HIJRAH CINTA AFIFAH

HIJRAH CINTA AFIFAH
Kehangatan dikesepian


__ADS_3

part 5


" Non Rain , mari silahkan masuk , " ucap bibik mengagetkan lamunannya


" Eh.. iya bik " jawabnya


Rain melangkah memasuki rumah yang sangat sederhana , bangunannya lebih dominan dari kayu , meskipun begitu tertata sangat rapi dan bersih .


" Maaf ya non , beginilah keadaan rumah bibik , semoga non betah " ucap bibik sendu , sambil menaruh barang2 Rain ke dalam rumah


" Emaakk" pekik seseorang dari luar rumah


" mbak Rani ,, emak pulang " teriaknya lagi , sambil berhambur memeluk sang ibu


"Emak , kenapa pulang tidak memberi kabar dulu , " ucap Rani sembari menghampiri dan bergantian memeluk sang ibu


" Emak , dadakan pulangnya , ogh ya kenalin ini non Rain , anak majikan emak "


" Cantiknya..." puji Ririn , anak sang bibik yang paling bontot


" Aku Ririn kak Rain " ucap Ririn sambil menyodorkan tangannya


" Rain " jawabnya singkat


" Rani " gantian mengulurkan tangannya


" Kenapa masuk rumah , tidak memberi salam dulu , malah teriak2 " ucap bibik sambil mengusap2 kepala si bungsu


" Saking senangnya lihat emak tiba2 sudah dirumah , emak bawa oleh2 apa ? " tanyanya polos


" Itu dikardus , kamu buka sendiri ya,, emak masih capek " ucap bibik sambil meluruskan kakinya


" eh .. Rani , bersihkan kamar emak , biar non Rain bisa istirahat " titah sang ibu pada anak sulungnya


" Baik emak " jawab Rani patuh


Sementara Rain hanya terdiam sambil sesekali menatap intens setiap sudut rumah sang bibik


"Silahkan non , kamarnya sudah siap " ucap Rani


" Ehh .. iya mb,, terimakasih , " ucap Rain gelagapan


" Sama2 " jawab Rani ramah


Rain berjalan menuju kamar yang disediakan untuknya , tanpa menunggu Rain menjatuhkan tubuhnya dikasur


" Augh , sakit " keluhnya pelan kemudian tangannya menepuk2 dikasur


" Kerasnya ,, bagaimana mereka bisa tidur nyenyak , kalau kasurnya seperti ini " ucapnya pelan , lalu membaringkn tubuhnya perlahan , sesaat kemudian diapun terlelap karena kecapekan .


Jam bergulir begitu cepat , tak terasa malam pun datang , Rain bangun sambil mengucek - ucek matanya yang masih sulit untuk terbuka lebar ,


" Ugh.. badanku sakit semua .. kok sepi ya.. pada kemana mereka..? " ucapnya pelan sambil memutar badannya ke kanan dan ke kiri

__ADS_1


" Non Rain sudah bangun " sapa bibik


" Pada kemana bik , kok sepi ? " tanya Rain penasaran


" Ngaji dimusholla non ,, mandi dulu non , sudah bibik siapkan air hangatnya " ucap bibik


Rain kembali ke kamar mengambil handuk dan peralatan mandi , kemudian melangkah keluar menuju kamar mandi


" Bibiiikk " pekiknya keras


" Ada apa non " bibik bergegas menghampiri Rain


" Ada kecoa bik , aku takut " ucap Rain ketakutan


Buru2 bibik mengambil kecoa dan membuangnya ,


" Sudah aman non , mari bibik anter ke kamar mandinya " ucap bibik sambil mengandeng Rain dan lampu sentolop ( senter )


" Lampunya mati non , Rudi belum sempat beli " ucap bibik lagi


" Hahh " jawab Rain bergidik ngeri


" Terus kalau ada kecoa , ular , tikus gimana ? , bibik jangan becanda dech , gak lucu bik , " ucapnya kesal


" Maaf non , disini tokonya jauh jadi harus pagi belinya , kalau malam gak ada yang berani melewati hutan itu " tunjuk bibik


" Ihh.. bibik jangan nakut2i kenapa ? gak jadi mandi agh.. cuci muka aja " ucapnya sewot , sementara si bibik hanya terdiam


Setelah selesai Rain buru2 masuk ke kamar , kemudian ganti baju ,


" Wa'alaikum salam , anak sholihahnya emak sudah pulang ? " jawab bibik sambil tersenyum


" Sudah dong , Kak Rain mana mak ,, belum bangun ya ? " tanyanya sambil berjalan ke arah kamar Rain


