I Hate My Husband

I Hate My Husband
Season 2 (25)


__ADS_3

Chelsea terus menundukkan kepalanya menahan rasa malu yang menyelimuti wajahnya saat ini, rasanya Chelsea ingin angkat tangan kepada Chintya karena dia sudah keterlaluan memperlakukannya seperti ini.


Chelsea melihat sekelilingnya banyak yang juga memperhatikannya, rasa malu dan sedih tercampur aduk didalam pikirannya.


"kan gue udah bilang sama Lo, jangan ladenin dia, akhirnya kayak gini kan" ujar Varrel sambil terus membersihkan saus yang menempel di seragam Chelsea.


"Tapi dia nyebelin Rel, gue gak kuat sama kelakuan dia kayak gini, apa lagi mulut gue gak bisa dikontrol kalau ada gini"


Dito masuk ke kantin bersama dengan teman-temannya melihat Varrel sedang membersihkan seragam Chelsea, dia penasaran akhirnya dia mencoba nyamperin sahabatnya itu.


"Rel kenapa Chelsea?" tanya Dito, sontak Varrel langsung mendongak ke atas.


"ini Chelsea lagi dikerjain sama adik kelas, seragamnya ditumpah i saus" jelas Varrel, Dito yang mendengarnya terkejut lalu menahan tawa, sementara Chelsea dan Varrel melihat Dito yang sedang tertawa-tawa sendiri.


"ngapain Dit ketawa-tawa gitu?" tanya Varrel.


"ya baru kali ini gue lihat Chelsea dikerjai adik kelas haha, biasanya dia langsung melawan gitu, gak pernah tinggal diam haha"


"Diem lu" kata Chelsea yang sedang sebal malah di beri kata Dito yang membuatnya makin malu.


Dito langsung menarik mulutnya kedalam untuk menahan tawa lagi, karena Chelsea sedang marah.


Chelsea mengambil sapu tangan di tangan Varrel,


"sini Rel biar gue saja yang nerusin, gue ke toilet dulu"


saat mau berdiri, Chelsea kembali duduk,


"tapi gue malu Rel, nanti jelas banyak yang lihatin gue, dikira gue mau bunuh diri"


"iya-ya kan merah" lalu mata Varrel melihat ke arah jaket yang dipakai Dito ditali di pinggangnya, Chelsea dan Varrel menatap mata Dito, sedangkan Dito kebingungan ditatap seperti itu.


"kenapa kalian ngelihatin gue kayak gitu?" tanya Dito.


mata mereka berdua tertuju pada jaket yang ditali di pinggang Dito, sementara Dito melihat ke arah jaketnya yang juga dilihat oleh kedua orang itu, dia pun menghela nafasnya,


"Oke gue paham" ucap Dito sambil membuka jaketnya dan memberikannya kepada Chelsea.


Chelsea tersenyum bahagia,


"peka banget sih Lo Dit"


Chelsea mengambil jaket Dito dan langsung memakainya untuk menutupi saus tomat yang ada diseragamnya.


"memang teman Varrel satu-satunya ini udah ganteng, pintar, baik, peka an juga" Chelsea mencubit pipi Dito gemas,


"gemes banget jadinya"


"gak usah lebay" ujar Dito sambil memutar bola matanya malas.


sementara Varrel tertawa melihat kelakuan Chelsea dan Dito,


"gue juga dong Chel, pengen dicubit" kata Varrel sambil menunjuk pipinya.


"gak mau aku" Chelsea langsung mencium pipi Varrel, sementara wajah Varrel langsung berubah menjadi merah karena malu.


"Chelsea ini di sekolah nanti kalau ketahuan guru gimana?"


Chelsea cuman cengir-cengir melihat wajah Varrel yang malu.

__ADS_1


"he gue Chel" ucap Dito.


"siapa Lo gue gak kenal"


"okeh okeh okeh, sini balikin jaketnya" ujar Dito kesal.


"Rel gue ke toilet, nanti mie ayam ku suruh makan Dito saja ya"


"gak mau gue temenin?"


"gak usah habis ke toilet gue langsung ke kelas"


"oke hati-hati ya sayang"


"huwek" ujar Dito yang iri dengan kemesraan mereka.


segera Chelsea berlari untuk pergi ke toilet,


diwaktu yang bersamaan Lisa melihat Chelsea sedang berlari pergi.


