
Part 31
Setibanya dirumah umi tak henti2nya menebar senyuman , jelas terlihat kalau suasana hatinya sedang bahagia .
Hingga membuat seisi rumah terheran2 , begitu juga dengan Yai Hanafi , melihat sang istri bahagia iapun mengulaskan senyum
" Semalam mimpi apa mi ? " godanya
" Mimpi ketiban bulan " jawab sang istri asal
" Aduuhh ... mana yang sakit ? " godanya lagi sambil memeriksa tubuh sang istri , kemudian memeluknya erat
" Abi.. umi.. masih pagi , jangan menebar keuwuan , jiwa jomblo adik meronta nich ? " ledek Unur
" Pengeen ...makanya buruan nikah " ledek Abi ganti
" Abang tuch yang buruan , nungguin apa sich , ingat umur makin tua loh " goda Unur pada sang kakak sepupu , sementara Kahfi masih dalam mode cuek
" Ogh ya ,umi tadibertemu dengan Rere , calon mantu kita " cerita umi sambil tersenyum sumringah
" Jadi ini yang membuat umi bahagia " ujar Abi
Umi tersenyum simpul " Rere tambah cantik , nggemesin pokoknya , sayang nya masih sekolah , tapi gak papa , bentar lagi juga lulus " umi menyambungkan ceritanya
" Abi jadi penasaran "
" Adik juga , abang gak penasaran ? "
Kahfi menggeleng pelan sambil terus memainkan game diponselnya
" Jangan khawatir , tidak lama lagi pasti dia kesini , soalnya dia ingin mencicipi masakan umi katanya"
" Horee , akhirnya .. ogh akhirnya , aku punya calon kakak ipar " sorak Unur
" Kumat " hardik Kahfi
" Pokonya umi ingin menjodohkan abang dengan Rere , dan adik dengan Lala , titik " ucap umi tegas
" Umi yang namanya jodoh , rejeki dan maut itu rahasia Allah , kita tidak bisa memaksakan apa yg kita mau , yang terlalu berharap nanti kecewa "
" Kan berharapnya sama Allah , bi... bukan pada manusia , " bantahnya
" Iya .. tapi umi jangan terlalu berharap biar gk kecewa , banyak2 berdoa saja , semoga apa yang umi ingin terijabah "
"Aamiin " ucap Umi dan Unur bersamaan dengan
lantang
Kahfi menyikut keras pundak sang adik , membuat si empu meringis karena kesakitan
"Apaan sich bang , semua doa baik itu harus diaamiinkan , iya kan bi "
" Iya betul " sahut umi
" Terserah umi saja lah " ucapnya pasrah , ia pun membaringkan tubuhnya disofa , kemudian umi mendekat dan mengusap2 kepala sang anak dengan penuh kasih sayang , Kahfi pun semakin manja , ia menggeser kepalanya tepat di pangkuan sang bunda ,
" Eehhh... ini istri abi , enak saja tidur dipangkuan istri orang , sana... sana.. geser , " canda sang ayah sambil memaksa duduk diantara istri dan anaknya .
__ADS_1
" Pinjam sebntar bi , " Kahfi tidak mau mengalah dan terus mendesak tubuh abinya , melihat itu Unur tersenyum ada rasa getir didalam hatinya ,
" Seandainya ayah dan ibu masih ada , tentu aku akan sangat bahagia " gumannya dalam hati , tak terasa butiran kristal jatuh satu persatu tanpa ia sadari ,
" Adek kenapa ? " pertanyaan umi menggagetkannya , buru2 ia menyeka air matanya ,
" Eh ,, gak papa kok mi , tiba2 kelilipan " ucapnya bohong
" Beneran " tanya umi meyakinkan , Unur mengangguk mantap
" Bungkus lemper , siap2 gih , habis ini kita ke tasik "
perintah Kahfi kepada sang sepupu
" Kok mendadak bang , ada apa kok tiba2 kesana ? , perasaan hari ini kita off jadwal " jawab Unur
" Gak usah bawa perasaan , bikin galau aja " ucap Kahfi kemudian
" Lha .. yang galau siapa ? "
" Kebanyakan tanya , ikut gak ? , kalau enggak aku pergi sendiri " gerutu Kahfi sambil berlalu
" Kalau jelas ngapainnya ya ikut , kalau gak jelas ya bingung juga " ucap Unur sambil menggaruk2 kepalanya yang tidak gatal kemudian mengikuti langkah Kahfi
" Kalau bingung ya pegangan " jawab Kahfi
" Nah loooh , sudah ketularan Rain , jangan.. jangan lagi kangen "
