
part 42
Sesuai perintah dari big bos , Ricco menjemput Rain ke sekolah dan membawanya ke kantor pusat , dimana pak Ramdan sudah menunggunya , selama dalam perjalanan Rain tampak tenang , bagaimanapun keadaannya ia harus siap menanggung resiko dari semua perbuatanya.
Sesekali Ricco memperhatikan Rain dari kaca spion , ia hanya tersenyum kemudian fokus lagi pada kemudinya.
Rain pun enggan bertanya pada Ricco maksud dan tujuan dirinya dibawa ke kantor sang papa itu untuk apa , ia hanya fokus pada benda pipih yang tak pernah lepas dari tangannya , matanya sedikit melotot manakala melihat sebuah akun yang mengetag pujaan hatinya , meski sesak menerpa Rain terus melihat dan membacanya , ada guratan² kesedihan yang tampak diwajahnya tapi ia berusaha untuk rileks dan cuek
" Itu hal biasa Rain , tidak usah terlalu dipikirkan , santuy .... oey... santuy " gumannya menyemangati dirinya sendiri
Tak berapa lama mobil yang mereka tumpangi sampai di lobby kantor , mereka berdua segera turun dan masuk dan langsung menuju ruangan big bos ( jangan tanya yang memarkirkan mobilnya siapa ya ? tentu sudah ada sendiri , namanya tangan kanannya bos , punya wewenang khusus , hehehe ...)
Setelah mengetuk pintu , Rain dan Ricco masuk ke ruangan ,
" Siang pa , " sapa Rain , ia menghampiri sang papa dan mencium tangannya
" Siang sayang , Ricco bisa tinggalin kita berdua ?" pinta pak Ramdan
" Baik .. pak " Ricco keluar ruangan , tinggallah Rain dan sang papa , Rain duduk di sofa dekat jendela , pak Ramdan pun mendekati sang putri dan duduk disebelahnya , dalam beberapa saat keduanya hanya diam membisu
Rain begitu cuek dan santai , sementara pak Ramdan berusaha menetralkan emosinya agar tak meluap² , ia sadar betul putrinya seperti apa , dan tudak mungkin bisa dilawan dengan kekerasan
Rain menatap nanar wajah sang papa , entah mengapa ada desiran rasa yang tak mampu ia tangkap , buru² ia membuang muka dan kembali fokus pada ponselnya .
" Sayang ... " panggil sang papa , Rain pun menoleh masih dengan ekspresi datar dan tanpa senyum ,
Pak Ramdan menghela nafas berat , ia mengusap² kepala sang putri kemudian menciumnya
" Boleh papa bertanya sesuatu padamu ? " Rain hanya mengangguk pelan , Pak Ramdan kembali terdiam beberapa saat sebelum melanjutkan ucapannya . Rain pun masih setia menungggunya ,
" Kamu masih berhubungan dengan Radit ...? " tanyanya kemudian
" Masih " jawab Rain singkat
" Tak bisakah kamu berteman dengan yang lain , selain dia ? "
" Tidak bisa dan tidak ada niat " jawabnya dengan nada sengak
__ADS_1
" Jikalau papa mu ini memintamu untuk menjauhinya , apakah kamu juga menolaknya ? " tanya Pak Ramdan penuh penekanan
" Radit baik orangnya dan selalu ada waktu untuk Rain , lalu kenapa mesti menjauhinya " jawabnya
" Baik karena kamu terlalu mencintainya sayang , karena itu ia memanfaatkanmu "
" Maksud papa... " Rain membulatkan matanya
" Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya sayang , bukankah kamu tau Radit itu siapa , anak dari musuh papa ,"
" Jangan kaitkan Radit dengan dendam papa pada om Wibi ( Wibisono , papanya Radit) ,itu tidak ada hubungannya pa , lagian apa papa tidak capek terus²an berada dalam lingkaran dendam , tak ingin kah papa hidup tenang tanpa permusuhan ? " tanyanya balik
"Dunia bisnis itu kejam sayang , jika tidak lincah bergerak akan ditindas , " jawabnya
" Bukankah papa dan Wibi musuhan sejak masih sekolah ? " tanyanya lagi
Pak Ramdan tersenyum lalu menatap putrinya lekat , ia mengusap² kepala sang putri penuh kelembutan , Lalu berkata " Radit , sudah bercerita banyak rupanya "
" Tidak banyak ... hanya sekilas " jawab Rain jutek
" Yang namanya cerita bisa dikarang , bisa ditambah²in , bisa dikurang²in , papa tidak menyalahkan Radit , tapi tidak semua yang ia ceritakan adalah fakta , sayang . Dan kamu juga harus tau papamu ini tidak sekejam yang ada dalam cerita Radit "
