HIJRAH CINTA AFIFAH

HIJRAH CINTA AFIFAH
Prepare pulang


__ADS_3

part 16


Pagi itu Rain mulai berkemas , karena sore hari harus pulang ke depok . Setelah memasukan baju2 ke dalam koper kecil miliknya , ia pun meraih benda pipih yang menjadi hiburannya. Jari - jarinya yang lentik mulai menari - nari diaplikasi IG nya .


Tak lama berselang , ponsel pun berdering menandakan ada panggilan masuk .


" Radit " buru - buru ia menekan tombol hijau


" Assalamu'alaikum , dit " sapanya


" Wa'alaikum salam sayank , maaf ya sebelumnya , aku tidak bisa memenuhi janjiku untuk menyusul kamu " ucap Radit dengan nada sedih


" Kenapa...? " tanya Rain


" Aku dijombang sekarang , nenek masuk rumah sakit , keadaannya kritis , " jawab Radit menjelaskan alasannya


" Ya Allah , Dit , yang sabar ya... semoga segera diberikan kesembuhan untuk nenek "


" Makasih , sayank.. tapi kamu beneran gak papa kan..? " tanya Radit


" Gak papa , Dit ,, iam okey " jawab Rain


" Sekali lagi maaf ya sayank " Radit masih gak enak hati ,


" Gak papa , beneran , nanti bisa pesan travel atau naik KA lagi , tenang Radit .. tenang... gak usah terlalu mengkhawatirkan aku ya ,, lebih baik fokus yang disitu , okey sayank " jawab Rain menenangkan


" Baiklah ... hati2 ya... Assalamu'alaikum " okey pesan Radit


" Asiiapp ... wa'alaikum salam " jawab Rain antusias sambil hormat


Setelah menekan tombol merah , Rain berjalan menuju dapur , cacing diperutnya mulai meronta- ronta ingin diberi makan ,


" Bik , laper " ucapnya sambil mengusap2 perutnya yang rata


" Lohh ,belum mateng ikannya non , sabar ya.. sebentar lagi biar meresap bumbunya , " ucap bibik panik


" tumben - tumbenan non Rain laper , ini kan masih jam 06.00 , biasanya juga siang , " guman sang bibik sambil meneruskan masaknya


" Lauk seadanya saja bik , beneran sudah laper pakai banget nich "


" Ogh ya bik ,, nanti kita balik pakai travel atau KA aja ya, Radit gak bisa kesini ,, " ucap Rain


Bibik menghentikan aktifitasnya , kemudian menatap Rain lekat ," Non Rain berantem dengan mas Radit..? " tanyanya kemudian


" Iihh bibik kepo.. enggak bi ,, Radit sekarang dijombang neneknya masuk rumah sakit " jawab Rain sambil mengunyah makanannya


" Sakit apa non..? " tanya bibik penasaran , Rain hanya mengangkat bahunya


Selesai makan, Rain berjalan menuju teras , tiba-tiba langkahnya terhenti manakala melihat mobil meluncur masuk didepan rumah , " Ufi " gumannya dalam hati sembari memegang dadanya


" kenapa sich setiap ketemu dia , jantung gue gini banget , gak bisa ya rileks dikit aja ,, dia itu manusia bukan han... " gumannya sambil memperhatikan mobil dipelataran rumah , tanpa aba2 lagi Rain bergegas masuk setelah melihat Kahfi membuka pintu mobil.


"Kenapa dia buru2 masuk setelah melihatku ..? " guman Kahfi sembari menutup mobil dan berjalan mengikuti Unur


"Assalamu'alaikum " sapa keduanya


" Wa'alaikum salam , Ufi dan Unur " jawab Rudy sambil tersenyum


"Sepertinya kamu sudah terkontaminasi dengan Rain , sampai2 ikut2an memanggil kami seperti itu " ucap Kahfi datar


"Rud,, Rain gak jadi pulang ? " tanya Unur pada Rudy sembari duduk diteras


" Belum , masih mau pesan tiket KA , soalnya Radit gak bisa nyusul kesini " jawab Rudi


"Kenapa ? " tanya Kahfi penasaran


" Mas Radit pergi ke jombang , neneknya sakit , seperti itu cerita non Rain ," jawab Bik Atun sambil membawakan minuman dan pisang goreng hangat untuk mereka bertiga

__ADS_1


" Ogh... " jawab ketiganya kompak


" Bagaimana kalau bareng kita aja Bu , " ucap Kahfi penuh semangat , sontak Unur dan Rudy menatapnya penuh tanda tanya


"Kenapa pada kaget gitu , salah ya yang aku ucapin tadi , " ucapnya lagi


Sambil tersenyum Rudy berkata " Gak ada yang salah kok , gus "


" Senyum ente penuh makna " ucap Kahfi sambil melayangkan pukulan dipundak Unur


" Penuh makna bagaimana ?, orang ane gak gimana2 , ente aja yang baper " goda Unur


"Bagaimana bu ? " tanya Kahfi kemudian


" Sebentar saya tanya non Rain dulu , kalau saya sich mau2 saja " ucap bibik sambil tersenyum ,


" Silahkan diminum tehnya , saya ke dalam dulu " ucap bibik lagi


" Iya bu , terimakasih banyak " jawab keduanya kompak


Setelah itu Bibik menghampiri Rain yang tengah duduk bersila didepan tv sambil menikmati pisang goreng keju kesukaannya


" Non , bibik mau .. "