Kahfi menghentikan langkahnya kemudian membalik tubuhnya , menatap tajam ke arah Unur , " bisa gak sich , gak usah bahas2 cewek , pusing kepala ku , kayak gak ada topik lain aja " omelnya
" Sebenarnya yang sudah terkontaminasi itu ente bukan ane " Kahfi sewot
Masih senyum2 Unur berkata " tuch cewek memang bikin kangen , kalau ada dia itu suasana jadi hidup , bisa, mencairkan suasana , gak ngebosenin "
Eeheem , Kahfi berdehem " sukaa ? " tanyanya
" Normal lah , aku cowok , dia cewek , yang gak normal tuch abang " ejeknya
Tanpa berkata2 lagi , Kahfi meninggalkan Unur dan masuk ke kamarnya , Unur pun berjalan menuju ke kamarnya
" Bang , aku tau kok kalau kamu sebenarnya ada rasa , entah karena gengsi atau karena masih berharap pada Cenna , kamu berusaha untuk menolak rasa itu , Cinta ... ogh cinta , terkadang jadi bodoh kalau mikirin cinta , ngapain juga aku mikirin itu , kayak gak ada kerjaan aja " omelnya sendiri
" Tapi kenapa tiba2 Abang ngajak ke Tasik , gak biasanya , apa ada masalah diperkebunan ya ,, atau sekedar pengen jalan2 aja , tau agh.... pusing ngikuti jalan pikiran abang , "
" Kalau pusing ngapain diikuti " tiba2 Kahfi sudah berada di dalam kamar Unur , saking kagetnya Unur langsung meloncat ke kasur ,
" Bikin jantungan aja , bisa gak sich kalau masuk kamar orang permisi dulu , tiba2 nongol kayak mas kun_ kun saja " ucap Unur jengah
" Ogh ini kamar orang , kirain kamar onta " ucap Kahfi flat
" Bukan onta tapi kamar kangguru " Unur masih sebel
" Kangguru itu apanya masguru " goda Kahfi sambil tersenyum
" Ipar nya kali "
" Bukannya ...sepupunya "
__ADS_1
" Bukan .. kayaknya kembaran abang " ejeknya
" Kembaran kamu " mereka berdua saling ejek , dan berakhir dengan saling pukul guling , dan bisa dipastikan betapa berantakannya tempat tidur Unur
" Bang .. ayo bantuin beresin kamar aku " pintanya
" Malees "
" Dasar tidak berprikemanusiaan "
" Biarin .. weeek , buruan siap2 , kita sudah ditunggu Pak Teguh di perkebunan " ucap Kahfi sambil membaringkan tubuhnya
" Ada masalah disana ? " tanyanya , Kahfi hanya mengangkat bahunya
" Kalau begitu minggir dulu , biar aku rapikan lagi kamarku " titahnya
" Rapiiin ya rapiin aja "
" Gimana mau ngerapiin kalau abang malah tiduran disini " Unur pun kesal dengan tingkah Kahfi yang semakin mengodanya
" Lama2 kamu seperti Rain , bawel dan suka marah2 , pantes kalau jadi adiknya "
" Hahaha... dan itu artinya ... abang... " Kahfi seolah terjebak dengan ucapannya sendiri , iapun mencari _ cari alasan untuk mengelak
" Bukan begitu maksudnya.. "
" Jadi yang benar gimana ?, kalau ditelaah secara dalam ucapan abang tadi mengisyaratkan , abang siap menikahi Rain , Hahaha , ketahuan sekarang ya.. "
" Semua orang juga bakalan menikah , cuma waktunya kapan kita kan gak tau , ibaratnya musim duren , antara duren yang satu dengan yang lain kan matangnya tidak sama , bisa dipahami !! "
" Paham , pak ustadz yang baik , ganteng, sholih , tapi cool kayak salju , datar kayak Tv jaman now , dan pasif kayak balok kayu " ledek Unurπππ
" Paket lengkap mujinya , terimakasih " ππ
" Njiplak kata2 Rain tuch " ππ
" Dasar plagiat .., gak bisa bikin kosakata sendiri , Udah buruan beresin , 15 menit lagi kita berangkat "
" Andai bisa disulap 5menit juga cukup "
" Ogh ya . Abang minta nomer kontaknya Afifah ya "
" Hey... mau ngapain , ? "
" Rahasia "
" Ya sudah , gak aku kasih kalau tidak jelas maksudnya "
" Ini bocah ya , kepo mlulu , bisa gak sich gak usah banyak tanya "
" Kalau alasannya ingin ngajak ta'aruf an langsung adik kirim " ππ
" Nah itu sudah tau , cepetan kirim "
" Agh... abang bohong ? "
" Buruan ,, atau aku tinggal " Kahfi sewot kemudian beranjak keluar kamar sang adik
__ADS_1