidak beda jauh , ia sibuk dengan ponselnya , meski sesekali melirik Rain dari kaca spion , tetap tidak ada satu katapun yang keluar dari bibirnya .


" Lagi pada puasa ngomong nich ? " ucap Unur disela2 kesunyian


" kalau kayak gini bisa ngantuk nich , Rain ngomong donk " pintanya


Rain menoleh ke arah Unur " ngomong apa ? " jawabnya


" Yach ngomong apa gitu , biar gak sepi ,


biasanya kamu kan banyak ngomong , kalau diam gini jadi aneh , seolah - olah lagi marahan " ucap Unur lagi


" Enggak juga " jawab Rain singkat


" Enggak juga apa? , kok gak nyambung dengan pertanyaan saya ? "


" Enggak lagi marah maksudnya "


" Lagi mikirin pacarnya mungkin " celetuk Kahfi dengan santainya


" Kalau iya kenapa , gak boleh ? " jawab Rain agak sewot


" Boleh , memang saya tadi melarang ? " ucap Kahfi datar sambil terus memperhatikan ponselnya


Rain menghela nafas panjang kalau membuangnya perlahan - lahan , tak lama berselang ponselnya berdering ,


" Assalamu'alaikum , iya Dit , ni lagi otewe pulang , enggak , pulang bareng Ufi dan Unur , ada bibik juga , okey ,, kamu juga hati2 ya , wa'alaikum salam"

__ADS_1


Rain mematikan ponselnya dan memasukan kembali ke dalam tas kecil miliknya


" Tuch kan , baru juga diomongin " ucap Unur sambil tersenyum memperhatikan mimik Kahfi yang sedikit berubah


" Ente jeles , gus ? " tanya Unur lirih pada Kahfi


Kahfi menatap tajam Unur , kemudian berkata , "emang perlu ya ? " ucapnya jengah


" Perlu gak perlu sich " goda Unur sambil terus fokus pada kemudinya


" Mampir ke tempat biasa " perintah Kahfi


" Asiiap " jawab Unur tanpa penolakan


" Ngapain berhenti ? " tanya Rain bingung


" Jam makan siang Rain , kita makan dulu "


Unur membukakan pintu untuk bik Atun , " Mari bik " ajaknya , sementara sang bibik hanya mengangguk dan mengikuti langkah Unur


Melihat Rain tak bergeming , Unur kembali ke mobil menghampirinya


" Ayo ,, atau mau saya gendong " godanya


" Beneran saya masih kenyang , " tolaknya


" Kahfi memang seperti itu , jangan dimasukin hati ya ucapannya " rayunya


Rain tersenyum ," santuy aja Unur , saya gak baperan kok , buruan masuk nanti dimarahin Beruang es lohh "candanya


" Hahaha , beruang es ,, manusia kutub kali " imbuhnya tertawa ngakak

__ADS_1


" Haahaaa" Rain pun ikut ngakak


" Puas ngledekin saya " ucap Kahfi yang tiba2 muncul diantara keduanya , Rain langsung menutup mulutnya , sementara Unur masih melebarkan bibirnya


" Keluar atau kita bermalam disini " gertaknya pada Rain


" Pemaksaan " bantahnya sembari keluar dari mobil dan berjalan menuju ke resto , tak lama Kahfi dan Unur pun menyusulnya


Setelah makan , merekapun melanjutkan perjalanan , karena kekenyangan Rain pun tertidur dipangkuan bik Atun , Kahfi terus memperhatikan Rain yang terlelap , entah kenapa timbul rasa yang aneh dihatinya ...


Author ; hayooo.. ngaku rasa apa..?


Kahfi ; Kepooo ...


Author ; ungkapin donk ... emang ubi semakin dipendam semakin besar , kalau rasa semakin dipendam semakin nyesek loohh🤭🤭


Kahfi ; sesukanya kamu aja , yang penting kamu seneng kan..?


Author ; pasrah amat


Kahfi ; lalu.. harus bagaimana , ?


Author ; Augh ah.. gelap


Kahfi ; 🙃🙃


Balik ke cerita lagi ya....


" Yach.. pemeran utamanya tidur , jadi gak seru nich , gak ada yang digoda " ucap Unur sambil menoleh ke arah Rain


" Non Rain itu sebenarnya baik , cuma.. " sang bibik menghentikan ucapannya , sambil terus mengusap- usap kepala Rain

__ADS_1


" Cuma apa bik ? " tanya Unur penasaran , sementara Kahfi hanya menyimaknya saja


Cuma apa hayoo... ikuti terus kisahnya ya...hanya di HIJRAH CINTA AFIFAH , semakin seru bukan.. jangan lupa like, komen dan sarannya ya,, 😘😘😘


__ADS_2