HIJRAH CINTA AFIFAH

HIJRAH CINTA AFIFAH
Selalu Romantis


__ADS_3

Part 32


Sementara itu Rain , sudah bersiap2an berangkat ke sekolah , dan seperti biasa ia selalu cuek dan jutek kalau berada di rumahnya sendiri , mungkin rumah Rain ada mbak kun2 nya kali ya , 😁😁


Yang selalu membuatnya badmood


" Pagi sayang .. " sapa sang mama , ketika Rain tiba dimeja makan


" Pagi " jawab Rain singkat


" Mau sarapan apa ? " tanya mama Dhania , Rain cuek ia mengambil sendiri sarapannya tanpa mempedulikan ucapan ibunya , pak Ramdan yang sudah terbiasa dengan kelakuan sang anak hanya diam , dan terus melanjutkan makannya .


" Papa sudah TF uang buat Rain ? " tanyanya


" Belum , papa masih sibuk , nanti saja papa Suruh Rico untuk transfer , sekalian gaji karyawan " jawab pak Ramdan datar


Rain meletakkan sendoknya kasar ke piring , lalu beranjak meninggalkan meja makan , mama Dhania sedih menatap punggung sang putri , sementara pak Ramdan bangkit dari duduknya dan menghampiri sang istri " sabar ya ma , jangan pernah bosan dan putus asa mendoakan putri kita " sang istri mengangguk pelan kemudian memeluk suaminya erat ,


" Kalau mama semakin erat meluk papa , jadi gak pengen masuk kantor " godanya sambil tersenyum ,


" Hayuuk bikin adik buat Rain , siapa tau kalau punya adik bisa berubah menjadi anak baik " tambahnya , mama Dhania mencubit pinggang suaminya sambil tersenyum


" Ihh papa ini " ucapnya malu2


" Kalau papa perhatiin , mama semakin hari semakin cantik , apa sich rahasianya " tanyanya


" Cinta papa " jawabnya


" Ogh ya... kalau begitu papa tambahin lagi cintanya biar mama makin cantik " rayunya

__ADS_1


Mama Dhania tertawa " papa bisa bucin juga "


" Ya bisa lah , bucin sama istri mah pahala "


" Iyaa sich , cuma kan jadi malu , sudah tua masih digombalin "


" Siapa bilang sudah tua , mama masih pantas punya anak 3 lagi "


" Haaaah , tiga " teriaknya


" Kenapa ? kurang ... 5 kalau begitu " godanya lagi


Mama Dhania beranjak dari duduknya lalu memeluk suaminya erat , " terimakasih ya Allah sudah mengirim malaikat sebaik ini untukku , " gumannya dalam hati ,


" Tuch kan malah ngode , gak boleh kerja nich ceritanya " goda nya lagi , mama Dhania semakin terisak pilu


" Kok malah nangis ? ucapan papa ada yang salah ? , duuuh barusan dipuji cantik kok malah nangis , nanti kalau luntur gimana ... papa dong yang rugi " candanya


" Iiiih papa becanda mlulu , mama ini lagi sedih " omelnya


" Lha yang bilang mama tertawa ya siapa ? "


" Papa cari cara kek supaya Rain bisa jadi anak yang baik , mama stres kalau seperti ini terus2an "


Pak Ramdan menghela nafas berat , " Harus dengan cara apalagi ma , sepertinya segala cara sudah kita lakukan tapi Rain semakin sulit diatur , atau kita nikahkan saja ya "


" Papa !! Rain itu masih kecil , bagaimana dia bisa ngurusin suami , ngurusin diri sendiri aja belum bisa , cari cara lain , kita masukkan pondok pesantren mungkin ? "


" pondok pesantren ,,, ogh ya , papa ingat kalau punya sahabat seorang ustadz , nanti coba kita kesana ya minta nasehat "

__ADS_1


" Itu yang belum kita lakukan , semoga kali ini berhasil "


"Aamiin , ya sudah papa ngantor dulu ya , keburu siang , panas ...nanti jadi item kulit papa , kan bahaya.. bisa2 mama nglirik cowok lain lagi . " godanya


" Papa meragukan kesetiaan mama "


" Enggak kok sayang , papa tau mama orang nya setia "


" Ya sudah .. buruan berangkat , nanti malam kita ke temannya papa yang ustadz itu ya ,"


"Aasiiaaap istrikuuh tersayang " ucap Pak Ramdan sambil mengecup pipi sang istri


" Hati2 , ingat jaga hati dan mata , awas aja kalau masih suka nglirik cewek cantik "


" Heeemm ... dimata papa tidak ada cewek cantik selain istriku ini "


" Iihhh gombal "


" Yeehh , gak percaya.. di hati papa cuma ada satu nama DHANIA AYUDEWI "


" Iya .. iya.. mama percaya "


" Ikut ke kantor yuk , temani papa kerja , biar tambah semangat " ajaknya


" Eeemmm.. boleh , bentar ya , mama siap2 dulu "


" Eh ... gak usah dandan , papa gak reka kalau wajah cantik mana dilihatin karyawan di kantor "


" Lha terus .. mama awut2an gini perginya , papa gak malu ka.. "

__ADS_1


" Iya.. iya , buruan papa tunggu "


__ADS_2