HIJRAH CINTA AFIFAH

HIJRAH CINTA AFIFAH
Moodbooster


__ADS_3

Part 47


Sepulang dari berbelanja Rain langsung masuk ke rumah , sapaan dari sang mama tak dipedulikannya , ia nyelonong masuk ke kamar dan menguncinya , lalu menjatuhkan tubuhnya dengan kasar ke kasur , ia menatap langit² kamarnya , pikirannya menerawang jauh menembus awan yang sedang berarakan dilangit , ucapan Radit masih terngiang merdu ditelinganya , semakin lama semakin dalam sampai akhirnya ia tertidur dan melewatkan makan malamnya .


Tepat jam 19.00 wib , bik Atun mengetuk pintu kamar Rain , tapi tidak ada sahutan , sampai serak suaranya memanggil² nama anak majikannya itu tapi tetap tidak ada jawaban


" Mungkin Non Rain ketiduran " gumannya sembari melangkah pergi


Waktu terus berjalan hingga jam 22.00 malam , Rain mengeliat manja , dikucek² matanya yang masih enggan untuk terbuka , ia mengusap perutnya ,


" laper , jam berapa ini " buru² ia meraih ponselnya , ada10 panggilan dari Radit , 5 panggilan dari Sheila , entah ada berapa puluh chat yang masuk ke aplikasi whatsaapnya yang belum sempat ia lihat dan baca .


Dengan rasa malas ia menuju ke kamar mandi , setelah selesai bersih² dan ganti baju , ia duduk dibalkon kamarnya mulai membalas pesan satu per satu .


" Whaaat....besok ulangan , aku belum belum belajar , pak Agung guru fisika sekaligus guru paling killer disekolah , bisa bahaya nich , " ia berlari menuju kamar mengambil buku dan cemilan lalu kembali ke tempat duduknya semula


Ketika tengah asyik belajar , mobil sang papa masuk ke pelataran rumah , Rain hanya mendongak sekilas lalu kembali ke buku yang dipegangnya.


Tak lama berselang ada panggilan masuk ke ponselnya ,


" Sheila " gumannya , buru² ia mengeser tombol hijau


" Woy.... belajar .. belajar, pacaran mlulu , besok ulangan woy... " teriaknya


Rain menjauhkan ponselnya , telinganya sakit mendengar teriakan Sheila , " Punya hobby baru , La " sindirnya


" Hobby baru.. " ucap Sheila bingung


" Iya hobby baru , suka teriak2 gak jelas , gak bisa apa ngomong baik² , gak di nyata..gak dimaya , petakilan terus "


" Lha.... aku kayak gini kan ketuluran virus dari kamu , " bantahnya


" Jawaban simple , tapi bikin otak ku mendidih "


" Kalau sudah mendidih ya dimatiin kompornya , repot amat " bantahnya lagi


" Nich orang ya , sudah dikasih hati masih minta jantung , "


" Aku kan manusia jadi harus punya keduanya , ya jantung ya hati , emang kamu pikir aku pohon pisang , punya jantung tapi tidak punya hati " gerutunya


" Terserah kamu lah ... ada apa malam² telpon , nganggu aja ! " omelnya


" Mau ngasih tempe , besok ulangan fisika , sudah belajar belum ? ingat loh Pak Agung killer banget "


" Sudah tempe , jadi gak usah dikasih cabe "


" Tumben ingat , biasanya butuh alarm dulu , "


" Itu kemarin , sekarang beda lagi "


" Ogh iya , sekarang kan punya moodbooster💞, hahaha .. " godanya


" Jelas dong , kenapa ? nganan loe ! "


" Enggak ... aku mundur alon² aja lah , weeek "


" Wkwkwk ... nyerah nich ceritanya , "


" Maksudnya , "


" Nyerah ngejar cintanya Ufie .. "


" Hahaha ... gak kebalik nich , "


" Lha ... katanya situ suka ? , kenapa gak dikejar ! "


" Ngapain dikejar , dia gak kemana² kok "


" Siapa bilang gak kemana² , dia selalu main² dihati dan pikiranku loh "


" Curhat nich... "


" Enggak .. lagi gosok gigi , udah agh... aku mau lanjut belajar , masa calon istrinya ustadz nilainya jelek , tengsin dong , aassseeeekk "

__ADS_1


" Ngehalu jangan tinggi² , kejedug pesawat baru tau rasa loe ! "


" Kejedug pilotnya juga gak papa , hehehe "


" Berat... berat.. semua cowok dikecengin , yang jomblo semakin tersingkirkan , nasib ... nasib... "


" Huuahuaahua... tuch godain Unur kalau berani , kayaknya cocok loh sama kamu "


" E.... tau agh ... kalau boleh milih , aku gak pengen nikah sama ustadz , orang biasa saja tapi yang paham agama "


" Heeemmm "


