
saat Bu Dewi sudah memasuki kelas Chelsea, segera dia mengambil buku pelajaran yang ada didalam tasnya, dan dia terkejut melihat selembar kertas berada didalam tasnya, segera dia mengambilnya dan membacanya.
Tania teman Lo sendiri sudah tersiksa, cepat tinggal kan Varrel atau Lisa adalah target selanjutnya. Hahaha
"kurang ajar" umpat Chelsea.
dengan pelan Chelsea melirik ke arah Tania,
"Tania sudah tersiksa? haaa apa jangan-jangan Tania disiksa oleh orang ini?"
nafas Chelsea merasa sangat sesak setelah membaca isi kertas ini, dia bingung harus apa? kalau dia tidak menjauhkan Varrel bisa-bisa teman nya akan disiksa oleh orang yang mengancam dia.
Chelsea memegang kepalanya sambil memejamkan matanya,
"gue harus apa? gue bingung?"
Target selanjutnya adalah Lisa?
"gue gak mau sampai Lisa disiksa sama orang yang ngancam gue ini"
"bener-bener gila ini orang"
Chelsea mencoba memanggil Tania dengan suara kecil,
"hust Tan"
Tania sontak menoleh,
"apa Chel?"
"gue nanti pulang sekolah ke rumah Lo gak papa kan?"
"ngapain?"
"ya gue pengen main saja sama Lo, boleh kan? gue kangen main ke rumah Lo tau"
Tania diam sejenak memikirkan dulu, lalu dia menganggukkan kepalanya sambil tersenyum melihat Chelsea, senyum Chelsea mengembang lalu mengedipkan mata sebelah nya untuk mengiyakan.
"ini kesempatan yang tepat buat gue tanya masalah dari Tania" batin Chelsea.
* * *
Chelsea dengan santainya berjalan bersama dengan kedua temannya untuk pulang sekolah.
"guys gue ke perpustakaan dulu ya" ujar Lisa untuk mengikuti OSN, memang Lisa sebenarnya pintar, tapi dia jarang mengerjakan PR dari sekolah, memang aneh dia.
"oke Lis, good luck" ujar Chelsea lalu Lisa dengan segera berjalan ke arah perpustakaan.
Chelsea baru ingat,
"eh Lis tunggu" panggil Chelsea sontak Lisa menoleh kebelakang.
"setelah pulang dari OSN, Lo langsung pulang ya, kalau udah pulang ke rumah kabari gue, atau kalau ada apa-apa sama Lo telfon gue ok"
sementara Tania melirik ke arah Chelsea dengan memasang wajah curiga.
"pufftt.. hahaha, tumben lo Chel kayak gini, kayak gue anak TK saja pakai diginiin"
"ihh Lis gue serius"
"memang nya ada apa sih?"
"gak papa gue ingin Lo baik-baik saja"
"iya-iya bawel, udah lah gue ke Perpus, see you tomorrow" ujar Lisa sambil melambaikan tangannya ke arah kedua temannya itu lalu pergi.
"Yuk Chel ke rumah gue" suruh Tania, lalu diberi anggukan dari Chelsea.
"eh bentar Tan gue belum bilang ke Varrel kalau gue mau ke rumah Lo, ayok ke kelas Varrel" saat tangan Tania ditarik Chelsea, Tania langsung melepaskannya, sontak Chelsea bingung.
"gue gak mau ke kelas Varrel" ujar Tania dengan memasang ekspresi ketakutan.
"kenapa?"
__ADS_1
"gak papa, Lo bilang lewat chat saja Chel"
"oh ya bener juga, yaudah tunggu"
dengan cepat Chelsea mengambil ponselnya dia dalam tasnya dan mengechat Varrel.
Suamiku♥️
Varrel gue main ke rumah Tania
jadi Lo gak usah jemput gue ya
nanti pulangnya gue naik ojek online
dadah baby😘
"udah" ucap Chelsea lalu memasukkan ponselnya kembali kedalam tasnya, mereka berdua pun berjalan ke luar sekolah.
- - -
diwaktu yang bersamaan Varrel keluar kelasnya untuk menyusul Chelsea ke kekelasnya.
Tring
suara pesan masuk di ponsel Varrel, segera dia mengambilnya dan melihat Chelsea sedang chat dia.
Istriku♥️
Varrel gue main ke rumah Tania
jadi Lo gak usah jemput gue ya
nanti pulangnya gue naik ojek online
dadah baby😘
Hmm Yaudah hati-hati ya Chel
pulangnya jangan malam-malam
Saat Varrel berjalan dua langkah, pundak dia ada yang merangkulnya sontak dia menoleh dsn mendapatkan Aril yang sedang tersenyum ke arahnya.
