
Part 47
Sepulang dari berbelanja Rain langsung masuk ke rumah , sapaan dari sang mama tak dipedulikannya , ia nyelonong masuk ke kamar dan menguncinya , lalu menjatuhkan tubuhnya dengan kasar ke kasur , ia menatap langit² kamarnya , pikirannya menerawang jauh menembus awan yang sedang berarakan dilangit , ucapan Radit masih terngiang merdu ditelinganya , semakin lama semakin dalam sampai akhirnya ia tertidur dan melewatkan makan malamnya .
Tepat jam 19.00 wib , bik Atun mengetuk pintu kamar Rain , tapi tidak ada sahutan , sampai serak suaranya memanggil² nama anak majikannya itu tapi tetap tidak ada jawaban
" Mungkin Non Rain ketiduran " gumannya sembari melangkah pergi
Waktu terus berjalan hingga jam 22.00 malam , Rain mengeliat manja , dikucek² matanya yang masih enggan untuk terbuka , ia mengusap perutnya ,
" laper , jam berapa ini " buru² ia meraih ponselnya , ada10 panggilan dari Radit , 5 panggilan dari Sheila , entah ada berapa puluh chat yang masuk ke aplikasi whatsaapnya yang belum sempat ia lihat dan baca .
Dengan rasa malas ia menuju ke kamar mandi , setelah selesai bersih² dan ganti baju , ia duduk dibalkon kamarnya mulai membalas pesan satu per satu .
" Whaaat....besok ulangan , aku belum belum belajar , pak Agung guru fisika sekaligus guru paling killer disekolah , bisa bahaya nich , " ia berlari menuju kamar mengambil buku dan cemilan lalu kembali ke tempat duduknya semula
Ketika tengah asyik belajar , mobil sang papa masuk ke pelataran rumah , Rain hanya mendongak sekilas lalu kembali ke buku yang dipegangnya.
Tak lama berselang ada panggilan masuk ke ponselnya ,
" Sheila " gumannya , buru² ia mengeser tombol hijau
" Woy.... belajar .. belajar, pacaran mlulu , besok ulangan woy... " teriaknya
Rain menjauhkan ponselnya , telinganya sakit mendengar teriakan Sheila , " Punya hobby baru , La " sindirnya
" Hobby baru.. " ucap Sheila bingung
" Iya hobby baru , suka teriak2 gak jelas , gak bisa apa ngomong baik² , gak di nyata..gak dimaya , petakilan terus "
" Lha.... aku kayak gini kan ketuluran virus dari kamu , " bantahnya
" Jawaban simple , tapi bikin otak ku mendidih "
" Kalau sudah mendidih ya dimatiin kompornya , repot amat " bantahnya lagi
" Nich orang ya , sudah dikasih hati masih minta jantung , "
" Aku kan manusia jadi harus punya keduanya , ya jantung ya hati , emang kamu pikir aku pohon pisang , punya jantung tapi tidak punya hati " gerutunya
" Terserah kamu lah ... ada apa malam² telpon , nganggu aja ! " omelnya
" Mau ngasih tempe , besok ulangan fisika , sudah belajar belum ? ingat loh Pak Agung killer banget "
" Sudah tempe , jadi gak usah dikasih cabe "
" Tumben ingat , biasanya butuh alarm dulu , "
" Itu kemarin , sekarang beda lagi "
" Ogh iya , sekarang kan punya moodbooster💞, hahaha .. " godanya
" Jelas dong , kenapa ? nganan loe ! "
" Enggak ... aku mundur alon² aja lah , weeek "
" Wkwkwk ... nyerah nich ceritanya , "
" Maksudnya , "
" Nyerah ngejar cintanya Ufie .. "
" Hahaha ... gak kebalik nich , "
" Lha ... katanya situ suka ? , kenapa gak dikejar ! "
" Ngapain dikejar , dia gak kemana² kok "
" Siapa bilang gak kemana² , dia selalu main² dihati dan pikiranku loh "
" Curhat nich... "
" Enggak .. lagi gosok gigi , udah agh... aku mau lanjut belajar , masa calon istrinya ustadz nilainya jelek , tengsin dong , aassseeeekk "
__ADS_1
" Ngehalu jangan tinggi² , kejedug pesawat baru tau rasa loe ! "
" Kejedug pilotnya juga gak papa , hehehe "
" Berat... berat.. semua cowok dikecengin , yang jomblo semakin tersingkirkan , nasib ... nasib... "
