
part 9
Menjelang maghrib Ririn memaksa Rain untuk ikut hadir dikajian rutin pekanan dimusholla, meski Rain bersikeras menolak , tapi Ririn tetap kekeh memaksa. Segala bujuk rayuan ia keluarkan untuk meluluhkan hati Rain , membuat keduanya bersitegang
" Ngapain sich kamu maksa ! " bentak Rain
" Pliss .. sekali ini aja ya.. ya.. ya .. " rayu Ririn
" Aku bilang enggak ya..enggak ... TITIK , gak pakai koma " ucap Rain keras
" Ini kesempatan kak Rain lohh bertemu langsung dengan ustadz pujaanku , katanya penasaran.. " bujuk Ririn cekikikan
" Sekarang sudah enggak penasaran , kan sudah tau tampangnya seperti apa ? " jawab Rain merendahkan suaranya
" Siapa tau nanti gus Fie juga hadir.. " bujuk Ririn lagi sambil mengedipkan matanya
" Whatever.. , udah sana pergi aja sendiri " ucap Rain nyelonong pergi
" Kak Rain gak asyik agh... " sambil memanyunkan bibirnya , mengikuti langkah Rain
" Biarin , weeekk " ledeknya
Ririn terus membuntuti Rain kemanapun ia pergi , membuatnya semakin kesal, ia menghentakkan kakinya kemudian berbalik , menatap Ririn tajam .
Sambil bertolak pingggang ia berkata " berhenti gak..!! " bentaknya keras
Bukannya takut Ririn malah nyengir kuda kemudian tersenyum , memainkan ujung bajunya seperti anak kecil yang merajuk pada ibunya
" Gak usah sok manis "
" Lha...memang aku manis , kak " ucapnya pede sambil senyum-senyum
" Iyaaa... kalau dikasih gula satu karung " jawabnya jengah
" Kak pliss.. " mohonnya memelas
" Gak usah memelas , aku gak akan iba " Rain jutek
" Kak Rain kan chantiiikk.... iya kan...masa iya dong ,, mulan aja jamila bukan jamidong " Ririn mengoda Rain dengan banyolannya
" Rayuan receh... gak akan mempan " ucap Rain sambil melebarkan bibirnya sekilas
" Ya sudah... kalau tetap gak mau.. jangan paksa aku untuk menemani kakak ya.. " ancamnya sambil berlalu pergi
Rain menghela nafas kemudian menghempuskannya kasar " kenapa kalau sama Ririn aku gak bisa marah ya,, aku menyayanginya seperti adikku sendiri , dasar bocah tengil " umpatnya lirih sambil tersenyum , kemudian mengambil jaket lalu keluar
" Ayoo.. nanti terlambat loohh " ucapnya ketika berpapasan dengan Ririn diruang tamu
Ririn kaget,, yang tadi masam berubah sumringah , wajahnya terlihat bahagia , " bentar kak " ucapnya buru2 masuk tak lama keluar lagi
__ADS_1
" Ini dipakai dulu , kak .." pintanya sambil menyodorkan kerudung warna dusty pink untuk Rain
" Ihh .. enggak agh... aku tutupin pakai ini aja " jawabnya sambil menarik atas jaket hoodie yang dipakainya
Tanpa banyak ngomong , Ririn langsung memaikan kerudung yang tadi dibawanya , Rain hanya tidak bisa menolaknya , " tuch kan tambah cantik .. " pujinya
" Rin , ayo sudah telat nich " teriak Rani dari luar
" Iya mb " sahut Ririn ,ia menggandeng tangan Rain berjalan menyusul sang kakak
Sesampainya didepan musholla , Rain berhenti , ia merasakan sesuatu yang aneh , tiba2 hatinya berdebar - debar , detak jantung berpacu sangat cepat seperti sedang marathon , Ririn yang telah sampai didepan pintu membalikkan badannya lagi, dan berjalan menghampiri Rain yang masih berdiri mematung
" Kak , ayo masuk " ajaknya sambil menarik tangan Rain
" Sebentar " jawabnya , ia mengatur nafasnya agar lebih rileks , kemudian berjalan masuk menuju musholla , ia duduk dideretan jama'ah perempuan .
Ia terus memegang dadanya " tenang.. tenang , ini masih didunia bukan di akhirat " ucapnya dalam hati sambil mengelus- elus dadanya
Rain semakin tidak nyaman karena banyak mata yang terus memperhatikan dirinya , ketika ia hendak berdiri , Tiba-tiba rombongan Kahfi, Nur rohman dan Rudi masuk ke musholla lewat pintu samping ,
Deg... Rain mengurungkan niatnya ia kembali duduk .
