HIJRAH CINTA AFIFAH

HIJRAH CINTA AFIFAH
Kahfi badmood


__ADS_3

Part 31


Setibanya dirumah umi tak henti2nya menebar senyuman , jelas terlihat kalau suasana hatinya sedang bahagia .


Hingga membuat seisi rumah terheran2 , begitu juga dengan Yai Hanafi , melihat sang istri bahagia iapun mengulaskan senyum


" Semalam mimpi apa mi ? " godanya


" Mimpi ketiban bulan " jawab sang istri asal


" Aduuhh ... mana yang sakit ? " godanya lagi sambil memeriksa tubuh sang istri , kemudian memeluknya erat


" Abi.. umi.. masih pagi , jangan menebar keuwuan , jiwa jomblo adik meronta nich ? " ledek Unur


" Pengeen ...makanya buruan nikah " ledek Abi ganti


" Abang tuch yang buruan , nungguin apa sich , ingat umur makin tua loh " goda Unur pada sang kakak sepupu , sementara Kahfi masih dalam mode cuek


" Ogh ya ,umi tadibertemu dengan Rere , calon mantu kita " cerita umi sambil tersenyum sumringah


" Jadi ini yang membuat umi bahagia " ujar Abi


Umi tersenyum simpul " Rere tambah cantik , nggemesin pokoknya , sayang nya masih sekolah , tapi gak papa , bentar lagi juga lulus " umi menyambungkan ceritanya


" Abi jadi penasaran "


" Adik juga , abang gak penasaran ? "


Kahfi menggeleng pelan sambil terus memainkan game diponselnya


" Jangan khawatir , tidak lama lagi pasti dia kesini , soalnya dia ingin mencicipi masakan umi katanya"


" Horee , akhirnya .. ogh akhirnya , aku punya calon kakak ipar " sorak Unur


" Kumat " hardik Kahfi


" Pokonya umi ingin menjodohkan abang dengan Rere , dan adik dengan Lala , titik " ucap umi tegas


" Umi yang namanya jodoh , rejeki dan maut itu rahasia Allah , kita tidak bisa memaksakan apa yg kita mau , yang terlalu berharap nanti kecewa "


" Kan berharapnya sama Allah , bi... bukan pada manusia , " bantahnya


" Iya .. tapi umi jangan terlalu berharap biar gk kecewa , banyak2 berdoa saja , semoga apa yang umi ingin terijabah "


"Aamiin " ucap Umi dan Unur bersamaan dengan


lantang


Kahfi menyikut keras pundak sang adik , membuat si empu meringis karena kesakitan


"Apaan sich bang , semua doa baik itu harus diaamiinkan , iya kan bi "


" Iya betul " sahut umi


" Terserah umi saja lah " ucapnya pasrah , ia pun membaringkan tubuhnya disofa , kemudian umi mendekat dan mengusap2 kepala sang anak dengan penuh kasih sayang , Kahfi pun semakin manja , ia menggeser kepalanya tepat di pangkuan sang bunda ,


" Eehhh... ini istri abi , enak saja tidur dipangkuan istri orang , sana... sana.. geser , " canda sang ayah sambil memaksa duduk diantara istri dan anaknya .

__ADS_1


" Pinjam sebntar bi , " Kahfi tidak mau mengalah dan terus mendesak tubuh abinya , melihat itu Unur tersenyum ada rasa getir didalam hatinya ,


" Seandainya ayah dan ibu masih ada , tentu aku akan sangat bahagia " gumannya dalam hati , tak terasa butiran kristal jatuh satu persatu tanpa ia sadari ,


" Adek kenapa ? " pertanyaan umi menggagetkannya , buru2 ia menyeka air matanya ,


" Eh ,, gak papa kok mi , tiba2 kelilipan " ucapnya bohong


" Beneran " tanya umi meyakinkan , Unur mengangguk mantap


" Bungkus lemper , siap2 gih , habis ini kita ke tasik "


perintah Kahfi kepada sang sepupu


" Kok mendadak bang , ada apa kok tiba2 kesana ? , perasaan hari ini kita off jadwal " jawab Unur


" Gak usah bawa perasaan , bikin galau aja " ucap Kahfi kemudian


" Lha .. yang galau siapa ? "


" Kebanyakan tanya , ikut gak ? , kalau enggak aku pergi sendiri " gerutu Kahfi sambil berlalu


" Kalau jelas ngapainnya ya ikut , kalau gak jelas ya bingung juga " ucap Unur sambil menggaruk2 kepalanya yang tidak gatal kemudian mengikuti langkah Kahfi


" Kalau bingung ya pegangan " jawab Kahfi


" Nah loooh , sudah ketularan Rain , jangan.. jangan lagi kangen "


