HIJRAH CINTA AFIFAH

HIJRAH CINTA AFIFAH
SABAR ( KAJIAN 1)


__ADS_3

part 49


Rain mondar mandir dikamarnya , selain bingung mau pakai baju yang mana , ia juga dilanda galau berat tentang perasaannya .


Akhirnya ia keluar menemui Radit memakai celana panjang , kaos dan jaket , alhasil membuat Radit marah .


" Ngapain pakai baju seperti ini ? bukankah kemarin sudah beli gamis banyak , kenapa gak dipakai , malah pakai celana , kita bukan mau kencan saayaang " cerocosnya tanpa jeda


" Bisa gak diam bentar ! aku juga masih bingung pakai yang mana ? " bantah Rain karena kesal


" Kemarin bingung milihnya , sekarang bingung makainya , ribet amat jadi cewek , " Radit terlihat gusar mendengar bantahan orang yang dicintainya itu


" ,Kalau gak mau ribet , jangan pacaran sama cewek , sono dekatin manekin , dijamin aman meskipun diapa²in , orang kok gak bisa sabar , makanya kamu itu bersyukur terlahir sebagai cowok jadi gak perlu ribet² " omel Rain


" Udah buruan ganti baju , keburu telat looh , tidak usah kebanyakan reason " kilahnya


" Sudah ayo berangkat , aku sudah bawa baju didalam tas nanti tinggal ganti di mobil , lagian ya kalau aku siap dari rumah malah banyak pertanyaan dari bik Atun , malas jawabnya " ucapnya sambil nyelonong pergi , Radit pun hanya bisa pasrah kemudian mengikuti langkah Rain


Dan benar saja sampai disana kajian sudah dimulai , mengetahui sang calon mantu hadir , umi langsung tersenyum sumringah dan memberikan kode untuk duduk disampingnya . Dengan sedikit malu² Rain mendekat , ia sempat melirik sekilas ke arah Ufie , begitupun sebaliknya , hingga keduanya bertemu dalam satu titik dalam hitungan detik ,


" kalau pakai hijab cantik juga " gumannya dalam hati , kemudian ia melanjutkan kajiannya .


" SABAR adalah reaksi positif dalam menghadapi ujian , baik ujian harta , ujian fisik maupun ujian psikis yang menyangkut hati ( perasaan ) dan pemikiran , maka kita harus belajar berhusnudzon atau berprasangka baik pada Allah . kita boleh berencana tapi kita juga tidak boleh lupa bahwa Allah lah sebaik² perencana ,


و استينو با لصبر ولصلا ة ، وانها لكبير ة الا على الخشين


artinya ; Jadikanlah sabar dan sholat sebagai penolongmu . Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat , kecuali bagi orang² yg khusu'.


Al Qur'an surat Al baroqoh ayat 45


Dan masih dalam surat yang sama Allah menegaskan lagi , penggalan ayat 153


ا ن الله مع الصبر ين


artinya ; Sesungguhnya Allah bersama orang² yang sabar .


Sabar memang cuma 5 huruf tapi itu sulit , makanya butuh proses yang namanya belajar , dan belajar sendiri tidak dibatasi oleh umur , Tuntulah ilmu dari buaian sampai liang lahat , artinya dari kita lahir sampai kematian datang .


طلب العلم فريضة على كل مسلم


Artinya ; Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim


" Siapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu , maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga ( HR . Muslim )


" Barang siapa yang keluar untuk menuntut ilmu , maka ia berada dijalan Allah hingga ia pulang " ( HR . Tirmidzi )


" Tuntutlah ilmu sampai ke negeri cina "


kemudian ada salah seorang jama'ah yang berceletuk keras " Kalau mencari ilmu nya harus ke cina , berat diongkos ustadz " , sontak mengundang tawa jama'ah yang lain , Ufie pun ikut tersenyum , sementara Rain hanya berguman " The power of emak² "


" Itu kan bahasa perumpamaan , bukan berarti harus ke Cina beneran , nanti jatuhnya bukan tholabul ilmi malah jalan² ..." ucapnya sambil tersenyum


" Betul itu tadz , healing time , hahaha "


" Emak² jaman now gaul amat , bahasanya gak mau kalah dengan yang muda² ...ugh... kapan selesainya nich , tiba² lapar " eluh Rain sambil mengusap _ usap perutnya


