HIJRAH CINTA AFIFAH

HIJRAH CINTA AFIFAH
Giving and giving


__ADS_3

Part 40


Tak berselang lama dari kepergian Rain , umi datang menjenguk Kahfi , pelan² dihampirinya sang putra , diusap kening Kahfi lalu diciumnya .


Sang Umi tersenyum , karena Kahfi demamnya sudah turun , iapun berjalan menghampiri Unur yang sedang rebahan disofa , tak jauh dari Kahfi


" Abang sudah lama tidurnya , dik..? " tanyanya


Unur menoleh ke umi lalu menjawab" Alhamdulillah , sekitaran 30 menit yang lalu, umi " jawabnya sambil menoleh ke sumber suara


" Sudah makan & minum obat ? " tanyanya lagi


" Sudah umi , makanya tidurnya nyenyak " Unur masih tetap rebahan disofa , umi pun duduk disebelah Unur


" Adik sudah makan juga , kalau belum .. makan dulu gih , biar umi yang gantiin jaga "


" Nanti saja umi , masih kenyang "


" Ogh ya , tumben si abang gak drama minum obatnya , kamu pakai mantra apa ? " tanya umi sambil tersenyum


" Tadi ada Rain umi , jadi gak perlu dibujuk " jawab Unur santai


" Rain itu siapa ?, pacarnya abang ? " tanya Umi sedikit heran


" Eh itu umi... bukan ... anu... cuma teman kok " ucap Unur sambil mengaruk² kepalanya , bingung mau menjawab apa


" Ogh gitu... sudah pandai bohong ya anak² , umi.. "


" Bukan begitu , umi .. percayalah kami tidak pacaran kok , semua masih dalam interaksi wajar , jadi umi tidak usah khawatir ya " Ucap Unur sambil memeluknya


" Alhamdulillah ... semoga kalian selalu dalam lindunganNya , aamiin "


" Aamiin "


" Umi... ( panggil Kahfi begitu bangun , lalu duduk bersandar ) abang lapar , ingin makan soto , boleh ? " pintanya penuh harap


" Boleh " jawab umi sambil tersenyum


" Biar adik yang beli ( sahut Unur ) obat nya mujarab ya , demamnya turun , nafsu makannya juga naik " Bisik Unur ditelinga Kahfi sambil tersenyum


" Jangan mulai ... kita debat kalau ane sudah sehat saja , jangan sekarang , " Kahfi sedikit sewot


" Kalau sudah bisa marah , berarti abang sudah sembuh , benar kan mi , 😊😊"


" Sudah... buruan beli dik , keburu ngeces nanti " sahut umi


" Bang ... Rain , itu siapa ? pacar abang ? " tanya umi


" Bukan umi , hanya teman kok , waktu dipandeglang kemarin kita bertemu secara tidak sengaja , aslinya orang sini juga "


" ogh gitu.. abang ada rasa sama itu cewek ? " tanya umi to the point


" Tidak umi... untuk saat ini abang belum memikirkan masalah cewek , menikah dan lain², masih ingin fokus ke Tasik dan kajian saja "


" Iya umi paham , cuma sampai kapan ditunda bang , umur sudah 25 tahun looh , mau menikah umur berapa ? "


" Bukan menunda umi , cuma belum waktunya saja " jawab Kahfi datar


" Adakah seseorang yang sedang abang tunggu ? " Kahfi tidak menjawab , ia kembali fokus pada ponselnya , umi pun menyadari bahwa sang anak tidak ingin membahas masalah itu terlalu dalam ,


Beralih ke Rain ya ...


