
part 20
Sementara itu di sebuah Dormitory perusahaan asing di kota Batam , tampak seorang gadis cantik berkerudung peach sedang duduk melamun .
Airmatanya mulai jatuh satu persatu membasahi pipinya yang mulai agak tirus , Avicenna itulah nama gadis cantik itu.
Kahfi adalah seseorang yang sangat special baginya , nama yang sudah berapa tahun ini menghiasi hari2nya , begitu pula dengan Kahfi , ia juga sangat mencintai Cenna , lalu apakah yang menjadi kendala keduanya untuk bersatu dalam ikatan yang suci , Restu orang tua kah , atau karena ada perbedaan lain , yukk simak terus ya...
" Hon , aku kangen sama kamu " ucapnya sambil menyeka airmata yang terus mengalir
" Apakah kamu juga merindukanku ? , maafin aku ya, aku banyak salah sama kamu , harusnya aku tidak pergi hon , harusnya aku ... " hiks... hiks.. huu huu tangisnya semakin pecah
Sudah hampir setahun Cenna bekerja dibatam , dan selama itu pula dia tidak berkomunikasi dengan Kahfi , ia memang sengaja memblokir semua akses
medsosnya bukan hanya dari Kahfi dan Unur , tapi juga semua teman2 dekatnya , alasannya hanya satu ingin meringankan beban keluarganya , adik2 nya butuh biaya untuk sekolah , sementara sang ayah sakit2an , itulah yang membuatnya nekad merantau ke Batam tanpa memberitahu Kahfi
Flashback on ...
" Hon , apakah kamu masih ingat apa yang aku ucapkan 3 tahun lalu sebelum aku berangkat ke Kairo ? " tanya Kahfi
" masih ....tapi hon " jawab Cenna ngantung
" Tapi kenapa ? , apa kamu sudah tidak sayang padaku , apa kamu tidak ingin hubungan kita segera halal " tegas Kahfi
" Mengapa kamu berpikir seperti itu?
wanita mana yang tidak ingin bersama dengan orang yang ia sayangi , tapi aku masih butuh waktu hon , tidak semudah itu mengambil keputusan "
" Apa lagi yang mesti dipikirkan , bukankah niat baik itu harus disegerakan , "
Cenna menghela nafas , ia beranjak dari tempat duduknya dan melangkah menuju bibir danau menghampiri Unur yang asyik main game diponselnya
" Sebenarnya yang ribet itu masalahnya atau orangnya sich ? " ucap Cenna sembari duduk disebelah Unur
Unur menoleh ke arah Cenna , kemudian menatap Kahfi yang mulai berjalan menuju ke mereka
" Kalian berdua yang ribet " jawabnya
" Niat Kahfi itu baik , niat kamu pun baik , kalian hanya butuh keselarasan , menyeimbangkan satu niat dengan niat yang lain "
" Abang kan tau bagaimana keadaanku , Kahfi aja yang gak mau ngerti " ucap Cenna sendu
" Bukan gak ngerti hon , tapi karena aku peduli sama kamu , karena aku sayang sama kamu " sahut Kahfi
"Ngerti tapi gak paham " ucap Cenna sedikit terisak
" Kalau tetap memaksa , lebih baik kita akhiri semuanya sampai disini , aku capek hon , aku nyerah dengan semua ini " Cenna mulai menangis
__ADS_1
" Pliis hon , jangan nangis , aku gak bisa lihat kamu kayak gini , okey.. okey kalau itu yang kamu mau , aku harus nenunggu berapa lama lagi , satu tahun , 2 tahun , 5 tahun , okey aku tunggu " Kahfi mulai gusar
Cenna tidak menjawab , airmatanya semakin deras mengalir , Sementara Kahfi menjambak rambutnya sendiri pikirannya kacau , Unur yang berada diantara Cenna dan Kahfi menghela nafas berat
" Ini yang aku takutkan cinta malah membuat orang tidak bisa berpikir logis , cenderung menuruti ego dan diperbudak ***** , sekarang aku mau tanya , Dan jawab dengan jujur , sebenarnya apa yang kalian berdua inginkan ?, " tanya Unur penuh penekanan
" Aku ingin kita segera menikah " jawab Kahfi lantang
" Aku belum siap menikah " sahut Cenna tidak mau kalah
" Lalu... " tanya Unur lagi
" TERSERAH....kalau kamu mau menikah , sana menikah dengan orang lain yang sudah siap , aku masih ingin fokus dengan keluargaku , ayah dan ibuku membutuhkanku , begitu juga dengan adik2 ku , apa kamu berpikir dengan kita menikah aku akan bahagia sementara mereka dalam kondisi yang ... "
Cenna mulai emosi
" Apakah kamu juga berpikir , setelah kita menikah aku hanya peduli denganmu dan mengabaikan keluargamu , tidak Cenna..tidak begitu , ibu dan ayah juga orang tua ku , adik2 kamu juga adik2 aku , lalu apa yang kamu takutkan ? " ucap Kahfi berusaha menenangkan kegundahan hati Cenna
" Tapi aku benar2 belum siap hon , mengertilah " mohon Cenna memelas
" Baiklah aku akan memberimu sedikit waktu , pikirkanlah baik2 , Aku tidak mau kehilanganmu hon , aku sangat mencintaimu " ucap Kahfi sendu sambil menatap lekat gadis cantik yang ada didepannya
" Sudah sore , aku harus pulang " Cenna beranjak dari duduknya dan berjalan menuju mobil , tak lama berselang Unur mengikutinya begitu pula dengan Kahfi
Itulah pertemuan terakhir Cenna dengan Kahfi , karena selang 2 hari dari pertemuan tersebut , dia diterima bekerja di sebuah perusahaan asing di kota Batam , tanpa berpikir lagi Cenna langsung berangkat tanpa menunggu kepulangan Kahfi yang sedang mengisi kajian diluar kota . Dan betapa marah dan kecewanya Kahfi ketika mengetahui kepergian sang kekasih tanpa pamit kepadanya .