" Kenapa sayang , perutnya sakit mau ke toilet ? " bisik umi pelan


" Tidak umi , saya baik² saja " jawabnya lirih


" Kembali ke materi kajian , dalam islam orang yang sabar adalah orang yang memiliki akhlakul karimah atau akhlak yang baik , sebesar apapun cobaan yang dihadapi akan terasa ringan jika kita mengingat 2 hal yaitu ;



Allah tidak pernah memberikan ujian melampui batas kemampuan hambaNya

__ADS_1


Allah sangat mencintai orang² yang sabar



" Sampai disini ada yang ditanyakan ? " ucapnya kemudian , hening tidak ada yang bersuara , tiba² Rain berkata " Saya bisa sabar kalau tidur "


Kahfi menoleh ke sumber suara , lalu berkata "makanya belajar"


Rain menatap intens Kahfi , " Aku juga belajar , belajar untuk mencintaimu " ucapnya sangat lirih


" Ngapain coba senyum² sendiri , makin gak jelas tuch orang , tapi kalau dilihat² cantik juga pakai hijab , semoga bisa istiqomah " gumannya


Setelah ditutup dengan doa , kajian pun selesai , satu per satu jama'ah meninggalkan musholla , sementara itu , umi masih mengenggam tangan Rain agar tidak beranjak dari tempat duduknya


" Jangan pulang dulu ya , umi ada perlu sebentar " pintanya


" Baik umi " jawab Rain pasrah


" Ayo .. " Umi mengandeng tangan Rain , meninggalkan musholla menuju rumah utama , Rain mengerutu pelan


" Hati ... tenanglah... jangan seperti ini , beruang es gak ada kok , rilek'slah ... semoga dia sudah masuk kamar , " ucapnya sambil mengelus² dada


" Kamu kenapa sayang , dari tadi umi perhatikan kok gelisah , lagi gak enak badankah ? " tanya umi sambil meraba kening Rain


" Saya baik kok umi , hanya sedikit ngantuk " kilahnya


" Baiklah , sebantar saja setelah itu kamu boleh pulang , sini makan dulu , kamu belum makan kan ? "


" Tapi umi... Saya masih kenyang " ucapnya bohong


" Jangan bohong , nanti hidungnya jadi pesek , mau... " godanya sambil mengambil piring kemudian memberikan pada Rain , dengan berat hati Rain menerimanya , tapi ia masih enggan untuk mengambil nasi dan teman²nya ( maksudnya lauk dan bala tentaranya )


"Ayoo... apa perlu umi ambilkan , kebetulan umi juga belum makan , nungguin kamu " ucapnya sambil tersenyum


" Yah ... nggak makan " jawabnya


" Umi sama anak , sebelas dua belas , tapi kemana beruang es sembunyi , egh ... tadi gak pengen ketemu kok sekarang aku cariin sich , orang itu benar² seperti mas cong , tiba² nongol , tiba² ilang "


" Ehem ... kok senyum² sayang , lagi mikirin anak umi ya... " godanya


" Egh... enggak kok umi " jawabnya malu²


" Iya juga gak papa² , Ufie masih keluar sebentar , beli obat untuk abi "


" Looh Abi , sakit umi ? " tanyanya khawatir


" Alhamdulillah abi sehat , cuma jadwal abi lumayan padat satu bulan ini , jadi harus jaga stamina , ayoo buruan makan , gak akan kenyang kalau dilihat saja " ucapnya sambil tersenyum ,


"Looh ada calon kakak ipar " ucap Unur yang tiba² datang , sebelum duduk ia sempat menatap Rain sambil tersenyum , namun dibalas melotot oleh gadis si penyuka hujan itu


"Cantik kan calon mantu umi.." sahut umi dengan wajah berbinar


"5%cantik , selebihnya cantik banget umi , gak salah kok kalau menikah dengan abang " jawabnya sambil menyendok nasi


"Unur....bukankah kamu tau kalau Ufie itu punya Cenna , pliiis bantu aku , menghentikan perjodohan ini ,aku gak mau sakit hati " gumannya sedih


"Yaaah ...malah melamun , pamali atuch neng "


Rain menghela nafas panjang kemudian melanjutkan makannya , umi terus memperhatikan gadis cantik yang duduk didepannya itu "kamu baik² saja kan sayang , umi perhatikan dari tadi melamun terus , kenapa ? ada masalah , ayoo cerita ke umi " tanyanya kemudian


