HIJRAH CINTA AFIFAH

HIJRAH CINTA AFIFAH
Dunia perbucinan


__ADS_3

Part 48


Setengah berlari Rain pergi ke kantin , sepertinya cacing² diperutnya sudah tidak sabar menanti asupan makanan dari seempu yang punya badan , dari semalam memang tidak terisi nasi sesuap pun , ia lalu memesan mie ayam lengkap dengan bakso super , begitu makanan yang dipesannya datang , Rain langsung bergerak cepat , tidak lupa menambahkan saos dan sambel , tapi ketika hendak mengangkat sendoknya , tiba² ada seseorang yang menjewer telinganya .


" Aduuuh ...sakit ... jail banget sich , ngrusak selera makan ku saja " omelnya sambil menoleh ke kiri


" Kebiasaan , sarapan sampai gak sempat , bangun jam berapa tadi ! " hardik Radit yang tiba² muncul lalu duduk didepan Rain


" Emang gak sempat kok , Kamu sudah sarapan ? " tanyanya kemudian


" Ini sudah jam makan siang , bukan sarapan lagi , kamu ini teledor sekali , " ucap Radit masih dalam mode marah


" Kamu kenapa sich , Dit.. lagi pms , marah² gak jelas , bikin nafsu makanku makin naik aja "


" Jangan cuma mienya yang ditambah , sambal dan saosnya juga , jangan lupa dibanyakin , gak usah tanggung² ! " hardiknya lagi , memang dasar Rain , langsung menggeser manggok sambal , tapi belum sempat menyendok , mangkok tersebut sudah diambil Radit dan dipindahkannya ke tempat yang Rain tidak bisa jangkau dengan duduk


" Nyebelin banget sich , Dit... tadi disuruh pakai sambal sekarang malah dijauhin , maksud kamu tuch gimana ? " ucap Rain dongkol


" Mau dijewer lagi ! , mbak pesan nasi campur 1 ya , lauk daging saja " titahnya pada penjaga kantin


" Baik mas Radit " sahut di mbaknya , begitu nasi datang , Radit langsung berdiri dan duduk disamping Rain , ia menggeser mie yang dimakan Rain ,


" Makan nasi ini dulu ! "


Rain menatap jengah ke wajah laki² yang ada didepannya , ada rasa jengkel yang menyeruak dalam hati yang hanya mampu ia pendam


" Hak " titah Radit , tapi Rain enggan untuk membuka mulutnya


" Makan atau cium " ancam Radit


" Aku mau makan ini , bukan nasi , pliis Radit .. mengertilah " mohon Rain


" Makan nasi dulu meski hanya beberapa suap , setelah itu terserah kamu " ucap Radit tegas


Rain tidak punya alasan lagi untuk membantah , dengan muka masam ia menerima suapan dari sendok Radit


" Sudah , Dit .. ini sudah berapa suapan , jangan nakal kamu , udah agh kamu aja yg habisin , aku mau makan ini dulu , keburu dingin , gak enak " ucapnya sambil mengeser kembali mangkuk mie ayam yang dipesannya tadi


Radit tifak menjawab tapi juga tidak memaksa , kemudian ia menyendokkan nasi ke mulutnya sendiri , keduanya sibuk menikmati menu masing²


Tak Lama Sheila pun datang dan segera bergabung


" Gila ... Pak Agung benar² tidak berprikemanusiaan , bikin soal sampai kepalaku mendidih rasanya "


" Makanya belajar " jawab Rain santai


" Kamu tadi pagi sarapan apa Rain ? tumben encer banget mikirnya "


" Sarapan angin , jelas² aku kelaparan masih sempat²nya tanya sarapan apa ? " omel Rain


" Aku juga heran , padahal tadi lumayan sulit loh tapi kamu dengan mudah menyelesaikan semuanya dalam hitungan menit , " ucap Radit heran


" Kehadiran Ufie benar² berdampak luar biasa , moodbooster hebat , betul kan Rain " mendengar nama Ufie disebut Rain langsung tersedak , buru² Radit memberikan air putih

__ADS_1


" Pelan .. pelan sayang .. " ucap Radit sambil menepuk² punggung Rain


" Ufie lagi ... Ufie lagi ... ketahuan sekarang siapa yang sebenarnya ngefans sama dia " ucap Rain dengan nada marah


" Lha ... katanya moodbooster kamu , kok jadi marah , salah aku dimana ? " elak Sheila


" Salahnya di mata kamu , hanya bisa menjudge yang tampak saja , lain kali dilihat dengan hati biar gak gagal paham "


" Kalau aku selalu salah dimata kamu , besok aku pindah ke hati kamu aja lah " goda Sheila


" Hatiku sudah terkunci , jadi gk bisa dimasukin sembarang orang , apalagi orang alay kayak kamu "


