
Part 43
" Rere sayang... mengapa kamu hujan² nak , sini.. sayang " Teriak umi sambil membawa payung mengejar Rain yang belum jauh
Buru² ia membalikkan badan , ia hanya mengulas senyum saat umi sudah berdiri didepannya
" Kenapa hujan² sayang , dari mana dan mau kemana ? , tumben jalan kaki.." tanyanya kemudian
" Rain lagi pengen main hujan umi , hehehe ... umi sendiri mau kemana ? " tanyanya balik
" Umi mau pulang , ayooo ikut umi , ngapain main hujan nanti sakit looh "
" Umi duluan saja ya , Rain masih nunggu... "
" Nunggu pacar " sahut umi cepat
" Bu.. kan umi .. e... itu .. anu.. " Rain bingung mencari alasan yang tepat
" Sudah bareng umi aja... cepat masuk mobil ... biar gak masuk angin "
" Tapi umi... "
Tanpa banyak kata umi segera menarik tangan Rain agar segera masuk ke dalam mobil . Entah mengapa Rain tidak kuasa menolak keinginan dari orang yang baru dikenalnya itu , seolah ada dorongan dari dalam dirinya untuk mengiyakan ajakannya
" Sudah tau hujan , mengapa tidak berteduh dulu , malah hujan²an , senang kalau sakit , anak jaman sekarang memang gak pernah nurut , susah dibilangi " omelnya sambil mengelap wajah Rain dengan handuk kecil ,
"Haaaaciiiinn ....haaciiin ..." Rain bersin sampai beberapa kali ,
" Tuuch kan.. umi bilang juga apa, bandel sich , kita ke rumah umi aja ya "
Umi menatap lekat gadis cantik didepannya , ia kaget karena mata Rain masih sembab , ia pun bertanya " Kamu baik² saja kan sayang , lagi ada masalah ? boleh kok cerita sama umi , Rere boleh kok anggap umi sebagai ibu , boleh juga anggap sebagai sahabat , jadi jangan sungkan untuk sharing ya sayang , calon mantu umi yang paling cantik " pujinya sambil tersenyum bahagia
Mendengar ucapan umi , Rain mengangguk pelan , rasa sesak kembali menderanya , kemudian ia membuang muka , tidak ingin airmatanya kembali jatuh
" Mengapa umi masih keukeuh menjodohkanku dengan putranya , jadi penasaran , kalau ia ganteng mengapa gak laku² , wah jangan.. jangan jelek atau bahkan .... " hati dan pikiran Rain terus bertanya²
" Kok malah melamun , mikirin apa sich Re ...Mampir ke rumah umi ya , tidak ada PENOLAKAN "ucapan umi membuyarkan lamunannya , dan sekali lagi Rain hanya mengangguk pelan ,
" Sudah sampai , ayo masuk , " Umi mengandeng tangan Rain masuk ke dalam rumah
" Langsung mandi ya sayang , biar gak masuk angin , itu kamar mandinya , umi carikan baju yang agak kecil buat kamu " Rain masih tak bergeming
" Looh kok belum masuk kamar mandi , apa perlu umi mandiin ? " godanya
" Eh iya umi .. maaf sudah merepotkan " ucapnya sebelum melangkah masuk untuk mandi
Umi hanya tersenyum kemudian berjalan ke kamar untuk mengambil baju ganti untuk Rain , setelah memberikan baju , ia menuju dapur .
" Umi bikin apa ? " tanya Kahfi yang tiba² muncul
" Ngaggetin aja ... Bikin teh , abang mau..? "
" Mau .. tapi jangan terlalu manis ya umi " ( Kahfi memperhatikan sang bunda yang menyiapkan satu gelas lagi ) kok umi buat 3 yang satu untuk siapa , bukankah Abi atau adik sedang tidak ada dirumah ? " tanyanya penasaran
" Satu untuk Rere " jawab Umi yang sontak membuat Kahfi terkejut
" Ngapain umi ajak dia kesini ? tidak ada udang dibalik batu kan , umi " tanyanya curiga
" Ada juga gak papa " godanya
" Umi , handuknya ditaruh mana ? " tanya Rain , Kahfi menoleh ke sumber suara , ia kaget Rain pun lebih kaget lagi
" Ufie... "
"Afifah " ucap keduanya bersamaan , umipun ikut terkejut ia tidak menyangka kalau keduanya sudah saling kenal
" Kalian sudah saling kenal , tapi kok beda manggilnya , Ufie ... Afifah ... "
" Egh .. itu umi... anu... " Rain bingung mau berkata apa , Tiba² Kahfi menyahut
" Afifah juga namanya umi... kalau Ufie , itu kepanjangan dari Ustadz Kahfi katanya "
Umi Tersenyum bahagia " Ogh .... selain sudah saling kenal , kalian juga sudah punya panggilan khusus ..." godanya
Rain tersenyum malu , sementara Kahfi kembali cuek , ia membawa teh hangat miliknya menuju ruang tengah sambil berguman " jadi Rere itu Afifah dan artinya ...., ogh dunia ini sempit ternyata "
" Dunia ini sempit ternyata , gara² hujan malah bertemu denganmu Ufie ' guman Rain sambil tersenyum
" Tuch kan malah senyum² , gimana anak umi ganteng kan " bisik Umi pelan
" Cowok ya pasti ganteng umi , masa cantik " alibinya
__ADS_1
" Hahaha ... gitu ya.. diminum dulu teh nya , mumpung masih hangat "
Rain mengangguk , ia sempatkan melirik ke arah Kahfi yang duduk sambil senyam senyum fokus pada ponselnya
" Pasti sedang bercanda dengan CN ( Cenna ) , kamu begitu bahagia saat bersamanya " gumannya
Tak berselang lama , ponsel Rain berdering , Kahfi menoleh sekilas ke arah Rain lalu kembali fokus pada benda pipih ditangannya .
