
Part 40
Tak berselang lama dari kepergian Rain , umi datang menjenguk Kahfi , pelan² dihampirinya sang putra , diusap kening Kahfi lalu diciumnya .
Sang Umi tersenyum , karena Kahfi demamnya sudah turun , iapun berjalan menghampiri Unur yang sedang rebahan disofa , tak jauh dari Kahfi
" Abang sudah lama tidurnya , dik..? " tanyanya
Unur menoleh ke umi lalu menjawab" Alhamdulillah , sekitaran 30 menit yang lalu, umi " jawabnya sambil menoleh ke sumber suara
" Sudah makan & minum obat ? " tanyanya lagi
" Sudah umi , makanya tidurnya nyenyak " Unur masih tetap rebahan disofa , umi pun duduk disebelah Unur
" Adik sudah makan juga , kalau belum .. makan dulu gih , biar umi yang gantiin jaga "
" Nanti saja umi , masih kenyang "
" Ogh ya , tumben si abang gak drama minum obatnya , kamu pakai mantra apa ? " tanya umi sambil tersenyum
" Tadi ada Rain umi , jadi gak perlu dibujuk " jawab Unur santai
" Rain itu siapa ?, pacarnya abang ? " tanya Umi sedikit heran
" Eh itu umi... bukan ... anu... cuma teman kok " ucap Unur sambil mengaruk² kepalanya , bingung mau menjawab apa
" Ogh gitu... sudah pandai bohong ya anak² , umi.. "
" Bukan begitu , umi .. percayalah kami tidak pacaran kok , semua masih dalam interaksi wajar , jadi umi tidak usah khawatir ya " Ucap Unur sambil memeluknya
" Alhamdulillah ... semoga kalian selalu dalam lindunganNya , aamiin "
" Aamiin "
" Umi... ( panggil Kahfi begitu bangun , lalu duduk bersandar ) abang lapar , ingin makan soto , boleh ? " pintanya penuh harap
" Boleh " jawab umi sambil tersenyum
" Biar adik yang beli ( sahut Unur ) obat nya mujarab ya , demamnya turun , nafsu makannya juga naik " Bisik Unur ditelinga Kahfi sambil tersenyum
" Jangan mulai ... kita debat kalau ane sudah sehat saja , jangan sekarang , " Kahfi sedikit sewot
" Kalau sudah bisa marah , berarti abang sudah sembuh , benar kan mi , 😊😊"
" Sudah... buruan beli dik , keburu ngeces nanti " sahut umi
" Bang ... Rain , itu siapa ? pacar abang ? " tanya umi
" Bukan umi , hanya teman kok , waktu dipandeglang kemarin kita bertemu secara tidak sengaja , aslinya orang sini juga "
" ogh gitu.. abang ada rasa sama itu cewek ? " tanya umi to the point
" Tidak umi... untuk saat ini abang belum memikirkan masalah cewek , menikah dan lain², masih ingin fokus ke Tasik dan kajian saja "
" Iya umi paham , cuma sampai kapan ditunda bang , umur sudah 25 tahun looh , mau menikah umur berapa ? "
" Bukan menunda umi , cuma belum waktunya saja " jawab Kahfi datar
" Adakah seseorang yang sedang abang tunggu ? " Kahfi tidak menjawab , ia kembali fokus pada ponselnya , umi pun menyadari bahwa sang anak tidak ingin membahas masalah itu terlalu dalam ,
Beralih ke Rain ya ...