" Rain sudah dengar bik , " potong nya


" tapi kita belum siap2 , belum mandi , bibik juga masih sibuk , apa gak ngerepotin kalau harus nunggu "


" Tapi kalau pesan travel atau tiket dadakan gini juga gak bisa non "


" Terus ... "


" Ya terserah non Rain , bibik makmum saja , sepertinya Gus Fi sangat berharap non Rain mau ikut bareng "


" Ufi bilang gitu ? "


" Enggak sich non , cuma kelihatan banget kalau berharap " ucap bibik sambil tersenyum


" Iihhh... bibik sengaja ya " gerutunya


" Gimana ngomongnya coba , menatap wajahnya saja aku sudah grogi banget , ugh ... menyebalkan .. harus gimana nich " ucapnya mondar - mandir sambil gigit jari


"Haaahhh " Rain dan Ririn berteriak karena kaget


" Iih .. ngagetin aja sich , Rin " ucap Rain sewot


" Lha ... harusnya Ririn yang tanya , ngapain kak Rain mondar - mandir kayak setrikaan , gak capek apa ? "


" Lagi mikir nich "


" Kan mikir bisa sambil duduk , gak harus bolak balik gitu kan , ada2 saja " ucap Ririn gemas


Kemudian Rain duduk lalu menyuruh Ririn duduk disebelahnya " Ufi ngajakin balik bareng , gimana menurut kamu "


" Haaahhaaa " Ririn tertawa ngakak , refleks Rain membekap mulut Ririn yang tertawa lebar


" Jangan kenceng2 ada Ufi dan Unur di teras , ihh bener dikit napa jadi orang "


Seketika Ririn langsung diam , rona merah terpancar dari wajahnya " Unur " katanya kemudian


" Kenapa gak bilang ? "


" Lha .. kamu gak tanya "


" Sekarang tanya ? "


" Sudah aku jawab kan , "

__ADS_1


" Sejak kapan ? "


" Apanya "


" Mereka disini ? "


" 15 menitan yang lalu , bantu aku harus bagaimana ? "


" Bantu apa ? "


" Mau aku timpuk pakai sandal " Rain benar2 dibuat sewot oleh Ririn


" Orang tanya kok gak boleh , bagaimana bisa bantu kalau begitu , " Ririn pun agak kesal


"Aku balik bareng Ufi atau naik KA ? " tanyanya


" Jalan kaki saja " jawab Ririn asal yang dibalas Rain dengan cubitan keras


"Aduuhh " erang Ririn menahan sakit


" Lagi..? " tanya Rain


" Ihhh kak Rain jahat , sakit nich " omelnya


"Syukurin , emang enak " ucap Rain penuh kemenangan


" Kalau saran aku sich lebih baik bareng Ufi aja , kan ngirit ongkos , apalagi kalau nganternya sampai rumah , ugh... bonus besar2an tuch "


" Gratisan mlulu yang dicari "


" Yeah.. bukan gitu , kan lebih aman kalau bareng orang yang kita kenal , siapa tau ini kode dari Allah biar kak Rain tambah dekat dengan Ufi , iyaaa kan ,, betul kan ? " godanya


" Betul gundul mu itu , aku belum siap2 , belum ini , belum itu , gak enak nanti ngerepotin harus lama nunggu "


" Lebih baik lama nunggu untuk sesuatu yang tepat , daripada buru2 malah salah orang " ucap Ririn bagai pukulan telak


" Nich bocah umur berapa sich sebenarnya ,gak cocok kalau umur 12 , harusnya sudah 25 tahun "


" Dewasa itu tidak dilihat dari umur kak , tapi bagaimana dalam bersikap menghadapi masalah "


" Sepertinya aku harus belajar banyak darimu , Rin "


"Non Rain , bagaimana jadi ikut kan ? " tanya Rudy yang tiba2 menghampiri mereka berdua


" Masih bingung bang , gimana ya enaknya ? "


" Kalau Abang nyaranin ikut aja non , lebih aman , lebih cepat , apalagi gus Fi dan Unur itu orang2 baik , dijamin amanah pokoknya " pujinya


" Yeah bang , mana ada kecap nomer 2 , " timpal Ririn


" Tapi bang , aku masih belum ini , belum itu , gak enak kan kalau mereka harus nunggu lama , malah jadi ngerepotin nanti "


" Sekarang buruan mandi terus siap2 , biar Ufi gak kelamaan nunggu " sahut Ririn


" Bener tuch yang Ririn bilang , ayo buruan "


" Loh bibik kok sudah siap , " tanya Rain sambil memperhatikan bik Atun yang sudah rapi


" Tunggu aku cuci muka bentar " Rain berlari ke arah kamar mandi , sementara yang lain hanya geleng2 kepala


Akhirnya Rain pulang bareng dengan Ufi , berempat tepatnya dengan Unur dan Bik Atun juga , sepanjang perjalanan Rain hanya terdiam , sesekali melirik Kahfi yang terkadang juga meliriknya lewat kaca spion yg berada di tengah , keduanya sama2 salah tingkah , sementara Unur dan bik Atun hanya tersenyum melihat sikap keduanya ,


*********************


Ikuti kelanjutannya ya ,, part ini sampai disini saja , sudah malam waktunya rehat ,, jangan lupa tinggalkan jejak jempolnya , ditunggu saran dan kritiknya juga


Good night all , have a nice dream

__ADS_1


Ambil baiknya buang buruknya


terimakasih semua πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž eeemmuaachh 😘😘😘


__ADS_2