"Eh si Chelsea mau kemana itu? mie ayamnya udah jadi" ucap Lisa.


"apa kita bungkus saja Lis?"


"oh iya bener juga ya" tapi Lisa melihat di mejanya masih ada Varrel, dan juga temannya yaitu Dito.


"eh tapi itu ada Dito Lo Tan, mungkin Chelsea suruh Dito makan mie ayamnya"


"iya Lis, yaudah kita kesana keburu bel"


"oke cus" Lisa dan Tania berjalan ke arah Varrel dan Dito.


sementara Dito duduk didepan Varrel.


"sayang sayang iw" ucap Dito.


"Lo sih Dit gak pernah ngerasain indahnya punya pacar atau istri kayak gini"


"gue gak mau"


"Lo mau jadi om-om belum nikah"


"ya gak mau lah"


"makannya cari dong"


"belum nemu yang pas Rel"


"ada kok, Lisa atau Tania kan, Lo bisa pilih salah satu"


Dito melamun melihat wajah Tania yang berjalan ke arahnya dengan banyaknya stiker-stiker love di tubuh Tania.


"Tania cantik banget sumpah" gumam Dito yang masih melamun melihat wajah Tania.


Tania duduk disebelah Dito, dan Dito masih memperhatikan wajah Tania, sedangkan Tania yang merasa dilihatin dia merasa tidak enak.


Varrel memukul pundak Dito, yang membuat lamunan Dito berubah seketika,


"lihatnya biasa saja kali bang" ucap Varrel, lalu Dito merasa malu karena tidak sadar dia memperhatikan Tania sampai duduk di sebelahnya.

__ADS_1


"ih Dito jangan-jangan suka sama Tania?" tanya Lisa.


"e-enggak gue cuman lihat wajahnya doang"


"oh ya Rel, Chelsea pergi kemana? kayak buru-buru gitu?" tanya Tania mengalihkan pembicaraan karena dia tidak ingin didekati cowok, menurut dia semua cowok itu sama, dan dia baru menyadarinya setelah kejadian itu.


"seragam dia habis di tumpah i saus tomat sama Chintya"


Lisa mendengarnya terkejut disaat dia sedang makan mie ayamnya,


uhuk uhuk uhuk


Lisa batuk, segera Tania memberi segelas air putih kepada Lisa, dan Lisa meminumnya dengan cepat.


"Chelsea dikerjai sama Chintya?" tanya Lisa balik.


"iya"


brak


Lisa mendobrak meja, membuat ketiga orang itu terkejut.


"kurang ajar tuh anak, berani-beraninya sama teman gue ya, awas kalau sampai ketemu tuh anak, gue tarik-tarik tuh poninya"


"Lisa sabar jangan emosi gini, lebih baik habiskan dulu makanan Lo keburu bel"


"oke Lisa sabar dulu, Chintya belum Lo temui jadi sabar oke" Lisa menghela nafasnya.


"eh mie ayam gue mana?" tanya Dito.


"oh ya Lis, kata Chelsea mie ayamnya diberi ke Dito, gue balik dulu ya, mau lihat Chelsea" ucap Varrel lalu segera pergi meninggalkan ketiga orang itu melanjutkan makannya.


"oke Rel"


"mana mie ayam gue, lapar nih" ujar Dito.


"mentang-mentang dapat gratisan, enak benget hidup Lo" ucap Lisa lalu memberi mie ayam kepada Dito, dan Dito langsung melahapnya.


-


disisi lain saat Aril berjalan ke Minimart, dia melihat Varrel keluar dari kantin.


"Varrel" ucap Aril.


"kok dia sendirian? dimana Chelsea dan gengnya itu?" dengan rasa penasaran Aril masuk ke kantin dan melihat ada teman Chelsea, yaitu Lisa, Tania dan juga Dito.


"Chelsea kemana dia? hmm bodo amat gue"


Aril tersenyum sinis sambil melirik ke arah meja makan ketiga orang itu.


"Dito dan Lisa"


πŸ₯€


yuhuuu crazy up nih


besok aku Uh matematika, dan sekarang gak belajar demi lanjutin cerita ini hehe.


semangat in aku dongπŸ˜‚

__ADS_1


πŸ‘πŸ»πŸ’¬πŸ”₯


__ADS_2