HIJRAH CINTA AFIFAH

HIJRAH CINTA AFIFAH
Restart Hati


__ADS_3

Part 38


Keesokan harinya Rain berangkat ke sekolah lebih awal dari biasanya , semalaman ia tidak bisa tidur nyenyak , pasalnya dadanya sering sesak , selera makannya juga hilang , moodnya benar² kacau balau , ia berharap setelah bertemu dengan Radit dan Sheila bisa sedikit menghibur hatinya yang sedang tidak baik² saja.


Ketika sampai , kelas masih kosong mlompong , ia berjalan lesu menuju ke bangkumya , ia duduk menopang dagu , menatap lurus ke depan , entah apa yang dipikirkannya , tubuhnya ada dibumi , hatinya di bulan , pikirannya di pluto , berseberangan ...tak sehaluan


Sampai Sheila datang ia masih duduk melamun dengan posiisi yang sama


" Tumben berangkat pagi... mimpi apa semalam ..? "


" Gimana mau mimpi , kalau tidur aja susah .. "


" Hahaha ... masih kepikiran yang semalam.. "


" Gak terlalu dipikir juga sebenarnya , cuma .... "


" Cuma apa ? sudahlah Rain ... nikmati aja jangan terlalu dipikirkan , santuy .. ooyy santuy , bisa gila kalau kamu terus²in .. "


" Entahlah... ogh ya , Radit mana ? "


" Loh gak bilang sama kamu , kalau hari ini ke Jombang , entah ada urusan apa , kok mendadak kesana , aku juga gak sempat tanya , kalian gak berantem , kaan? "


" Enggak ! Dari kemarin sampai pagi ini gak ngabari apa² dan gak bilang kalau mau ke Jombang , kita baik² aja kok , kenapa gak tanya , ngapain tiba² kesana ? "


Sheila mengangkat bahunya dan terkesan acuh , karena ia sebenarnya masih kesal pada Radit karena gak mau jujur soal Sari


" Kan ...kalian sepaha masa gak tau , "


" Walaupun sejantung , separu atau seginjal kalau dianya gak ngomong aku juga gak tau , kamu pikir aku dukun bisa nebak cara berpikir orang , kayak gak punya kerjaan aja , lain waktu pasang kamera pengintai di telinga Radit biar aman , takut kehilangan aja sok²an mendua ... mentiga , gak keren loe ... aahhh"


" Ya gak gitu juga , La , kita kan selalu bertiga , kalau tidak ada salah satu jadi gak seru , beda rasanya "


" Jadi yang benar salah satu pa salah tiga nich , yang jelas biar gampang kasih nilainya , kalau gak mau jauhan jujur aja , gak usah gengsi , daripada ditinggal bentaran udah kelabakan kayak cacing kepanasan "


" Kamu yang gak ada kerjaan , ngapainngintipin cacing kepanasan , kalau kasihan kan tinggal pindahin ke tempat yang teduh ... lama² kamu nyebelin juga "


" Sama ... kamu juga , kan..hehehe... tapi orang yang nyebelin itu nganggeni looh , jangan salah "


" Jangan salah bumbunya apa...? " (* jangan itu kalau orang jawa timuran artinya sayur yang dimasak pakai kuah , seperti sayur sop tapi bilangnya jangan sop , ya begitulah)


" Jangan sop dikasih bumbu soto , jadi salah kan.. "


Rain menarik nafas panjang kemudian membuangnya kasar , tiba² rasa sesak itu datang lagi , ia mengusap2 pelan dadanya sambil memejamkan mata , Sheila menatap intens sang sahabat , " Rain ... kamu kenapa ? , kamu baik² saja kan ? " tanyanya


" Dari kemarin aku sering kayak gini , La.. tiba² nyesek , seperti ada something yang terjadi tapi aku tidak tau itu apa , hanya bisa dirasakan oleh hati , logikaku tidak bisa mencernanya " keluhnya


" Ke dokter yuuukk.. gak biasanya kamu seperti ini .. tapi kamu gak demam , kan ? " tanya Sheila sambil memegang kening Rain


" Aku gak papa "


Sheila masih terus memperhatikan Rain , sorot matanya tajam , seolah sedang mengulik dengan mata batinnya apa yang sedang dialami oleh sahabatnya , ia memang bukan peramal hanya asal nebak yang terkadang benar terkadang salah .


" Rain ... masih nyesek ? " tanyanya , Rain hanya mengangguk pelan

__ADS_1


" coba tarik nafas lalu buang perlahan , ulang sampai beberapa kali , fokus , lepaskan sejenak beban yang ada dikepala , hati kamu tidak bisa menerima tekanan sebesar itu , jangan dipaksain kalau memang gak kuat , tangisin aja biar lega "


Rain menatap lekat Sheila , disudut matanya ada cairan bening yang berusaha untuk ia tahan agar tidak keluar .