Kajian rutin pun segera di mulai , setelah membuka acara ustadz Nur rohman pun mempersilahkan Kahfi untuk mulai kajian
" Assalamu'alaikum " sapa Kahfi
" Wa'alaikum salam " jawab jama'ah serentak
Tak terasa sudah 1 jam berlalu , kajian pun selesai lalu diakhiri dengan doa , kemudian sholat isya' berjama'ah .
Dalam perjalanan pulang , mereka berdua sibuk dengan pikiran masing2 , Rain hanya diam , Ririn senyam senyum karena hatinya sedang berbunga- bunga , sementara Rani dan Rudi masih berada di musholla.
Begitu sampai rumah , Rain langsung masuk kamar dan merebahkan tubuhnya pelan diatas kasur .
Tangannya meraih ponsel dan mulai usil membuka akun ig nya Ustadz Nur rohman , diklick nya foto yang sedang berdua dengan gus Fie , ia tersenyum bahagia , karena yang dicarinya mulai sudah ketemu , ππππ
" Kahfi nalendra alif ramadhan , panjang amat . .. itu nama apa gerbong kereta api " ucapnya sambil tersenyum
Discrollnya status ig Kahfi satu persatu , diambilnya beberapa foto , tapi ia sama sekali gak berani follow , nglike pun tidak .
Tak berapa lama Ririn masuk ke kamar , melihat Rain tersenyum sendiri , muncul ide konyolnya , ia berjalan sangat hati-hati mendekati Rain , tapi sikap Ririn sudah terbaca oleh Rain ,,pura -pura saja ia tidak tau , begitu Ririn dekat , Rain berteriak
" Ada kecoa..!! " teriaknya kencang sambil berdiri cepat
Ririn yang juga takut kecoa langsung melompat ke atas kasur , sontak membuat Rain tertawa terbahak-bahak
" Haa. ha.. ha... kena prank" ucapnya
" Ihhh.. gak lucu agh... " jawabnya sambil bersungut kesal
__ADS_1
" Salah sendiri ngapain ngendap- endap , seperti maling saja "
" Aku kan penasaran , kenapa kak Rain senyum- senyum sendiri " ucapnya sambil memanyunkan bibirnya
" Dasar tukang KEPOOO .. " ledek Rain
" Jangan bilang kak Rain terpesona dengan gus Fie ya.. " pancingnya
" Iya... eh .... enggaklah.. " jawab Rain gugup
" Haa.. ha ha.. ayo ngaku .. mana yang bener ..iya apa iya.. " Ririn semakin gencar mengoda Rain
" Ihh... enggak ya.. " ucapnya bohong
" Awas kalau bohong , hidung kak Rain bakalan panjang kayak pinokio " ancamnya
" Enggaaakkk " jawab Rain memanjangkan kata2nya
" Enggak bohong , maksudnya "
" Tau agh... sudah malam , ayo tidur.. " ucap Rain sambil . menarik selimutnya
" Fans nya gus Fie itu buanyaakk banget kak , hampir semua teman2 ku mengagguminya , kecuali aku lohh ya " Rain pura2 tertidur
" Aku tau kak Rain pura2 tidur , ayolah kak , bangun .. jangan tidur dulu " ucapnya sambil mengoyang- goyangkan tubuh Rain
" Besok aja dilanjut , sudah ngantuk nich .. "
Ririn pun berbaring kasar lalu menarik selimut , sementara Rain tersenyum dibalik selimutnya karena kekonyolan Ririn , tapi bukan itu saja , entah mengapa hatinya begitu bahagia ... bahagia karena apa Rain... hayooo ngaku ππππ..
ππππππππΉπΉπΉπΉπππππππ
" Kenapa kamu juga kepo, tor , , bukankah semua ini karena coretan2 kamu , " tanya Rain pada Autor
" Gak kepo sebenarnya , cuma seneng aja kalau lihat kamu bahagia " jawab Autor
" Gak kebalik nich .. bukannya kamu yang bahagia , pliss.. jangan mengkambing hitamkan aku dech " ucap Rain agak sewot
" Aamiin ,,, kalau kamu bahagia , dia juga bahagia , akupun bahagia kok , hehehe.. "
" Aamiin , makasih ya , "
" Makasih untuk apa? " tanya Autor sambil menyatukan alisnya
" Untuk semuanya " jawab Rain sambil tersenyum
" Gak jelas loe "
" Sama2 gak jelas , jadi jangan saling membully ,haahaha.. "
__ADS_1
Keduanya tertawa bersama π€£π€£π€£π€£π€£