" Udah dulu ya , bye... calon istri ustadz , "


"aaaaaamiiiiin " teriak Rain ,


" Iihhh ngeselin banget sich , gak tau apa kalau Ufie itu punyanya CN ,ngrusak semangat belajarku aja ayooo Rain ...fokus ... fokus ..."ucapnya menyemangati diri sendiri


Malam merayap mendekati pagi , sayup² terdengar suara gerimis meski tidak deras tapi mampu membangunkan sosok yang terkenal galak tersebut , ia bangun dan menoleh ke arah jam dimeja kecilnya , " Masih jam 3 , kenapa sich ke bangun jam segini , bukankah ini enak² nya orang tidur " gerutunya


Ia mencoba memejamkan matanya kembali , tapi rasa ngantuk sedang tak bersahabat dengannya , yang ada hanya membolak balik badan sampai sprei tak berbentuk lagi , " mata ... ayo tidur lagi , ini masih malam , mau ngapain melek jam segini " omelnya


Berkali² ia ganti posisi tidurnya tapi tetap tak bisa membuatnya kembali terlelap , akhirnya ia bangun dan berjalan ke kamar mandi , entahlah ... seolah² ada yang mendorong tubuhnya untuk wudhu lalu sholat tahajud , laamaa ia bermunajat mohon ampunan , hingga tak terasa mukenanya basah oleh air mata


" Inikah yang namanya hidayah ? " ucapnya sambil melipat mukena


Sembari menunggu sholat subuh tiba , Rain kembali membuka buku pelajaran fisika dan buku² lain yang menjadi mapel hari itu .


" Kalau hati adem gini , jadi gampang ngafalinnya , semoga ulangan nanti lancar dan mudah ya Allah , aamin " doanya


***********


Jam masih menunjukkan pukul 06.20 wib , Rain sudah bersiap² untuk berangkat ke sekolah , ia menuruni tangga dengan cepat , wajahnya cerah , semangatnya membara , ketika ia memasang kaos kaki , bik Atun menghampirinya


" Loh non , sudah mau berangkat , sarapan sudah bibik siapkan dimeja , ayoo dimakan dulu "


" Maaf bik , gak sempat , saya buru² "


" Disempat²in non , bibik suapin ya , dari semalam non tidak makan apapun , nanti sakit looh " bujuknya


" Kok makan dikantin ? , bibik masak cumi kesukaan non , bibik ambilkan ya , "


" Egh... bik , beneran gak usah , saya lagi gak pengen makan cumi , kemarin Sheila janji mau nraktir , jadi maaaff banget " ucapnya sambil menyatukan kedua telapak tangan didadanya .


" Non Rain gak lagi demo mogok makan dirumah ? " tanya bibik ragu²


" Hahaha .. bibik bisa saja , masa makan dirumah sendiri pakai demo , enggak bi ... setiap keluar bareng Radit pasti diajak makan , jadi yaah sudah kenyang , " jawabnya pura²


" Non Rain bohong ... awas nanti hidung nya panjang seperti pinokio , Non lagi marahan kan sama bapak " godanya


Rain menghela nafas berat , lalu menatap lekat wajah bibik yang sudah mulai berkeriput ,


" Jangan khawatir bik , semuanya baik² saja kok , sudah ya , saya berangkat dulu , " pamit Rain sembari melangkah pergi , sementara sang bibik masih setia memandangnya sampai Rain keluar gerbang rumah mewah tersebut .


Sesampainya di kelas Rain menyempatkan membuka kembali buku catatannya , hingga ua dapat bully an dari beberapa teman sekelasnya


" Ada angin apa nich , tumben Ratu horor sudah sampai kelas jam segini ? " Rain cuek tidak mempedulikannya ucapan Dhea


" Mungkin dia takut kali sama pak Agung " sahut Jeany


" Ogh ... kirain stock takut nya sudah habis ,, " celetuk Cindy


Rain masih tampak acuh , ia hanya fokus pada buku yang dipegangnya , hingga Radit dan Sheila datang , mulut nya masih komat kamit menghafal rumus dan beberapa materi yang dianggapnya akan keluar saat ulangan .


