HIJRAH CINTA AFIFAH

HIJRAH CINTA AFIFAH
Kesal


__ADS_3

part 11


Setelah selesai belanja , Rain dan Ririn pun bergegas pulang , tapi ditengah perjalanan laju sepeda motor mulai tersendat , Rain pun berhenti ditepian jalan


" Rin , turun dulu gih , sepertinya motor kita eror " pinta Rain


" Haah.. ditengah hutan gini .. mogok.. " jawabnya ketakutan


" Bensinnya habis kali kak , biasanya bang Rudi memang sering lupa ngisi " ucap Ririn


" Enggak kok , bensinnya full " Rain mencoba menyalakan mesinnya pakai manual , tapi gak bisa , tapi ia terus mencobanya , hingga keringat membasahi wajahnya


" Kenapa mogoknya disini sich , mana ditengah hutan lagi... hiii .. serem , telpon bang Rudi aja kak "


" Kamu bawa ponsel , kan ? " tanya Rain


" Enggak , kak Rain bawa kan ? " tanya Ririn balik


"Aku gak bawa , tadi kan perginya buru2 , cuma ambil dompet aja , ponsel aku charger dikamar " jawab Rain


" Terus gimana ini .. minta tolong siapa, gak ada kendaraan lewat satupun , coba kak Rain nyalain lagi , siapa tau bisa "


" Gak bisa Rin , coba kamu yang nyalain "


" Aku gak bisa kak " Ririn sudah mulai berkaca2


" Ternyata kamu penakut ya " ledek Rain


" Jangan.. jangan kak Rain ngeprank ini ya.. "


" Ngeprank gundul mu itu , coba kamu lihat aku sampai keringetan gini , apa iya aku cuma acting .. " Rain sewot


Tak lama berselang ada mobil lewat , tapi mereka tidak mau membantu dengan alasan buru2, Rain dan Ririn pun kecewa , karena kesal Rain mengambil kaleng minuman dan melemparkannya dengan kencang hingga...


Brakkk... kaleng itupun mengenai kaca mobil yang sedang melaju ke arah mereka , sontak membuat orang yang berada didalam mobil kaget dan mengerem mendadak


" Iseng banget nich orang , seenaknya saja melempar kaleng bekas minum " umpat Nur rohman karena kaget , emosinya muncul


" Sabar , jangan emosi , yang penting kita selamat " ucapn Kahfi menenangkan


Nur rohman keluar dari mobil dan berjalan menuju ke arah Rain dan Ririn , ia benar2 geregetan , Rain yang tidak menyadari itu malah duduk santai menikmati cemilan yang tadi dibelinya


" Pasti salah satu dari kalian yang tadi melempar kaleng bekas minuman ? " tanya Nur rohman to the point


Sontak Rain dan Ririn menatap ke arah suara yang tiba2 muncul


" Unur.. " teriak Ririn


" Alhamdulillah , akhirnya Allah mengirim orang untuk membantu kami " ucap Ririn penuh rasa syukur , sementara Rain karena kaget hampir tersedak dan buru2 mengambil minum

__ADS_1


" Ririn... ngapain kamu disini ? , " tanya Nur rohman


" Unur.. itu sepada yang kami pakai tiba2 mogok , " jawabnya kilat


" Unur.. " Nur rohman mengerutkan alisnya


" Unur... ustadz Nur .. maksudnya " ucapnya sambil tersenyum malu


"Kenapa gak telpon Rudi ,, ini sudah mendekati petang , bisa2nya kalian sesantai ini " omel Unur


" Kami lupa bawa ponsel " sahut Rain santai


Unur menatap Rain sekilas , " mana kuncinya " ucapnya


Rain segera memberikan kuncinya , Unur langsung mencoba menyalakan , tapi berulang kali mencoba tetap nihil , sepeda tetap tidak bisa menyala , karena lama tidak kembali akhirnya Kahfi keluar menyusul Unur


Mata Rain dan Kahfi saling beradu , dalam hitungan detik ,lalu sama2 mengalihkan pandangan , Unur pun menoleh ke arah Kahfi


" Ada apa , dik ? " tanya Kahfi pada Unur


" Sepeda mereka mogok , gimana nich..? kalau kita anter mereka , gak memungkinkan waktunya " ucap Unur sambil melihat jarum jam ditangannya


" Boleh , minta tolong telponkan bang Rudi saja, biar dijemput kesini ? " pinta Ririn


" Rudi masih ada tugas dari saya " Jawab Kahfi datar


" Ada kontak yang lain , mungkin ? " tanya Unur lagi


" Masuk mobil !! " perintah Kahfi


Rain dan Ririn masih diam tak bergeming , pasalnya mereka bingung , yang disuruh masuk mobil siapa? , Unur atau mereka berdua juga ,


" Gak dengar saya ngomong apa tadi !! Kalian berdua ingin pulang atau menginap disini " ucap Kahfi kemudian , Rain dan Ririn saling menatap , lalu berjalan pelan menuju mobil .


