HIJRAH CINTA AFIFAH

HIJRAH CINTA AFIFAH
Healty Care


__ADS_3

Part 39


Ketika pelajaran Ke 3 dimulai , Rain & Sheila harus rela berpanas²an karena mendapat hukuman berdiri dilapangan sampai pelajaran Bu Tya selesai , Rain begitu santai menikmatinya berbeda 180 derajat dengan Sheila yang terus²an mengeluh karena kepanasan .


" Rain... panas... haus lagi...ke kantin yuuk " ajaknya


" Kamu mau hukuman kita diperpanjang sampai pelajaran ke 4 selesai , kalau mau ...sana ke kantin sendiri ! "


" Ya gak mau lah ... bisa² gosong nich kulit aku....semua ini gara² kamu , "


" Kok gara² aku , bukanya kamu tadi yang narik paksa aku ke musholla? lempar batu sembunyi kaki loe.. "


" Kepala kaleee.... tapi aku melakukannya karena kamu lagi galau berat , mana tega aku melihat kamu sedih , bukannya berterimakasih malah nyalahin lagi .. dasar otak bandeng "


" Loh... enak tuch otak² bandeng , sudah lama tidak makan .. "


" Makanan mlulu yang dipikirin , percuma ... meskipun makan segentong badan tetep aja kurus , banyak cacing tuch diperut kamu .. "


" Iyaaa nich waktunya minum obat cacing ... tapi cacing nya masih main² dihati kamu , buruan suruh pulang gih.... hehehe ... "


" Dasar somplak ... pinter banget ngeles , belajar dimana sich ? selalu bisa matahin kata² lawan , sekali² ngalah napa sama orang "


" Kalau bisa menang , ngapain harus ngalah ... dasar otak udang , makanya.... jadi orang yang pinter napa , o'on kok dipelihara ,, pelihara itu ayam , bebek , kambing , sapi , yang bisa beranak pinak , bukan keo'onan "


" Busyeeeet .... pujianmu membuatku melambung ...tapi ke selokan ..., kenapa gak sekalian ke kali , biar bisa renang ,,, tanggung banget.....Rain , telpon Radit dong , suruh nganter minum , haus banget nich.. "


" Telpon aja sendiri... aku lagi males ... "


" Aduuh ... dasar pikun .... Radit kan ke jombang hari ini... masih muda sudah pikun "


" Tuch kaan... tambah lagi levelnya dari somplak , o'on sekarang pikun , pantesan gak ada cowok yang mau dekat , ilfeel semua.. lagian ya La... kalau Radit tau kita dihukum pasti malah marahin kita.. "


" Iyaaa juga ya.... kok aku semakin pintar gini sich , sarapan apa ya tadi ? "


" Bukan semakin pintar , malah semakin o'on ...jam berapa sich sekarang , lama amat pelajaran bu Tya , sudah pegal kaki ku "


" Sama... "


" La... pulang skul ikut aku yuuk , ke rumah sakit "


" Ngapain ..? "


" Ke dokter ahli syaraf , kali aja benang² halus dikepala kamu ada yang putus "


" Tegaaa kamu , Rain... tidak berprikemanusiaan . . "


" Habisnya nanya mlulu , tinggal bilang iyaa aja apa susahnya sich "


" Wajar lah orang tanya.. daripada nanti tersesat .. "


" Kalau tersesat dihatinya sich , aku mau banget ... wkwkwk "


" Mulai...mulai... bucinnya muncul ... lama² dipanggil KPI looh , ati²..."


