HIJRAH CINTA AFIFAH

HIJRAH CINTA AFIFAH
Sebuah Tamparan


__ADS_3

part 42


Sesuai perintah dari big bos , Ricco menjemput Rain ke sekolah dan membawanya ke kantor pusat , dimana pak Ramdan sudah menunggunya , selama dalam perjalanan Rain tampak tenang , bagaimanapun keadaannya ia harus siap menanggung resiko dari semua perbuatanya.


Sesekali Ricco memperhatikan Rain dari kaca spion , ia hanya tersenyum kemudian fokus lagi pada kemudinya.


Rain pun enggan bertanya pada Ricco maksud dan tujuan dirinya dibawa ke kantor sang papa itu untuk apa , ia hanya fokus pada benda pipih yang tak pernah lepas dari tangannya , matanya sedikit melotot manakala melihat sebuah akun yang mengetag pujaan hatinya , meski sesak menerpa Rain terus melihat dan membacanya , ada guratan² kesedihan yang tampak diwajahnya tapi ia berusaha untuk rileks dan cuek


" Itu hal biasa Rain , tidak usah terlalu dipikirkan , santuy .... oey... santuy " gumannya menyemangati dirinya sendiri


Tak berapa lama mobil yang mereka tumpangi sampai di lobby kantor , mereka berdua segera turun dan masuk dan langsung menuju ruangan big bos ( jangan tanya yang memarkirkan mobilnya siapa ya ? tentu sudah ada sendiri , namanya tangan kanannya bos , punya wewenang khusus , hehehe ...)


Setelah mengetuk pintu , Rain dan Ricco masuk ke ruangan ,


" Siang pa , " sapa Rain , ia menghampiri sang papa dan mencium tangannya


" Siang sayang , Ricco bisa tinggalin kita berdua ?" pinta pak Ramdan


" Baik .. pak " Ricco keluar ruangan , tinggallah Rain dan sang papa , Rain duduk di sofa dekat jendela , pak Ramdan pun mendekati sang putri dan duduk disebelahnya , dalam beberapa saat keduanya hanya diam membisu


Rain begitu cuek dan santai , sementara pak Ramdan berusaha menetralkan emosinya agar tak meluap² , ia sadar betul putrinya seperti apa , dan tudak mungkin bisa dilawan dengan kekerasan


Rain menatap nanar wajah sang papa , entah mengapa ada desiran rasa yang tak mampu ia tangkap , buru² ia membuang muka dan kembali fokus pada ponselnya .


" Sayang ... " panggil sang papa , Rain pun menoleh masih dengan ekspresi datar dan tanpa senyum ,


Pak Ramdan menghela nafas berat , ia mengusap² kepala sang putri kemudian menciumnya


" Boleh papa bertanya sesuatu padamu ? " Rain hanya mengangguk pelan , Pak Ramdan kembali terdiam beberapa saat sebelum melanjutkan ucapannya . Rain pun masih setia menungggunya ,


" Kamu masih berhubungan dengan Radit ...? " tanyanya kemudian


" Masih " jawab Rain singkat


" Tak bisakah kamu berteman dengan yang lain , selain dia ? "


" Tidak bisa dan tidak ada niat " jawabnya dengan nada sengak

__ADS_1


" Jikalau papa mu ini memintamu untuk menjauhinya , apakah kamu juga menolaknya ? " tanya Pak Ramdan penuh penekanan


" Radit baik orangnya dan selalu ada waktu untuk Rain , lalu kenapa mesti menjauhinya " jawabnya


" Baik karena kamu terlalu mencintainya sayang , karena itu ia memanfaatkanmu "


" Maksud papa... " Rain membulatkan matanya


" Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya sayang , bukankah kamu tau Radit itu siapa , anak dari musuh papa ,"


" Jangan kaitkan Radit dengan dendam papa pada om Wibi ( Wibisono , papanya Radit) ,itu tidak ada hubungannya pa , lagian apa papa tidak capek terus²an berada dalam lingkaran dendam , tak ingin kah papa hidup tenang tanpa permusuhan ? " tanyanya balik


"Dunia bisnis itu kejam sayang , jika tidak lincah bergerak akan ditindas , " jawabnya


" Bukankah papa dan Wibi musuhan sejak masih sekolah ? " tanyanya lagi


Pak Ramdan tersenyum lalu menatap putrinya lekat , ia mengusap² kepala sang putri penuh kelembutan , Lalu berkata " Radit , sudah bercerita banyak rupanya "


" Tidak banyak ... hanya sekilas " jawab Rain jutek


" Yang namanya cerita bisa dikarang , bisa ditambah²in , bisa dikurang²in , papa tidak menyalahkan Radit , tapi tidak semua yang ia ceritakan adalah fakta , sayang . Dan kamu juga harus tau papamu ini tidak sekejam yang ada dalam cerita Radit "