Sepulang dari rumah sakit , mereka berdua ngobrol dikamar Rain sambil mengerjakan tugas sekolah ,


" Rain , haus nich , tumben sich gak dibuatin minum ? "


" Kayak tamu aja , ambil sendiri sono dikulkas , sekalian ambil cemilan dilemari kaca , bawa sini semua ya ," titah Rain


" Ok... " jawab Sheila bergegas turun ke bawah


" Enaknya jadi Rain , anak semata wayang , rumah kayak istana , sangat dicintai oleh sepupuku , lha aku... agh... sudahlah , gak ada gunanya juga ngeluh , aku yakin suatu saat aku juga bahagia bersama pangeranku , hehehe " Ucapnya


" Rain , aku ambil secukupnya saja , gk bisa mbawa kalau banyak "


" Ya sudah terserah kamu , nanti kalau kurang bisa ambil lagi " jawab Rain masih fokus dengan bukunya


" Rain .. boleh tanya gak ? "


" Tanya apa ? "


" Kamu beneran gak suka sama Ufie ? " tanya Sheila pelan


Rain mendongakkan kepalanya , menatap Sheila sendu " Aku gak tau " jawabnya kemudian


" Aku bisa lihat kalau kamu sangat mencintainya , Rain ... dan itu tulus dan dalam banget " Sheila menatap lekat Rain , ia berharap teka - teki yang selama ini ia simpan segera terjawab


Rain menghela nafas berat , kemudian menaruh buku yang dipegangnya , ia meraih minuman kemasan dalam botol lalu meneguknya hingga setengah , Sheila terus memperhatikan sahabatnya ,


" La ... aku sadar aku ini siapa , dan aku juga harus sadar Ufie itu siapa ,


Orang sholih seperti Ufie jodohnya pasti juga bukan orang sembarangan , pasti cantik , berhijab , pinter , anak pondokan , lha aku... kamu tau sendiri aku orangnya kayak gimana .. "


" Kamu orangnya ngambekan , mudah marah , gak tegaan , gak enakan , dan sekarang levelnya naik , gampang insecure , baperan , dan cengeng " jawab Sheila


" Nah itu kamu tau .. " ucap Rain cuek meski dijudge sang sahabat tentang sisi buruknya

__ADS_1


" Gak sekevel , La... beda kasta " ucapnya lagi


" Itu kan versi kamu , dan cinta tak mengenal itu , asal kamu tau ya Rain


cover bisa dirubah , tinggal kamu nya mau merubahnya atau tidak , sudah berulang kali aku ngomong , jangan pernah membanding²kan hidup kita dengan orang lain , karena manusia itu punya kelebihan dan kekurangan masing² , bisa kamu bayangkan seandainya semua manusia didunia ini sama , baik semua , cantik semua , ganteng semua , kan jadi gak seru , gak ada warna - warninya , sejak kenal Ufie , kamu berbeda 180 derajat , kurang apa sich Radit dimata kamu ? , bisa² nya keplek² sama beruang es , ganteng sich ganteng , tapi... "


" Tapi apa..? , kamu naksir juga sama dia ? " tanya Rain penasaran


" Naksir kamu bilang ... sorry ya... gak minat , cowok flat dan cool seperti dia cocoknya sama kamu bukan aku , jangankan suka , digratisin loh gue ogah ... " jawab Sheila


" Sok jual mahal , jangan kepedean , lagian belum tentu juga...Ufie nya mau sama kamu "


" Lha berarti sama² gak mau kan , lagian ya kalau aku pikir² , gak enak loh jadi istrinya ustadz itu "


" Gak enaknya...? "


" Ya enak aja , masa sich Rain ...harus dijelasin ? , hiiiii " Sheila mencubit pipi sang sahabat karena gemas


" Aduuuh , sakit La , kira² napa , ini pipi orang bukan pipi boneka " Rain sewot karena kesakitan , pipinya terasa panas akibat cubitan dari Sheila , ia pun terus mengusap²nya


" Ogh iya... maap lupa" ucapnya cekikian


" Buruan jelasin , gak enaknya jadi istri ustadz itu apa ? , takut dipoligami maksud kamu "


" Yuuppp , nah itu tempe .. "


" Gak semua ustadz punya pemikiran seperti itu , La , banyak kok ustadz yang setia dengan satu istri , dan semoga Ufie juga begitu "


" Cie.. cie.. cie ... dibelain terus... yang lagi demen sama ustadz " godanya


" Aku memang SUKA , puaaasss loe ! "


" Hahaha , akhirnya ngaku juga kalau suka , terus Radit mau dikemanain ? buat cadangan ... gitu"