" Kok KPI .. emang aku salah apa ? "


" Ambil sertifikat dan penghargaan sebagai Ratu gombal sekabupaten "


" Bisa aja loe ... puding lumut , hihihi... "


" Jangan mbahas makanan mlulu , jadi laper nich ... ya Allah hauus... kapan selesainya hukuman ini... kenapa lama sekali... aku sudah tidak kuat Rain , pengen pingsan rasanya "


" Pengen tuch sehat , kaya , punya uang banyak terus bahagia... pengen kok pingsan , dasar ratu somplak , tahan ...sebentar lagi juga udahan , 10 menit lagi kita ke kantin , okey... "


" 10 menit itu lama ... gak bisa gitu diputar jadi sekarang .. beneran aku sudah gak kuat... " Sheila menjatuhkan tubuhnya ke tanah , keringatnya jatuh bercucuran membasahi bajunya


" Eeh.... pingsan beneran lagi... bangun.. bangun... " Rain memapah tubuh Sheila yang lunglai tak bertenaga ke teras perpustakaan , setelah itu ia berlari ke kantin untuk membeli teh hangat dan roti lalu balik lagi ke tempat Sheila


" Minum , La... ihh .... pelan2 ... tadi pagi kamu gak sarapan ..?


" Gak sempat , Rain... buru2 tadi , aku bangun kesiangan , cz malem mbantuin mama packing laundry "


" Ya sudah habisin rotinya terus kita ke rumah sakit "

__ADS_1


" Yeeehh... aku gak papa, ngapain ke rumah sakit ? "


" Nurut napa ? , " ucap Rain bersungut


Beberapa saat kemudian , mereka berdua telah sampai di rumah sakit , Sheila bergelayut mesra dipundak Rain ,


" Jangan gini , La , risih , kalau masih gak enak kita ke dokter sekalian "


" Eh enggak , aku udah baikan " jawab Sheila buru2 , Rain hanya menggeleng²kan kepalanya , Rain menarik tangan Sheila agar jalan lebih cepat


" Rain ... kok kita ke ruangan ini , serem tau , emang siapa yang sakit terus sakit apa kok sampai masuk ICU "


" Berisik loe.. diam dulu sebentar " Rain memperhatikan Sari dari pintu kaca , masih seperti semula , Sari masih tergolek lemah dan belum ada perubahan , Sheila ikut²an mengintip dari balik tubuh Rain , " Mungkin itu yang namanya Sari , kasihan ... masih kecil sudah menderita sakit sedalam itu , berikan kesembuhan ya Allah " gumamnya


Dengan langkah lesu Rain berjalan menuju bangku , dan diikuti oleh Sheila , keduanya terdiam hingga bang Jamal menghampiri mereka berdua


" Sudah lama , neng ? tanyanya


" Barusan bang " Jawab Rain , sementara Sheila membulatkan matanya menatap tajam ke arah bang Jamal , lalu merapatkan tubuhnya pada Rain , seolah tau apa yang dirasakan oleh sang sahabat , Rain menepuk² pundak Sheila pelan


" Jangan takut , La... ini bang Jamal , ayahnya Sari "


" Rain ... bukannya ini penjahat yang masuk dalam DPO , ngapain kamu dekat² dengannya , bahaya tau " bisik Sheila pelan dan hampir tidak kedengaran


" Kapan2 kita bahas ya.., gimana keadaan Sari bang , udah ada perubahan belum ? "


" Belum neng , masih belum melewati masa kritis , apa tidak lebih baik dihentikan saja pengobatannya , kami sudah pasrah jika Sari memang harus pulang lebih dulu , semakin lama disini maka semakin banyak biaya yang neng keluarkan , " ucap bang Jamal sedih tapi berusaha untuk kuat


"Ogh jadi Rain yang membiayai semua pengobatannya , pantesan kemarin stres banget mikirin uang , waduuhh.... habis berapa puluh juta ya, ini kan rumah sakit elite , kok gak sayang sich Rain , toh Sari juga bukan siapa² kamu " omel Sheila dalam hati


" Jangan bang , selama Sari masih bernafas saya akan terus berusaha semampu saya , jangan biarkan Sari berjuang sendiri bang , kita harus selalu ada disampingnya , mendoakannya , saya masih berharap ada keajaiban "


" Aamiin .. tapi neng... "


Rain menggeleng pelan " Tak ada yang tak mungkin bila Allah berkehendak bang , yakin dan terus yakin "


Rain membuang muka agar airmatanya tak jatuh didepan Sheila dan bang Jamal , ia sedikit terkejut melihat Unur sedang duduk tak jauh darinya , dalam hati bertanya² " ngapain Unur disini , siapa yang sakit " ucapnya pelan