Kahfi menghentikan langkahnya kemudian membalik tubuhnya , menatap tajam ke arah Unur , " bisa gak sich , gak usah bahas2 cewek , pusing kepala ku , kayak gak ada topik lain aja " omelnya


" Sebenarnya yang sudah terkontaminasi itu ente bukan ane " Kahfi sewot


Masih senyum2 Unur berkata " tuch cewek memang bikin kangen , kalau ada dia itu suasana jadi hidup , bisa, mencairkan suasana , gak ngebosenin "


Eeheem , Kahfi berdehem " sukaa ? " tanyanya


" Normal lah , aku cowok , dia cewek , yang gak normal tuch abang " ejeknya


Tanpa berkata2 lagi , Kahfi meninggalkan Unur dan masuk ke kamarnya , Unur pun berjalan menuju ke kamarnya


" Bang , aku tau kok kalau kamu sebenarnya ada rasa , entah karena gengsi atau karena masih berharap pada Cenna , kamu berusaha untuk menolak rasa itu , Cinta ... ogh cinta , terkadang jadi bodoh kalau mikirin cinta , ngapain juga aku mikirin itu , kayak gak ada kerjaan aja " omelnya sendiri


" Tapi kenapa tiba2 Abang ngajak ke Tasik , gak biasanya , apa ada masalah diperkebunan ya ,, atau sekedar pengen jalan2 aja , tau agh.... pusing ngikuti jalan pikiran abang , "


" Kalau pusing ngapain diikuti " tiba2 Kahfi sudah berada di dalam kamar Unur , saking kagetnya Unur langsung meloncat ke kasur ,


" Bikin jantungan aja , bisa gak sich kalau masuk kamar orang permisi dulu , tiba2 nongol kayak mas kun_ kun saja " ucap Unur jengah


" Ogh ini kamar orang , kirain kamar onta " ucap Kahfi flat


" Bukan onta tapi kamar kangguru " Unur masih sebel


" Kangguru itu apanya masguru " goda Kahfi sambil tersenyum


" Ipar nya kali "


" Bukannya ...sepupunya "

__ADS_1


" Bukan .. kayaknya kembaran abang " ejeknya


" Kembaran kamu " mereka berdua saling ejek , dan berakhir dengan saling pukul guling , dan bisa dipastikan betapa berantakannya tempat tidur Unur


" Bang .. ayo bantuin beresin kamar aku " pintanya


" Malees "


" Dasar tidak berprikemanusiaan "


" Biarin .. weeek , buruan siap2 , kita sudah ditunggu Pak Teguh di perkebunan " ucap Kahfi sambil membaringkan tubuhnya


" Ada masalah disana ? " tanyanya , Kahfi hanya mengangkat bahunya


" Kalau begitu minggir dulu , biar aku rapikan lagi kamarku " titahnya


" Rapiiin ya rapiin aja "


" Gimana mau ngerapiin kalau abang malah tiduran disini " Unur pun kesal dengan tingkah Kahfi yang semakin mengodanya


" Lama2 kamu seperti Rain , bawel dan suka marah2 , pantes kalau jadi adiknya "


" Hahaha... dan itu artinya ... abang... " Kahfi seolah terjebak dengan ucapannya sendiri , iapun mencari _ cari alasan untuk mengelak


" Bukan begitu maksudnya.. "


" Jadi yang benar gimana ?, kalau ditelaah secara dalam ucapan abang tadi mengisyaratkan , abang siap menikahi Rain , Hahaha , ketahuan sekarang ya.. "


" Semua orang juga bakalan menikah , cuma waktunya kapan kita kan gak tau , ibaratnya musim duren , antara duren yang satu dengan yang lain kan matangnya tidak sama , bisa dipahami !! "


" Paham , pak ustadz yang baik , ganteng, sholih , tapi cool kayak salju , datar kayak Tv jaman now , dan pasif kayak balok kayu " ledek UnurπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


" Paket lengkap mujinya , terimakasih " πŸ™„πŸ™„


" Njiplak kata2 Rain tuch " πŸ˜„πŸ˜„


" Dasar plagiat .., gak bisa bikin kosakata sendiri , Udah buruan beresin , 15 menit lagi kita berangkat "


" Andai bisa disulap 5menit juga cukup "


" Ogh ya . Abang minta nomer kontaknya Afifah ya "


" Hey... mau ngapain , ? "


" Rahasia "


" Ya sudah , gak aku kasih kalau tidak jelas maksudnya "


" Ini bocah ya , kepo mlulu , bisa gak sich gak usah banyak tanya "


" Kalau alasannya ingin ngajak ta'aruf an langsung adik kirim " 😁😁


" Nah itu sudah tau , cepetan kirim "


" Agh... abang bohong ? "


" Buruan ,, atau aku tinggal " Kahfi sewot kemudian beranjak keluar kamar sang adik

__ADS_1


__ADS_2