I Hate My Husband

I Hate My Husband
Season 2 (12)


__ADS_3

Perasaan cemas yang ada didalam diri Varrel membuatnya semakin khawatir dengan keadaan keluarganya, dia tidak tahan lagi dengan pesan itu yang terus ada dipikirannya saat ini.


Chelsea yang melihat wajah Varrel tengah menunduk merasa penasaran,


"Rel Lo nggak kenapa-napa kan?" tanya Chelsea sambil memegang tangan Varrel.


Varrel menghela nafasnya besar, lalu memeluk erat tubuh Chelsea, yang sontak membuat Chelsea merasa kebingungan,


"Lo jangan tinggal in gue ya Chel" ujar Varrel.


Chelsea mengerutkan alisnya,


"apa sih Rel? Lo ngomong apa gue nggak paham?"


"gue sayang sama Lo, cinta sama Lo, jadi Lo gak akan ninggalin gue kan?"


Chelsea pun membalas pelukan dari Varrel,


"gue juga cinta dan sayang sama Lo Rel, dan gak akan pernah ninggalin Lo, sampai maut memisahkan kita berdua"


Varrel menganggukkan kepalanya, lalu Chelsea masih penasaran apa yang sebenarnya terjadi? sampai Varrel tiba-tiba berkata seolah-olah Chelsea akan meninggalkannya,


"sebenarnya apa yang terjadi Rel? kenapa Lo tiba-tiba ngomong kayak gitu?" lanjut Chelsea.


Varrel lalu melepaskan pelukannya dan menatap mata Chelsea, lalu dia pun tersenyum,


"enggak ada apa-apa, gue cuman merasa cemas saja"


"cemas kenapa? gara-gara Aldo?" tanya Chelsea.


"menurut Lo?"


Chelsea mengayunkan mulutnya, sambil tangannya sedekap,


"menurut gue sih iya, Lo cemburu ya Rel?"


ejek Chelsea.


Varrel memutar bola matanya malas,


"pakai nanya"


Chelsea tertawa kecil,


"ih Varrel kan aku udah jadi istri Lo, dan hati gue kan cuman satu, jadi cuman buat Lo doang Rel" kata Chelsea sambil memeluk manja ke Varrel.


Varrel tersenyum bahagia sembari membalas pelukan dari Chelsea dan mencium pucuk kening Chelsea.


"meski ancaman itu merenggut nyawa gue, gue nggak peduli, asalkan Chelsea tetap bahagia"


๐ŸŒ‘ ๐ŸŒ‘


malam pun tiba tepat pukul 19.00, Chelsea yang tengah tidur di kursi ayunan di taman luar, sambil bermain ponselnya dan sambil ketawa-tawa karena membaca meme yang lucu-lucu.


Tring


ada pesan dari grup temannya itu, segera dia membukanya dan membacanya.


Mutiara Merah Muda


Lisa


Chel


Lo udah sembuh


Chelsea


udah Lis


gue kangen kalian


boring gue dirumah


Lisa


lah Varrel kemana?


Chelsea


ada dirumah


oh ya gue belum bilang kalau gue punya hewan peliharaan Lo guys


Lisa


gue tau pasti nyamuk, lalat, cicak

__ADS_1


ya kan?


Chelsea


ih enggak


gue punya kucing sekarang


dia lucu banget


meski itu nemu didepan rumah๐Ÿ˜ณ


Lisa


wah yang bener Lo?


gue suka banget yang namanya kucing, anjing, kelinci๐Ÿ˜


kapan" gue main ke rumah Lo ya Chel


Chelsea


oke


jangan lupa bawa makanan juga


hehe bercanda


Lisa


oh ya kemaren pas waktu pulang sekolah


gue ngajakin Tania buat ke rumah Lo


tapi Tania malah katanya besok" saja gitu


sekarang mana anaknya gak muncul gini?


Chelsea


tapi dia baca pesan kita Lo Lis


Tania?


jawab dong dari tadi baca doang


Lisa


Tania


sorry gue lagi gak mood


Lisa


biar mood Lo hilang


ayo besok Minggu ke rumah Chelsea


sambil jenguk dia


sama gue pengen lihat kucing Chelsea


hehe


Tania


enggak


aku gak bisa besok


Chelsea


ih kenapa nih anak


Tan Lo punya masalah?


kok tiba-tiba cuek kayak gini


Lisa


iya nih biasanya Lo duluan yang sering ngajak


sorry ya Chel gue gak bisa datang ke rumah Lo


besok mobil gue dipakai bokap gue kerja


terus kalau nggak lengkap gak enak

__ADS_1


Chelsea


it's oke guys


Senin kan masuk jadi kita bisa ketemu lagi


Lisa


oke Chel


lalu pintu rumah nya terbuka, dan Chelsea pun meliriknya lalu keluarlah pupus dari dalam rumahnya sambil berlari ke arahnya, Chelsea yang melihatnya langsung terbangun dari tidurnya,


"pupus kenapa kesini?" tanya Chelsea sambil mengangkat pupus ke pangkuannya.