" Assalamu'alaikum Unur , sedang apa disini ? " tanya Rain


Unur yang sedang memainkan game diponselnya mendongakkan kepala ke sumber suara , ia kaget karena Rain berdiri tepat didepannya


" Wa'alaikum salam , Raiiin ... dari mana kamu tau Ufie sakit ? " tanyanya balik


" Ufie sakit...sakit apa ? " jawabnya bingung


" Kecapekan aja ... eh ada Sheila juga , masuk gih jengukin Ufie , siapa tau habis lihat kamu langsung sembuh " goda Unur pada Rain


" Kalau lihat Rain langsung sembuh , berarti sakit rindu dong " sahut Sheila , buru² ia menutup mulutnya dengan tangan


" Maaf Unur , kita gak tau kalau Ufie dirawat disini , tadinya kita cuma njenguk keponaan teman , terus lihat Unur disini , lalu kita samperin "


" Gak papa Rain , santuy saja , ayoo masuk " ajak Unur


Ketika mereka masuk Kahfi sibuk main game diponselnya , ia tidak mengetahui kalau Rain dan Sheila datang menjenguknya , Rain menatap lekat pria yang selama ini ia kagumi ,


" Ufie , dari kemarin perasaanku gak enak ternyata kamu lagi sakit " gumannya


" Unur ... bohong , disini tidak ada sakit gitu "


Kahfi kaget ketika mendengar suara Rain , Kahfi & Rain saling menatap , lalu keduanya sama2 membuang muka


" Kalian sejak kapan ada disini ? " tanya Kahfi dengan nada tidak suka


" Barusan kok bang , " jawab Unur santai


" Dek... lain kali gak perlu disiarin kalau ada yang sakit ! " Kahfi emosi


" GR... kita kesini cuma main² aja , lagian njenguk siapa ? , kan gak ada yang sakit , orang kalau sakit tuch istirahat , bukan malah main game " sindir Rain


Kahfi dan Rain saling menatap tajam , seolah² perang akan segera dimulai , melihat itu Unur segera menengahi ,


" Abang sudah minum obat ? " tanyanya

__ADS_1


" Dasar adik laknat , sudah tau abangnya gak suka minum obat malah ditanya didepan cewek² lagi ...awas aja ya.. " guman Kahfi dalam hati


" Sudah " jawabnya singkat


" Kalau sudah , mengapa nasi dan minumnya masih utuh , emang tadi abang minum obat gak makan nasi dulu " ucap Unur sambil tersenyum


" Kena loe bang , hahaha ... emang enak aku kerjain" guman Unur dalam hati


" Ngapain ente senyum² , gak percaya kalau ane sudah minum obat ? " ucapnya


" Biasanya abang kan susah kalau disuruh minum obat , kok sekarang beda , belum disuruh sudah diminum , agh... jangan... jangan bohong ya... "


Kahfi bingung harus berkata apa , Ia menjadi salah tingkah , Sheila dan Unur hanya tersenyum , sementara Rain menatap Kahfi tak berkedip


" Sudahlah Unur , kalau tidak mau minum obat , gak usah dipaksa , kan sakit atau tidak bukan Unur yang ngrasain , tapi Ufie sendiri kan , " ucap Rain tanpa mengalihkan pandangannya


Kahfi diam tak bersuara , ia hanya memutar² ponselnya


" Ufiie ... " panggilnya , siempu yang punya nama diam tidak menyahut , Rain semakin geregetan , ia mengambil piring yang berisi nasi lalu duduk tepat disamping Kahfi


" Buka mulutnya " titah Rain , Kahfi menoleh ke Rain dengan bengis ,


" Ayoo buka mulutnya " titah Rain lagi


" Saya bisa makan sendiri !" Ucap Kahfi sambil menarik piring dari tangan Rain , Unur dan Sheila kembali tersenyum melihat adegan didepannya , dengan penuh emosi Kahfi melahap nasi dipiring hingga habis ,


" Unur obatnya yang mana ? " tanyanya


" Nich cewek maunya apa sich , bikin kesel aja , gak diminum malu , diminum aku gak suka , wah jadi simalakama... terpaksa harus nurutin , Ya Allah ampuni hamba " gumannya