"ngapain Ril?" tanya Varrel.
"bareng ke parkiran dong" Varrel menganggukkan kepalanya, lalu Aril melepaskan rangkulannya tersebut, sambil melihat ke samping Varrel tidak ada Chelsea disana.
"Kok Lo gak sama Chelsea Rel? dia kemana?" tanya Aril.
"katanya dia main ke rumah Tania"
"ohh" diam sejenak,
"gue boleh main ke rumah Lo nggak Rel?"
"ya boleh-boleh saja"
senyum Aril mengembang,
"oh oke, gue main ya" lalu diberi anggukan dari Varrel.
: : :
pemeran Aril.
Flashback Tania dan Aril
Aril dengan mengendarai motornya dengan pelan dan santai, tiba-tiba ponsel dia bergetar di dalam saku celananya, dia segera memberhentikan motornya di pinggir jalan.
"bentar ya Tan, gue ada telfon" ucap Aril lalu diberi anggukan dari Tania.
Halo
__ADS_1
woy bro lama amat Lo datangnya
eh iya gue hampir lupa
cepet ya bro kita tunggu ditempat seperti biasa
oke tunggu
Aril mematikan ponselnya, lalu dia menaruhnya kembali disaku celananya.
"Tan maaf sebelumnya, gue mau ketemu sama teman gue dulu, apa Lo gak papa gue antar setelah ketemu teman gue dulu?" tanya Aril sambil menoleh kebelakang melihat Tania.
"gak papa sih yang penting gue bisa pulang gitu aja"
"oke makasih ya" Tania menganggukkan kepalanya mengiyakan ucapan Aril, dengan segera Aril mengemudikan motornya ke tempat bertemu dengan temannya.
-
beberapa menit perjalanan, Tania bingung dengan tujuan Aril, karena dia baru pertama kali ini masuk ke tempat yang sangat sepi dan gelap, lalu Aril memberhentikan motornya di samping rumah besar yang berada sangat jauh dengan jalan raya, disana sangat rame, banyak anak-anak muda nongkrong disana.
"udah sampai Tan, Lo turun" suruh Aril, lalu Tania pun turun sambil melihat keramaian didepan matanya saat ini.
Aril berjalan ke arah temannya itu, diikuti Tania dari arah belakangnya.
"hey bro akhirnya Lo datang juga" ujar salah satu teman Aril.
"ya pasti datang lah, oh ya mana katanya Lo mau ngasih ke gue?" ujar Aril sambil menyodorkan tangannya, Tania melihat temannya Aril memberi sebungkus kecil yang berisi bubuk putih ke Aril.
"perasaan gue gak enak"
batin Tania.
"oke makasih bro" kata Aril.
"Ril itu tadi apa, narko--" mulut Tania langsung dibungkam Aril, lalu wajah Aril mendekati telinga Tania.
"bukan ini gula" ucap Aril lalu menjauhkan wajah nya dan melepas tangannya yang membungkam mulut Tania.
"gula? buat apaan?" tanya Tania yang masih penasaran.
"eh Ril itu pacar Lo?" tanya salah satu teman Aril.
"em anu bu--"
teman Aril mendekati Tania, dan memegang tangan Tania.
"cantik juga nih cewek, Lo bawa dia kesini buat kita?"
tangan temannya itu dipukul Aril sambil menatap nya tajam,
"dia pacar gue" ujar Aril dengan nada yang ingin marah, sontak Tania terkejut.
"lah bukannya Lo suka sama co--" mulut temannya dibungkam oleh Aril.
Tania melihat Aril sedang berbisik kepada temannya itu, lalu melihat temannya menganggukkan kepalanya,
"ada apa sih sebenarnya ya ampun"
batin Tania kesal.
lalu Aril melepaskan tangannya dan dia melihat wajah Tania,
"Lo gak ingin masuk dulu Tan, didalam sana seru Lo"
Tania berpikir terlebih dahulu, lagian dirumah tidak ada siapa-siapa, dan pasti bosan dirumah jadi Tania ingin menikmati masa-masa remajanya,
"boleh deh"
"oke ayok masuk" tangan Tania digenggam Aril dan mereka berdua berjalan masuk kedalam rumah itu, Aril menoleh kebelakang sambil mengedipkan matanya ke arah teman nya itu, sementara temannya mengacungkan jempol ke arahnya.
🥀
masih bersambung...
__ADS_1
ditunggu ya di episode berikutnya😙
👍🏻💬🔥