I Hate My Husband

I Hate My Husband
Season 2 (24)


__ADS_3

Waktunya istirahat, seperti biasa Chelsea, Lisa dan Tania pergi ke kantin untuk makan.


"yuk guys ngantin" suruh Lisa.


"emm anu gue gak ikut dulu ya, lagi malas saja ke kantin" kata Tania.


"ih gak enak kalau Lo gak ikut Tan"


Chelsea menghela nafasnya, lalu duduk didepan Tania sambil menatap mata Tania tajam.


"kenapa Lo jadi berubah gini sih Tan, Lo ada masalah? kalau ada cerita sama kita, jangan di sembunyikan kayak gini, nanti tambah jadi beban di hidup Lo" jelas Chelsea, lalu Lisa mengambil kursi juga dan duduk disebelah Chelsea.


"gue gak papa kok"


Chelsea memegang telapak tangan Tania,


"Tan Lo percaya kan sama kita, kalau kita punya masalah pasti kita cerita, dan memberi saran satu-persatu dan masalah itu kelar karena berkat dari kita selalu terbuka"


"g-gue ada masalah sebenarnya tapi... gue kali ini gak bisa cerita sama kalian, karena... gue takut.." Tania mengeluarkan air matanya yang menetes membasahi wajahnya.


Lisa dan Chelsea bertatapan satu sama lainnya lalu melihat kembali wajah Tania.


"Tan maafin gue kalau maksa Lo buat cerita sama kita" ucap Chelsea.


"lebih baik sekarang Lo hilangkan semua masalah yang ada dipikiran Lo, dan anggap saja masalah itu sudah selesai, kita gak maksa buat Lo cerita sekarang kok Tan" kata Lisa sambil mengelus pundak Tania.


Chelsea juga mengusap air mata Tania yang ada di pipinya,


"sekarang kita ke kantin aja ya, biar masalah Lo tidak ada dipikiran Lo saat ini, kalau dikelas nanti Lo malah kepikiran terus iya kan?"


Tania tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


- - -


saat Chelsea melewati kelas Varrel, dia kejutkan dengan datangnya Varrel dari balik pintu kelasnya.


"Hai Rel" panggil Chelsea.


"Hai Chel, mau ke kantin?"


"iya nih, Lo juga?"


"iya, bareng yok"


"oke" lalu mata Chelsea tertuju pada kotak makan yang dibawa Varrel.


"eh itu kotak makan dari siapa Rel?" tunjuk Chelsea ke arah kotak makan itu.


"oh ini dari--"


"dari gue" ucap Aril dari belakang Varrel lalu dia berdiri di samping Varrel.


"iya Chel, ini dari Aril"


Tania terkejut saat kedatangan Aril di samping Varrel, dia langsung bersembunyi dibelakang Chelsea dan Lisa.


"ha?" Chelsea bingung karena baru pertama kali ini Varrel diberi makan oleh seorang cowok.


"Lo mau makan juga Chel, gue kasih nih"


"oh gak usah Rel, biar Lo saja yang makan, gue sama teman-teman mau makan mie ayam nya cak Di, udah pengen banget, ya kan guys?" ucap Chelsea sambil melihat ke arah temannya, Lisa menganggukkan kepalanya, tapi Chelsea tidak melihat Tania di samping Lisa, dan ternyata dia ada dibelakang nya.


"Eh Tan Lo kenapa ada dibelakang kayak orang sembunyi?" tanya Chelsea.


"katanya kita ke kantin, keburu bel Lo Chel" ucap Tania, lalu diberi anggukan Chelsea.


"yuk Rel kita ke kantin" suruh Chelsea, lalu mereka semua pergi ke kantin.

__ADS_1


Varrel berhenti ditempat,


"bentar" lalu dia menoleh kebelakang,


"Ril Lo gak ikutan?"


Aril menggelengkan kepalanya,


"enggak, gue dikelas saja Rel"


"oke kalau gitu, makasih buat nasgor nya"


"Yoi"


lalu Varrel pergi ke kantin bersama dengan geng Chelsea.


- - -


setelah sampai di kantin mereka semua segera duduk di kursi, Chelsea bersebelahan sama Varrel, sementara didepannya ada Lisa dan Tania.


"gue pesenin dulu ya guys" ucap Lisa.


"eh tunggu, gue mau ikut" kata Tania, lalu diberi anggukan dari Lisa.


saat kepergian kedua sahabatnya untuk memesan makanan, Chelsea melihat Varrel tengah membuka kotak makanan yang diberi temannya tadi.


"wih kayak nya enak tuh Rel" ucap Chelsea.


"Lo mau Chel, gue suapin"


"emm boleh deh, tapi dikit saja lagi diet"


Varrel menyuapi Chelsea nasi goreng buatan Aril,


"gimana? enak?"


"Aril"


"oh ya"


Ini dia saat nya yang tepat untuk Chelsea cerita tentang kertas itu kepada Varrel, tetapi hatinya mengatakan sebaliknya, dia bingung apa dia harus jujur kepada Varrel atau dia ingin masalahnya ini dituntaskan sendiri.