Ketika obat sampai ditangannya Rain langsung menyodorkan obat tersebut pada Kahfi , dengan berat hati Kahfi mengambilnya dan meminumnya satu per satu , setelah itu Kahfi membaringkan tubuhnya membelakangi Rain , Unur mengangkat jempolnya saat Rain menoleh kepadanya


" La , ngapain kamu senyum² gitu , bukankah kamu juga malas kalau disuruh minum obat , " sindirnya pada Sheila


" Jangan buka kartu dong Rain , privasi orang dipublik tanpa ijin , pencemaran nama baik , tau..! "


" Haalaah , gak uasah sok²an , memang kenyataannya seperti itu , iya....kan .. kalau sakit terus gak mau minum obat emang bisa sembuh dengan sendirinya gitu , kalau bisa seperti itu dokter dan rumah sakit jadi gak laku , jaga kesehatan karena sehat itu mahal... bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati " omel Rain , Kahfi pura² tidur padahal telinganya siaga mendengarkan omelan Rain


" Betul tuch Rain ... omelin terus Ufie nya , kalau saya atau umi yang ngomong pasti diacuhin " ucap Unur


" Kalau diacuhin tinggal tarik aja telinganya biar panjang seperti telinga kelinci , repot amat "


" Halaah gak usah sok²an , kamu juga susah kalau disuruh makan , berlagak nyeramahin orang lagi , ibarat maling kok teriak maling , jaka sembung naik becak , gak nyambung mbak " bantah Sheila


" Kapan aku susah makan , susah gemuk iyaa... lebih baik kurus tapi sehat daripada gemuk tapi sakit²an , lagian ya .. orang kurus itu larinya kencang soalnya tubuhnya ringan , hehehe " belanya


Kahfi tersenyum mendengar ucapan Rain , tapi ia pura² tertidur


" Emang jadwalnya padat banget ya , Unur ? " tanya Rain


" Sebenarnya sabtu kemarin off jadwal , bukannya istirahat Ufie malah ngajak ke Tasik , sampai sana sibuk ngurusin peternakan sampai lupa makan , terus hujan² , jadilah seperti ini " cerita Unur


" Jujur banget sich , dik .. gak bisa apa bohong dikit , makin panjang nanti ceramahnya ustadzah Afifah " guman Kahfi kesal


" Ogh gitu ... ya gak pa² sich , besok² jangan ke Tasik itu terlalu dekat , ke Bali atau ke Lombok saja jalan kaki , sekalian diulang hujan²nya kan lebih seru kalau rute nya panjang , iya kan , La "


" Tuch kan , aku bilang juga apa , makin panjang ceramahnya , kenapa sich perempuan suka banget ngomel² sudah jadi hobby sepertinya " guman Kahfi lagi


" Aku tidak tau , aku juga gak ikut² , takut salah ngomong " jawab Sheila


" Bener juga , La.. ngapain aku ngomelin Ustadz , bisa² kena pasal berlapis , yuuuk pulang sebelum kena semprot , Ufie ...maaf " Ucap Rain sambil beranjak dari tempat duduknya


" Alhamdulillah , akhirnya penyiar radio ini pulang juga , aamaaan bisa istirahat dengan tenang " ucap Kahfi sangat pelan


" Unur , kita pamit ya, maaf karena sudah marah² , "


" Gak pa² Rain , saya malah berterimakasih sama kamu , karena kamu saya tidak perlu repot2 membujuk Ufie untuk minum obat dan sekarang sudah bisa tidur dengan nyenyak "


" Sama² Unur , kita pulang , assalamu'alaikum "


" Wa'alaikum salam " jawab Unur


Setelah kepergian Rain , Unur mengintip Kahfi dalam selimutnya , iapun tersenyum melihat sang abang tidur dengan nyenyak , dilapnya pelan keringat yang membasahi wajah Kahfi , " Alhamdulillah , demamnya juga sudah turun , terimakasih ya Robb "

__ADS_1


__ADS_2