Sheila menarik tangan RAIN kemudian mengajaknya keluar kelas menuju mushola sekolah , karena tempat yang sepi yang dibutuhkan oleh sahabatnya saat ini .


" Sekarang kita hanya berdua Rain , luapkan semua beban yang kamu rasain , jangan dipendam lagi , terkadang orang juga butuh menangis untuk merestart hati , banyak sampah yang harus dibuang , kalau kamu terus menyimpannya akan berdampak pada pikiran yaitu stres yang berkepanjangan , bukan stres gila tapi lebih ke pemikiran² yang negatif mempengaruhi sistem otak lama² juga bisa gila beneran "


" Aku terkadang iri denganmu , La... lihatlah diriku , secara materi memang diatas kata cukup tapi dari kasih sayang jauh , La... aku seperti asing hidup dikeluargaku , aku sendiri , aku bahkan tidak bisa memilih antara yang aku sukai dengan yang mereka sukai , benar kata kamu , aku memang tertekan dengan segala peraturan yang papa buat , hingga kadang membuatku brutal , tapi itu kemarin ... lama² aku mulai terbiasa dengan kesepian dan kesendirianku "


Sheila mengusap² pundak Rain pelan , " Rain.... semua orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya , apalagi kamu anak satu²nya , om Ramdan dan tante Dhania itu orang baik , dan aku rasa semua peraturan yang dibuat masih dalam hal wajar kok , kamu saja yang tidak bisa memposisikan diri harus apa dan bagaimana , bukan aku menyalahkan kamu ,tidak ... hanya kamu kurang bersyukur dengan apa yang kamu miliki , lebih suka membanding²kan keadaan diri dengan orang lain , Ingatlah Rain ...terkadang apa yang kamu lihat baik tidak selalu baik terkadang hanya covernya , kamu kan gak pernah tau isinya seperti apa ? iyaaa kan .. "


" Apa itu artinya kamu juga tidak bahagia.. "


" Bahagia itu kita sendiri yang nyiptain Rain , karena bahagia itu datangnya dari HATI " ucap Sheila sambil memegang dada Rain


" Materi memang penting tapi bukan segalanya , sudah banyak contohnya , banyak orang hidup pas²an tapi mereka bahagia tapi banyak pula yang bergelimpangan harta tapi selalu kekurangan , intinya harus banyak² bersyukur dan positif thinking , boleh melihat kelebihan orang lain tapi untuk dijadikan motivasi , sebagai booster bukan malah untuk merancuni hati dengan perasaan iri ataupun dengki "


"Kamu lebih dewasa dari yang aku kira , La.. tidak seperti diriku yang manja & ngambekan "


" Dewasa itu bukan dilihat dari banyaknya usia , tapi terkadang datang dari masalah dan keadaan yang memaksa untuk dewasa sebelum waktunya "


" Om Fadly dan tante Vika pasti bangga punya anak sepertimu , La ... aku gak nyangka kalau kamu ternyata sedewasa ini "


Sheila tersenyum kecut " Kamu gak tau keadaanku yang sebenarnya Rain ,"


" Aku juga pengen berubah , La ...pengen jadi anak baik² , yang bisa membuat orang tua bangga , tapi aku tidak bisa "


" Bisa...Rain bisa... kamu pintar , jago silat , banyak kelebihan yang kamu miliki , yang tak banyak dimiliki oleh orang lain , "


" Yaah...kamu buktikan lah kalau kamu mampu dan bisa , masa gitu aja enggak ngerti , mana Rain yang aku kenal dulu , selalu ceria , semangat dan pantang untuk menyerah , apalagi putus asa , come on baby , your is strong , kamu pasti bisa "


" Makasih ya , La untuk suport dan motivasinya ,agak lega sekarang , cuma ... "


" Apalagi.... pasti masalah cinta ... aduuh baper dah... makanya aku malas pacaran yaah.. kayak gini .. badan sehat jadi sakit gara² cinta , hati utuh bisa remuk gara² kecewa , apalagi kelebihannya pacaran coba , kalau gak sakit hati , kecewa , gabut galon ...ujung² nangis ...capek dech ...kalau aku ya...pengennya pacaran setelah nikah aja , kalau sekarang enggak dulu , ngapain gitu looh njagain jodoh orang , mending njagain hati sendiri aja "


" Maksudnya njagain jodoh orang...? "


