HIJRAH CINTA AFIFAH

HIJRAH CINTA AFIFAH
Sisi baik Rain


__ADS_3

part 2


" Duduklah Rain , ada yang ingin ibu bicarakan denganmu " ucap bu Vera


Tanpa menjawab Rain langsung duduk dikursi , ia terus memperhatikan wajah bu Vera yang gelisah , iapun hanya terdiam tanpa berani bertanya


" Begini Rain , sekolah kita mendapat undangan dari propinsi untuk . " ucapan bu Vera langsung dipotong oleh Rain


" Maaf bu, bukannya Rain lancang memotong pembicaraan ibu, tapi untuk masalah taekwondo , Rain benar2 minta maaf bu, Rain tidak bisa " ucapnya memelas


" Tapi siapa lagi yang bisa diandalin selain kamu Rain?, apa perlu saya yang berbicara langsung dengan Pak Ramdan ? " tanya bu Vera lagi


" Jangan bu , terakhir saya latihan papa sangat marah , saya tidak ingin kejadian itu terulang lagi , jadi saya mohon bu , tolong jangan pilih saya ya, masih ada Radit, sheila dan Valentino yang bisa ibu pilih " mohon Rain sedih


Bu Vera menghela nafas berat , lalu menatap lekat wajah Rain yang tertunduk lesu " Baiklah , ibu pikir2 dulu , sekarang kembali ke kelas gih " titah bu Vera


"Sekali lagi Rain memohon maaf bu " ucapnya penuh sesal


" Iya , gak papa Rain , ibu bisa ngerti kok " jawab Bu Vera sambil tersenyum meski ada rasa kecewa di dalam hatinya


" Rain kembali ke kelas bu, assalamualaikum " pamitnya


" Waalaikum salam " jawab bu Vera


Sesampainya dikelas wajah Rain yang tertunduk lesu menjadi bully2 an Cindy and the gank


" Ogh princes kenapa wajahnya ditekuk gitu? , capek ya habis membersihin toilet " ledek Cindy


" Kasihan.. kasihan , cantik2 kok nyikatin Wc , haaahaaa " timpal Jeany


" Ihhhh Rain , bau banget badan kamu , sana buruan pulang terus mandi " sahut Dhea sambil menutup hidungnya dan seolah2 jijik banget dekat dengan Rain


Karena tidak tahan terus diledekin Rain berdiri , lalu menghampiri Dhea , karena ia merasa ucapan Dhea sungguh keterlaluan ,

__ADS_1


" Ngomong apa elo , bisa diulang " ucap Rain sambil memegang kerah baju Dhea , tatapan mata Rain sangat tajam , seolah macan yang tengah kelaparan ingin menerkam mangsanya , Dhea sangat ketakutan begitu juga dengan Cindy dan Jeany ,


"Gue selama ini diam bukan karena gue takut ya , tapi gue masih berusaha nahan emosi gue , tapi kali ini tak ada ampun lagi buat kalian " hardiknya


" Maa-aaf Ra in , gue ta -di salah ngomong , iya salah , maaf " ucap Dhea terbata2 karena takut


" Elo pikir gue tuli hah " bentak Rain keras sambil mencengkeram pipi Dhea


" Ayo kita duel dilapangan , disini terlalu sempit " ucapnya sambil menarik paksa tangan Dhea


" Am- pun Rain , ampun " mohonnya


plaaakk Rain nenampar wajah Dhea begitu keras , hingga Dhea jatuh tersungkur terjegud meja, darah segar mengalir dibibir dan pelipis wajahnya


" Rain , sudah ! " Teriak Radit sambil menahan tangan Rain ketika ingin memukulnya lagi


" Elo berdua sini , maju sekalian , biar gak sia2 tenaga gue " umpatnya pada Cindy dan Jeany , tapi mereka berdua diam seribu bahasa , jangankan maju melihat wajah Rain saja tidak berani


" Kenapa diam , ayo sini " bentaknya lagi


" Sudah Rain , sudah, " Sheila berusaha menenangkan hati Rain yang tersulut emosi


Radit, mengusap2 pelan pundak Rain " sekali lagi elo bertiga gak bisa jaga tuch mulut, lihat saja apa yang akan gue lakuin " ancamnya


Seisi kelas yang biasanya ramai menjadi hening , tak ada satupun yang berani bersuara , karena ini pertama kalinya Rain berani main tangan , walaupun terkenal galak dan pemarah , tapi ia tak pernah melakukan kekerasan sebelumnya ,


" Rain , minum dulu " Sheila menyodorkan air putih dalam kemasan botol padanya , Rain mengambilnya kasar lalu meneguknya hingga habis , kemudian melempar botol yang telah kosong ke wajah Cindy


Braakk


" Awww.. sakit erangnya


" Mulut lebih pedas dari cabe , tapi kenapa botol kosong saja sudah mengaduh , apalagi gue tendang pakai sepatu nich " omel Rain

