
part 13
Acara kirim doa pun selesai , Rain dan kawan2 , asyik bercengkrama didepan rumah , dihiasi rembulan yang tersenyum lebar ( bulan purnama maksudnya 😊😊)
Dari kejauhan tampak tiga orang laki2 berjalan mendekati mereka , yach ... siapa lagi kalau bukan , Kahfi, Unur dan Rudi ,
" Assalamu'alaikum " sapa ketiganya bersamaan
" Wa'alaikum salam " jawab semua serentak
" Ogh ya .. belum sempat kenalan ya ,, Radit .. ini bang Rudi kakaknya Ririn , yang itu Ustadz Nur rohman dan yang itu... " Rain berhenti sejenak
" Kahfi " sahut Kahfi cepat
" Ogh iya.. saya Radit , teman nya Rain , yang ini Sheila sepupu saya " ucap Radit sambil menunjuk
Rain kaget.. ia membelalakan matanya , " Kalian sepupuan , kok aku gak tau " semprotnya
" Kamu gak nanya .. " jawab Sheila santai
" Dasar loe .. " ucap Rain mengambil beberapa tisu kemudian menggulungnya asal dan melemparkannya ke Sheila , karena Sheila siaga langsung menghindar , alhasil tisu itu mendarat tepat dikening Kahfi ,
" Uppss !! , maaf gak sengaja " ucap Rain sambil menangkupkan kedua tangannya , kali ini pandangan mereka bertemu lagi , Tapi tidak seperti sebelumnya , bukannya marah , Kahfi malah tersenyum ,,,
" Tumben sich senyum " guman Rain dalam hati , iapun membalasnya dengan senyuman meskipun agak terpaksa ( tuch kan baru disenyumin sedikit aja langsung salah tingkah🤣🤣🤣🤣)
" Jadi kamu pulang kapan Rain ? " tanya Radit serius
" Aku enggak pulang , pengen tinggal disini saja sama bibik " jawabnya cuek meski semua mata tertuju padanya
" Horeeee" sorak Ririn senang
" Dik " pelotot Rani yang masuk membawa minuman , Ririn pun menggeser tubuhnya sembunyi dibalik tubuh Rain
" Lha... sekolah kamu ? " tanya Sheila
Rain tidak menjawab , ia malah asyik menikmati permainan diponselnya
" Gus , besok jadi balik ke serang ? " tanya Unur pada Kahfi
" Sepertinya belum , masih ingin disini sebentar lagi " jawab Kahfi datar
" Tinggal diserang , gus ..? " tanya Radit
" Saya tinggal di Depok , serang itu pondok nya Abi " jawab Kahfi
__ADS_1
Mendengar kota Depok , mata Rain menatap Kahfi tajam , " kita juga tinggal didepok .. " sahut Rain
" Ealah... sama2 orang depok ternyata ya... " ucap Unur sambil tersenyum, sementara Kahfi sibuk dengan ponselnya
" Ufi... " panggil Rain , dan anehnya Kahfi langsung menoleh kepadanya
" Siapa Ufi..? " tanya Sheila penasaran , Rain hanya memberikan kode , Ufi itu Kahfi , gus Fie .. ya itulah ..
