
part 23
Sudah 2 hari Rain terbaring di rumah sakit , meski kondisinya sudah membaik namun masih belum diperbolehkan pulang , untuk mengatasi kegabutan hatinya, ia meraih ponselnya dan mulai bermain game , tapi baru satu level ia menangkan , tiba2 pintu kamar inapnya ada yang mengetuk
Tok.. tok.. tok " Iya..silahkan masuk " sahutnya tanpa melihat ke arah pintu
" Boleh masuk ? " sapa seseorang yang sembunyi dibalik pintu dengan suara yang dibuat2
" Siapa sich ? " tanya Rain penasaran
" Kalau orang baik silahkan masuk , tapi kalau orang jahat , jauh - jauh sana " gertaknya
" Bukan orang baik , bukan juga orang jahat , tapi orang paling ganteng " jawabnya sambil tertawa
" Radiit ,, ih gak lucu ahh.. pagi - pagi sudah buat orang kesal aja " omelnya
" Ogh ya... kesal kenapa ? , bukannya malah seneng " godanya sambil menaruh parcel buah dimeja samping
Rain masih cemberut " sama siapa ? , Sheila mana ? kenapa gak diajak ? " tanyanya beruntun
" Kalau nanya itu satu2 , jangan marathonan nanti capek loh " godanya balik
" Tau ah... " Rain ngambek
" Sudah tau kesini sendiri , masih juga tanya sama siapa ?, heran dech " Radit pura2 kesal
" Ya kali aja sama Sheila kek , sama Vania kek atau sama yang lain " Rain masih kesal
" Hay.. princes yang cantik tapi ngambekan " teriak Sheila
" Biarin " jawab Rain makin kesal , tapi Radit dan Sheila malah tersenyum melihat Rain
" Kok cemberut , napa ? jelek iih... senyum donk , biar tetep cantik " goda Sheila
" Marahin tuch ....( nunjuk ke Radit ) selalu buat orang kesal aja " ucapnya sewot
" Hm " jawab Sheila sambil melirik ke arah Radit
" Mau makan buah yang mana ? , biar aku kupasin " Radit mengalihkan topik agar Rain tidak kesal lagi padanya
" Buahagiain aku aja " jawab Rain asal
" Haaaahaaa " Sheila tertawa keras mendengar gombalan Rain
" Bisa dikecilin dikit nggak volumenya ? , ini rumah sakit bukan dihutan " omel Radit pada Sheila
" uups ! , maaf kelepasan , Rain kamu belajar ngegombal dimana sich dan sama siapa ? , makin hari makin somplak saja " ucap Sheila sambil mencomot buah anggur yang dibawa Radit
" Eh La , jangan itu punyaku , gak ijin dulu main comot aja " Rain pura2 kesal
__ADS_1
" Ya Allah , Rain cuma ambil satu doang , pelit amat jadi orang , ini tadi juga aku yang beli , tapi pakai uangnya Radit sich " jawab Sheila santai sambil terus memakan anggurnya lagi
" Woii ... jangan dihabisin ! " teriak Rain , buru2 Radit mengambil dan memberikan semua buahnya pada Rain
" Cepetan habisin , ada tupai nyasar soalnya " sindir Radit sambil nyengir ke Sheila
" Kamu makan yang itu aja , La , kamu habisin juga gak papa , asal kalau mamaku tanya nanti , bilang aku yang makan ya ? " Ucap Rain sambil nunjuk ke arah rantang susun yang berisi makanan
" Apa nich .. hmm.. sepertinya enak , beneran boleh diicip ? " tanya Sheila ragu
" Sudah habiskan kalau mau , Aku lagi gak kepengen makan nasi soalnya " Rain tampak lesu tidak bergairah
" Jangan belajar bohong , bilang terus terang saja , kalau tidak suka , atau bagaimana , kalau gak mau makan nasi terus mau makan apa ? , biar aku pesankan ? " Ceramah Radit
"Gak kepengen apa2 , pengen cepat pulang aja "
" Kalau pengen cepat pulang ya harus sembuh dulu , gimana mau sembuh makan aja susah , sini biar aku suapin " ucap Radit sambil merebut makanan ditangan Sheila , sementara Sheila hanya bengong , Tak berapa lama ada yang mengetuk pintu
Tok.. tok. tok
" Assalamu'alaikum " sapa Unur dan Kahfi sembari masuk ke dalam
" Wa'alaikum salam " Jawab Sheila dan Radit bersamaan , sementara Rain bengong , kaget melihat kehadiran Unur dan Kahfi yang tiba2 datang menjenguknya
" Ufi .. Unur... kok tau saya disini , siapa yang kasih tau ? " tanya Rain sedikit salting
" Kebiasaan , jawab dulu salamnya , baru bertanya " gertak Kahfi pelan
" Tadi kerumah kamu , tapi bibik bilang kamu sakit terus dirawat disini , lalu kami kesini .. " Unur menjelaskan
