
Varrel membuka pintu rumah nya dan terkejut melihat Tante Aca tengah berdiri dihadapannya dengan wajah yang sedih.
"ngapain Tante Aca datang kemari, kurang puas sudah jadi pelakor" Varrel marah, hatinya merasa terombak-ombak, sementara Chelsea melihat Varrel tengah marah dengan Tante Aca, segera dia berjalan ke arah kedua orang itu.
"Varrel dengerin penjelasan Tante dulu, itu semua gak seperti yang kamu kira"
"udah lah Tante, semua sudah jelas kalau Tante selingkuhan papa" ucap Varrel sambil menunjuk-nunjuk Tante Aca.
Chelsea bingung harus apa, dia mencoba menenangkan Varrel,
"sudah Rel sudah" Chelsea memegang lengan Varrel sambil melirik sinis ke Tante Aca,
"lebih baik kita jauhkan Tante Aca"
sebenarnya Chelsea sangat tidak tega mengucapkan itu, tapi mau bagaimana lagi, Varrel suaminya yang lebih penting baginya, jadi dia harus membantu Varrel apapun itu masalahnya.
"Chelsea Varrel kalian semua salah paham"
"udah lah Tante, udah malam, lebih baik Tante pulang, kita juga mau tidur besok sekolah" ucap Chelsea, saat Chelsea ingin menutup pintu nya, tangan Aca menghalanginya.
"aku mohon sama kalian, dengerin sedikit saja penjelasan dari Tante, biar semua ini gak ada salah paham"
"TANTE UDAH GAK ADA PENJELASAN LAGI" bentak Varrel, lalu Varrel berlari ke kamarnya, membuat Chelsea semakin khawatir dengan Varrel.
"Tolong Tante, Varrel butuh istirahat, untuk menenangkan pikirannya, jadi kalau Tante mau jelasin semua, nunggu Varrel lebih baik"
jelas Chelsea, lalu Tante Aca menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan Chelsea.
"maaf in Tante Chel, sesama wanita kamu pasti tau perasaan Tante" kata Aca sambil menepuk kecil pundak Chelsea lalu dia pun mengeluarkan air mata sedihnya, segera dia berjalan keluar.
Chelsea yang melihatnya merasa sangat bersalah sudah memarahi Tante Aca,
"pasti semua ini salah paham, semoga Tante Aca dan Varrel cepat membaik, Amin"
batin Chelsea.
🏫 🏫
Ke esokan paginya, pada hari Senin seperti biasa semua murid akan melakukan upacara pagi ini, Chelsea, Lisa bersebelahan, sedangkan Tania berada dibelakang mereka karena cuman ada dua baris masing-masing kelas.
mulut Chelsea mendekati telinga Lisa,
"nih pak botak lama amat sih kalau pidato, gak tau ini panas banget apa" bisik Chelsea.
"tau nih, nih bedak pagi-pagi udah luntur saja"
"andai kalau gue gak punya malu, gue bilang ke botak itu kalau gak tahan sama panas"
Lisa tertawa kecil sambil menutup mulutnya,
"aneh-aneh saja lu Chel"
Chelsea menoleh kebelakang melihat Tania yang tengah menunduk,
"woy Tan, Lo diem mulu dari tadi, kenapa Lo?" tanya Chelsea.
Tania mendongak ke arah Chelsea sambil tersenyum,
"gue gak papa Chel cuman capek saja dengerin pak botak pidato"
Chelsea mencubit pipi Tania,
__ADS_1
"kok Lo sama gue, samaan sih mikirnya haha"
sedangkan pak Agus dari belakang melihat Chelsea dari tadi tidak bisa diam berdiri disitu,
"Chelsea" panggil pak Agus membuat Chelsea terkejut,
"bisa diam gak, dari tadi gerak mulu" pak Agus marah sedangkan semua murid melihat ke arah Chelsea, Varrel yang barisan paling depan mendengarnya juga, lalu menghela nafasnya.
"sekarang hadap depan dengarkan yang lagi pidato" ucap pak Agus, lalu diberi anggukan malu dari Chelsea,
"baik pak"
Chelsea menghadap depan, lalu mencoba melirik Varrel yang tak jauh dari barisannya, dan terkejut ternyata Varrel juga meliriknya dengan sinis, dia pun langsung berpaling mata terhadap Varrel karena takut dengan lirikan tajamnya itu.
___
beberapa menit sudah, Chelsea,Lisa dan Tania berjalan ke arah kelasnya sambil mengusap wajahnya dengan tisu karena keringat yang begitu banyak membasahi wajahnya.
"gila ini gue kayak mandi keringat, dari tadi keluar terus" saat Chelsea berjalan sambil membersihkan keringat dengan tisu.
bukk
Chelsea menyenggol lengan seorang perempuan,
"sorry gak sengaja" ucap Chelsea, lalu cewek itu menoleh kebelakang, tapi Chelsea selama disekolah ini tidak mengenali cewek itu.
cewek itu tersenyum ke arah Chelsea,
"tidak masalah, Lo Chelsea kan?" tanya cewek itu.