" Yach gak gitu juga La , aku juga masih berusaha untuk tetap sama Radit kok , bukankah cinta itu tak harus memiliki , dan aku merasa Ufie itu sedang menunggu seseorang makanya betah menjomblo "


" Darimana kamu tau , stalking ya... hahaha , waaah punya hoby baru sekarang ngepoin beruang es , awas looh nanti keterusan , tapi bagi sedikit biar aku gak penasaran dengan kehidupan mayanya "


" Keepoo juga... enggak aku kasih tau , kasih nya tempe & telur dadar aja , biar kamu makin gembul , weeeek " ledeknya


" Gak dikasih tau juga gak pa² , gitu aja kok repot , gak ada manfaat nya juga stalking kehidupan orang lain , mending nikmatin hidup kita sendiri ... ugh enaknya main game sambil ngemil , gratis lagi... "


" Enak lah ... apalagi ngemiliki dia sepenuhnya , hahaha ... "


" Bisa aja loe , tempe mendoan "


" Bisa lah bakpao pisang , wkwkwk "


" Emang ada..? "


" Emang ... bisa..? "


" Ngremehin gue , loooee ... itu sich perkara mudah , tinggal beli bakpao & pisang terus digabung kan jadi bakpao pisang , repot amat "


" Itu sich bukan mbuat , agh .... sudahlah... repot kalau debat sama pakarnya bucin , pasti kalah ,


Kembali ke topik tadi , kalau misalnya nich ... tiba² Ufie menikah , bagaimana? sudah disiapin hatinya , "


Rain terdiam , pertanyaan Sheila membuat semangatnya hilang , tiba² dadanya nyesek , wajah yang tadinya ceria berubah sendu , ada rasa sakit yang berusaha Rain sembunyikan tapi Sheila malah mengodanya


".Gak rela Ufie menikah dengan cewek lain ? " tanyanya kemudian


" Rela gak rela sich , kalau memang gak jodoh ya .. mau gimana lagi , masa mau dipaksa , "


" Nyerah nich ceritanya ... naklukin Radit aja bisa masa Ufie gak bisa , bukan Rain namanya " dukung Sheila menepuk² pundak sahabatnya


" Bukan nyerah La , tapi memang sulit untuk ditaklukkan , yang aku hadapin bukan orang biasa tapi orang yang taat banget agamanya , orang yang banyak ilmu , hafidz Qur'an , idaman semua wanita "


" Tapi bukan idaman gue , aku suka laki² yang sederhana , yang humoris , yang romantis , soal agama bisa belajar sama² "


" Aku juga gak tau , kenapa kok hati ini sreg milih dia , jelas² gak sekufu , gak selevel , gak segenre , kenapa gitu loh , kenapa harus dia , padahal sudah punya Radit... egh ... Radit kemana sich , tumben gak ada kabar , barusan online tapi gak ngechat aku , ada apa nich orang "


" Ya kaburlah ... lha wong kamu ghosting , kamu duain , mungkin sekarang lagi pedekate sama cewek lain yang setia dan lebih cantik dari kamu " goda Sheila


" Gak mungkin , Radit gak sekejam itu , kalau kamu mungkin nusuk aku dari belakang , " protes Rain peekeras


" Hahaha , nusuk pakai cinta , eemmuuaach... emuuaachhh... "


" Hey ... Sadar La ... aku cewek looh , iih .. lama² serem ... nafsu banget "


" Wkwkwk ... nafsu makan iya... laper soalnya "


" Makan nasi sono , nyemil sekarung juga gak akan kenyang versi perut kamu "


" Ya maklum perut orang jawa , kalau gak ketemu nasi juga gak kenyang , perut kamu kan versi orang inggris , makan roti juga kenyang "


Tok... tok.. tok


Bi Atun mengetuk pintu kamar Rain , memberitahu kalau Radit datang dan sudah menunggu dibawah , buru² Rain turun , dengan muka jutek dia menghampiri Radit yang duduk disofa


" Masih ingat alamat rumahku " sindirnya


Sambil tersenyum Radit berkata " lupa ... tadi serlok dulu pas mau kesini " godanya , ia tahu kalau Rain kesal padanya


