HIJRAH CINTA AFIFAH

HIJRAH CINTA AFIFAH
Rindu rumah


__ADS_3

part 8


Setelah makan , Rain berjalan ke samping rumah , kemudian duduk diatas batang pohon mangga yang sudah kering , dia menatap jauh ke depan , hamparan sawah mulai menguning dan siap untuk dipanen. Hati Rain tak seindah view yang dilihatnya,


" Ma.. Rain kangen.. apakah mama dan papa juga kangen dengan Rain ..? " ucapnya lirih


" Sinyal.. ogh sinyal , kenapa gak bersahabat banget sich , gak tau apa kalau gue lagi kangen sama mama gue " gerutunya


Diputar2 ponselnya , berharap sinyalnya bisa muncul , tapi tetap tidak berubah ,


" Ugh menyebalkan " umpatnya kesal


Kemudian ia berjalan menuju pohon mangga ,, ia merebahkan tubuhnya di bangku usang yang terbuat dari kayu , meskipun begitu masih sangat kuat dan kokoh .


" Dit ,, kamu lagi apa sekarang ? apa kamu juga merindukanku ? "


" Sheila, pasti sekarang kamu lagi happy2 .. ngemall .. gak seperti gue , disini sendirian " Rain masih berguman dalam hati sambil memejamkan matanya


" Gus Fie.. " tiba2 ia teringat nama itu,, pelan2 dibukanya galeri , ia melihat foto yang tadi sempat dia SS waktu Ririn buka ig nya ustadz Nur rohman


" manis " ucapnya lirih sambil tersenyum simpul


Tak berapa lama, si bibik datang menghampiri , " non Rain ,, nyonya telpon " ucapnya sambil ngis-ngosan


" Kenapa gak telpon ke nomer ku sendiri bik .? " tanyanya bingung

__ADS_1


" Bibik gak tau , non " jawab bibik , setelah itu bibik berlalu pergi meninggalkan Rain


" Hallo.. " sapanya


" Hallo sayang , gimana kabar kamu ? baik2 aja kan ? betah kan disitu ? " tanya sang mama bertubi2


" Baik , ma " jawab Rain singkat


" Mama kangen nak ? " ucap mama Dhania melo


" Tumben " jawab Rain asal karena kesal , walau sebenarnya dia juga sangat merindukannya


" Rumah sepi gak ada kamu sayang .. " mama Dhania mulai terbata2 karena mulai menangis


" Sayang.. maafiin mama ya .. " mohon sang mama


" Maaf untuk apa ? , mengapa juga mama telpon lewat bibik , gak langsung ke nomer Rain , "


" Dari salsm mama nelpon kamu , gak bisa sayang " ucap Mama meyakinkan


" Rain dari tadi juga nelpon mama tapi gak bisa , Rain pengen pulang ma , Rain kangen kamar Rain " ucapnya lirih menahan tangis


" Sabar ya sayang ,, seminggu itu cepat kok , " bujuk mama Dhania


" Jangankan seminggu ma, se jam aja seperti setahun lamanya " bantahnya

__ADS_1


Mama Dhania terdiam sesaat kemudian berkata " nanti mama ngomong ke papa dulu ya,, biar diijinkan nyusul kamu , baik2 disitu ya nak , i love u baby " ucap mama kemudian mengakhiri panggilannya


Rain berteriak kencang " aaaghhhh...." , airmatanya satu persatu mengalir dipipi, semakin lama semakin deras , Rani yang sejak tadi memperhatikan Rain dari jauh merasa iba, pelan2 ia berjalan mendekati Rain , kemudian duduk disebelahnya


" Non Rain .. " sapanya , Si empu yang punya nama tidak merespon


" Non Rain tau kenapa bunga mawar yang disana itu terlihat sangat cantik .. " ucapnya pelan , Rain tetap terdiam


" Karena ia tidak suka bersedih , yang dia tau hanya menunggu dari kuncup lalu pelan2 mekar itu butuh proses , begitu juga dengan kehidupan ini , karena memang semua tidak ada yang instan , Allah memberi kita ujian bukan tanpa maksud ,, pasti ada kebaikan didalamnya " Rani menghela nafas panjang sebelum meneruskan ucapannya , kemudian menatap intens wajah Rain yang memerah


" Kalau ada masalah , lebih baik dibicarakan non , bukan malah dipendam , yang ada masalah tidak selesai malah timbul masalah yang baru " Rani melanjutkan ucapannya , Rain mengusap pelan airmatanya yang masih terus mengalir


" Aku gak papa , cuma kangen rumah " jawab Rain


" Alhamdulillah kalau non baik baik2 saja " ucap Rani sambil tersenyum


" Kadang aku merasa Tuhan itu gak adil sama aku , orang2 yang aku sayang malah tidak memperdulikanku , mereka malah tidak menginginkan kehadiranku " ucap Rain


" Astaghfirullah non , gak boleh berbicara seperti itu , gak mungkin lah kalau orang tua non gak sayang , semua orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya, apalagi non anak satu2nya , dan Allah itu juga sangat menyayangi hambanya "


jawab Rani , Rain memeluk Rani erat , tangisnya semakin tumpah membasahi baju Rani


" Jangan berfikir yang tidak2 non , gak baik ... sekarang ayo ke rumah, emak sudah membuatkan kita rujak manis , " ajaknya


Rain mengangguk pelan , dielapnya sisa airmata yang masih menetes kemudian berjalan mengikuti Rani menuju rumah , dan benar saja diteras rumah sudah ditunggu oleh bik Atun , Ririn dan Rudi .

__ADS_1


__ADS_2