" Ajakin Kak Rain makan , dek , sudah malam ini ? " ucap Rani


" Kak Rain ,, ayo makan bareng " ucap Ririn nyelonong masuk


" Kakak , kenapa nangis ? , gak betah ya tinggal disini ? " cerocos Ririn


Rain hanya terdiam , buru2 tangannya menghapus sisa airmatanya yang masih menetes , dadanya sesak , entah mengapa ia begitu merindukan orang2 rumah


" Gak boleh nangis kan udah gedhe , besok Ririn ajak ke sungai , kita main air disana , sekarang kita makan dulu ya , " bujuk Ririn , sambil menarik paksa tangan Rain


Rain hanya diam , tapi ia tetap mengikuti langkah Ririn


Semua hidangan sudah tersaji diatas tikar , meski dengan menu sederhana , Rain tertegun melihat Ririn makan begitu lahap hanya dengan menu telur dadar, tempe goreng dan tumis kangkung ,


" Makan kon , jangan dilihatin aja nasinya " ucap bibik mengagetkan lamunannya .


" Ehh ... iya bi,, " jawabnya sedikit gugup, buru2 diraihnya piring kemudian mengambil nasi sedikit dan telur dadar


" Kak Rain , kok makannya sedikit ,, padahal ini enak banget lohh " sahut Ririn dengan mimik ceria

__ADS_1


" Rin ,, kalau lagi makan gak boleh ngomong , nanti keselek " nasehat Rani sang kakak


Ririn hanya nyengir memanyunkan bibir tipisnya , setelah makan semua berkumpul diteras masih beralaskan tikar yang sama , obrolan santai yang sesekali dihiasi candaan dan celoteh lucu dari Ririn.


"Mak , malam ini Ririn tidur bareng kak Rain , boleh ? " tanyanya pelan


" Eh .. jangan, kamu kalau tidur suka muter2,, kasihan kak Rain nanti gak kebagian tempat " larang Rudi si anak tengah bibik


Seketika wajah Ririn berubah sendu , tampak sekali kalau dia sangat kecewa , melihat itu Rain iba , kemudian berkata " boleh kok Rin , "


" Horee... " sorak Ririn tertawa senang


" Weeekk " ledek Ririn pada Rudi


" Ririn " si bibik menatap tajam si anak , " maaf " ucap Ririn seketika ,


" E.. bik , tiap malam sepi seperti ini ? " tanya Rain mengalihkan topik


" Ya .. iya non , setiap hari ya sepi terus , bosan ya ? " tanya bibik balik


" Enggak kok bi ,, cuma kalau kelamaan disini bisa2 gabut.. " jawab Rain sambil tersenyum


" Gabut itu mendung putih ketika akan hujan ya kak ? " tanya Ririn polos


" bukan dek , gabut itu pas ada tamu terus digabut , dibuatkan teh , seperti itu " goda Rudi


" Itu sambut dodol " ledek Rina


" Dodol itu yang dipakai untuk sikat gigi mbak " bantah Rudi sambil tertawa dengan plesetannya


" Itu odol bang Rudi " sahut Ririn


" Bukannya odol itu yang biasanya dipinggir jalan , memakai jaket hijau " timpal Rain sambil tersenyum , tapi malah semua diam , memikirkan maksud ucapan Rain


" Maksud kak Rain apa , Ririn bingung " jawab Ririn sambil mengetuk- ketuk pelipisnya dengan jari


" Maksudnya ojol , Rin " jawab Rain santai


" Ojol itu penjual apa ? kok dipinggir jalan " tanya Ririn masih penasaran


" Ojol itu ojek online " jawab Rudi


" Oalah tukang ojek " sahut Ririn


" Disini sinyal susah ya , dari tadi ngirim chat hanya centang 1, " ucap Rain sendu sambil memutar2 hpnya


" Wuiihh hp kak Rain bagusnya , pasti mahal ya ? " tanya Ririn sambil memperhatikan ponsel Rain


" Gak tau Rin , ini kado dari papa ? " jawab Rain


" Andai bapak masih ada, emak gak perlu kerja jauh " ucapnya sedih


Rani dan Rudi menatap sang adik sendu , ada kerinduan yang mereka rasakan pada sang ayah yang telah pergi setahun yang lalu

__ADS_1


" Maaf , aku tidak bermaksud buat kalian sedih " ucap Rain bingung


" Gak papa kok kak Rain , santai saja , kami sudah ikhlas , bapak sudah tenang dan bahagia disana , sudah malam ayo masuk " ajak Rudi beranjak dari tempat duduknya , diikuti Rani , Ririn dan Rain , masuk ke dalam rumah


__ADS_2