" Anak papa yang paling cantiik , percaya sama papa ya.. yang papa lakukan selama ini pure demi kebaikan kamu , demi kebahagian kamu , jadi.. papa mohon jauhi Radit ya , dia gak baik buat kamu "
Rain menatap tajam sang papa , dengan penuh amarah ia berkata " Radit gak baik dari sisi apa pa , salah Radit apa sampai papa begitu membencinya , sebenarnya yang gak baik bukan Radit tapi PAPA "
" Begitukah... ? " jawab sang papa
" Papa selalu mengekang Rain , papa yang tidak pernah mau mengerti , papa seorang DITAKTOR "
" CUKUP RAIN ... kamu yang tidak pernah mengerti papa , semua ini papa lakukan karena kamu adalah berlian yang harus papa jaga , kamu itu segalanya , papa sangat menyayangimu , nak . Mengertilah... "
" SAYANG yang bagaimana... MENGERTI yang bagaimana , Rain ini anak satu²nya papa & mama , tapi kalian memperlakukanku layaknya anak pungut , atau jangan ... jangan Rain bukan anak kandung papa , " teriak Rain sambil berkaca²
Dan Plaaaakkk ... Pak Ramdan tersulut emosi tanpa sadar mendaratkan tangannya pada pipi sang putri , Rain kaget ... ia tidak menyangka sang papa tega melayangkan sebuah tamparan , tiba² airmatanya jatuh berderai tanpa disadari dengan kasar ia mengusapnya , tak bisa dipungkuri hatinya sungguh sakit , tercabik² , luluh lantak tak berbentuk lagi , dengan cepat ia mengeluarkan isi dari dompatnya
" Sekarang Rain mengerti pa , " ucapnya sambil menahan sesak didadanya
__ADS_1
" Ogh ya ... ini Rain kembalikan semua , percuma Rain membawanya kalau kenyataannya semua papa BLOKIR , " Ucapnya sambil menyerahkan 2buah ATM , kunci mobil yang sengaja ia bawa , dan beberapa surat penting
" Kalau papa juga keberatan Rain tinggal disini , siang ini juga Rain akan pulang ke rumah oma , "
" Saayang ... jangan seperti ini , maafkan papa nak , papa khilaf , papa tidak bermaksud menyakitimu nak , papa... "
" Rain pamit ,.. " Ucap Rain sambil melepaskan genggaman sang papa lalu pergi
" Raiin " panggil pak Ramdan mengiba , tapi Rain tidak mempedulikan dan terus melangkah meninggalkan kantor , ia memakai kembali kacamata hitam dan maskernya untuk menutupi matanya yang sembab , ketika sampai lobby Ricco menghalau langkahnya , Rain keukeuh menolak tawaran Ricco yang hendak mengantarnya pulang , tentu atas perintah big bos.
" Non , saya anter pulang " tawarnya , Rain berlalu dengan acuh hingga tangannya ditarik kasar oleh Ricco
Dengan sigap Rain mendorong tubuh kekar Ricco , karena tidak siap , Ricco hampir terjungkal " ampun dech non , kecil orang nya tapi super tenaganya , badan segedhe gajah didorong semut kecil mau masa jatuh , Ricco .. Ricco... " gumannya sambil tersenyum malu
" BIARKAN SAYA SENDIRI " gertak Rain sambil berlalu , Ricco hanya diam terpaku , kemudian berjalan cepat mengejar putri sang big bos
" Saya antar kemanapun non akan pergi , saya mohon jangan menolak " tawarnya sambil berdiri didepan Rain , dengan tenang Rain membelokan langkahnya , dengan cekatan Ricco terus berusaha membujuknya
" DIAM DISITU ! SAYA BISA PERGI SENDIRI KEMANAPUN SAYA MAU " bentaknya
" Tapi ini perintah Pak Ramdan non , tolong mengertilah .... saya hanya ingin menjaga non Rain " teriaknya balik
" KAMU GAK TULI , KAN !! hardik Rain yang semakin emosi , ia mencengkeram kerah baju Ricco , lalu menghempaskannya kasar kemudian berlari meninggalkan Ricco yang masih terpaku ditempatnya
" Sebelas duabelas dengan bapaknya " gumannya sambil memperhatikan Rain yang semakin menjauh
Rain berjalan mengikuti kata hatinya tanpa arah dan tujuan , bahkan saat hujan turun menguyur tubuhnya ia tidak mempedulikannya , hingga sebuah mobil berhenti tepat didepannya ia tetap acuh
************
Hayooo kira² siapa yang berada dalam mobil ..?
Biar pada penasaran terus ikuti kelanjutan cerita ini ya ...
Maaf...Up nya gak bisa tiap hari , karena kesibukan...
Belum bisa memanage waktu dengan baik
__ADS_1
Ambil baiknya buang buruknya
🥰🥰🥰💫💞