Sepanjang perjalanan semua hanya terdiam , Unur fokus pada kemudi , Rain sibuk dgn pikirannya sendiri , Ririn pun begitu , entah dengan Kahfi ..


hingga...


" Dik , berhenti dikedai bakso depan ya ? " ucap Kahfi pada Unur , sesuai perintah Unur memarkirkan mobilnya tepat didepan kedai yang tampak sepi


Karena tidak ada perintah turun Rain dan Ririn tetap berada dalam mobil , mereka berdua saling tatap ,


bingung dengan situasi yang membuat keduanya tidak nyaman , hingga Kahfi menghampiri mereka lagi


" Kalian ikut turun atau nunggu disini ? " ucap Kahfi masih dalam mode cuek dan datar


" Ternyata selain cuek dan galak , nich orang juga nyebelin banget " omel Rain dalam hati


" Maaf , saya tunggu disini saja " jawab Rain tak kalah datar

__ADS_1


Kahfi membuka pintu mobil tanpa mengucapkan sepatah katapun , akhirnya mau tidak mau , Rain dan Ririn turun dari mobil , mereka berjalan cepat menyusul Unur masuk ke kedai Bakso , sementara Kahfi mengikuti dari belakang


Rain berusaha rileks meski detak jantungnya tidak bersahabat , " tenang... tenang dia manusia, bukan hantu , bukan gerandong , apalagi kolor ijo " ucapnya sambil mengelus- elus dadanya


" Haus Rain ? " tanya Unur tiba2 , membuatnya tersadar dari lamunannya


" Eh.. iya " jawabnya gugup.


" Pamali melamun sore2 gini , " ucapnya sok kenal , padahal tau nama Rain juga dari Rudi 😁😁😁


Sementara Kahfi hanya fokus pada ponselnya , jangan tanya Ririn kenapa ya ? , dia salting dengan Unur makanya mode silentnya aktif πŸ˜‚πŸ˜‚


" Loh Mas Kahfi , sudah lama tidak mampir kesini ,, bagaimana kabarnya? " tanya si ibu kedai , yang terlihat sangat akrab ,


" Alhamdulillah sehat bu " jawab Kahfi ramah


" Ini istrinya mas , cantik sekali " puji sang ibu


" Iya.. " jawab Kahfi asal , yang membuat Rain tersedak karena kaget


"Uhuk.. uhukk.. " Rain sampai terbatuk- batuk ,matanya sampai berair , menahan sakit ditenggorokannya , Tanpa berbicara Kahfi menyodorkan air mineral ke padanya , karena kesal Rain menerimanya kasar


Kahfi terlihat cuek , meski ia tau kalau Rain kesal kepadanya , sementara Unur menjawab " aamiin " seraya tersenyum


Setelah selesai makan , mereka melanjutkan perjalanan menuju rumah Ririn , hari semakin petang , ketika adzan maghrib berkumandang , mobil terparkir tepat didepan rumah


Mendengar deru mobil yang dikenalnya , buru2 Rudi keluar rumah , " loh kok kalian bisa pulang bersama Ustadz Nur rohman dan gus Fie , sepeda abang kemana Rin ? " tanya Rudi penasaran


" Tak buang " jawab Rain sewot sembari masuk ke dalam rumah


Rudi bingung , dengan perubahan sikap Rain yang jutek , Ririn pun segera menyusul masuk rumah , tentu setelah mengucapkan terimakasih pada Unur dan Ufi


" Ayo sholat maghrib dulu di musholla " ajak Kahfi yang dijawab anggukan kepala oleh Unur dan Rudi


Sementara didalam kamar Rain membaringkan tubuhnya dikasur , hatinya benar2 kesal dengan sikap Kahfi yang menurutnya sangat2 seenaknya


" Kak" panggil Ririn


Rain diam tidak menjawab , kemudian Ririn duduk ditepian dipan , " Kak Rain kesal dengan Ufi ? " tanyanya


" Diaamiinkan saja , itu kan doa baik , siapa tau beneran berjodoh " goda Ririn sambil tertawa pelan


Rain bangun dari tidurnya , kemudian bersandar pada dinding dipan


" Kenapa Ufi nyebelin banget , bikin kesal aja " gerutu Rain


" Kesal apa kesal.. jangan.. jangan... " ledek Ririn


" Besok aku mau pulang " ucap Rain sambi beranjak ke koper yang dibawanya, membuat Ririn tiba2 nyesek , airmatanya jatuh tanpa aba2 , ia memeluk Rain erat " Jangan pulang dulu kak " ucapnya sambil terisak

__ADS_1


Rain kaget , dibaliknya tubuh Ririn , ternyata memang sedang menangis , " Aku pikir gak bisa nangis " ledek Rain


Ririn kembali memeluk Rain semakin erat, tangisnya benar2 pecah ,, " Aku mohon jangan pulang dulu " ucapnya memelas


__ADS_2