
part 12
Acara kirim doa untuk suami bik Atun pun digelar , ada beberapa tetangga yang ikut membantu menyiapkan jamuan , Rain gelisah pasalnya snack untuk bingkisan para undangan belum juga sampai , ia mondar - mandir sambil berulang kali mengecek ponselnya
" Duhh Radit mana sich , kok gak nyampek2 " gerutunya
"Kak Rain kenapa ? kok gelisah ? " tanya Ririn
" Ehh.. enggak kok ,, aku baik2 saja, jangan khawatir ya " ucapnya sambil terus memperhatikan ke jalan
" Kak Rain nunggu Ufi .. " godanya
" Ngapain ditunggu , orangnya ada disebelah khotmil Qur'an bareng bang Rudi dan Unur " jawab Rain
" Cie.. cie.. cie.. yang dari tadi nyimak " godanya
" Plissss... jangan buat aku kesal lohh ya " ancam Rain sambil mencubit pipi Ririn
" Aduuhh... sakit kak " keluhnya sambil memegang pipinya
Tiba2 ada mobil mewah meluncur masuk ke halaman rumah sang bibik , Rain buru2 keluar dan segera menghampirinya , Kahfi menatap nanar ke arah Rain ,
" Hallo sayang , " sapa Sheila keluar dari mobil dan langsung memeluknya erat
" Kangen ya... "
" Banget " jawab Rain sambil mencium pipi kanan dan kiri Sheila
" Sama aku gak kangen , Rain ? " tanya Radit
" Enggaak " jawab Rain singkat , padat dan jelas
" Kalian lama banget sich , keburu selesai acaranya " omelnya kemudian
" Kan acaranya habis maghrib , buru2 amat , kalau kangen bilang kangen.. gak usah cari-cari alasan " jawab Radit sambil cengar - cengir gak jelas
" Acaranya memang habis maghrib , tapi kan harus disiapin , dikantongin juga , repot kalau ngomong sama orang yang selalu ngremehin segala hal " umpat Rain mulai sewot
" Uluh.. uluh.. uluh... tambah cantik kalau lagi ngambek " ledek Radit
"Kacang.. kacang.. kacang.. " teriak Sheila yang merasa dicuekin
__ADS_1
" Udah ..ayo bantuin bawa masuk semuanya "
" Siap nyonya ..pemilik hatiku "
" Alay loe "
" Kok Radit berubah ya , coba dari dulu kamu seperti ini , Dit , kenapa disaat aku mulai berpaling kamu baru sadar " ucap Rain dalam hati
" Yaelah malah melamun .. orang nya sudah disini oe... " teriak Sheila tepat ditelinga Rain
Refleks Rain mencubit pinggang Sheila , ia pun memekik keras , hingga Kahfi , Unur dan Rudi menoleh ke arah mereka .
"Hust.... jangan teriak - teriak , ada orang ngaji disebelah " larang Rain
" Uppss !!! , kenapa gak bilang , " bantah Sheila
" Bik.. " sapa Sheila ketika bertemu dengan sang bibik
" Non Sheila , mas Radit , mari silahkan masuk " ucap Bibik mempersilahkan
" Maaf , begini keadaan rumah bibik ,"
" Gak papa bik "
" Buah tangan untuk para undangan bik , mohon diterima ya " pinta Rain
" Bibik jadi ngrepotin ya non " ucap bibik terharu
" Enggak kok bik , santai saja "
Rain melirik ke arah Kahfi , dan kebetulan si Kahfi juga sedang menatapnya , mereka berdua beradu pandang sekian detik , lalu sama2 membuang muka , Sheila yang melihat itu langsung menyenggol bahu Rain
" Siapa tuch .. yang pakai baju biru ? " tanya Sheila penasaran
" Yang mana ? " tanya Rain pura2
" Yang barusan , kalian saling tatap " ucap Sheila serius
" Ogh.. ustadz Kahfi , aku manggilnya Ufi " jawab Rain berusaha santai
" Kamu suka sama dia ? " tanya Sheila to the point , Rain tidak menjawab hanya mengangkat bahunya
__ADS_1
...Setelah selesai khotmil Qur'an , mereka makan bersama , termasuk Radit dan Sheila , Rain yang duduk didekat Radit selalu menunjukan perhatiaanya , sengaja memanas- manasi Kahfi maksudnya , karena dia masih kesal dengan sikap Kahfi kemarin ....
...Memang sifat aslinya Kahfi cuek , diapun tidak mempedulikan tingkah Rain , dia sepertinya sudah bisa membaca kemana maksud dan tujuan Rain , Radit pun bertanya ...
" Rain , kamu suka dengan salah satu cowok itu ? " bisiknya
Rain kaget hingga tersedak , buru2 Radit mengambilkan air minum untuknya
" Pelan2 Rain , siapa juga yang mau minta ? " ucap Radit
"Hey... hey... jangan menebar keuwuan disini ya.. " sahut Sheila
Rain hanya nyengir kuda mendengar perkataan Sheila , ia pun melanjutkan makannnya
Kahfi yang sudah selesai duluan , langsung pamit , disusul oleh Unur
" Rud , kita balik dulu ya, insyaallah ba'da maghrib kita kesini lagi , Assalamu'alaikum "
" Wa'alaikum salam , jazakallah ya gus Fie dan ustadz Nur rohmn " jawab Rudi
" Aamiin , sama2" jawab Kahfi dan Unur bersamaan
Ditengah perjalanan Unur sengaja mengoda Kahfi
" Ente gak lagi jeles kan , gus ? " tanya Unur
" Maksud ente jeles sama siapa ? " tanya Kahfi balik
" Rain dengan cowoknya " jawab Unur pelan
" Ngapain jeles , dia bukan siapa2 ane juga " bantahnya
" Ogh.. kirain buru2 pulang karena cemburu "
" kita belum sholat ashar , dik "
" Ente masih menunggu Cenna , Gus ? "
Kahfi berhenti sejenak lalu menatap tajam Unur ,
" Gak perlu ane jawab kan pertanyaan , ente ? " ucap Kahfi dengan mimik tidak suka
__ADS_1
Unur pun menyadari kalau sang sahabat belum bisa move on dari masa lalunya .