"Rain baik² saja , umi tidak perlu khawatir " Jawab Rain sendu


" Beneran .. kamu gak bohongin umi , kan.. Kahfi memang seperti itu jadi gak usah dipikirin ya ,"


"Assalamu'alaikum" Ufie datang menghampiri mereka , ia sempat melirik sekilas ke arah Rain sebelum menarik kursi untuk duduk

__ADS_1


" Ni orang , kenapa sich harus duduk didepanku , salting tau , iih gak peka banget jadi orang "omelmya dalam hati


" Panjang umur , baru diomongin , gimana dapat obatnya bang " tanya umi


"Kosong umi , insyaallah lusa baru datang , ogh ya abi kemana? " tanyanya balik sambil celingukan


" Pulang kajian langsung istirahat , capek katanya " sahut Unur


"Umi... Rain pulang ya , sudah malam " pamitnya


"Dijemput Ra dit ? " tanyanya ragu²


"Tidak umi , Radit ada acara , saya jalan kaki saja , dekat kok " jawab Rain


" Egh... tidak ... tidak , ini sudah malam , tidak baik anak gadis jalan sendirian , biar dianter abang saja , tapi tunggu sebentar ya"


"Tidak usah umi , lagian ini belum terlalu malam " bantahnya


"Dik , anter pulang gih " titah Kahfi pada sang adik


" Kok adik , bukankah umi nyuruh abang tadi "tolak Unur


" Ya sudah , harus sabar nunggu , aku selesaiin dulu makannya " jawab Kahfi pasrah , umi dan Unur saling pandang kemudian tersenyum


"Silahkan dilanjut , saya pulang sendiri saja , nanti malah ngerepotin " "Ucap Rain segan


" Gak papa sayang , gak usah punya pikiran seperti itu , sama sekali gak ngrepotin kok , umi malah yang gak enak kalau kamu pulang sendirian , takut kenapa_napa "


Kahfi mempercepat makannya , setelah meneguk air putih , ia beranjak dari tempat duduknya


"Ayoo , dek kamu yang nyetir " perintah sang kakak


"Kok aku , bang , Rain kan calon istri abang , harusnya abang lah yang nyetir " ucap Unur pura² merajuk


"Gak usah drama , ayoo buruan "


Tanpa banyak kata Unur segera mengambil kunci mobil dan berjalan menuju garasi , diikuti oleh Kahfi , Rain dan umi


"Rain pulang dulu umi , terimakasih banyak untuk semuanya " pamitnya sambil mencium tangan perempuan paruh baya itu


"Iya hati² , besok malam kesini lagi ya , umi tunggu ada jadwal tahsin Qur'an "


" Insyaallah umi , assalamu'alaikum"


"Wa'alaikum salam " Rain bergegas masuk ke dalam mobil , karena kakak beradik itu sudah menunggunya , Unur melajukan mobilnya pelan meninggalkan rumah umi , Rain diam seribu bahasa , ia hanya menatap ke depan , Kahfi sibuk dengan ponselnya , Unur fokus pada setirnya , sampai di gerbang rumah Rain , Unur baru bersuara


" Sampai sini saja ya , kami tidak masuk , sudah malam soalnya "


" Iyaa , terimakasih banyak Unur , Ufie ... maaf sudah merepotkan " Kahfi cuek , dia masih asyik dengan ponselnya


"Santuy saja , gak usah sungkan² , sebentar lagi kan jadi keluarga " goda Unur , sontak mendapat sikutan keras dari Kahfi


"Aduuh" Unur meringis karena kesakitan , Rain tertawa sambil menutup mulutnya


"Assalamu'alaikum "


"Wa'alaikum salam " jawab Kahfi dan Unur bersamaan , tanpa sadar Kahfi memperhatikan Rain hingga masuk ke dalam gerbang rumahnya , Unur cekikikan melihat sang kakak


" Makanya bang , gak usah sok jual mahal , sok cuek padahal aslinya ngarep banget "


"Ayoo pulang , capek , ngantuk juga " ucapnya sambil menyadarkan kepalanya dijok mobil


*************


Ikuti terus kelanjutannya ya, dijamin makin seru ... tapi maaf up nya lama banget , soalnya lagi sibuk ... sibuk mencintainya, hahaha 😅😅

__ADS_1


__ADS_2