" Ufi itu.. ustadz Kahfi , kalau Unur itu Ustadz Nur rohman " Ririn menjelaskan , Sekali lagi Kahfi hanya melebarkan bibirnya tanpa suara
Rain mengalihkan pembicaraan " Kalian berdua hari ini mbolos , apa iya besok mbolos lagi " tanya Rain
" Hari ini kita gak mbolos kok, kebetulan pulang pagi , kalau besok kita sudah ijin , iya kan Dit " jawab Sheila
" Senin kita baru masuk " timpal Radit santai
" Memangnya sekolah punya nenek loe , bisa masuk - mbolos seenak jidat loe , " umpat Rain kasar , ia lupa kalau ada ustadz2 ganteng disebelahnya ,
" Ada Ufi kak , tolong dikondisikan kalau ngomong " bisik Ririn pelan
" Bodo amat " jawab Rain sewot
" Kamu sendiri sudah mbolos berapa hari ..? " tanya Unur mengetes kejujuran Rain
" Aku kan diskorsing 1 minggu , " Rain keceplosan
" Pasti kak Rain bandel , makanya diskorsing " ucapnya
" Ehh... enggak bandel kok , cuma sedikit usil... hehehe" jawabnya
Ufi menggeleng- gelengkan kepalanya , " benar- benar nich cewek , " guman Ufi dalam hati
" Kalau gak pulang , belajar ngaji tuch sama Ufi atau Unur , biar agak bener dikit , " ucap Radit
" Emang kamu pikir aku gak bener... gitu ? " jawab Rain sewot
" Maksudnya menjadi lebih baik , sayang " ucap Radit sambil mengacak-ngacak rambut Rain , mendengar kata sayang , Kahfi mengambil teh dan meminumnya sampai habis , kemudian fokus lagi pada ponselnya , sementara Rain melirik Kahfi sekilas
" Ehemm... " Sheila berdehem memperhatikan Rain dan Kahfi
" Apakah gus Fie berkenan mengajari calon istri saya , ngaji...? " ucapnya serius
" Whaattt... calon istri " teriak Rain keras
" Insyaallah , " jawab Ufi singkat ,
__ADS_1
" OMG... kalian mau menikah muda..? " tanya Sheila penasaran
" Suara kalian berdua bisa dikecilin dikit , gak.. kenceng banget .. nanti monyet- monyet yang ada di hutan itu turun terus nyamperin kalian , gimana ? , gak takut .. " " ucap Radit sambil meledek
" Emang kamu mau calon istri loe, disamperin monyet..? " tanya Rain kesal
" Hahaha... " Ririn dan Sheila tertawa ngakak , sementara Unur dan Rudi hanya tersenyum , jangan tanya Ufi ya... dia masih asyik mainan ponselnya ,
hingga....
" Dik , balik yukk , sudah malam nich ? " ucapnya menoleh ke Unur , Unur belum memberikan jawaban Ufi sudah beranjak dari tempat duduknya,
" Kita balik dulu ya.., " pamit Unur
" Assalamu'alaikum " ucap Ufi dan Unur bersamaan
" Wa'alaikum salam " jawab semua serentak ,
Rain menatap punggung Ufi , sampai hilang dipertigaan jalan , ada rasa tidak rela ketika diitinggal , mengingat beberapa hari lagi harus balik ke habibat aslinya.
Sheila dan Radit memperhatikan sikap Rain , timbul ide konyol Sheila untuk mengodanya
" Rain , Ufi ganteng ya,,, boleh dong buat aku .. " ucapnya sambil mengedipkan matanya
" Kok tanya sama aku.. sono tanya ke orangnya langsung .. " jawab Rain jutek, karena moodnya berubah
" Kan.. kamu sudah punya Radit , lha aku masih jomblo akut " godanya lagi
" Ambil aja kalau dianya juga mau.. " jawabnya makin jutek
Radit semakin menyadari kalau Rain tidak mencintainya lagi , ia pun sadar kalau selama ini sudah menyia-nyiakan rasa sayang dan perhatian yang Rain diberikan kepadanya ,
( sabar ya , Dit🤗🤗🤗)
" Kamu baik2 aja kan , Rain ? " tanya Sheila
" Kok kayaknya gak rela gitu , Ufi pulang " ledeknya
" Terus aja , ngledekin aku , ya ? , sahabat rasa musuh " umpatnya
" O.....O , beneran aku deketin lohh " godanya lagi
" Pepetin sono... whatever... " Mimik wajah Rain semakin kesal dan badmood
" Jeles... nich yee.. " Sheila semakin gencar mengodanya
__ADS_1
" Tau.. ahhh... " Rain beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju kamarnya , ketika Ririn hendak menyusul Rain , dicegah oleh Radit
" Mau kemana, Rin ? , disini dulu aja ya ,, Rain lagi badmood , biarkan dia sendiri dulu , kamu juga Sheila , suka banget ngodain Rain , kalau dia emosi gimana , bisa roboh nich rumah bibik " omel Radit , sementara Sheila hanya nyengir kuda , Ririnpun kembali duduk ditempatnya semula