
Part 17
Selama perjalanan Rain lebih banyak diam , meski sering digoda oleh Unur tapi ia hanya mengulas senyum dan kembali bermain- main dengan imajinasinya.
Kahfi pun tidak beda jauh , ia sibuk dengan ponselnya , meski sesekali melirik Rain dari kaca spion , tetap tidak ada satu katapun yang keluar dari bibirnya .
" Lagi pada puasa ngomong nich ? " ucap Unur disela2 kesunyian
" kalau kayak gini bisa ngantuk nich , Rain ngomong donk " pintanya
Rain menoleh ke arah Unur " ngomong apa ? " jawabnya
" Yach ngomong apa gitu , biar gak sepi ,
biasanya kamu kan banyak ngomong , kalau diam gini jadi aneh , seolah - olah lagi marahan " ucap Unur lagi
" Enggak juga " jawab Rain singkat
" Enggak juga apa? , kok gak nyambung dengan pertanyaan saya ? "
" Enggak lagi marah maksudnya "
" Lagi mikirin pacarnya mungkin " celetuk Kahfi dengan santainya
" Kalau iya kenapa , gak boleh ? " jawab Rain agak sewot
" Boleh , memang saya tadi melarang ? " ucap Kahfi datar sambil terus memperhatikan ponselnya
Rain menghela nafas panjang kalau membuangnya perlahan - lahan , tak lama berselang ponselnya berdering ,
" Assalamu'alaikum , iya Dit , ni lagi otewe pulang , enggak , pulang bareng Ufi dan Unur , ada bibik juga , okey ,, kamu juga hati2 ya , wa'alaikum salam"
__ADS_1
Rain mematikan ponselnya dan memasukan kembali ke dalam tas kecil miliknya
" Tuch kan , baru juga diomongin " ucap Unur sambil tersenyum memperhatikan mimik Kahfi yang sedikit berubah
" Ente jeles , gus ? " tanya Unur lirih pada Kahfi
Kahfi menatap tajam Unur , kemudian berkata , "emang perlu ya ? " ucapnya jengah
" Perlu gak perlu sich " goda Unur sambil terus fokus pada kemudinya
" Mampir ke tempat biasa " perintah Kahfi
" Asiiap " jawab Unur tanpa penolakan
" Ngapain berhenti ? " tanya Rain bingung
" Jam makan siang Rain , kita makan dulu "
Unur membukakan pintu untuk bik Atun , " Mari bik " ajaknya , sementara sang bibik hanya mengangguk dan mengikuti langkah Unur
Melihat Rain tak bergeming , Unur kembali ke mobil menghampirinya
" Ayo ,, atau mau saya gendong " godanya
" Beneran saya masih kenyang , " tolaknya
" Kahfi memang seperti itu , jangan dimasukin hati ya ucapannya " rayunya
Rain tersenyum ," santuy aja Unur , saya gak baperan kok , buruan masuk nanti dimarahin Beruang es lohh "candanya
" Hahaha , beruang es ,, manusia kutub kali " imbuhnya tertawa ngakak
__ADS_1
" Haahaaa" Rain pun ikut ngakak
" Puas ngledekin saya " ucap Kahfi yang tiba2 muncul diantara keduanya , Rain langsung menutup mulutnya , sementara Unur masih melebarkan bibirnya
" Keluar atau kita bermalam disini " gertaknya pada Rain
" Pemaksaan " bantahnya sembari keluar dari mobil dan berjalan menuju ke resto , tak lama Kahfi dan Unur pun menyusulnya
Setelah makan , merekapun melanjutkan perjalanan , karena kekenyangan Rain pun tertidur dipangkuan bik Atun , Kahfi terus memperhatikan Rain yang terlelap , entah kenapa timbul rasa yang aneh dihatinya ...
Author ; hayooo.. ngaku rasa apa..?
Kahfi ; Kepooo ...
Author ; ungkapin donk ... emang ubi semakin dipendam semakin besar , kalau rasa semakin dipendam semakin nyesek loohhðŸ¤ðŸ¤
Kahfi ; sesukanya kamu aja , yang penting kamu seneng kan..?
Author ; pasrah amat
Kahfi ; lalu.. harus bagaimana , ?
Author ; Augh ah.. gelap
Kahfi ; 🙃🙃
Balik ke cerita lagi ya....
" Yach.. pemeran utamanya tidur , jadi gak seru nich , gak ada yang digoda " ucap Unur sambil menoleh ke arah Rain
" Non Rain itu sebenarnya baik , cuma.. " sang bibik menghentikan ucapannya , sambil terus mengusap- usap kepala Rain
__ADS_1
" Cuma apa bik ? " tanya Unur penasaran , sementara Kahfi hanya menyimaknya saja
Cuma apa hayoo... ikuti terus kisahnya ya...hanya di HIJRAH CINTA AFIFAH , semakin seru bukan.. jangan lupa like, komen dan sarannya ya,, 😘😘😘