
pary 8
Sesampainya dirumah, Rani langsung menarik telinga Ririn,
"Aduh.. aduh .. mbak Rani sakit tau , lepasin , bisa2 telingaku panjang nich " ucap Ririn sambil berontak
" Kebiasaan , kalau pergi gak pernah mau pamit , bikin orang khawatir aja " jawab Rani sewot
" Habisnya mbak selalu nglarang Ririn " ucap Ririn kesal
" Kalau dikasih tau selalu mbantah , kamu itu cewek Rin , keluyuran terus , mau jadi apa kamu , haah " suara Rani semakin keras karena emosi , sementara Rain langsung masuk ke kamar , dadanya sesak seolah2 ucapan Rani juga tertuju untuk dirinya,
" Sudah.. sudah.. kalian ini sudah pada gedhe , berantem terus , bikin pusing aja " ucap Rudi sambil berlalu meninggalkan keduanya
" Rin , panggil non Rain , ajak sarapan sudah siang " teriak bik Atun
" Baik .. emak , weeekk " sebelum pergi Ririn meledek sang kakak , spontan Rani melempar sandalnya ke arah Ririn , refleks Ririn menghindar , malah terkena kepala Rudi yang tiba2 muncul
" Aduh.. " erang Rudi spontan , karena kesakitan dan kaget
" Haa.. ha.. ha.., syukurin .." Ririn tertawa lebar , sementara Rani berlari ke belakang , karena gemas dengan tingkah sang adik , Rudi menghampiri Ririn dan mulai mengelitikinya
" Ampun.. bang .. ampun.. geli sudah dong " pinta Ririn menberontak karena geli
" Enggak... semua ini karena kamu gadis kecil yang nakal ,, " goda Rudi masih mengelitiki Ririn
" Sudah bang.. nanti aku ngompol lohh , aku juga sudah lapar " Ririn teriak2
" Kalian ini ya.. " teriak bik Atun yang sontak membuat keduanya terdiam , " Ririn , emak tadi nyuruh apa ! "
" Panggil non Rain " jawab Ririn sambil tersenyum tanpa dosa, walaupun sang ibu menatapnya tajam , buru2 Ririn berlari menuju kamar Rain . pelan2 diketuknya pelan pintu kamar ,
__ADS_1
" Kak , ayo sarapan bareng aku " teriaknya pelan dari luar kamar , tak ada jawaban , karena pintu tidak dikunci , Ririn pelan2 masuk , didapati Rain sedang mainan ponsel sambil memakai headset .
" Pantesan gak dengar " ucap Ririn lirih " Kak " panggilnya lagi sembari duduk disamping Rain,
" Ririn , ngagetin aja , bisa jantungan tau " ucap Rain kasar karena kaget sambil memegang dadanya
Sambil cengar - cengir Ririn menjawab " habisnya dipanggilin dari tadi , kakak gak dengar , ayo sarapan , sudah siang "
" Nanti aja , belum lapar "
" Kan semalem kakak cuma makan sedikit , tadi juga sudah dipakai jalan dan renang , masa sich belum laper , ayo buruan , nanti emak marah "
Rain menatap intens wajah Ririn , sementara yang ditatap malah senyum2 salah tingkah
" Gak jelas loe " umpat Rain , kemudian kembali fokus menatap ponselnya
" Kak Rain lihat apa sich ? " tanya Ririn kepo sambil melirik ke arah hp Rain , " Wah .. kak Rain punya ig ya... boleh numpang lihat " ucapnya harap2 cemas
" Sini , biar Ririn yang ngetik namanya " Ririn merebut paksa ponsel Rain , dan entah mengapa Rain tak pernah bisa galak pada Ririn , coba kalau itu sheila atau Radit sekalipun , pasti sudah diumpatnya habis2an .
" Hemmm.. gantengnya.. " puji Ririn sambil senyum2 , karena penasaran Rain melirik ke arah ponselnya
" Coba.. lihat " Rain melihat foto 2 orang sedang main gitar , Rain terdiam , dia terpesona dengan salah satu diantara dua orang itu
" Ganteng kan kak.?.. yang ini Gus Fie kalau yang itu.. ustadz Nur rohman , " ucapnya malu2
" Jadi yang mana yang kamu sukai ..? " tanya Rain , diam2 dia berharap semoga bukan yang tiba2 mengetarkan hatinya ( Masa lihat fotonya langsung suka , Rain ) πππ
" Yang ini.. " ucap Ririn , wajahnya memerah menahan malu , Rain bernafas lega , pasalnya bukan sosok yg tiba2 dia kagumi ( cie..cie.. cie.. ππ)
" Kenapa milih yang itu , bukankah yang ini lebih ganteng ? " pancing Rain , padahal sebenarnya dia yg kepo
__ADS_1
" Enggak agh... gus Fie itu orangnya pendiam, dingin dan super cuek , beda dengan Ustadz Nur yang ramah , baik , supel , humble , tipe aku banget kak " pujinya
" Uhuk.. uhuk... " Rain pura2 terbatuk2
" Udah agh .. ayo sarapan dulu , sudah lapar kak , cacing diperutku sudah pada demo nich , " ucapnya sambil beranjak
Sementara Rain masih fokus pada ponselnya
" Kak... jangan bilang kakak juga mengaggumi ustadz Nur ya.. " ledeknya
" Kalau gus Fie ... boleh kok " tambahnya sambil tesenyum penuh makna πππ
"Ihh apaan sich , Rin , aku juga gak kenal , bagaimana bisa tiba2 mengaggumi " ucap Rain bohong
" Ayo makan.. setelah itu , kita keluar yukk "
" Kemana ? "
" kemana aja , nemuin pujaan hati elo juga gak papa " jawab Rain asal
" Ehh... jangan .. bisa2 aku dibuat lalap sama mbak Rani "
" Haa.. ha.. ha, bisa jadi karena mbak Rani juga suka sama ustadz kesayangan kamu itu "
Ririn menghentikan langkahnya kemudian membalikkan tubuhnya, menatap Rain sedih
" Kak Rain jangan berkata seperti itu , nanti kejadian ,gimana ..? " ucapnya sedih
" Eh.. enggak.. enggak, aku cuma bercanda " ucap Rain sambil merangkul pundak Ririn
kemudian mereka berdua sarapan bareng.
__ADS_1
bersambung.....