Flashback off . . . .
( Cenna yang sabar ya... π€π€π€)
Rain ; thor .. kok kamu malah ngedukung Kahfi sama Cenna , bukan sama aku ..? " Rain sewot
Author ; maksud elo... ,"
Rain ; Jodohin aku sama Kahfi , gimana sich "
Author ; kok maksa .. suka2 aku lah , lha wong aku yang nulis , hehehe.. "
Rain ; jahat loe thor , kalau kamu jodohin Kahfi sama Cenna , ngapain aku jadi pemeran utamanya.. " Rain dongkol
Author ; sudah .. gak boleh marah2 ,, ikuti aja alurnya , pemeran utama itu harus siap terluka , siap banjir airmata , harus sabar , lha kamu masih ngambekan gitu "
Rain ; gimana gak ngambek kalau lihat Kahfi dan Cenna nya romantis gitu , " ucapnya dengan mimik jutek
Author ; Kamu jeles nich ... πππ"
Rain ; ya wajarlah , aku jeles "
__ADS_1
Author ; kamu beneran suka sama Kahfi..? "
Rain ; Tau agh... " Rain nyelonong pergi , sementara sang author kembali pada coretannya
Balik lagi kecerita ya.... maaf ada iklan sedikit.. πππ
Cenna menghapus airmatanya , karena ponselnya berdering
" Ibu , ada apa , kenapa malam2 gini telpon , ada apa dengan ayah " pikiran Cenna berkecambuk melalang buana
ponselnya kembali berdering dan membuyarkan lamunannya
"Assalamu'alaikum bu " ucapnya
" Wa'alaikum salam sayang gimana kabar kamu nak , baik2 saja kan ..? " tanya sang bunda
" Alhamdulillah Cenna sehat bu , eh.. bu , bagaimana kabar disitu , baik2 semua kan ? " tanya nya ragu2
" Alhamdulillah baik sayang , maaf ya ibu menganggu waktu istirahat kamu , ibu tiba2 kangen sama kamu " ucap sang ibu sendu
Deg... Cenna memegang dadanya , ada rasa nyesek menjalar diulu hatinya , ia berusaha menahan tangisnya , meski dari seberang telpon sang ibu sedang terisak
" Bu... Cenna juga kangen , maaf ...Cenna belum bisa pulang bu , kontrak kerja nya masih 2 tahun lagi , " jawab Cenna sedih
" Ibu yang minta maaf ya nak , ibu mengorbankan kebahagiaanmu , ibu sudah menyusahkan kamu , maafin ibu nak maafin ibu ..." tangis sang ibu pun pecah , Cenna pun sudah tidak bisa membendung airmatanya lagi , tapi ia berusaha kuat , ia tidak mau menambah beban sang ibu
" Tidak bu ..ibu tidak boleh berkata seperti itu , sudah kewajiban Cenna berbakti pada ibu dan ayah , sudah tanggung jawab Cenna menjaga dan membahagiakan keluarga " jawab Cenna berusaha menahan tangisnya
" Bagaimana keadaan ayah , bu ...ayah baik2 saja kan ?, Cenna kepikiran ayah "
"Alhamdulillah kondisi ayah semakin membaik , dan itu berkat kerja keras kamu sayang , terimakasih banyak anak sholihahnya ibu "
" Alhamdulillah " jawab Cenna lega
" Terapinya masih dilanjut kan bu , ? "
" Masih sayang , tapi ayah pesan supaya dihentikan saja , "
" Loh ... kenapa..? "
" Karena ayah merasa sudah lebih sehat , ayah juga ingin kamu memikirkan masa depanmu nak , jangan hanya memikirkan kami terus , pikirkan dirimu juga ya "
" Cenna baik2 saja bu , ibu tidak usah khawatir , bagi Cenna keluarga adalah segalanya bu , Cenna tidak mau memikirkan yang lain dulu , "
" Kamu berhak bahagia nak "
" Cenna bahagia kok bu , ibu tidak perlu cemas , sudah malam sebaiknya ibu istirahat , titip salam buat semua ya bu , Assalamu'alaikum " pungkasnya
__ADS_1
" Wa'alaikum salam " jawab sang ibu
Cenna mematikan panggilan telponnya dan beranjak menuju ke kamarnya , jam sudah menunjukan pukul 23.00 malam , setelah cuci muka dan berwudhu , ia merebahkan tubuhnya di kasur , sang sahabat sudah tertidur pulas disebelahnya , sementara Cenna masih belum bisa memejamkan matanya , ingatannya kembali pada sang kekasih , ia meraih ponselnya dan membuka galerry foto , ia memandangi foto Kahfi sambil berguman " Selamat malam hon , met rehat , i love u ...eemmuuaachhππ, " Cenna mencium foto Kahfi kemudian mendekap ponselnya erat dan membawanya ke alam mimpi