"iya"
"oh oke" cewek itu langsung berjalan menjauhi Chelsea setelah mengucapkan itu.
"itu siapa sih, gak jelas banget sumpah" gumam Chelsea.
"itu cewek murid baru Chel, saat Lo gak masuk sekolah waktu itu" jelas Tania.
"oh gitu, makannya gue gak pernah lihat tuh cewek, mulutnya merah banget" ujar Chelsea.
"katanya dia itu penyuka cogan Lo Chel, hati-hati si Varrel" ucap Lisa.
"yang bener Lo" Chelsea terkejut, lalu berlari ke arah kelas Varrel, membuat Tania dan Lisa bingung.
"Chel Lo mau kemana?" panggil Lisa tapi Chelsea tidak mendengarnya dia tetap berlari ke arah kelas Varrel.
"mungkin dia ke kelas Varrel Lis, yaudah kita tunggu di kelas saja Lis" ujar Tania, lalu diberi anggukan Lisa.
Chelsea masuk ke kelas Varrel, saat sampai didepan pintu, nafas Chelsea tersendat-sendat karena habis berlari.
Sementara teman sekelas Varrel melihat Chelsea, dan membuat Chelsea merasa malu,
"Ada Varrel?" tanya Chelsea ke semua teman Varrel yang menatapnya itu.
semua teman Varrel menunjuk ke arah Varrel yang tengah duduk dibelakang sedang membaca buku, Varrel melihat semua sedang menunjuknya dia pun kebingungan.
"Varrel dicari sama istri Lo" ucap salah satu teman nya.
segera Chelsea masuk kedalam kelas dan berjalan kearah Varrel, Varrel terkejut melihat Chelsea berdiri di sampingnya, dia pun juga berdiri,
"ada apa Chel?"
__ADS_1
"Rel gue mau ngomong sama Lo" ucap Chelsea yang nafasnya masih tersendat-sendat.
"Lo habis lari Chel, lebih baik duduk saja kalau mau ngomong" Varrel mengambil kursi di sebalahnya yang kosong karena temannya tidak masuk.
Chelsea dan Varrel duduk, lalu Varrel mengambil air minum yang ada di tasnya dan memberikan kepada Chelsea, segera Chelsea meminumnya.
"mau ngomong apa?" setelah Chelsea minum dia langsung berbicara,
"kalau Lo ketemu sama cewek lipstik merah, langsung hindari Rel"
Varrel mengerutkan alisnya,
"siapa? dan memang nya ada apa dengan cewek lipstik merah?"
"dia itu katanya murid baru disini dan katanya juga dia penyuka cogan"
Varrel tertawa mendengar kata Chelsea,
"ih kok malah ketawa sih Rel" ucap Chelsea sambil memukul tangan Varrel.
"terus apa hubungannya sama gue Chel?"
"ya kan aku takut kalau Lo digodain sama dia, sementara Lo kan ganteng" ucap Chelsea dengan rasa malunya.
Varrel mengelus rambut Chelsea,
"gue gak akan tergoda oleh siapapun Chel, hati gue udah terkunci oleh Lo"
sedangkan Chelsea tersenyum malu.
"Ekhem ada yang lagi pacaran dikelas, tuh Bu Rika udah datang" ucap Zafran si ketua kelas.
Chelsea dan Varrel melihat ke arah pintu kalau benar Bu Rika sudah masuk ke kelas Varrel, dengan segera Chelsea berdiri tapi tangan nya dipegang oleh Varrel, sontak Chelsea menoleh.
"I Love you" ucap Varrel sambil tersenyum, lalu diberi senyuman balik dari Chelsea,
"I Love you too" jawab Chelsea, Varrel melepaskan pegangannya dan Chelsea berjalan keluar.
Bu Rika melihat Chelsea mau keluar kelas,
"Chel tumben kamu dari kelas ini" langkah Chelsea berhenti mendengat bu Rika memanggilnya,
"oh iya Bu hehe"
"main sama siapa kamu?" tanya Bu Tika.
"Sama Varrel Bu..." ucap seluruh teman Varrel, membuat wajah Chelsea berubah merah karena malu.
"ya ampun Chelsea kayak dirumah gak pernah ketemu Varrel saja" kata Bu Rika menggoda Chelsea, sementara Chelsea menahan malu sambil menundukkan kepalanya,
"yaudah Bu aku mau ke kelas dulu, assalamualaikum" ucap Chelsea yang masih malu, lalu berjalan keluar kelas Varrel.
Aril teman Varrel memandangi Chelsea dari tadi karena kagum dengan kecantikannya,
"ya ampun Rel.. Lo kok bisa sih dapatin Chelsea sih.. gue jadi iri deh sama Lo, makin hari makin cantik saja istri Lo itu" bisik Aril di samping Varrel.
Sedangkan Varrel cuman bisa tersenyum sembari menggelengkan kepalanya.
🥀
siapa ya kira-kira bakal jadi lipstik merah?
__ADS_1
👍🏻💬✨