HIJRAH CINTA AFIFAH

HIJRAH CINTA AFIFAH
Kabar duka


__ADS_3

Part 24


Siang itu Rain memaksa untuk pulang , meski harus berdebat panjang dengan sang mama . Karena sang papa masih tidak mengijinkannya , tapi Rain tidak mempedulikannya , ia menarik kasar selang infus yang masih melekat ditangannya , alhasil darah segar keluar dari bekas jarum , sang mama semakin panik , dan berteriak memanggil suster


" Sus ,, tolong ( teriaknya keras karena melihat darah yang tercecer dilantai sangat banyak ) , sayank , jangan seperti ini , nak ... pliiis dengerin mama sekali ini saja ya "


" Rain pengen pulang ma , Rain bosan disini , tolong mama juga ngertiin Rain donk "


" Tapi kamu masih sakit nak , lihatlah tangan kamu juga terluka ? , nurut omongan mama , jangan buat papa kamu makin marah Rain " ucap sang mama sambil memegang erat tangan Rain agar tidak keluar kamar


" Mama selalu minta untuk dingertiin tapi mama gak mau ngertiin Rain , Rain capek diperlakukan seperti ini ma , Rain tertekan " jawabnya sendu sampai berkaca2


" Maafin mama sayank , mama tidak bermaksud nyakiti kamu " ucap sang mama sambil memeluk erat putrinya , airmatanya jatuh membasahi pipi


" Rain ingin pulang ma , Rain sudah sehat , Rain baik2 saja , untuk apa lama2 disini ? " omelnya kesal sambil melepas genggaman tangan sang mama , kemudian duduk di sofa


" Iya.. mama tau , tapi jangan seperti ini , sabar dikit bisa kan ? "


" Rain bisa sabar kalau tidur " jawabnya jutek , membuat sang mama menghela nafas panjang ,


" Tanya dokter Cellin dulu , kalau boleh ya pulang kalau tidak ya tunggu sampai dibolehin "


"Huuuh " Rain menghembuskan nafasnya kasar , Pikirannya melalang buana , berkelana kemana - mana , sekilas terbayang wajah Radit yang sudah 2 hari tidak ada kabar , ada rasa rindu yang menyelimuti hatinya , tapi tiba2 bayangan Kahfi muncul membuyarkan kerinduannya pada Radit


" Tuch kan ..beneran kayak hantu , tiba2 muncul , tiba2 ngilang , kok jadi galau gini sich ? , bibir bilang Radit tapi hati bilang kamu , iyaa .. kamu..yang sudah mencuri hatiku , jadi orang kok serakah sudah punya hati masih tega ngambil hati orang " gumannya dalam hati sambil senyam senyum gak jelas


Mama Dhania memperhatikan sang putri yang tengah melamun , senyumnya mengembang tipis menghiasi wajahnya yang masih tampak muda! meski umur hampir mendekati kepala 4 , pelan2 dihampirinya kemudian duduk disamping Rain , dibelainya rambut sang putri pelan

__ADS_1


" Ih... mama hobi banget ngagetin orang , mau Rain terkena serangan jantung " ucap Rain nyolot karena kaget


" Maaf sayank , mama gak bermaksud ngagetin kamu , lagi mikirin Radit , ya ? " tanya sang mama


" Entah... mungkin sudah punya yang lain " jawabnya asal sambil mengutak ngatik ponselnya , tak lama ponselnya berdering


My Dear calling..


"Panjang umur , baru juga diomongin " ucap mama Dhania sambil beranjak meninggalkan Rain


" Assalamu'alaikum " sapanya dengan nada jutek


" Wa'alaikum salam , kok jutek sich sayank , kenapa kangen ya sama orang paling ganteng se kota Depok , hehehe " godanya sambil tertawa


" Gak " jawab Rain singkat


" Loh... kok marah , lagi apa nich , sudah makan ? "


" Kurang lama ngilangnya , ngapain muncul belum sebulan , kan ? " omelnya kemudian


" Maaf , kemarin2 sibuk , gak sempat ngasih kabar "


" Ogh ... ya .. sibuk dirumah sakit atau sibuk.. "


" Dengerin dulu sayank , jangan marah dulu , kemarin sibuk ... " ( Radit menghela nafas pelan )


" Sibuk apa ? , kencan dengan ... "

__ADS_1


" Nenek gak ada umur , Rain ..kemarin sibuk ngurusin pemakaman , Maaf ya.. " ucap Radit dengan nada sedih


" Maksudnya.. nenek gak ada , nenek meninggal dunia ? " ucapnya setengah berteriak karena kaget plus tidak percaya atas apa yang didengarnya


" Iya " jawab Radit pelan


" Aku nyusul kesitu ya? " pintanya


" Ngapain kesini ... aku sekarang prepare mau balik kesitu , kamu sendiri gimana , sudah sehat ? , sudah pulang atau masih di rumah sakit ? " tanya Radit bertubi2


" Belum ... tapi aku sudah tidak tahan ingin pulang , membosankan disini " Rain berkeluh kesah


" Kalau belum boleh pulang , berarti belum sehat , ngapain maksa pulang , jangan aneh2 mau nyusul kesini lagi ? , awas ya " ancam Radit


" Awas apa ? ,sudah berani ngancam Rain ? " balasnya


" Apa yang aku takutin , sudah .. pokoknya harus nurut , diam disitu sampai benar2 sehat, baru pulang , okey cantik kuuh "


" Yang benar saja , aku disuruh diam disini , enggak... enggak... hari ini tetap harus pulang " bentaknya


" Kalau gak mau nurut , aku gak jadi balik kesitu " ancam Radit


" Gak balik juga gak papa , siapa tau malah jadian sama Ufi , weeekk " ledeknya


" Ya sudah , sama Ufi sana !! Assalamu'alaikum " pungkas Radit mematikan panggilannya


" Eh... kok dia yang marah , harusnya kan aku , benar2 nich orang , Maaaaa , ayo pulang... " teriaknya

__ADS_1


" Maaaa.... " teriaknya lagi


" Kemana sich " ucap Rain celingak celinguk mencari keberadaan sang mama


__ADS_2