" Huuahuaahua... tuch godain Unur kalau berani , kayaknya cocok loh sama kamu "
" E.... tau agh ... kalau boleh milih , aku gak pengen nikah sama ustadz , orang biasa saja tapi yang paham agama "
" Heeemmm "
" Udah dulu ya , bye... calon istri ustadz , "
"aaaaaamiiiiin " teriak Rain ,
" Iihhh ngeselin banget sich , gak tau apa kalau Ufie itu punyanya CN ,ngrusak semangat belajarku aja ayooo Rain ...fokus ... fokus ..."ucapnya menyemangati diri sendiri
Malam merayap mendekati pagi , sayup² terdengar suara gerimis meski tidak deras tapi mampu membangunkan sosok yang terkenal galak tersebut , ia bangun dan menoleh ke arah jam dimeja kecilnya , " Masih jam 3 , kenapa sich ke bangun jam segini , bukankah ini enak² nya orang tidur " gerutunya
Ia mencoba memejamkan matanya kembali , tapi rasa ngantuk sedang tak bersahabat dengannya , yang ada hanya membolak balik badan sampai sprei tak berbentuk lagi , " mata ... ayo tidur lagi , ini masih malam , mau ngapain melek jam segini " omelnya
Berkali² ia ganti posisi tidurnya tapi tetap tak bisa membuatnya kembali terlelap , akhirnya ia bangun dan berjalan ke kamar mandi , entahlah ... seolah² ada yang mendorong tubuhnya untuk wudhu lalu sholat tahajud , laamaa ia bermunajat mohon ampunan , hingga tak terasa mukenanya basah oleh air mata
" Inikah yang namanya hidayah ? " ucapnya sambil melipat mukena
Sembari menunggu sholat subuh tiba , Rain kembali membuka buku pelajaran fisika dan buku² lain yang menjadi mapel hari itu .
" Kalau hati adem gini , jadi gampang ngafalinnya , semoga ulangan nanti lancar dan mudah ya Allah , aamin " doanya
***********
Jam masih menunjukkan pukul 06.20 wib , Rain sudah bersiap² untuk berangkat ke sekolah , ia menuruni tangga dengan cepat , wajahnya cerah , semangatnya membara , ketika ia memasang kaos kaki , bik Atun menghampirinya
" Loh non , sudah mau berangkat , sarapan sudah bibik siapkan dimeja , ayoo dimakan dulu "
" Maaf bik , gak sempat , saya buru² "
" Disempat²in non , bibik suapin ya , dari semalam non tidak makan apapun , nanti sakit looh " bujuknya
" Kok makan dikantin ? , bibik masak cumi kesukaan non , bibik ambilkan ya , "
" Egh... bik , beneran gak usah , saya lagi gak pengen makan cumi , kemarin Sheila janji mau nraktir , jadi maaaff banget " ucapnya sambil menyatukan kedua telapak tangan didadanya .
" Non Rain gak lagi demo mogok makan dirumah ? " tanya bibik ragu²
" Hahaha .. bibik bisa saja , masa makan dirumah sendiri pakai demo , enggak bi ... setiap keluar bareng Radit pasti diajak makan , jadi yaah sudah kenyang , " jawabnya pura²
" Non Rain bohong ... awas nanti hidung nya panjang seperti pinokio , Non lagi marahan kan sama bapak " godanya
Rain menghela nafas berat , lalu menatap lekat wajah bibik yang sudah mulai berkeriput ,
" Jangan khawatir bik , semuanya baik² saja kok , sudah ya , saya berangkat dulu , " pamit Rain sembari melangkah pergi , sementara sang bibik masih setia memandangnya sampai Rain keluar gerbang rumah mewah tersebut .
Sesampainya di kelas Rain menyempatkan membuka kembali buku catatannya , hingga ua dapat bully an dari beberapa teman sekelasnya
" Ada angin apa nich , tumben Ratu horor sudah sampai kelas jam segini ? " Rain cuek tidak mempedulikannya ucapan Dhea
" Mungkin dia takut kali sama pak Agung " sahut Jeany
" Ogh ... kirain stock takut nya sudah habis ,, " celetuk Cindy
Rain masih tampak acuh , ia hanya fokus pada buku yang dipegangnya , hingga Radit dan Sheila datang , mulut nya masih komat kamit menghafal rumus dan beberapa materi yang dianggapnya akan keluar saat ulangan .