__ADS_1


" Sudah Rain , sabar.. jangan emosi seperti ini " omel Radit, yang dibalas tatapan tajam dari Rain


" Apa yang membuat kamu terpancing emosi gini Rain , gak biasanya kamu sampai main tangan " ucap Sheila


" Gue itu sudah nyesek sejak keluar dari ruangan bu


Vera, ehh malah ditambahin , gimana gak emosi coba " Rain berusaha menahan gejolak hatinya


" Kalau boleh tau , apa masalah apa lagi , ? " tanya Radit pelan


" Gue disuruh latihan teakwondo lagi , karena ada undangan dari propinsi , kalian kan tau gimana papa gue, " ucapnya sedih


" terus elo terima? " tanya Sheila ragu2


Rain hanya menggelengkan kepalanya , Radit menghela nafas berat, dipijitnya pangkal hidungnya sendiri, ia bisa merasakan apa yang saat ini Rain rasakan , bingung tentunya, Taekwondo adalah olahraga favoritnya Rain bahkan beberapa kali ia memenangkan lomba , sementara pak Ramdan papa Rain sangat menentang hobby sang putri , yang membuat Rain sedih bila mengingat- ingat kejadian itu adalah sang papa sampai masuk rumah sakit karena kondisinya drop .


Bagaimanapun Rain sangat mencintai papa dan mamanya, karena hanya mereka yang Rain punya .


**************


๐˜ˆ๐˜ด๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ถ๐˜ฎ , ๐˜ฉ๐˜ข๐˜บ๐˜บ๐˜บ ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ข๐˜ณ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช ๐˜ฏ๐˜ฐ๐˜ท๐˜ฆ๐˜ญ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ถ ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ต๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ช๐˜ณ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ต @๐˜š๐˜๐˜š๐˜›๐˜Œ๐˜™๐˜“๐˜๐˜“๐˜“๐˜ˆ๐˜


๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ช @๐˜๐˜ช๐˜ซ๐˜ณ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ค๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ง๐˜ช๐˜ง๐˜ข๐˜ฉ , ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ข ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฌ๐˜ฆ,๐˜ท๐˜ฐ๐˜ต๐˜ฆ ๐˜ณ๐˜ข๐˜ต๐˜ฆ ๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜บ๐˜ข, ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ , ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ค๐˜ฉ ๐˜ค๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ต2๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ,


๐˜”๐˜ข๐˜ข๐˜ง๐˜ง ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ด๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต, ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฉ , ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ถ ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜ช๐˜ต๐˜ถ , ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ฏ ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ถ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฏ , ๐˜ง๐˜ฆ๐˜ฆ๐˜ญ ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ข๐˜ต๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ด๐˜ช๐˜ต๐˜ถ , ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


๐˜ˆ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ฏ ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ค๐˜ข, ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต , ๐˜ข๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ญ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ฌ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข , ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜บ๐˜ข ๐˜ค๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ข ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ถ๐˜ด๐˜ช๐˜ข ๐˜ฃ๐˜ช๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ต๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ถ๐˜ต ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ณ๐˜ช ๐˜ด๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ง


๐˜›๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ต๐˜˜


๐˜บ๐˜ฐ๐˜ถ ๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ ๐˜ฉ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ ๐˜ข๐˜ต ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ฆ ๐˜ณ๐˜ช๐˜จ๐˜ฉ๐˜ต ๐˜ต๐˜ช๐˜ฎ๐˜ฆ, ๐˜ต๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฌ ๐˜บ๐˜ฐ๐˜ถ ๐˜ด๐˜ฐ ๐˜ฎ๐˜ถ๐˜ค๐˜ฉ ๐˜ฎ๐˜บ ๐˜ญ๐˜ฐ๐˜ท๐˜ฆ๐˜ญ๐˜บ ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ


๐˜ต๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ฉ ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ข๐˜ต @๐˜œ๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ต๐˜บ_๐˜ง๐˜ช๐˜ญ๐˜ญ๐˜ข๐˜ฉ ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ถ๐˜ฌ ๐˜ด๐˜ถ๐˜ฑ๐˜ฐ๐˜ณ๐˜ต, ๐˜ฅ๐˜ฐ๐˜ข, ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ต, ๐˜ฌ๐˜ณ๐˜ช๐˜ต๐˜ช๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜บ๐˜ข.

__ADS_1


๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ญ๐˜ถ ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ซ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜ฅ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข๐˜ฎ ๐˜ฌ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ช๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ , ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฐ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ข๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฃ๐˜ข๐˜ต๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฌ๐˜ช๐˜ต๐˜ข ๐˜ถ๐˜ฏ๐˜ต๐˜ช๐˜ญ ๐˜ซ๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฉ , ๐˜ข๐˜ข๐˜ฎ๐˜ช๐˜ช๐˜ฏ


__ADS_2