Rain masih dalam mode jutek n marah


" Yaaah ... aku alay ya wajar , orang gurunya juga lebay " Sheila mengedipkan matanya


" Aku tidak pernah dan tidak akan pernah menerimamu sebagai murid , cari saja guru yang lain , pak Agung misalnya "


" Busyeet ...pak Agung kamu bilang , mending berguru sama Ufie walau cool man tapi tak se killer pak Agung , sudah tua , botak , kumisnya kayak sapu kantin , galak lagi , bikin ilfeel saja "


" Hahaha... sempurna ejekanmu " Rain tertawa ngakak


" Sudah ... sudah , kalian ini suka banget menjudge fisik orang , sudah merasa paling baik apa " tegur Radit kalem


" Yaah ... belum sich ... cuma... kita kan baik hati , iya kan La "


" Kalau baik hati itu tidak merendahkan orang lain , itu sama halnya dengan menghina penciptaNya , "


" Selama disini kamu sudah nyebut nama Ufie berapa kali , La ? " sindir halus Rain


" Bersungai² , kenapa ? kamu jeles ..? bilang aja , gak papa kok , "


" Enggak , B aja " elak Rain


" Ogh ya sayang , nanti malam jadi ikut kajian kan ? mau dianter apa berangkat sendiri ? " tanya Radit


" Kalau kamu gak sibuk , dianter juga gak pa² "


" Maaf sayang , sebenarnya aku sibuuk banget "


" Sibuk ngapain ? " tanya Rain sedikit melotot


" Sibuk mencintaimu "


" Hahaha... bisa aja ultraman taro "


" Hadeeeh , bucinnya sudah nular , aku jadi serasa ngontrak dibumi ini "


" Iyaa , macam² kita bisa mendepakmu dari sini , terus mau tinggal dimana ? "


" Dibulan laah , bumi sudah semakin panas , dibulan kan sejuk "


" Sotoy looh , kayak sudah pernah kesana aja ! "

__ADS_1


" Eeh ... menghina , sudah pasti pernah lah , bulan maret , bulan april , sebentar lagi bulan mei , weekk " ledeknya


" Nich orang makin hari makin somplak , ilmu ku jangan kamu pakai , bahaya tau kalau tidak pada tempatnya "


" Yang harus dibuang pada tempatnya itu selain sampah ya mantan , emang ada yang lain "


" Ada "


" Apa "


" Baper "


"Hahaha " ketiganya tertawa bersamaan


" La ... nanti bisa ikut kan ? "


" Kemana ? "


" Ka hatinya ... ya ke kajian lah , pakai tanya lagi "


" Kalau pakai sarung mau sholat dong , hehehe ...Enggak agh ... takut nganggu , next time saja "


" Ditunda² terus , mau sampai kapan ?, belajar diwaktu kecil ibarat menulis diatas pasir , belajar diwaktu tua ibarat menulis diatas air , masih ingat kan peribahasa itu "


" Yaaah ingat lah , kan tujuan belajar untuk mengingat bukan melupakan , yang harus dilupakan itu berharap pada orang yang salah "


" Kalau tujuanku berlabuh dihatimu selamanya , waaaseeek"


Radit menepuk keningnya sendiri , kekasih dan sepupunya itu benar² membuat hari²nya semakin berwarna meski kadang membuat kepalanya pusing bin pening , tapi tanpa kedua sahabatnya itu ia merasa sangat kesepian , ia pun memutar otak untuk membalas gombalan dari Rain


"Sayang " panggilnya


" Heeem " jawab Rain


" Kamu tau gak arti tombol power pada panggilan itu apa ? " tanya Radit


" Untuk mengakhiri panggilan lah " jawab Rain singkat


" Kalau tombol untuk mengakhiri hubunganmu dengannya , agar aku bisa masuk ke hatimu tanpa iklan , apa dong namanya ? "


" Bukan tombol tapi sapu lidi , pukul aja berulang kali , dipastikan dia bakalan kabur dan gak akan balik lagi " sahut Sheila


" Merusak moment saja " ucap Radit geram


" Iyaaa , jadi gak seruu kan gombalannya " timpal Rain


" Mau yang seru , kalian berdua pegang sapu lidi terus saling pukul dilapangan , dijamin seeeruuuu , seru banget malahan , hahaha ....akan jadi moment terindah , aku siap jadi bagian dokumentasi , uhuuy "


" Dasar jones ( jomblo ngenes ) "


" iihh... sorry ya , aku jojoba , jomblo² bahagia , weeek...mb , punyaku dibayarin Radit ya ...bye" Sheila melenggang pergi , Rain dan Radit melongo menatap kepergian Sheila


"

__ADS_1


__ADS_2