" Akhir² ini sering ngilang , gimana ... sudah dapat ceweknya " tanya Rain kesal , Radit mengerutkan alisnya ,

__ADS_1


" Maksudnya ? Aku gak ngerti " jawab Radit pura² bingung


" Tau agh... "


" Cowoknya datang bukannya dibuatin minum yang enak , malah dijutekin , kalau kangen bilang kale , gak usah marah² "


" Siapa yang marah , orang lagi kesel juga "


" Bedanya kesel sama marah , apa...? "


" Ya, beda lah ....iih lama² kamu nyebelin , Dit , "


" Nyebelin apa ngangenin , hahaha... "


" Dua²nya ... kamu bawa apa itu ? " tanya Rain sambil membuka paperbag besar yang dibawa Radit


" Oleh² dari jombang , maaf ya... kemarin lupa pamit"


" Lupa aja terus , kemarin lupa pamit , hari ini lupa ngabari , besok lupa kalau punya aku " omelnya


" Ya enggaklah sayang ... "


" Buktinya , betah gak ngasih kabar , gak sempat atau memang sudah ada yang lain ? "


" Ada yang lain memang , hehehe... kenapa , jeles ? "


" Enggaklah , ngapain jeles , cuma aku intipin hati kamu , kalau ramai ya aku pulang , kalau sepi ya aku singgah "


" Ramai terus hati gue , soalnya kamu selalu main² disana " gombalnya


" Kalau cuma aku , kenapa ramai? "


" Ya itulah hebatnya kamu , meskipun sendirian tapi mampu membahagiakan hatiku , jadi ramai dan penuh warna "


" Sejak kapan pandai ngegombal ? "


" Sejak jauh dari kamu "


" Bucin "


" Bucin itu kalau perempuan , kalau laki² Pakcin dong , hahaha "


" Hahaha " Rain ikut tertawa


" Gitu dong tertawa , diapelin pacar kok jutek , harusnya seneng , bahagia , ceria , bukannya kesel dan marah² , atau , jangan .. jangan gak suka ya aku kesini ? "


" Jutek ... pacarnya nyebelin dan selalu bikin kesel , ada urusan apa sich , sering banget ke jombang ? "


" Mau tau aja pa mau tau banget ? "


" Bosan TAHU , sekali² ayam kek , telur kek , ikan kek ,"


" Ini ..nich , yang bikin kangen kalau gak bertemu ,"


" Emang nya kamu kangen gitu sama aku ? "


" Kalau gak kangen , ngapain aku kesini , aku belum istirahat sama sekali loh , mbela²in ingin bertemu , demi siapa coba "


" Demikian , terimakasih ... "


" Tuch kan... ngemesin banget sich " Radit mencubit pipi Rain


" Aduuh sakit , Dit " teriaknya


" Keluar yuk , jalan² , "


" Katanya belum istirahat kok ngajak keluar , emang gak capek ? "


" Capeknya langsung hilang setelah bertemu denganmu "


" Uuuh ... so sweet banget sich , besok aja ya , ada Sheila disini ? "


" Ngapain donat kacang itu disini ? "


" Ngerjain tugas , ogh ya , tadi siang sepulang skul kita ke rumah sakit , "


" Njenguk Sari ? " Rain mengangguk pelan


" Iya , sari masih kritis , Dit "


" Ya sudah , yang sabar , kita kan gak tau rencana Allah seperti apa ? , tetap doakan saja yang terbaik ya " Rain kembali mengangguk


" Ufie juga masuk rumah sakit " ucapnya


" Ufie sakit ? , sakit apa ..? "


" Entah sakit apa , aku juga gak tau dan gak tanya , "


" Kangen kali sama kamu " godanya


Rain menatap tajam laki² yang ada didepanya , Radit hanya tersenyum , tapi hatinya berbicara " Aku tau kamu pun merindukannya , Rain .."


Cinta itu memberi ... memberi tanpa harap kembali ,


memberi tanpa berharap diberi , mencintai tanpa berharap dicintai ,

__ADS_1


Dan jangan pernah bertanya , karena sampai saat ini akupun tidak pernah tau alasannya , mengapa , kenapa dan bagaimana..


__ADS_2