" Pagiii princesskuuh , tumben sudah standby disini ? gak lagi mimpi , kan ? " Rain hanya sekilas menatap Sheila lalu menatap Radit sembari tersenyum
" Pagiii prince kuuh , bisa munduran dikit gak , gantengnya kelewatan , hahaha " godanya , mendengar rayuan Rain , Radit tertawa
" Pagi² sudah kena gombal warning " ucapnya kemudian
" Pegangan yang kuat , Dit . Kalau terbang sampai ke pluto kan bahaya... " celetuk Sheila
" Ngapain jauh² ke pluto , kalau disini sudah ada bidadari " sahut Radit
__ADS_1
" Bidadari kesleo " umpat Sheila
" Nganan bilang bos ! " teriak Rain kencang
" Lampu sein loe ke kiri tuch , ngapain belok kanan , bikin panik kendaran lain , tau gak ! " omel Sheila
" Bukan panik tapi BAPER .. La , sepatu aja berpasangan ... masa kamu sendirian ... " godanya
" Aku bukan sepatu " jawab Sheila jutek
" Pagiiii... anak² .. "
" Pagiii pak .. " jawab semua siswa , kecuali Rain
" Pagiii pak Agung yang baik hati dan juga tamvan " jawabnya
" Hahaha ... " Seisi kelas tertawa mendengar ucapan Rain , sampai² Sheila menyikut lengannya
" Masih pagi , jangan bikin onar , " bisiknya
" Kumpulkan tas kalian , hanya boleh tersisa hanya kertas jawaban dan bolpoint , laksakan sekarang juga ! " titah pak Budi
" Kalau ada yang ketahuan menyontek atau berbagi jawaban , bapak sudah siapkan hadiah untuk kalian , jadi jangan macam² ! " hardik nya
" Huuuuuuu " teriak sebagian siswa
Setelah memberikan pertanyaa, Pak Agung keliling menghampiri siswanya satu persatu , jadi.. benar² tidak ada kesempatan untuk saling contek , jangankan nyontek nglirik kanan kiri aja , gak ada yang berani ,
Dengan wajah sumringah , Rain mengerjakan soal dengan cepat dan tepat , apa yang dihafalnya masuk semua dalam pertanyaan , hingga tidak ada kata sulit yang berkecambuk dalam benaknya , Sheila sedikit gelisah , sementara Radit tetap tenang meski kepalanya sedikit pusing , ditengah keheningan , Rain berdiri dan menyerahkan lembar jawaban pada pak Agung
" Kamu sudah selesai Rain ? coba dikoreksi ulang , mumpung masih ada waktu , " ucap Pak Agung
" Hehehe , sepertinya sudah tidak diragukan lagi jawabannya , Pak " jawab Rain
" Baiklah ...tapi kalau nilai kamu jelek , siap² dapat hadiah dari saya " ancam Sang guru
" Siap laksanakan , ndan " ucapnya sembari hormat
" E... pak Agung yang baik hati dan juga tamvan , bolehkah saya ke kantin , saya lapeer , tadi pagi gak sempat sarapan " keluhnya sambi memelas
" Kamu tau kalau sekarang masih jam pelajaran , bukan waktunya untuk makan apalagi ke kantin , " hardik pak Agung
" Tapi saya beneran laper pak , suweeerr " ucap Rain meyakinkan
" Kebiasaan kalau pagi gak pernah sarapan , terus aja seperti itu " omel Radit pelan tapi masih terdengar oleh Rain
" Gak sempat ! " sahut Rain cepat
" Alasan saja , disempatin kan bisa ! "
" Jangan debat dikelas , ini bukan ruang rapat ! saya koreksi sebentar jawaban kamu , kalau benar kamu boleh ke kantin , tapi ... kalau ada satu saja jawaban yang salah , silahkan bersihan toilet sekarang juga , siap Rain "
" SIAP PAK "jawabnya dengan lantang
" Awas aja kalau nilainya ada salah , aku pastikan kamu juga dapat hukuman dariku , PAHAM SAYANG " ancam Radit
" Jangan galak² , aku sudah punya kunci cadangan , jadi jangan macam² ! " ancam Rain balik
" OKTARAIN AFIFAH RAMADHANI PUTRI DELIA , DETIK INI JUGA KAMU HARUS... " pak Agung menghentikan ucapannya , membuat seisi kelas penasaran dengan kelanjutannya , apakah ke kantin atau membersihkan toilet , Rain tampak begitu santuy , beda dengan Radit yang harap² cemas
" OKTARAIN KAMU .... boleh ke kantin sekarang , nilai Rain sempurna " pak Agung menunjukkan nilai yang tertera di lembar jawaban Rain
" Wooow ... 10 ... hebat " ucap Sheila
" Beneran tuch nilainya , dia gak lagi nyontek kan ? " sahut Jeany penuh kebencian
" Syirik tanda tak mampu " balas Rain
" Buruan ke kantin , bentar lagi aku susul " ucap Radit
" Siap ayangkuuh ,terimakasih pak Agung yang baik hati dan juga tamvan , bye ... teman² , selamat berpusing ria ya ... " ucapnya sembari keluar kelas , Pak Agung hanya tersenyum sambil menggeleng²kan kepalanya , tak sampai 10 menit , Raditpun menyelesaikan ulangannya dan pergi ke kantin menyusul Rain sang pujaan hati
Bersambung ya...
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan 👍, ❤ dan ⭐⭐⭐⭐⭐, terimakasih
😘😘😘😘