HIJRAH CINTA AFIFAH

HIJRAH CINTA AFIFAH
Awal bertemu


__ADS_3

part 9


Menjelang maghrib Ririn memaksa Rain untuk ikut hadir dikajian rutin pekanan dimusholla, meski Rain bersikeras menolak , tapi Ririn tetap kekeh memaksa. Segala bujuk rayuan ia keluarkan untuk meluluhkan hati Rain , membuat keduanya bersitegang


" Ngapain sich kamu maksa ! " bentak Rain


" Pliss .. sekali ini aja ya.. ya.. ya .. " rayu Ririn


" Aku bilang enggak ya..enggak ... TITIK , gak pakai koma " ucap Rain keras


" Ini kesempatan kak Rain lohh bertemu langsung dengan ustadz pujaanku , katanya penasaran.. " bujuk Ririn cekikikan


" Sekarang sudah enggak penasaran , kan sudah tau tampangnya seperti apa ? " jawab Rain merendahkan suaranya


" Siapa tau nanti gus Fie juga hadir.. " bujuk Ririn lagi sambil mengedipkan matanya


" Whatever.. , udah sana pergi aja sendiri " ucap Rain nyelonong pergi


" Kak Rain gak asyik agh... " sambil memanyunkan bibirnya , mengikuti langkah Rain


" Biarin , weeekk " ledeknya


Ririn terus membuntuti Rain kemanapun ia pergi , membuatnya semakin kesal, ia menghentakkan kakinya kemudian berbalik , menatap Ririn tajam .


Sambil bertolak pingggang ia berkata " berhenti gak..!! " bentaknya keras


Bukannya takut Ririn malah nyengir kuda kemudian tersenyum , memainkan ujung bajunya seperti anak kecil yang merajuk pada ibunya


" Gak usah sok manis "


" Lha...memang aku manis , kak " ucapnya pede sambil senyum-senyum


" Iyaaa... kalau dikasih gula satu karung " jawabnya jengah


" Kak pliss.. " mohonnya memelas


" Gak usah memelas , aku gak akan iba " Rain jutek


" Kak Rain kan chantiiikk.... iya kan...masa iya dong ,, mulan aja jamila bukan jamidong " Ririn mengoda Rain dengan banyolannya


" Rayuan receh... gak akan mempan " ucap Rain sambil melebarkan bibirnya sekilas


" Ya sudah... kalau tetap gak mau.. jangan paksa aku untuk menemani kakak ya.. " ancamnya sambil berlalu pergi


Rain menghela nafas kemudian menghempuskannya kasar " kenapa kalau sama Ririn aku gak bisa marah ya,, aku menyayanginya seperti adikku sendiri , dasar bocah tengil " umpatnya lirih sambil tersenyum , kemudian mengambil jaket lalu keluar


" Ayoo.. nanti terlambat loohh " ucapnya ketika berpapasan dengan Ririn diruang tamu


Ririn kaget,, yang tadi masam berubah sumringah , wajahnya terlihat bahagia , " bentar kak " ucapnya buru2 masuk tak lama keluar lagi

__ADS_1


" Ini dipakai dulu , kak .." pintanya sambil menyodorkan kerudung warna dusty pink untuk Rain


" Ihh .. enggak agh... aku tutupin pakai ini aja " jawabnya sambil menarik atas jaket hoodie yang dipakainya


Tanpa banyak ngomong , Ririn langsung memaikan kerudung yang tadi dibawanya , Rain hanya tidak bisa menolaknya , " tuch kan tambah cantik .. " pujinya


" Rin , ayo sudah telat nich " teriak Rani dari luar


" Iya mb " sahut Ririn ,ia menggandeng tangan Rain berjalan menyusul sang kakak


Sesampainya didepan musholla , Rain berhenti , ia merasakan sesuatu yang aneh , tiba2 hatinya berdebar - debar , detak jantung berpacu sangat cepat seperti sedang marathon , Ririn yang telah sampai didepan pintu membalikkan badannya lagi, dan berjalan menghampiri Rain yang masih berdiri mematung


" Kak , ayo masuk " ajaknya sambil menarik tangan Rain


" Sebentar " jawabnya , ia mengatur nafasnya agar lebih rileks , kemudian berjalan masuk menuju musholla , ia duduk dideretan jama'ah perempuan .


Ia terus memegang dadanya " tenang.. tenang , ini masih didunia bukan di akhirat " ucapnya dalam hati sambil mengelus- elus dadanya


Rain semakin tidak nyaman karena banyak mata yang terus memperhatikan dirinya , ketika ia hendak berdiri , Tiba-tiba rombongan Kahfi, Nur rohman dan Rudi masuk ke musholla lewat pintu samping ,


Deg... Rain mengurungkan niatnya ia kembali duduk .


