
part 29
Malam semakin larut , tapi chat dari Kahfi belum juga dibalas oleh Cenna , Kahfi pun gelisah , ia membolak - mbalikkan tubuhnya mencari posisi yang tepat agar bisa tidur , tapi ..sampai jam menunjukkan pukul 01.15 menit , rasa kantuk tak juga menghampirinya .
Dengan rasa malas ia bangun kemudian berjalan menuju dapur , ia membuka laci dan mengambil satu bungkus mie instant lalu membuatnya , baru satu suapan , ia dikejutkan dengan sebuah tepukan pelan dipundaknya .
" Abang , kenapa ? ( tanya umi sembari duduk didepan Kahfi ) , masih kepikiran omongan umi semalam " lanjutnya
" Tidak umi... Abang lapar , makanya gak bisa tidur " ucapnya bohong
" Ogh... gitu " jawab umi singkat
" Umi mau coba , enak loh " Kahfi memberikan satu suapan ke sang ibu
" Heem .. enak , sudah..sudah umi tidak mau mengonsumsi mie instan terlalu banyak , " tolaknya ketika Kahfi hendak menyuapinya lagi
" Abang , lagi kepengen mi " ucapnya sambil menikmati mie nya kembali
" Buruan habiskan , terus istirahat , besok pagi ada meeting penting di yayasan dan semua harus hadir , termasuk abang dan adek " ucap umi sembari menggeser tempat duduknya meninggalkan Kahfi
" Asiiap mi "
Setelah selesai makan , Kahfi kembali ke kamar , tak lupa ia mengecek ponselnya , dan ternyata chatnya belum juga dibalas oleh Cenna
Ia menghela nafas panjang dan menghembuskannya kasar , tak lama berselang iapun tertidur , mungkin saking rindunya iapun bermimpi bertemu dengan Cenna
" Hon .. akhirnya kita bertemu , aku kangen sama kamu " ucap Kahfi dengan raut bahagia
" Iya hon , aku juga kangen " jawab Cenna sambil tersenyum
" Kamu kemana saja , kenapa gak bilang dulu perginya ? "
" Mengapa harus bilang , bukankah kamu selalu dihatiku "
Kahfi tersenyum " dan kamu selalu dihatiku "
" Entahlah... " jawab Cenna berat
__ADS_1
" Kok jawabnya gitu , memang nya kamu sudah tidak sayang lagi padaku ? " tanyanya
" Kamu selalu meragukan ku , hon "
" Tidak..bukan begitu , hon "
" Lalu... " Cenna kembali menghela nafas
" Diantara kita ada jurang terjal hon , yang sulit untuk kita lewati bila bersama "
" Mengapa kamu masih juga membahas masalah itu , bukankah sudah berulang kali aku jelaskan , aku tidak peduli dengan semua itu , lihat dan dengarkan aku , kita akan selalu bersama bagaimanapun keadaannya , okey "
" Insyaallah " jawab Cenna sendu , tiba2... masih dalam mimpi , datang seorang laki2 menarik tangan Kahfi agar menjauh dari Cenna
" Hey... kamu siapa ? , mengapa kamu menarik tanganku " Kahfi tersulut emosinya
Laki2 itu tidak menjawab , ia semakin kencang menarik pergelangan tangan Kahfi
" Jangan menarikku , aku masih ingin bertemu dengan Cenna , aku masih ingin ngobrol dengan nya , aku masih merindukannya " omelnya
" Kan ada kamu , berarti gak berdua , kan ? " bantahnya
" Emang kamu pikir saya mau dijadikan obat nyamuk disini ? , yang benar saja " omelnya ganti
" Siapa yang menjadikanmu obat nyamuk , kamu sendiri yang bilang seperti itu " ucapnya geram
" Kalau gak buat obat nyamuk , apa namanya ? berada ditengah2 dua orang yang lagi kasmaran , emang kamu pikir saya gak kepengen gitu ? " ucap Unur sambil memegang perutnya karena menahan tawa sedari tadi
" Yaach biar ada saksi kalau kita berdua memang gak ngapa2in "
" Enak saja buat saksi , saya gak mau , berat pertanggungjawabannya ..dunia akhirat looh "
" Gak setia kawan , kemana sich Nur rohman , disaat genting gini malah ngilang , pergilaah.. terus suruh kantong kresek itu kesini ! " perintahnya
" Panggil aja sendiri , ngapain nyuruh2 , aku bukan asisten kamu " Unur nyolot tapi dalam hati tertawa ngakak
Karena kesal Kahfi pun bangun dari tidurnya , sambil mengucek - ucek matanya ia memperhatikan segala penjuru ruangan ,
__ADS_1
" Hahaha " Unur tidak bisa lagi menahan tawanya
" Kantong kresek , kamu disini ? , terus yang tadi siapa ? , terus Cenna mana ? " tanya masih bingung antara didalam mimpi atau dinyata
" Yang tadi kembaranku bang , hehehe ,, dari tadi juga cuma berdua , mana ada Cenna? " ucapnya masih cekikikan
" Yaahhh... gara2 bungkus lemper itu Cenna pergi , beneran kok tadi ada " Ucapnya meyakinkan Sang ponaan
" Haaahhaaaaa " Unur kembali tertawa terpingkal2
" Mengapa sedari tadi kamu tertawa terus , memang ada yang lucu ? " tanya Kahfi bingung ,
" Abang yang lucu ... ini dunia nyata bukan mimpi lagi ? "
" Nyata .. mimpi... maksudnya ..? " Kahfi semakin tidak mengerti arah pembicaraan Unur
" Abang sangat merindukan Cenna ya , sampai halu gitu , sadar bang .. sadar , buka mata lebar2 , disini kita cuma berdua , tidak ada Cenna ataupun Rain "
Deg... jantung Kahfi berdetak kencang mendengar nama itu " Afifah , bagaimana kabar kamu , sudah sehatkah , aahhh... mengapa malah aku memikirkanmu .. " gumannya
" Astaghfirullah hal adzim " ucapnya , Unur menatap tajam ke arah abang nya , matanya yang bulat seperti bola volly .. ehhh... kebesaran ya , bola tenis ehh masih besar , bola bekel aja lah , ribet amat.. ๐๐๐
melotot tak berkedip memperhatikan Kahfi yang tengah melamun
" Bang .. abang " teriaknya
" kok malah melamun , mendengar nama Cenna halu , mendengar nama Rain melamun , awas kesambet mb kunti baru tau rasa , udah sana buruan sholat subuh , sudah hampir jam 05. 00 loh "
" Jam berapa ? jam 05.00 kamu bilang , dasar gemblung .. kenapa gak bilang dari tadi " ucapnya sambil beranjak ke kamar mandi
" Lha.. dari tadi juga sudah dibangunin , abang aja yang gak sadar2 , halu terus , awas kalau keterusan bisa masuk RSJ loh "
" Lama2 kamu juga nyebelin , sama kayak Afifah , sudah mau sholat dulu , jangan mbahas cewek2 lagi , makin gak jelas semuanya " omelnya
" Yang mbahas kan abang sendiri , tau agh... capek , ngantuk pengen tidur again " jawabnya sambil merebahkan tubuhnya dikasur
Setelah sholat Kahfi keluar kamar tanpa membangunkan sang adik yang sudah tertidur pulas
__ADS_1