HIJRAH CINTA AFIFAH

HIJRAH CINTA AFIFAH
MOODYan


__ADS_3

part 50


Keesokan harinya ...


Rain berangkat ke sekolah terburu2 , ada sesuatu yang ingin segera ia tuntaskan , sambil menunggu kedatangan Radit dan Sheila ia duduk termenung dibangkunya , sesekali ia menggela nafas panjang untuk mengurangi beban yang menganjal dihatinya , tak lama berselang Sheila datang dan langsung menghampiri Rain


"Pagi .... princeskuuuh , punya wajah cantik kok ditekuk gitu , jelek tau , senyuuuumnya...mana?"Sheila mencubit gemas pipi sahabatnya


"Aduuh , La... sakit tau , kira² dong" omelnya


"Siapa suruh cemberut , seperti orang kebanyakan utang " omel Sheila balik


"kalau kebanyakan makan ,nanti ndut kayak kamu , one pack , hehehe" guraunya


"Hahaha , aku kan cewek , masa six pack , yang bener aja , makin lama kamu makin ngeselin" ucapnya dengan nada sewot tapi lembut


"AKU LAGI KESEL !! " jawab Rain kemudian


" Kesel sama siapa ? bukankah harusnya seneng semalam ketemu Ufie " goda Sheila sambil mengedipkan matanya genit


"Aku kesel sama Radit ! kemana tuch orang kok gak datang² , tanganku sudah gatal , ingin nipuk dia" ucapnya geram


"O.. O.. ada apa gerangan , kok jadi Radit yang disalahin ? "


"Soalnya dia main tinggal seenaknya , janjinya nunggu sampai kajian selesai , egh... malah ngilang , gak ngasih kabar lagi "


"Dia kan ngasih kamu kesempatan untuk lebih dekat dengan Ufie , masa gak paham , sesayang itu looh Radit ke kamu ...Rain , masih gak ngeh , sadar dong , jangan sampai kamu menyesal kalau Radit beneran pergi dari kehidupan kamu "Sheila mengingatkan


"Tuch kan kamu malah nyumpahin aku " ucapnya sedih


"Egh... becanda... Radit bukan orang seperti itu kok , buktinya dia selalu ada kan buat kamu , meskipun kamu nya gak ada waktu buat dia , egh sengaja gak ya ?" sindirnya telak


"Ada kok , banyak malahan , gak percaya..? "bantah Rain


"Percaya... percaya.. udah agh aku gak pengen mbahas Radit , aku ingin diceritai tentang kajian semalam , gimana seru , gak..? "


"Kamu pikir nonton film ... seru..! "


"Cerita dong Rain ... penasaran nich , ogh ya .. semalem kan ditinggal pulang sama Radit , kamu juga gak bawa chantik , terus pulang nya gimana ? jalan kaki malam² " tanya Sheila penasaran


" Gak dibolehin jalan kaki sama umi "


"Co cweet bgt camer kamu , caman kesayangan banget , jadi nganan , lalu.... "


"Ya dianter lah.. "


"Siapa? "


"Apanya .. "


"Yang nganter dodol "


"Ufie & Unur "

__ADS_1


" Cie.. cie.. cie ... dianter kesayangan pulangnya , makin seruu nich , lanjut... lanjut.. "


"Seru gundul mu itu ... makin bete tau"


" Kok bisa " mulut Shiela mengangga


"Awas kemasukan lalat " bentak Rain , dengan cepat Sheila menutup mulutnya dengan tangan , kemudian Rain melanjutkan ucapannya.


"Gimana gak bete coba , dianya fokus terus sama Cenna " ungkapnya sendu


"Darimana kamu tau ? " tanya Sheila


"Pegang ponsel senyam senyum gak jelas , ngapain coba , kalau gak virtualan dengan Cenna"


"Jangan buru² negatif thinking , siapa tau Ufie lagi chatingan dengan teman²nya , atau lagi nonton vidio lucu kan bisa jadi , kamu cemburu kan , hayoo ngaku .. " goda Sheila


"Enggak kok .. ngapain cemburu , B aja" jawab Rain jutek


"Iya juga gak papa kok , mbahas apaan sich ? kemarin pengen ikut tapi mama gak enak badan , kalau nanti ada kajian lagi kah ? " tanyanya


"Entah , aku lupa nanti jadwalnya apa "


" Apa hanya Ufie yang bisa kamu ingat ? " tanya Sheila dengan tatapan tajam


" Mungkin" jawab Rain cuek


"Assalamu'alaikum" sapa Radit dengan senyum khas nya , Rain mendongakkan kepalanya menatap Radit intens ,


"Penampilan baru , Dit" ucap Sheila


"Ganteng banget , lebih fresh gitu dong , jangan mau kalah sama.. " Sheila tidak melanjutkan ucapannya


