HIJRAH CINTA AFIFAH

HIJRAH CINTA AFIFAH
Bestie


__ADS_3

Part 33


Setibanya dikelas Rain membanting tasnya keras ,


" Braakk " membuat semua teman2nya menoleh kepadanya .


" Wah si cantik lagi ngamuk nich " celetuk salah satu siswa cowok


" Paling juga lagi PMS " sahut teman satunya lagi


" Sesaji nya kurang kali " camplak Jenny


Rain tidak mempedulikan ejekan teman2nya


hingga Sheila dan Radit tiba , wajahnya masih murung , mereka berdua segera menghampirinya


" Pagiii princes kuuh yang paling cantiiikk .... kenapa bete gitu ? diapain sama Radit , bilang sama aku biar aku hajar " hardik Sheila dalam candanya


" Gak aku apa2in kok , tanya aja " sahut Radit


" Jangan bohong kamu " pelotot Sheila pada Radit


" Beneran , gak percaya banget sich " elak Radit


" Kan biasanya kamu yang buat Rain bete gitu " Sheila masih terus mendesak Radit untuk jujur , meski yang didesak sudah mengatakan yang sebenarnya


" Sekarang gak biasa , jadi enggaaak..." bantah Radit karena kesal


" Gak jujur maksudnya ..? " Sheila memutar bola matanya karena jengah


" Kalian ini apa2an sich , ribut mlulu , bikin tambah pusing tau , diam napa ... " omel Rain pada 2 sahabatnya yang semakin membuatnya bete dan marah


" Kalau punya masalah itu cerita bukan malah bete gitu , nanti cantiiknya pindah ke Sheila looh " goda Radit , tapi tetap tidak membuat Rain bergeming sedikitpun


" Ngarang , memang aku sudah cantik dari sananya , bukan dari dananya , apalagi dari kameranya , PUAS loe " omel Sheila ganti


" Pinjem uang , boleh ? " ucap Rain yang sontak membuat 2 sahabatnya itu membulatkan matanya karena kaget


" PINJEM UANG !! " jawab keduanya bersamaan


" Kurang keras , sekalian aja pakai speaker musholla , biar sekabupaten dengar semua " ucap Rain sewot

__ADS_1


" Uupppss ! ...maaaff , kelepasan " jawab Sheila sambil tersenyum simpul


" Butuh berapa ? " tanya Radit sambil memandang cewek yang ada didepannya


" 500 juta " jawab Rain singkat


" Busyeeettt , banyak amat , buat apaan ? " tanya Sheila penasaran


" Buat nikah " jawan Rain singkat


" OMG ... kalian mau nikah , kok aku gak tau , Dit beneran ? " tanya Sheila semakin ingin tau ,


" Aku juga bingung , uang segitu banyak buat apaan , Rain ? , kamu ada masalah apa ? kenapa gak cerita " desak Radit penuh kekhawatiran


Dengan wajah memelas Rain bercerita panjang lebar tentang masalah yang dialaminya dan untuk meyakinkan kedua sahabatnya Rain sampai pura2 menangis , padahal dalam hati ia tertawa berbahak2 , Radit dan Sheila hanyut dalam cerita Rain , wajah mereka pun menjadi sendu ,


" Hahaha... kena prank kalian .. " Rain tertawa ngakak


" Iiihhhh gak lucu tau , ayoo jujur ada apa n kenapa ? , cerita yang sebenarnya Rain , ngebanyol terus kamu ini , sekali kali serius napa , " kata Sheila yang semakin geregetan


" Bete aja papa belum TF , uang di ATM nipis " jawab Rain santuy


" Kok bisa , padahal uang jajan kamu satu hari sama dengan uang jajanku satu bulan looh , boros banget jadi orang , gak percaya , pasti kamu lagi ada masalah , ayoooo ngaku " desak Sheila


" Terang aja kamu mbelain , kan kamu pacarnya " Sheila sebal


" Enggaaaak kita gak pacaran " jawab keduanya bersamaan , lalu saling pandang kemudian tertawa lepaas


" Kok bisa barengan " jawab keduanya lagi


" Hahaha... tuch kan barengan terus , udah balik ke awal , ayoo buruan cerita , jangan buat aku penasaran " Sheila terus mendesak Rain untuk jujur


" Gak ada apa2 kok dipaksa cerita , emang mau aku ceritain tentang si kancil yang suka nyuri ketimun ? " jawab Rain pada Sheila


" Tau agh... kamu semakin hari semakin nyebelin , banyak yang kamu sembunyikan dariku , tapi sudahlah kalu udah gak nganggep sahabat lagi , whatever .. " ucap Sheila sambil beranjak dari duduknya


" Oooeee .. mau kemana ? masa gitu aja ngambek ? entar cepat tua looh " ledek Rain


Sheila hanya mengangkat tangannya , ia pun semakin jauh melangkah keluar kelas , meninggalkan Rain dan Radit , melihat sang sahabat pergi , Rain buru2 menyusul ,


" Tunggu ...!! teriak Rain , dalam sekejab tangan Sheila sudah ditarik oleh Rain dengan kerasnya

__ADS_1


" Apaan sich Rain , sakit tau... ini tangan cewek pa tangan kuli bangunan sich , kasar banget " Sheila meronta


" Tangan tukang sapu jalan , PUAS !! " Rain menarik lagi tangan Sheila , kemudian mengandeng untuk masuk lagi ke dalam kelas


" Rain lepasiin " bentak Sheila keras , memang dasar Rain , gak akan gentar hanya karena sebuah bentakan , apalagi Sheila , ya cuma dianggap angin lewat


" Rain ... aku mau ke toilet , sudah kebelet nich , kamu mau ngompol disini ? "


" Udah gak usah drama ! " bentak Rain balik


" Drama .. drama ... kalau gak percaya , ikut aku " Gantian Sheila menarik tangan


Rain


Beberapa menit kemudian ....


" Ughh... legaa " ucap Sheila sambil mengusap2 perutnya


" Jorook " Umpat Rain


" Apanya yang jorok , orang BAB , kencing , kentut itu biasa , karena ini masih didunia , bukan disurga " balas Sheila


" Ngeles mlulu , udah yuk buruan balik , kasihan Radit sendirian "


" Radit teruuus yang dikasihani , aku enggaakk " jawab Sheila sambil nyelonong pergi


" Nich orang kenapa sich , agh... sudahlah " buru2 Rain berlari menyusul Sheila,


Ketika sampai dikelas , dengan bibir manyun Sheila duduk disamping Radit , yang diikuti Rain duduk didepannya " Kalian darimana , terus kenapa yang bete ganti kamu , La .. kalian gak lagi berantem kan ? " tanya Radit sambil menatap Rain dan Sheila bergantian


Rain menggeleng pelan , sedangkan Sheila hanya diam , " ke kantin yuuk " ajak Radit


" Dari tadi kek " sahut Sheila jutek


Radit tersenyum kemudian menatap Rain yang sibuk dengan ponselnya " Hayuuk sayank " ajaknya


Rain mendongakkan kepalanya , kemudian menatap lekat cowok didepannya


" Heeh " jawab Rain bingung


" Mulai... mulai... jangan menebar keuwuan , bikin nganan aja , kalian lupa kalau disini ada yg jomblo "

__ADS_1


Radit bangkit dari duduknya , kemudian menggandeng Rain dengan tangan kanannya dan Sheila dengan tangan kirinya , mereka bertiga berjalan menuju kantin.


__ADS_2