Kajian rutin pun segera di mulai , setelah membuka acara ustadz Nur rohman pun mempersilahkan Kahfi untuk mulai kajian


" Assalamu'alaikum " sapa Kahfi


" Wa'alaikum salam " jawab jama'ah serentak


Tak terasa sudah 1 jam berlalu , kajian pun selesai lalu diakhiri dengan doa , kemudian sholat isya' berjama'ah .


Dalam perjalanan pulang , mereka berdua sibuk dengan pikiran masing2 , Rain hanya diam , Ririn senyam senyum karena hatinya sedang berbunga- bunga , sementara Rani dan Rudi masih berada di musholla.


Begitu sampai rumah , Rain langsung masuk kamar dan merebahkan tubuhnya pelan diatas kasur .


Tangannya meraih ponsel dan mulai usil membuka akun ig nya Ustadz Nur rohman , diklick nya foto yang sedang berdua dengan gus Fie , ia tersenyum bahagia , karena yang dicarinya mulai sudah ketemu , πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


" Kahfi nalendra alif ramadhan , panjang amat . .. itu nama apa gerbong kereta api " ucapnya sambil tersenyum


Discrollnya status ig Kahfi satu persatu , diambilnya beberapa foto , tapi ia sama sekali gak berani follow , nglike pun tidak .


Tak berapa lama Ririn masuk ke kamar , melihat Rain tersenyum sendiri , muncul ide konyolnya , ia berjalan sangat hati-hati mendekati Rain , tapi sikap Ririn sudah terbaca oleh Rain ,,pura -pura saja ia tidak tau , begitu Ririn dekat , Rain berteriak


" Ada kecoa..!! " teriaknya kencang sambil berdiri cepat


Ririn yang juga takut kecoa langsung melompat ke atas kasur , sontak membuat Rain tertawa terbahak-bahak


" Haa. ha.. ha... kena prank" ucapnya


" Ihhh.. gak lucu agh... " jawabnya sambil bersungut kesal

__ADS_1


" Salah sendiri ngapain ngendap- endap , seperti maling saja "


" Aku kan penasaran , kenapa kak Rain senyum- senyum sendiri " ucapnya sambil memanyunkan bibirnya


" Dasar tukang KEPOOO .. " ledek Rain


" Jangan bilang kak Rain terpesona dengan gus Fie ya.. " pancingnya


" Iya... eh .... enggaklah.. " jawab Rain gugup


" Haa.. ha ha.. ayo ngaku .. mana yang bener ..iya apa iya.. " Ririn semakin gencar mengoda Rain


" Ihh... enggak ya.. " ucapnya bohong


" Awas kalau bohong , hidung kak Rain bakalan panjang kayak pinokio " ancamnya


" Enggaaakkk " jawab Rain memanjangkan kata2nya


" Enggak bohong , maksudnya "


" Tau agh... sudah malam , ayo tidur.. " ucap Rain sambil . menarik selimutnya


" Fans nya gus Fie itu buanyaakk banget kak , hampir semua teman2 ku mengagguminya , kecuali aku lohh ya " Rain pura2 tertidur


" Aku tau kak Rain pura2 tidur , ayolah kak , bangun .. jangan tidur dulu " ucapnya sambil mengoyang- goyangkan tubuh Rain


" Besok aja dilanjut , sudah ngantuk nich .. "


Ririn pun berbaring kasar lalu menarik selimut , sementara Rain tersenyum dibalik selimutnya karena kekonyolan Ririn , tapi bukan itu saja , entah mengapa hatinya begitu bahagia ... bahagia karena apa Rain... hayooo ngaku πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†..


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸŒΉπŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


" Kenapa kamu juga kepo, tor , , bukankah semua ini karena coretan2 kamu , " tanya Rain pada Autor


" Gak kepo sebenarnya , cuma seneng aja kalau lihat kamu bahagia " jawab Autor


" Gak kebalik nich .. bukannya kamu yang bahagia , pliss.. jangan mengkambing hitamkan aku dech " ucap Rain agak sewot


" Aamiin ,,, kalau kamu bahagia , dia juga bahagia , akupun bahagia kok , hehehe.. "


" Aamiin , makasih ya , "


" Makasih untuk apa? " tanya Autor sambil menyatukan alisnya


" Untuk semuanya " jawab Rain sambil tersenyum


" Gak jelas loe "


" Sama2 gak jelas , jadi jangan saling membully ,haahaha.. "

__ADS_1


Keduanya tertawa bersama 🀣🀣🀣🀣🀣


__ADS_2