"Beruang es , maksud kamu " sahut Rain


"Egh... mungkin" jawab Sheila ngantung


"Sayang , kok diam aja , kenapa ? "tanya Radit heran , Rain tetap tak bergeming , ia masih menatap Radit tajam


" Kok nglihat nya gitu banget , terpesona ya dengan ketampananku" ucap Radit kepedean


Rain mengambil bolpoin ditasnya , kemudian menggambar bunga tepat di pipi Radit , Sheila tertawa ngakak , sementara Radit hanya tersenyum kecut


" Gini makin ganteng " ucap Rain sambil memberikan Radit kaca kecil untuk bercermin


"Ya Allah , beneran kok makin ganteng sich , padahal tadi pagi masih biasa saja , kamu apain sayang " goda Radit , Melihat ekspresi Radit yang tetap good mood , Rain makin kesal , ia kembali mengambil bolpoin tapi belum sempat mengangkat tangannya , Radit lebih dulu menggenggamnya erat


"Kalau marah tambah cantik " pujinya


"RADIIIT , AKU TUCH LAGI KESEL SAMA KAMU , NGERTI GAK SICH !! " teriaknya kencang


"Ngerti kok " jawab Radit santai


"Rain , jangan teriak² !!! nanti disamperin pak Agung , gak takut loe , udah ... buruan selesain masalahnya , aku mau ke toilet bentar " Ucap Sheila sambil berlalu

__ADS_1


"Awas aja , kalau aku balik sini kalian masih belum baikan !!" ucap Sheila ketus


Rain menunduk lesu , matanya tiba² berair , dengan lembut Radit menyeka butiran kristal yang jatuh dipipi orang yang dicintainya itu , diusap²nya tangan Rain , seolah mengisyaratkan "kamu gak sendirian , ada aku disini " seperti itulah maksudnya.


"Dit... " panggil Rain dengan nada serak dan mata sembab


" Iyaaa sayang ," jawab Radit lembut


"Mengapa semalam kamu ninggalin aku ? " tanyanya


" Kan sudah ada Ufie , hehehe... kok masih nyariin aku " ucapnya kemudian


" Jahat kamu Dit ! " Rain menonjok lengan Radit dengan keras , sampai Radit meringis karena kesakitan


"Augh ... sakit sayang " ucapnya sambil mengusap usap lengannya


" Mau ditambahin lagi " teriak Rain


"Nich ... " Radit mendekatkan pipinya , Rain mengangkat tangannya hendak menampar wajah orang yang dulu sangat ia cintainya itu , Radit pun memejamkan matanya , dan bersiap andai Rain benar² akan memukupnya lagi , semakin dekat .. dekat dan dekat , Rain malah mengecupnya mesra


"Hoeeeyyy... kira² dong , ada orang disini ! " teriak Sheila , sontak Radit dan Rain menoleh ke sumber suara


" Sejak kapan kamu disitu ! " tanya Radit


"Ya dari tadi laah , pake tanya lagi , sengaja ya ... pamer , belum halal pake kis ... kis an segala DOSA , tau " omel Sheila


Radit tersenyum malu , sementara Rain cuek , ia meraih ponsel dan mulai stalking


" Bukannya aku iri ya , tapi hal kayak gitu itu gak pantas dilakukan , iya kalau kalian beneran berjodoh kalau enggakn, gimana? " ucap Sheila sambil mengeluarkan buku catatannya


"Maaf... La" jawab Radit


" Bikin dosa itu lebih mudah daripada cari pahala , memang sich aku gak pernah datang di kajian , tapi hampir setiap hari mamaku selalu ceramah bab agama , jadi secara tidak langsung tau mana yang ditinggalkan dan mana yang harus dikerjakan ,"


" contohnya" sahut Rain


"Ya .. banyak pokoknya , jadi gak usah banyak tanya , "


" Kok sewot gitu sich , salah kalau aku tanya ? " Rain jengah


" Sewot lah , masih belum move on sama yang tadi " jawab Sheila bete


" Yang tadi apa ? "Rain balik tanya


" Yang tadi .... kamu sama Radit ? , pura² lupa lagi" Sheila mulai kesal


" Emang tadi aku sama Radit kenapa ? gak ngapa²in kan Dit ? " tanya Rain sambil menoleh ke Radit


"Eng.... enggak kok , kita gak ngapa²in " jawab Radit ragu²


"Kalian berdua sama , sama sama nyebelin , " Sheila makin kesal


Rain memghampiri Sheila kemudian memeluknya erat , Sheila pun membalas pelukan Rain , tiba² Cindy and the gank mengejek mereka

__ADS_1


"Teletubies...berpelukan " ejeknya yang disertai tertawa ngakak , Rain melepaskan pelukannya lalu menatap tajam Cindy , merasa terancam Cindy and the gank berlari ke tempat duduk masing² , Melihat itu Sheila tertawa lebar , tak lama kemudian Bu Devi masuk ke kelas untuk mengisi pelajaran .


__ADS_2