" Aduuh Rain , kadang kamu itu pinter kadang o'on pakai banget , pacaran bertahun² terus nikahnya sama orang lain , itu apa namanya kalau gak njagain jodoh orang "


" Lha terus kalau gak pacaran , bagaimana cara kita mengenal pasangan kita , ujuk² nikah gitu ..? "


" Ta'aruf laah... kadang pacaran juga kena tipu , cz yang diperlihatkan yang baik² aja , begitu nikah baru tau boroknya seperti apa... itu namanya modus..., masih gak paham , juga.. "


" Ta'aruf .. banyak yang bilang ta'aruf itu ibarat membeli kucing dalam karung , ribet agh... "


" Kalau ingin tau lebih dalam , sono tanya sama pakarnya ... sekalian pedekate sama Ufie "


" Yang ini namanya juga modus ... dodol pisang "


" Hehehe... iya juga ya... tapi pas dirumah bibi kamu disuruh ikut ngaji dirumahnya , Radit juga ndukung kan , kapan diagendakan .. aku mau ikut "


" Belum tau... aku masih menata hati , pengennya kalau kesana beneran cari ilmu bukan modus untuk melihat atau mendekati beruang es "

__ADS_1


" Iihhh jahat loe ... orang ganteng kayak gitu dipanggil beruang es .. jangan ... manusia kutub aja atau manusia salju , mungkin.. hahaha... "


" Hahaha... cool man... "


" Suka² kamu ..asal jangan batman atau superman aja lah "


" Parah loe... tapi khusus aku yang boleh , kamu jangan,... "


" Kenapa.. ? "


" Pokoknya gak boleh ... dan gak usah tanya alasannya kenapa ...? "


" Cie.. cie.. gak rela nich kesayanganya dibully orang , sebegitu cintanya "


" Kasihan tau... "


" Sama dia kasihan , sama aku & Radit yang selalu ada buat kamu , gak kasihan... "


" Jangan kasih pertanyaan yang jawabannya bikin pusing , aku gak bisa milih salah satu , aku sayang semuanya "


" Satu² , aku sayang Sheila ... dua² , juga sayang Radit ... tiga² juga sayang Ufie .... satu.. dua.. tiga... sayang semuanya ... "


" Besok rekaman ya... dipos ronda ... "


" Kalian berdua ... ngapain disini ? bukanya belajar di kelas malah ngerumpi .. berdiri di lapangan sekarang juga " Tiba2 Bu Tya datang dan menjewer telinga Rain & Sheila


" Aduuh .. aduuh.. ampun bu... tolong lepaskan ... sakit bu.. " teriak Keduanya


" Kalian berdua , benar.. benar ya .. makin kelewatan .. "


" Kelewat cantiik kan bu , baiklah saya mundur sedikit " ucap Rain


" Kelewatan brutalnya ... SEKARANG BERDIRI DILAPANGAN SAMPAI JAM ISTIRAHAT TIBA !!! "


" Tapi bu.... mendadak saya sakit perut ... ijin ke toilet bentar ya bu.. " bantah Sheila


" JANGAN BANYAK ALASAN , BERDIRI DI LAPANGAN ATAU DISKORSING 1 MINGGU , SILAHKAN PILIH !! " Bu Tya makin emosi


" Tidak banyal kok bu , cuma satu alasan " tambah Rain


" RAIN !! Kamu memang anak pak Ramdan , donatur tetap di Yayasan ini , tapi kamu juga harus ingat bahwa sekolah ini bukan punya kamu , jadi jangan bertingkah seenaknya "


" Saya ingat kok bu , bukankah tujuan belajar adalah mengingat bukan melupakan ... "


" Saya akan menghubungi orang tua kalian ! "


" Telpon saja bu , orang tua saya sekarang masih di singapura , mungkin seminggu lagi baru balik , kali aja kalau ibu yang telpon bisa dipercepat pulangnya , saya sudah kangen soalnya " ucap Rain


" Kalian ini ya ... benar² bikin tensi saya naik "


" Looh ya jangan naik lah bu.... masa mau saingan sama minyak goreng , telur , dan cabe , tensi ibu disamain dengan harga garam aja ya... standart .. gak naik , juga gak turun , okey bu... rileks ya... pejamkan mata... tarik nafas... buang perlahan ... ulangi sampai beberapa kali ya bu "


Sheila menarik tangan Rain , pelan² merea berdua meninggalkan bu Tya yang sedang mereka kerjai

__ADS_1


" Kabuuuur " teriak Rain ketika sudah agak jauh dari tempat tadi


" RAIN.... SHEILA... " teriak bu Tya geregetan


__ADS_2