" Anak papa yang paling cantiik , percaya sama papa ya.. yang papa lakukan selama ini pure demi kebaikan kamu , demi kebahagian kamu , jadi.. papa mohon jauhi Radit ya , dia gak baik buat kamu "


Rain menatap tajam sang papa , dengan penuh amarah ia berkata " Radit gak baik dari sisi apa pa , salah Radit apa sampai papa begitu membencinya , sebenarnya yang gak baik bukan Radit tapi PAPA "


" Begitukah... ? " jawab sang papa


" Papa selalu mengekang Rain , papa yang tidak pernah mau mengerti , papa seorang DITAKTOR "


" CUKUP RAIN ... kamu yang tidak pernah mengerti papa , semua ini papa lakukan karena kamu adalah berlian yang harus papa jaga , kamu itu segalanya , papa sangat menyayangimu , nak . Mengertilah... "


" SAYANG yang bagaimana... MENGERTI yang bagaimana , Rain ini anak satu²nya papa & mama , tapi kalian memperlakukanku layaknya anak pungut , atau jangan ... jangan Rain bukan anak kandung papa , " teriak Rain sambil berkaca²


Dan Plaaaakkk ... Pak Ramdan tersulut emosi tanpa sadar mendaratkan tangannya pada pipi sang putri , Rain kaget ... ia tidak menyangka sang papa tega melayangkan sebuah tamparan , tiba² airmatanya jatuh berderai tanpa disadari dengan kasar ia mengusapnya , tak bisa dipungkuri hatinya sungguh sakit , tercabik² , luluh lantak tak berbentuk lagi , dengan cepat ia mengeluarkan isi dari dompatnya


" Sekarang Rain mengerti pa , " ucapnya sambil menahan sesak didadanya

__ADS_1


" Ogh ya ... ini Rain kembalikan semua , percuma Rain membawanya kalau kenyataannya semua papa BLOKIR , " Ucapnya sambil menyerahkan 2buah ATM , kunci mobil yang sengaja ia bawa , dan beberapa surat penting


" Kalau papa juga keberatan Rain tinggal disini , siang ini juga Rain akan pulang ke rumah oma , "


" Saayang ... jangan seperti ini , maafkan papa nak , papa khilaf , papa tidak bermaksud menyakitimu nak , papa... "


" Rain pamit ,.. " Ucap Rain sambil melepaskan genggaman sang papa lalu pergi


" Raiin " panggil pak Ramdan mengiba , tapi Rain tidak mempedulikan dan terus melangkah meninggalkan kantor , ia memakai kembali kacamata hitam dan maskernya untuk menutupi matanya yang sembab , ketika sampai lobby Ricco menghalau langkahnya , Rain keukeuh menolak tawaran Ricco yang hendak mengantarnya pulang , tentu atas perintah big bos.


" Non , saya anter pulang " tawarnya , Rain berlalu dengan acuh hingga tangannya ditarik kasar oleh Ricco


Dengan sigap Rain mendorong tubuh kekar Ricco , karena tidak siap , Ricco hampir terjungkal " ampun dech non , kecil orang nya tapi super tenaganya , badan segedhe gajah didorong semut kecil mau masa jatuh , Ricco .. Ricco... " gumannya sambil tersenyum malu


" BIARKAN SAYA SENDIRI " gertak Rain sambil berlalu , Ricco hanya diam terpaku , kemudian berjalan cepat mengejar putri sang big bos


" Saya antar kemanapun non akan pergi , saya mohon jangan menolak " tawarnya sambil berdiri didepan Rain , dengan tenang Rain membelokan langkahnya , dengan cekatan Ricco terus berusaha membujuknya


" DIAM DISITU ! SAYA BISA PERGI SENDIRI KEMANAPUN SAYA MAU " bentaknya


" Tapi ini perintah Pak Ramdan non , tolong mengertilah .... saya hanya ingin menjaga non Rain " teriaknya balik


" KAMU GAK TULI , KAN !! hardik Rain yang semakin emosi , ia mencengkeram kerah baju Ricco , lalu menghempaskannya kasar kemudian berlari meninggalkan Ricco yang masih terpaku ditempatnya


" Sebelas duabelas dengan bapaknya " gumannya sambil memperhatikan Rain yang semakin menjauh


Rain berjalan mengikuti kata hatinya tanpa arah dan tujuan , bahkan saat hujan turun menguyur tubuhnya ia tidak mempedulikannya , hingga sebuah mobil berhenti tepat didepannya ia tetap acuh


************


Hayooo kira² siapa yang berada dalam mobil ..?


Biar pada penasaran terus ikuti kelanjutan cerita ini ya ...


Maaf...Up nya gak bisa tiap hari , karena kesibukan...


Belum bisa memanage waktu dengan baik

__ADS_1


Ambil baiknya buang buruknya


🥰🥰🥰💫💞


__ADS_2