" Bentar ya umi " pamitnya ketika ia tau Radit yang menelponnya
" kamu dimana ? mengapa belum sampai rumah ? "
" Aku masih ada urusan sedikit , ada apa kamu telpon ? " tanyanya
" Ditelpon pacar kok malah tanya ada apa ? , dimana sekarang , biar aku jemput , aku punya sesuatu buat kamu "
" Hehehe ... maaf ... tapi beneran aku masih ada urusan , nanti aku kabari kalau sudah selesai ya , " dengan mimik sumringah
" Jangan aneh² Rain , diluar hujan deras , sebenarnya kamu ada dimana ? jangan buat aku khawatir " omel Radit gusar
" Diluar memang hujan , tapi disini tidak kok , hehehe , jadi jangan khawatir , Dit "
Ketika nama Radit disebut , Kahfi menoleh , raut wajahnya sedikit berubah , umi yang kebetulan berada ditengah² antara Rain dan Kahfi terus memperhatikan keduanya bergantian , senyumnya mengembang " jodohkan mereka berdua , ya Robb...aamiin " ucapnya sambil menengadahkan tangannya .
" Rere ... abang... makan dulu yuk " panggilnya
Kahfi beranjak dari tempat duduknya kemudian duduk didekat sang bunda , Rain buru² mengakhiri panggilan telponnya dan berjalan pelan
" Duduk sini sayang " ucap umi sambil menunjuk tempat persis didepan Kahfi
Rain canggung , ada rasa tidak nyaman duduk didepan Kahfi , hati dan pikirannya bentrok , bahagia tapi juga salah tingkah , belum lagi detak jantungnya yang semakin tak beraturan " Hati ... tenanglah , jangan seperti ini , malu kan kalau dia sampai tau " omelnya dalam hati
" Rere kok diam saja sayang .. buruan makan umi ambilkan , mau yang mana ? "
" Egh... tidak usah umi , saya bisa mengambilnya sendiri " ucapnya canggung , jangankan melihat sekedar melirik Kahfi pun ia tidak berani
" Jangan sungkan , anggap aja rumah sendiri , masih ingat kan apa yang umi katakan tadi "
" Iyaa umi " Rain pelan² mulai menyendokkan nasi ke mulutnya , tapi entah mengapa walaupun sudah dikunyaknya lama , nasi itu tetap sulit untuk ditelan , ia pun mengambil air putih yang telah disediakan oleh umi lalu meneguknya , kejadian itu terus diulangnya , Kahfi menatap Rain sekilas kemudian melanjutkan makannya ,
" Bisa gak sich makannya dicepetin dikit , aku gak bisa nelan nich , gak peka banget , " gerutunya dalam hati ,
" Bang , Abi dan adik tadi berangkat jam berapa ? "
" Terus ... nanti yang ngantar abang pergi ke kajian siapa ? , "
" Gampang umi , nanti minta tolong Iyan atau Dewa kalau mereka tidak lagi repot , kalau repot ya pergi sendiri "
" Ya sudah terserah kamu , nanti sekalian antar Rere pulang ya " pintanya
" Insyaallah umi "
" Tidak perlu repot² umi , nanti Rain bisa naik taksi atau minta tolong Radit untuk nyusul kesini "
" Terserah kalian saja , Rere sayang , kok sedikit sekali makannya , ayo jangan sungkan² ... "
" Sudah kenyang umi " jawabnya sambil tersenyum
*******
" Masih pertama malu lah ... lama² juga malu²in " goda Author pada Rain
" Ngiri bilang bos , hehehe "
" Sekali kali nganan laah ... masa ngiri terus , sekarang udah lega kan , " 😊
" Maksudnya ? "
" Legaaaa .. kan sudah ketemu .... cie.. cie.. cie... "
" Enggak ... biasa aja "
" Heemmm....beneran nich biasa aja , kalau next time aku nulis pertemuan Kahfi dengan CN , gimana ? "
" Yaa terserah kamu lah thor , kan kamu yang nulis , nanti aku protes , salah.. "
" Tumben pasrah ... kenapa ? masih marah sama papa ? "
" Enggak... lagi males aja "
" Udah diketemuin kok malah bete , gimana sich ,, yang semangat gitu looh , bukan Rain banget "
__ADS_1
" Apa aku harus teriak² setelah bertemu dengannya , harus diumumin biar semua tau , gitu maksudnya "
" Kalau perlu ya gak pa² "
" Mulai gak waras ! "
" Lagi oleeng "
" Tumben "
" Tau .. "
" Lagi kangen yaa... "
" Kangen siapa ? "
" Siapa lagi ,, "
" Udah agh... balik ke cerita aja lah "
" Okey ... semangaaaat thor 💪💪💪🥰🥰"
" Makaciiih cantiiik 😘😘😘😘"
********
Setelah makan , Rain dan umi bercengkrama diruang tengah , sementara Kahfi duduk di sofa ruang tamu , sesekali terdengar suara tawa dari keduanya , sementara Kahfi hanya menjadi pendengar , meski dalam mode cuek tapi senyumnya mewakili kalau nyimak perbincangan antara umi dan Rain .