Sepulang dari rumah sakit , mereka berdua ngobrol dikamar Rain sambil mengerjakan tugas sekolah ,
" Rain , haus nich , tumben sich gak dibuatin minum ? "
" Kayak tamu aja , ambil sendiri sono dikulkas , sekalian ambil cemilan dilemari kaca , bawa sini semua ya ," titah Rain
" Ok... " jawab Sheila bergegas turun ke bawah
" Enaknya jadi Rain , anak semata wayang , rumah kayak istana , sangat dicintai oleh sepupuku , lha aku... agh... sudahlah , gak ada gunanya juga ngeluh , aku yakin suatu saat aku juga bahagia bersama pangeranku , hehehe " Ucapnya
" Rain , aku ambil secukupnya saja , gk bisa mbawa kalau banyak "
" Ya sudah terserah kamu , nanti kalau kurang bisa ambil lagi " jawab Rain masih fokus dengan bukunya
" Rain .. boleh tanya gak ? "
" Tanya apa ? "
" Kamu beneran gak suka sama Ufie ? " tanya Sheila pelan
Rain mendongakkan kepalanya , menatap Sheila sendu " Aku gak tau " jawabnya kemudian
" Aku bisa lihat kalau kamu sangat mencintainya , Rain ... dan itu tulus dan dalam banget " Sheila menatap lekat Rain , ia berharap teka - teki yang selama ini ia simpan segera terjawab
Rain menghela nafas berat , kemudian menaruh buku yang dipegangnya , ia meraih minuman kemasan dalam botol lalu meneguknya hingga setengah , Sheila terus memperhatikan sahabatnya ,
" La ... aku sadar aku ini siapa , dan aku juga harus sadar Ufie itu siapa ,
Orang sholih seperti Ufie jodohnya pasti juga bukan orang sembarangan , pasti cantik , berhijab , pinter , anak pondokan , lha aku... kamu tau sendiri aku orangnya kayak gimana .. "
" Kamu orangnya ngambekan , mudah marah , gak tegaan , gak enakan , dan sekarang levelnya naik , gampang insecure , baperan , dan cengeng " jawab Sheila
" Nah itu kamu tau .. " ucap Rain cuek meski dijudge sang sahabat tentang sisi buruknya
__ADS_1
" Gak sekevel , La... beda kasta " ucapnya lagi
" Itu kan versi kamu , dan cinta tak mengenal itu , asal kamu tau ya Rain
cover bisa dirubah , tinggal kamu nya mau merubahnya atau tidak , sudah berulang kali aku ngomong , jangan pernah membanding²kan hidup kita dengan orang lain , karena manusia itu punya kelebihan dan kekurangan masing² , bisa kamu bayangkan seandainya semua manusia didunia ini sama , baik semua , cantik semua , ganteng semua , kan jadi gak seru , gak ada warna - warninya , sejak kenal Ufie , kamu berbeda 180 derajat , kurang apa sich Radit dimata kamu ? , bisa² nya keplek² sama beruang es , ganteng sich ganteng , tapi... "
" Tapi apa..? , kamu naksir juga sama dia ? " tanya Rain penasaran
" Naksir kamu bilang ... sorry ya... gak minat , cowok flat dan cool seperti dia cocoknya sama kamu bukan aku , jangankan suka , digratisin loh gue ogah ... " jawab Sheila
" Sok jual mahal , jangan kepedean , lagian belum tentu juga...Ufie nya mau sama kamu "
" Lha berarti sama² gak mau kan , lagian ya kalau aku pikir² , gak enak loh jadi istrinya ustadz itu "
" Gak enaknya...? "
" Ya enak aja , masa sich Rain ...harus dijelasin ? , hiiiii " Sheila mencubit pipi sang sahabat karena gemas
" Aduuuh , sakit La , kira² napa , ini pipi orang bukan pipi boneka " Rain sewot karena kesakitan , pipinya terasa panas akibat cubitan dari Sheila , ia pun terus mengusap²nya
" Ogh iya... maap lupa" ucapnya cekikian
" Buruan jelasin , gak enaknya jadi istri ustadz itu apa ? , takut dipoligami maksud kamu "
" Yuuppp , nah itu tempe .. "
