I Hate My Husband

I Hate My Husband
14. tidur diluar


__ADS_3

Varrel keluar dari rumahnya menaiki motornya untuk membeli makanan, dia mencari cari makanan yang ia mau beli, dia melihat ada nasi goreng dipinggir jalan, dia sepertinya pernah membeli disini dengan seseorang, Varrel pun turun dari motornya.


"pak beli nasi goreng 1 di bungkus"


"siap dek, duduk dulu sini"


Varrel duduk di samping 2 cewek yang sedang makan nasi goreng.


"wah.. ganteng banget"


"ada pangeran di samping gue"


Varrel melirik ke arah 2 cewek itu, dan wajah cewek itu melotot karena kaget.


"dia ngelirik ke gue"


"enggak dia melirik ke gue"


"GUE"


"GUE ih"


"Lo jangan sok deh, memang gue kok yang di lirik"


"GR banget sih jadi orang Lo"


Varrel menghela nafasnya mendengar dua cewek yang bertengkar karena dia cuman meliriknya, memang Varrel tidak suka cewek karena semua cewek baper an.


*


sementara Chelsea sudah menghabiskan mienya.


"ah akhirnya kenyang juga" ucap Chelsea sambil memegang perutnya.


"oh ya tuh cowok iblis pergi kemana ya malam malam gini"

__ADS_1


gumam Chelsea.


"ah biarin saja, ngapain gue peduli in dia"


Chelsea melanjutkan belajarnya sampai dia tertidur di kursi ruang tamu nya.


Varrel akhirnya sampai di rumah, dia membuka pintu rumahnya dan ternyata di kunci.


tok tok tok


didalam Chelsea tertidur pulas sampai dia tidak mendengar suara ketokan pintu itu.


Varrel di luar mencoba menelfon Chelsea, eettss tapi dia lupa kalau Varrel tidak punya nomor hp Chelsea, Varrel terpaksa makan di luar, sedangkan Chelsea masih tertidur pulas di ruang tamunya.


🌼


ke esokan paginya Chelsea terbangun dari tidurnya,


"ha? gue tertidur di ruang tamu"


gumam Chelsea.


Chelsea buru buru ke luar untuk mengecek ada Varrel atau tidak, dia melihat dari jendelanya dan benar Varrel tidur di luar, Chelsea pun ketawa, karena sudah berhasil mengerjai si cowok iblis itu.


Setelah satu setengah jam berlalu Chelsea membuka pintu rumahnya dan melihat Varrel masih tertidur pulas di depan pintunya, Chelsea berjalan hati hati supaya tidak menyenggol badan Varrel takutnya si cowok iblis ini bangun, dia menutup rumahnya lalu pergi meninggalkan Varrel yang masih tertidur, sambil berjalan menuju ke sekolah.


Jarak antara sekolah Chelsea dan Varrel lumayan dekat karena orang tua mereka mencari rumah yang dekat dengan sekolah mereka.


sambil berjalan Chelsea sangat senang dan sangat bahagia karena sudah menyelesaikan dendamnya kepada Varrel yang belum dia penuhi, ternyata hari ini dia sudah berhasil.


*


sementara Varrel terbangun, dia mengambil jaketnya yang ada di matanya, dan dia terkejut ternyata hari sudah pagi, dia membuka ponselnya dan melihat jam pukul 06.30, Varrel langsung berlari masuk ke rumah nya, dan cepat cepat ke sekolah, dia tidak mandi karena kalau mandi akan telat, dia langsung cepat cepat mengganti bajunya, setelah selesai dia langsung lari ke luar dan menyalakan motor nya, Varrel melihat bensin motornya habis.


sial!

__ADS_1


gumam Varrel.


seketika Varrel langsung mengebut berlari ke sekolahnya, dan akhirnya gerbang sekolah sudah tutup, dia melihat ada satpam.


"pak apa boleh saya masuk" ucap Varrel yang nafasnya masih tersendat sendat karena berlari.


"ini sudah jam berapa ha?"


"jam 7 pak"


"ya gak boleh masuk"


Chelsea gak sengaja melihat Varrel dari belakang gerbang yang sedang berbicara dengan satpam, Chelsea tersenyum miring melihat Varrel yang telat masuk sekolah.


Varrel melihat ke arah Chelsea yang sombongnya menjulurkan lidah ke arahnya, Varrel lama lama tidak tahan dengan kelakuan Chelsea yang se enaknya, Chelsea lalu pergi meninggalkan Varrel yang masih memperhatikannya dengan tatapan tajam.


satpam itu melihat ke Varrel yang tidak melihatnya malahan dia melihat ke belakangnya, lalu satpam itu menoleh ke belakang dan melihat ada Chelsea sedang berjalan.


"memang semua cowok yang ada disekolah sini suka sama si Chelsea itu, apa kamu juga" ucap satpam.


"enggak, aku gak akan pernah suka dia" ujat Varrel datar.


"masak kamu gak suka sama bunga sekolah itu, dia itu terkenal cantik, kaya juga"


"pak jadi nasib saya bagaimana"


Varrel mengalihkan pembicaraannya karena dia males membahas tentang si Mak lampir itu,


"kamu boleh masuk tapi masuk ke BK dulu untuk meminta point pelanggaran"


"iya pak"


ucap Varrel sedih, karena dia masih beberapa hari masuk ke sekolah barunya ini sudah mendapat point.


πŸ₯€

__ADS_1


likenya dongπŸ‘πŸ»β£οΈ


πŸ‘‡πŸ»


__ADS_2