" Pagiii princesskuuh , tumben sudah standby disini ? gak lagi mimpi , kan ? " Rain hanya sekilas menatap Sheila lalu menatap Radit sembari tersenyum


" Pagiii prince kuuh , bisa munduran dikit gak , gantengnya kelewatan , hahaha " godanya , mendengar rayuan Rain , Radit tertawa


" Pagi² sudah kena gombal warning " ucapnya kemudian


" Pegangan yang kuat , Dit . Kalau terbang sampai ke pluto kan bahaya... " celetuk Sheila


" Ngapain jauh² ke pluto , kalau disini sudah ada bidadari " sahut Radit

__ADS_1


" Bidadari kesleo " umpat Sheila


" Nganan bilang bos ! " teriak Rain kencang


" Lampu sein loe ke kiri tuch , ngapain belok kanan , bikin panik kendaran lain , tau gak ! " omel Sheila


" Bukan panik tapi BAPER .. La , sepatu aja berpasangan ... masa kamu sendirian ... " godanya


" Aku bukan sepatu " jawab Sheila jutek


" Pagiiii... anak² .. "


" Pagiii pak .. " jawab semua siswa , kecuali Rain


" Pagiii pak Agung yang baik hati dan juga tamvan " jawabnya


" Hahaha ... " Seisi kelas tertawa mendengar ucapan Rain , sampai² Sheila menyikut lengannya


" Masih pagi , jangan bikin onar , " bisiknya


" Kumpulkan tas kalian , hanya boleh tersisa hanya kertas jawaban dan bolpoint , laksakan sekarang juga ! " titah pak Budi


" Kalau ada yang ketahuan menyontek atau berbagi jawaban , bapak sudah siapkan hadiah untuk kalian , jadi jangan macam² ! " hardik nya


" Huuuuuuu " teriak sebagian siswa


Setelah memberikan pertanyaa, Pak Agung keliling menghampiri siswanya satu persatu , jadi.. benar² tidak ada kesempatan untuk saling contek , jangankan nyontek nglirik kanan kiri aja , gak ada yang berani ,


Dengan wajah sumringah , Rain mengerjakan soal dengan cepat dan tepat , apa yang dihafalnya masuk semua dalam pertanyaan , hingga tidak ada kata sulit yang berkecambuk dalam benaknya , Sheila sedikit gelisah , sementara Radit tetap tenang meski kepalanya sedikit pusing , ditengah keheningan , Rain berdiri dan menyerahkan lembar jawaban pada pak Agung


" Kamu sudah selesai Rain ? coba dikoreksi ulang , mumpung masih ada waktu , " ucap Pak Agung


" Hehehe , sepertinya sudah tidak diragukan lagi jawabannya , Pak " jawab Rain


" Baiklah ...tapi kalau nilai kamu jelek , siap² dapat hadiah dari saya " ancam Sang guru


" Siap laksanakan , ndan " ucapnya sembari hormat


" E... pak Agung yang baik hati dan juga tamvan , bolehkah saya ke kantin , saya lapeer , tadi pagi gak sempat sarapan " keluhnya sambi memelas


" Kamu tau kalau sekarang masih jam pelajaran , bukan waktunya untuk makan apalagi ke kantin , " hardik pak Agung


" Tapi saya beneran laper pak , suweeerr " ucap Rain meyakinkan


" Kebiasaan kalau pagi gak pernah sarapan , terus aja seperti itu " omel Radit pelan tapi masih terdengar oleh Rain


" Gak sempat ! " sahut Rain cepat


" Alasan saja , disempatin kan bisa ! "


" Jangan debat dikelas , ini bukan ruang rapat ! saya koreksi sebentar jawaban kamu , kalau benar kamu boleh ke kantin , tapi ... kalau ada satu saja jawaban yang salah , silahkan bersihan toilet sekarang juga , siap Rain "


" SIAP PAK "jawabnya dengan lantang


" Awas aja kalau nilainya ada salah , aku pastikan kamu juga dapat hukuman dariku , PAHAM SAYANG " ancam Radit


" Jangan galak² , aku sudah punya kunci cadangan , jadi jangan macam² ! " ancam Rain balik


" OKTARAIN AFIFAH RAMADHANI PUTRI DELIA , DETIK INI JUGA KAMU HARUS... " pak Agung menghentikan ucapannya , membuat seisi kelas penasaran dengan kelanjutannya , apakah ke kantin atau membersihkan toilet , Rain tampak begitu santuy , beda dengan Radit yang harap² cemas


" OKTARAIN KAMU .... boleh ke kantin sekarang , nilai Rain sempurna " pak Agung menunjukkan nilai yang tertera di lembar jawaban Rain


" Wooow ... 10 ... hebat " ucap Sheila


" Beneran tuch nilainya , dia gak lagi nyontek kan ? " sahut Jeany penuh kebencian


" Syirik tanda tak mampu " balas Rain


" Buruan ke kantin , bentar lagi aku susul " ucap Radit


" Siap ayangkuuh ,terimakasih pak Agung yang baik hati dan juga tamvan , bye ... teman² , selamat berpusing ria ya ... " ucapnya sembari keluar kelas , Pak Agung hanya tersenyum sambil menggeleng²kan kepalanya , tak sampai 10 menit , Raditpun menyelesaikan ulangannya dan pergi ke kantin menyusul Rain sang pujaan hati


Bersambung ya...

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan 👍, ❤ dan ⭐⭐⭐⭐⭐, terimakasih


😘😘😘😘


__ADS_2