"Rel gue mau cerita" ucap Chelsea gugup.


"cerita saja" kata Varrel yang terus memakan nasi goreng itu.


Chelsea menghela nafasnya sambil mengambil kertas itu di saku Chelsea.


"ini Rel gue sering dikirim in kertas yang bertuliskan kayak gini" ucap Chelsea menunjukkan isi kertas itu kepada Varrel.


Varrel membacanya dan langsung membulatkan kedua matanya.


"siapa yang ngirim gini ke Lo Chel?" tanya Varrel.


"gue juga gak tau Rel, udah dua kali gue dikirimi kertas ini di atas meja gue"


"berarti benar kata orang yang neror gue itu, dia sudah memberi kejutan kepada Chelsea yaitu dengan mengirim dia kertas yang mengancam Chelsea, benar-benar kurang ajar" batin Varrel.


"Rel gue takut Rel dengan ancaman ini"


"gue sebenarnya juga di teror seperti itu Chel, tapi melalui SMS"


"ha yang benar lo? kenapa Lo gak cerita sama gue Rel?"


"gue takutnya Lo jadi takut pada siapapun Chel, makannya gue gak cerita sama Lo"


"sekarang kita udah tau masalah ini, dan kita bersama-sama mencari siapa pelaku sebenarnya yang neror ini"

__ADS_1


"iyaa, tapi Lo tetap gak akan ninggal gue kan?"


"enggak Rel, dan itu gak akan bisa buat gue ninggal Lo cuman gara-gara ancaman ini doang, yaudah sekarang Lo terus kan makannya Rel"


lalu Varrel melanjutkan makannya.


setelah itu datang lah geng cewek lipstik merah, siapa lagi kalau bukan Chintya, adik kelas yang paling centil diantara adik kelas lainnya.


"Tunggu guys, itu Kak Varrel dan Chelsea kan? mereka makan bereng berdua? oh oke gue yang jadi orang ketiga nya, kalian tunggu disini saja"


Chintya segera menghampiri meja Chelsea dan Varrel, dan langsung duduk didepan Varrel.


"hai kak Varrel, masih ingat aku kan?" tanya Chintya, sementara Varrel cuman melihat sekilas wajah Chintya lalu melanjutkan makannya.


"ih kak Varrel dingin banget kayak es batu"


"bisa gak sih Lo gak usah ganggu hidup kita" kata Chelsea.


"hidup kita? gue cuman ngomong sama kak Varrel bukan sama Lo, eh maksutnya kak Chelsea"


sementara disisi lain, Tania melihat Chelsea sepertinya sedang diganggu oleh si cewek lipstik merah itu, dia pun menyenggol lengan Lisa, sontak Lisa menoleh.


"Lis itu Chelsea kayaknya lagi diganggu sama cewek lipstik merah itu deh"


Lisa melihat kearah orang yang ditunjuk Tania.


"eh iya kayaknya, tuh anak kenapa sih ganggu Chelsea mulu, awas saja kalau bikin Chelsea nangis lagi, gue akan tarik rambutnya"


Chelsea menghela nafasnya besar-besar,


"dek Chintya, kak Varrel sedang makan, jadi jangan ganggu dulu ya, takutnya nanti dia tersedak" ujar Chelsea dengan pura-pura manis kepada Chintya.


"ganggu aja lo"


"Yah Lo yang ganggu kita"


"kita? hey kak gue kan udah bilang kalau gue cuman ngomong sama kak Varrel ngapain Lo ikut-ikutan"


"Karena gue istrinya, dan Lo bukan siapa-siapanya" bentak Chelsea, lalu Chintya berdiri dengan rasa marahnya dia mengambil botol saus tomat di depan Chelsea dan menumpahkannya ke seragam Chelsea.


"uuppss maaf gak sengaja" ujar Chintya.


darah Varrel sudah berada di kepala, melihat istrinya diperlakukan seperti itu, rasanya dia ingin marah kepada Chintya.


Braakk


Varrel mendobrak meja nya dan langsung berdiri tegap, sementara semua yang ada di kantin terkejut mendengar suara dobrakan dari Varrel.


"jangan ganggu Chelsea, kalau enggak gue gak akan tinggal diam" ucap Varrel dengan tatapan tajam.


Chintya ketakutan, badannya bergetar melihat wajah Varrel yang ingin mencabik-cabiknya.


"sekarang pergi dari sini"


"t-tapi kak--"


"PERGI!!!" bentak Varrel, lalu Chintya segera berlari pergi.


setelah kepergian Chintya, Varrel duduk kembali dan melihat seragam Chelsea yang dipenuhi saus tomat ulah dari Chintya, Varrel melihat wajah Chelsea yang tengah menunduk kan kepalanya.


Varrel ingat dia membawa sapu tangannya di saku celananya, segera dia mengambilnya dan membersihkan saus tomat yang ada di seragam Chelsea.


🥀


oke segini saja jangan banyak-banyak hehe, ditunggu ya di episode selanjutnya👍🏻


like and Comment jangan lupa👍🏻💬🔥

__ADS_1


__ADS_2