" Padahal baru kenal , mengapa Afifah dan umi sedekat itu , seperti sudah kenal bertahun² lamanya , Afifah memang sedikit bar² , bukan sedikit sich parah malahan , tapi dibalik itu semua ia adalah pribadi yang baik , supel , gampang berbaur dengan orang , yaaa... meski bucinnya gak ketulungan , kadang njengkelin , kadang malah jadi nganggenin , eehhh ... kok aku malah muji² dia sich ,, Astaghfirullah hal adzim ... " gumannya pelan
" Ogh... jadi gitu umi... tapi Rain kan gak bisa ngaji , malu kan , kalau tiba² ikut kajian "
" Ngapain malu sayang , justru kalau gak bisa ngaji terus gak mau datang ke kajian itu yang harusnya malu "
" Nanti Rain pikir² lagi ya umi "
" Boleh tapi jangan lama² ya ... semakin lama ditunda semakin malu loooh , hehehe "
" Tuch kan... umi malah sengaja ... "
" Harus semangat sayang , mencari ilmu itu wajib looh , insyaallah umi bimbing sampai bisa "
" Kalau gak bisa² gimana.. ? "
" Dipukul laaah , masa capek² ngajari tapi tetap gak bisa " sahut Kahfi
Rain menatap tajam laki² yang melintas didepannya , ada rasa dongkol yang tiba² muncul menyapanya " nich orang seperti mas kun , tiba² datang , tiba² pergi , ketika diajak ngobrol diam , gak diajak ngobrol malah nyahut , apa sich maunya , pura² cuek kenyataannya siaga , mooduuus " omelnya dalam hati
" Apa lihat² ... " hardik Kahfi , buru² Rain menbuang muka
" Sandal mana ., sandal... " umpatnya dalam hati
" Makanya kalau gak bisa itu belajar , jangan pacaran mlulu " omel Kahfi , Umi tersenyum mendengar sang anak menasehati Rain , tapi Rain justru bertambah kesal
" Maling kok teriak maling .. heeyyy bukan hanya aku yang pacaran , tapi kamu juga , seenaknya aja kalau ngomong , gak dipikir dulu , kamu pikir aku gak tempe kamu virtual an sama CN , dasar... buaya... egh bukan ... bunglon ... egh bukan juga , beruang es , itu baru benar " gumannya sambil cengegesan
" Dikasih tau malah senyam senyum gak jelas , dengar gak saya bilang apa tadi ! " gertaknya
" Dengarlah kan punya telinga " jawab Rain enteng
" Ogh kirain gak punya .. " godanya sambil tersenyum
" Gak usah senyum² nanti banyak semut looh " godanya balik
Sang umi bingung dengan arah bicara Rain , ia mengerutkan alisnya ketika menatap ke arah calon mantu , katanya... 😄😄😄 " maksudnya banyak semut sayang...? "
" Senyumnya mengandung gula umi , jadi semutnya pada datang " sahut Kahfi
" Itu tau.. "
" Gak usah ngegombal , waktunya serius ya serius , nanti ada sendiri kalau mau bercanda " ucap Kahfi tegas
" Bang , jangan terlalu serius , santai saja , namanya juga belajar jadi butuh proses " bela umi
" Iya umi .. tapi jangan terlalu dimanja nanti malah malas belajarnya , ini jadwal kajiannya , " ucap Kahfi
" Waduuh satu minggu full , satnight juga ada jadwal , kapan aku ngedatenya kalau kayak gini " gerutunya pelan
" Sengaja saya kasih jadwal full biar gak ada kesempatan pacaran " Rain membulatkan matanya , ia menatap geram pada cowok yang ada didepannya
" Kenapa.. mau protes ! kalau saya sich terserah , mau ya silahkan , gak mau juga gak maksa , kan semua itu juga demi kebaikan kamu sendiri , tugas saya hanya mengingatkan " ucapnya sambil berlalu
__ADS_1
" Umi... "
" Pelan² saja ... yang penting sudah ada niat untuk belajar , harus yakin bisa ya , semangaat calon mantuku tersayang " ucap umi sambil memeluk Rain , dan Rain pun hanya tersenyum kecut