" Ogh... " Rain hanya menjawab singkat jelas tapi menggantung
" Nich.. mau ngembaliin barang kamu yang tertinggal di mobil " Kahfi menyerahkan boneka kerropi kecil pada Rain , Rain pun menerimanya dengan hati yang bahagia , Entahlah.... bahagia karena Pipi ( panggilan untuk boneka kesayangannya ) atau kehadiran Ufi 😊😊😊... mulai.. mulai , " bapernya dikondisikan thor " ðŸ¤ðŸ¤
" Pipi.." ucapnya sambil memeluk dan menciumi boneka kerropi
" Kamu nakal . ngapain coba gak pulang , pake alasan tertinggal lagi , bilang aja kamu betah dimobilnya Ufi " celotehnya sambil memandang kerropi dengan gemas
" Nich orang memang kurang waras , tapi lucu juga , jadi gak ngebosenin kalau didekatnya , astaghfirullah hal adzim , apa yang aku pikirkan " guman Kahfi dalam hati sambil mengusap2 dadanya dan terus beristighfar
" Makin hari makin gak jelas , lama kelamaan orang bakalan takut denganmu , Rain " semprot Sheila
" Gak juga , malah seneng dapat hiburan gratis , iya kan Rain , jadi gak ngebosenin ... lucu dan apa adanya banget " ucap Unur sambil tersenyum
" Unur pikir saya badut , kok bilang lucu ? " Rain sewot
" Badut cantik yang menggemaskan " Radit mencubit pipi Rain keras sambil melirik ke arah Kahfi
" Radiit sakit tau , kira2 donk nyubitnya , " eluh Rain sambil mengusap2 pipinya yang kemerahan , melihat kemesraan Rain dan Radit , Kahfi cuek , ia malah asyik dengan ponselnya
__ADS_1
" Ngapain njenguk kalau asyik dengan ponselnya , ngomong apa kek , uhh ... jadi orang kok nyebelin banget , kalau main ponsel kenapa gak dirumah saja , ngapain jauh2 kesini " gerutu Rain dalam hati sambil menatap Kahfi
Radit , Unur dan Sheila memperhatikan Rain dan Kahfi bergantian , lalu mereka bertiga saling memandang satu dengan lainnya , kemudian Sheila mengangkat bahunya ,
" Rain " Panggil Radit yang melihat Rain melamun , sampai diulang beberapa kali Rain masih belum ngeh , hingga Radit menepuk pundak Rain pelan yang sontak membuat si empu kaget
"Apaan sich Dit , ngagetin aja , "
" Kamu melamun terus dari tadi , mikirin apa ? "
" Mikir gimana cepat pulang "
" Istirahat dulu disini , kalau sudah benar2 sembuh baru pulang " sahut Kahfi pelan sambil menatap Rain lekat
Rain terdiam menatap balik Kahfi " Uugh ...meleleh hatiku... sempurna " guman Rain sambil tersenyum
" Tuch kan , makin gak jelas .. sebentar melamun , sebentar senyum2 sendiri , lama2 aku takut dekat denganmu Rain " ucap Sheila sambil menggeser tempat duduknya
" Ya udah jauh sana , siapa tau bisa cepet punya pacar kalau jauhan sama aku , iya kan Dit " sindir Rain sambil melirik Radit yang masih memegang piring makan Rain
" Ehh.... jangan buka kartu napa , hobby banget njulidin orang " omel Sheila
" Fakta " teriak Rain
" Ya malah bagus kalau gak pacaran " sahut Kahfi masih dalam mode cuek
Deg...
" Nyindir aku nich " Rain menatap tajam ke arah Kahfi yang masih asyik dengan ponselnya
Suasana jadi hening , tidak ada satupun yang bersuara , mereka sibuk dengan imajinasi masing2 , hingga ponsel Radit berdering
" Dit , ponsel kamu bunyi tuch , kebiasaan ponsel dimode silent , kalau ada yang penting bagaimana , ? " omel Rain
" Maaf sayank .. lupa " ucap Radit sambil tersenyum
" Lupa atau nglupa , dasar .. buruan angkat " titah Rain
" Asiiap cintakuuh ( Radit segera menggeser tombol hijau ) Assalamu'alaikum , iya ma .. sekarang , iya .. iya Radit berangkat sekarang " wajah Radit berubah tegang ,
" Ada apa Dit ? " tanya Rain dan Sheila bersamaan
" La , kita harus ke jombang sekarang , nenek kritis lagi " ucap Radit dengan mimik sedih
" Rain , aku pergi dulu ya , kamu cepet sembuh " ucap Sheila sedih karena gak tega ninggalin Rain yang masih sakit
" Gak papa La , pergilah .. hati2 " jawab Rain tegar
" Pergi dulu ya sayank , doakan semoga semuanya baik2 saja ya " pamit Radit sambil mencium kening , Rain kaget , Kahfi dan Unur yang melihat langsung membuang muka
__ADS_1
Bersambung part berikutnya ya....