" Gak semua ustadz punya pemikiran seperti itu , La , banyak kok ustadz yang setia dengan satu istri , dan semoga Ufie juga begitu "
" Cie.. cie.. cie ... dibelain terus... yang lagi demen sama ustadz " godanya
" Aku memang SUKA , puaaasss loe ! "
" Hahaha , akhirnya ngaku juga kalau suka , terus Radit mau dikemanain ? buat cadangan ... gitu"
" Yach gak gitu juga La , aku juga masih berusaha untuk tetap sama Radit kok , bukankah cinta itu tak harus memiliki , dan aku merasa Ufie itu sedang menunggu seseorang makanya betah menjomblo "
" Darimana kamu tau , stalking ya... hahaha , waaah punya hoby baru sekarang ngepoin beruang es , awas looh nanti keterusan , tapi bagi sedikit biar aku gak penasaran dengan kehidupan mayanya "
" Keepoo juga... enggak aku kasih tau , kasih nya tempe & telur dadar aja , biar kamu makin gembul , weeeek " ledeknya
" Gak dikasih tau juga gak pa² , gitu aja kok repot , gak ada manfaat nya juga stalking kehidupan orang lain , mending nikmatin hidup kita sendiri ... ugh enaknya main game sambil ngemil , gratis lagi... "
" Enak lah ... apalagi ngemiliki dia sepenuhnya , hahaha ... "
" Bisa aja loe , tempe mendoan "
" Bisa lah bakpao pisang , wkwkwk "
" Emang ada..? "
" Emang ... bisa..? "
" Ngremehin gue , loooee ... itu sich perkara mudah , tinggal beli bakpao & pisang terus digabung kan jadi bakpao pisang , repot amat "
" Itu sich bukan mbuat , agh .... sudahlah... repot kalau debat sama pakarnya bucin , pasti kalah ,
Kembali ke topik tadi , kalau misalnya nich ... tiba² Ufie menikah , bagaimana? sudah disiapin hatinya , "
Rain terdiam , pertanyaan Sheila membuat semangatnya hilang , tiba² dadanya nyesek , wajah yang tadinya ceria berubah sendu , ada rasa sakit yang berusaha Rain sembunyikan tapi Sheila malah mengodanya
".Gak rela Ufie menikah dengan cewek lain ? " tanyanya kemudian
" Rela gak rela sich , kalau memang gak jodoh ya .. mau gimana lagi , masa mau dipaksa , "
" Nyerah nich ceritanya ... naklukin Radit aja bisa masa Ufie gak bisa , bukan Rain namanya " dukung Sheila menepuk² pundak sahabatnya
" Bukan nyerah La , tapi memang sulit untuk ditaklukkan , yang aku hadapin bukan orang biasa tapi orang yang taat banget agamanya , orang yang banyak ilmu , hafidz Qur'an , idaman semua wanita "
" Tapi bukan idaman gue , aku suka laki² yang sederhana , yang humoris , yang romantis , soal agama bisa belajar sama² "
" Aku juga gak tau , kenapa kok hati ini sreg milih dia , jelas² gak sekufu , gak selevel , gak segenre , kenapa gitu loh , kenapa harus dia , padahal sudah punya Radit... egh ... Radit kemana sich , tumben gak ada kabar , barusan online tapi gak ngechat aku , ada apa nich orang "
" Ya kaburlah ... lha wong kamu ghosting , kamu duain , mungkin sekarang lagi pedekate sama cewek lain yang setia dan lebih cantik dari kamu " goda Sheila
" Gak mungkin , Radit gak sekejam itu , kalau kamu mungkin nusuk aku dari belakang , " protes Rain peekeras
" Hahaha , nusuk pakai cinta , eemmuuaach... emuuaachhh... "
" Hey ... Sadar La ... aku cewek looh , iih .. lama² serem ... nafsu banget "
" Wkwkwk ... nafsu makan iya... laper soalnya "
" Makan nasi sono , nyemil sekarung juga gak akan kenyang versi perut kamu "
" Ya maklum perut orang jawa , kalau gak ketemu nasi juga gak kenyang , perut kamu kan versi orang inggris , makan roti juga kenyang "
Tok... tok.. tok
Bi Atun mengetuk pintu kamar Rain , memberitahu kalau Radit datang dan sudah menunggu dibawah , buru² Rain turun , dengan muka jutek dia menghampiri Radit yang duduk disofa