"mau dielus kayak gini ya, memang kucing manja kamu, kayak aku pengen di sayang hehe" lanjut Chelsea sambil terus mengelus pupus, setelah itu datanglah Varrel dari dalam sambil membawa mangkok berisi susu untuk pupus.


Varrel melihat pupus sedang dipangku Chelsea berjalan ke arahnya,


"gue cari pupus kemana-mana taunya sama mamanya disini" Varrel lalu duduk di samping Chelsea,


"nih minumannya pus" sambil menunjukkan semangkok susu ke arah pupus lalu menaruhnya didepan kakinya, pupus langsung turun dan meminumnya.


Chelsea dan Varrel menyenderkan bahunya di kursi, Varrel melirik Chelsea yang tengah menghadap ke atas langit,


"kenapa duduk diluar, udaranya dingin Lo"


"enak udara alami di malam hari, dari pada udara kipas angin"


Varrel tersenyum miring mendengar ucapan Chelsea,


"terserah Lo deh, udah enak an badannya?"


"udah sembuh kok, kalau Lo"


"sama gue juga"


"cieee sama an, sehati ya memang kita"


Varrel tersenyum, lalu mencubit pipi Chelsea,


"bisa saja Lo"


Chelsea mulai manja, dia memeluk Varrel dari samping, Varrel sampai terbiasa dengan ini,


"boleh kan aku manja gini" ucap Chelsea sambil mendongak ke atas melihat wajah Varrel.


Varrel menganggukkan kepalanya,


"boleh dong sayang" ucap Varrel sambil mengelus rambut halus Chelsea.


Varrel masih saja membayangkan pesan itu, dia pun berpikir, apa jangan-jangan itu Tante Aca yang mengirim nya dia pesan itu?


"Rel" panggil Chelsea.


"hm"


"kata gue kan gak akan pernah ninggalin Lo, apa Lo juga gak akan pernah ninggalin gue Rel?"


Varrel menghela nafasnya,


"kalau Lo gak akan ninggalin gue, gue juga gak akan pernah ninggalin Lo Chel, apapun itu yang terjadi"


Chelsea tersenyum bahagia, lalu melepaskan pelukannya,


"makasih Rel"


"Chel"


"apa?" sambil menoleh ke arah Varrel.


Varrel gak tahan ingin segera mencium mulut Chelsea yang imut ini, dia pun mendekati wajah Chelsea, Chelsea pun membulatkan kedua matanya melihat wajah Varrel yang perlahan mulai mendekatinya, lalu Chelsea menutup matanya pasrah apa yang akan dilakukan Varrel kepada dirinya.


lalu Varrel pun mencium mulut Chelsea sambil memegang tengkuk Chelsea agar dia tidak terdorong oleh tubuhnya, Chelsea pun sudah mulai terbiasa dengan ciuman ini, karena sebelumnya dia pernah berciuman dengan Varrel saat dia meminta maaf atas perbuatannya.


mereka berdua berciuman di malam yang dingin ini, lalu tangan Varrel memeluk badan kecil Chelsea, dan juga Chelsea. Tangan Varrel menuju kancing baju Chelsea dan perlahan membukanya satu persatu, Chelsea yang merasakan nya cuman bisa terdiam, karena dia juga menginginkannya.


Ting Tung


sekejap suara bel rumah membuat Varrel dan Chelsea sontak terkejut dan melepaskan ciumannya tersebut.


dengan segera Chelsea merapikan rambutnya dan juga mengancing bajunya kembali, dengan rasa malu mereka berdua canggung satu sama lainnya, wajah mereka berdua memerah bagaikan dua tomat sedang duduk di kursi.


Ting tung**


suara bel itu lagi, lalu Chelsea berjalan ke arah pagar dan membuka nya.


๐Ÿฅ€

__ADS_1


hampir saja haha


๐Ÿ‘๐Ÿป๐Ÿ’ฌโœจ


__ADS_2