
Part 33
Setibanya dikelas Rain membanting tasnya keras ,
" Braakk " membuat semua teman2nya menoleh kepadanya .
" Wah si cantik lagi ngamuk nich " celetuk salah satu siswa cowok
" Paling juga lagi PMS " sahut teman satunya lagi
" Sesaji nya kurang kali " camplak Jenny
Rain tidak mempedulikan ejekan teman2nya
hingga Sheila dan Radit tiba , wajahnya masih murung , mereka berdua segera menghampirinya
" Pagiii princes kuuh yang paling cantiiikk .... kenapa bete gitu ? diapain sama Radit , bilang sama aku biar aku hajar " hardik Sheila dalam candanya
" Gak aku apa2in kok , tanya aja " sahut Radit
" Jangan bohong kamu " pelotot Sheila pada Radit
" Beneran , gak percaya banget sich " elak Radit
" Kan biasanya kamu yang buat Rain bete gitu " Sheila masih terus mendesak Radit untuk jujur , meski yang didesak sudah mengatakan yang sebenarnya
" Sekarang gak biasa , jadi enggaaak..." bantah Radit karena kesal
" Gak jujur maksudnya ..? " Sheila memutar bola matanya karena jengah
" Kalian ini apa2an sich , ribut mlulu , bikin tambah pusing tau , diam napa ... " omel Rain pada 2 sahabatnya yang semakin membuatnya bete dan marah
" Kalau punya masalah itu cerita bukan malah bete gitu , nanti cantiiknya pindah ke Sheila looh " goda Radit , tapi tetap tidak membuat Rain bergeming sedikitpun
" Ngarang , memang aku sudah cantik dari sananya , bukan dari dananya , apalagi dari kameranya , PUAS loe " omel Sheila ganti
" Pinjem uang , boleh ? " ucap Rain yang sontak membuat 2 sahabatnya itu membulatkan matanya karena kaget
" PINJEM UANG !! " jawab keduanya bersamaan
" Kurang keras , sekalian aja pakai speaker musholla , biar sekabupaten dengar semua " ucap Rain sewot
__ADS_1
" Uupppss ! ...maaaff , kelepasan " jawab Sheila sambil tersenyum simpul
" Butuh berapa ? " tanya Radit sambil memandang cewek yang ada didepannya
" 500 juta " jawab Rain singkat
" Busyeeettt , banyak amat , buat apaan ? " tanya Sheila penasaran
" Buat nikah " jawan Rain singkat
" OMG ... kalian mau nikah , kok aku gak tau , Dit beneran ? " tanya Sheila semakin ingin tau ,
" Aku juga bingung , uang segitu banyak buat apaan , Rain ? , kamu ada masalah apa ? kenapa gak cerita " desak Radit penuh kekhawatiran
Dengan wajah memelas Rain bercerita panjang lebar tentang masalah yang dialaminya dan untuk meyakinkan kedua sahabatnya Rain sampai pura2 menangis , padahal dalam hati ia tertawa berbahak2 , Radit dan Sheila hanyut dalam cerita Rain , wajah mereka pun menjadi sendu ,
" Hahaha... kena prank kalian .. " Rain tertawa ngakak
" Iiihhhh gak lucu tau , ayoo jujur ada apa n kenapa ? , cerita yang sebenarnya Rain , ngebanyol terus kamu ini , sekali kali serius napa , " kata Sheila yang semakin geregetan
" Bete aja papa belum TF , uang di ATM nipis " jawab Rain santuy
" Kok bisa , padahal uang jajan kamu satu hari sama dengan uang jajanku satu bulan looh , boros banget jadi orang , gak percaya , pasti kamu lagi ada masalah , ayoooo ngaku " desak Sheila
" Terang aja kamu mbelain , kan kamu pacarnya " Sheila sebal
" Enggaaaak kita gak pacaran " jawab keduanya bersamaan , lalu saling pandang kemudian tertawa lepaas
" Kok bisa barengan " jawab keduanya lagi
" Hahaha... tuch kan barengan terus , udah balik ke awal , ayoo buruan cerita , jangan buat aku penasaran " Sheila terus mendesak Rain untuk jujur
" Gak ada apa2 kok dipaksa cerita , emang mau aku ceritain tentang si kancil yang suka nyuri ketimun ? " jawab Rain pada Sheila
" Tau agh... kamu semakin hari semakin nyebelin , banyak yang kamu sembunyikan dariku , tapi sudahlah kalu udah gak nganggep sahabat lagi , whatever .. " ucap Sheila sambil beranjak dari duduknya
" Oooeee .. mau kemana ? masa gitu aja ngambek ? entar cepat tua looh " ledek Rain
Sheila hanya mengangkat tangannya , ia pun semakin jauh melangkah keluar kelas , meninggalkan Rain dan Radit , melihat sang sahabat pergi , Rain buru2 menyusul ,
" Tunggu ...!! teriak Rain , dalam sekejab tangan Sheila sudah ditarik oleh Rain dengan kerasnya
__ADS_1
" Apaan sich Rain , sakit tau... ini tangan cewek pa tangan kuli bangunan sich , kasar banget " Sheila meronta
" Tangan tukang sapu jalan , PUAS !! " Rain menarik lagi tangan Sheila , kemudian mengandeng untuk masuk lagi ke dalam kelas
" Rain lepasiin " bentak Sheila keras , memang dasar Rain , gak akan gentar hanya karena sebuah bentakan , apalagi Sheila , ya cuma dianggap angin lewat
" Rain ... aku mau ke toilet , sudah kebelet nich , kamu mau ngompol disini ? "
" Udah gak usah drama ! " bentak Rain balik
" Drama .. drama ... kalau gak percaya , ikut aku " Gantian Sheila menarik tangan
Rain
Beberapa menit kemudian ....
" Ughh... legaa " ucap Sheila sambil mengusap2 perutnya
" Jorook " Umpat Rain
" Apanya yang jorok , orang BAB , kencing , kentut itu biasa , karena ini masih didunia , bukan disurga " balas Sheila
" Ngeles mlulu , udah yuk buruan balik , kasihan Radit sendirian "
" Radit teruuus yang dikasihani , aku enggaakk " jawab Sheila sambil nyelonong pergi
" Nich orang kenapa sich , agh... sudahlah " buru2 Rain berlari menyusul Sheila,
Ketika sampai dikelas , dengan bibir manyun Sheila duduk disamping Radit , yang diikuti Rain duduk didepannya " Kalian darimana , terus kenapa yang bete ganti kamu , La .. kalian gak lagi berantem kan ? " tanya Radit sambil menatap Rain dan Sheila bergantian
Rain menggeleng pelan , sedangkan Sheila hanya diam , " ke kantin yuuk " ajak Radit
" Dari tadi kek " sahut Sheila jutek
Radit tersenyum kemudian menatap Rain yang sibuk dengan ponselnya " Hayuuk sayank " ajaknya
Rain mendongakkan kepalanya , kemudian menatap lekat cowok didepannya
" Heeh " jawab Rain bingung
" Mulai... mulai... jangan menebar keuwuan , bikin nganan aja , kalian lupa kalau disini ada yg jomblo "
__ADS_1
Radit bangkit dari duduknya , kemudian menggandeng Rain dengan tangan kanannya dan Sheila dengan tangan kirinya , mereka bertiga berjalan menuju kantin.