" Masih ingat alamat rumahku " sindirnya
Sambil tersenyum Radit berkata " lupa ... tadi serlok dulu pas mau kesini " godanya , ia tahu kalau Rain kesal padanya
" Akhir² ini sering ngilang , gimana ... sudah dapat ceweknya " tanya Rain kesal , Radit mengerutkan alisnya ,
__ADS_1
" Maksudnya ? Aku gak ngerti " jawab Radit pura² bingung
" Tau agh... "
" Cowoknya datang bukannya dibuatin minum yang enak , malah dijutekin , kalau kangen bilang kale , gak usah marah² "
" Siapa yang marah , orang lagi kesel juga "
" Bedanya kesel sama marah , apa...? "
" Ya, beda lah ....iih lama² kamu nyebelin , Dit , "
" Nyebelin apa ngangenin , hahaha... "
" Dua²nya ... kamu bawa apa itu ? " tanya Rain sambil membuka paperbag besar yang dibawa Radit
" Oleh² dari jombang , maaf ya... kemarin lupa pamit"
" Lupa aja terus , kemarin lupa pamit , hari ini lupa ngabari , besok lupa kalau punya aku " omelnya
" Ya enggaklah sayang ... "
" Buktinya , betah gak ngasih kabar , gak sempat atau memang sudah ada yang lain ? "
" Ada yang lain memang , hehehe... kenapa , jeles ? "
" Enggaklah , ngapain jeles , cuma aku intipin hati kamu , kalau ramai ya aku pulang , kalau sepi ya aku singgah "
" Ramai terus hati gue , soalnya kamu selalu main² disana " gombalnya
" Kalau cuma aku , kenapa ramai? "
" Ya itulah hebatnya kamu , meskipun sendirian tapi mampu membahagiakan hatiku , jadi ramai dan penuh warna "
" Sejak kapan pandai ngegombal ? "
" Sejak jauh dari kamu "
" Bucin "
" Bucin itu kalau perempuan , kalau laki² Pakcin dong , hahaha "
" Hahaha " Rain ikut tertawa
" Gitu dong tertawa , diapelin pacar kok jutek , harusnya seneng , bahagia , ceria , bukannya kesel dan marah² , atau , jangan .. jangan gak suka ya aku kesini ? "
" Jutek ... pacarnya nyebelin dan selalu bikin kesel , ada urusan apa sich , sering banget ke jombang ? "
" Mau tau aja pa mau tau banget ? "
" Bosan TAHU , sekali² ayam kek , telur kek , ikan kek ,"
" Ini ..nich , yang bikin kangen kalau gak bertemu ,"
" Emang nya kamu kangen gitu sama aku ? "
" Kalau gak kangen , ngapain aku kesini , aku belum istirahat sama sekali loh , mbela²in ingin bertemu , demi siapa coba "
" Demikian , terimakasih ... "
" Tuch kan... ngemesin banget sich " Radit mencubit pipi Rain
" Aduuh sakit , Dit " teriaknya
" Keluar yuk , jalan² , "
" Katanya belum istirahat kok ngajak keluar , emang gak capek ? "
" Capeknya langsung hilang setelah bertemu denganmu "
" Uuuh ... so sweet banget sich , besok aja ya , ada Sheila disini ? "
" Ngapain donat kacang itu disini ? "
" Ngerjain tugas , ogh ya , tadi siang sepulang skul kita ke rumah sakit , "
" Njenguk Sari ? " Rain mengangguk pelan
" Iya , sari masih kritis , Dit "
" Ya sudah , yang sabar , kita kan gak tau rencana Allah seperti apa ? , tetap doakan saja yang terbaik ya " Rain kembali mengangguk
" Ufie juga masuk rumah sakit " ucapnya
" Ufie sakit ? , sakit apa ..? "
" Entah sakit apa , aku juga gak tau dan gak tanya , "
" Kangen kali sama kamu " godanya
Rain menatap tajam laki² yang ada didepanya , Radit hanya tersenyum , tapi hatinya berbicara " Aku tau kamu pun merindukannya , Rain .."
Cinta itu memberi ... memberi tanpa harap kembali ,
memberi tanpa berharap diberi , mencintai tanpa berharap dicintai ,
__ADS_1
Dan jangan pernah bertanya , karena sampai saat ini akupun tidak pernah tau alasannya , mengapa , kenapa dan bagaimana..