
Chelsea memasuki kamar Tania yang sampai sekarang tidak berubah, ya karena dia terakhir bermain saat dia belum menikah dengan Varrel.
"keluarga Lo kemana semua Tan, sepi amat" ujar Chelsea.
ekspresi Tania berubah seketika,
"mereka semua pergi untuk bekerja, orang tua gue keluar kota, sedangkan Abang kerja sampai larut malam, tinggal gue sendiri dirumah"
Chelsea memegang pundak Tania,
"Lo yang sabar ya, semua itu buat Lo juga kan"
Tania mengangguk,
"iyaa"
Chelsea langsung berlari ke atas kasur Tania, dan berbaring disana,
"nyamannya" ucap Chelsea, sementara Tania cuman tersenyum melihat kelakuan sahabatnya.
"Tan tidur disini juga dong, gue mau ngomong"
lalu diberi anggukan Tania, segera dia berbaring disebelah Chelsea.
"gue mau tanya sama Lo, tapi Lo harus jawab jujur ya"
Tania menatap atap rumahnya,
"pasti masalah gue yang belum gue cerita ke Lo"
Chelsea sontak terkejut dan langsung bangun dari tidurnya,
"Lo bisa baca pikiran gue?"
Tania juga bangun dan duduk didepan Chelsea,
"enggak, karena gue tau aja Chel"
Chelsea menghela nafasnya,
"sekarang Lo mau cerita sama gue?"
"masalah terbesar gue dalam hidup gue Chel"
Chelsea terdiam karena ingin mendengarkan lanjutan dari Tania,
"gue... sudah diperkosa"
"haa??!!" Chelsea sangat terkejut mendengar ucapan Tania yang barusan terlontar dari mulutnya itu.
"Tan..." lanjut Chelsea sambil memegang tangan Tania.
Tania mengeluarkan air mata beningnya,
"gue udah kotor Chel..."
tak berpikir lama Chelsea langsung memeluk sahabatnya itu,
"Lo diperkosa sama siapa"
"sama hiks.. cowok disekolah kita.."
Chelsea melepaskan pelukannya.
"ceritakan semua Tan" ujar Chelsea dengan penuh kepastian
Tania menceritakan semua kejadian kepada Chelsea yang dialami bersama dengan Aril, tapi dia tidak menyebut nama Aril sama sekali dalam bercerita, cuman berkata "dia".
setelah Tania menceritakan nya, Chelsea lalu menunjukkan kertas ancaman itu kepada Tania.
"gue diberi lagi di dalam tas gue Tan, dan jelas-jelas orang ini yang memperkosa Lo" ucap Chelsea.
"gue juga diancam sama dia Chel"
__ADS_1
"Lo diancam juga, gimana?"
"katanya.. dia suruh gue buat bilang ke Lo, suruh jauhkan Lo dari Varrel, tapi sampai kali ini gue gak berani ngomong ke Lo Chel, karena takut kalau Lo berpikir gue yang merusak hubungan Lo sama Varrel"
"bentar Tan orang ini suka sama Varrel? dan ini cowok kan"
Tania mengangguk,
"dia suka sesama jenis"
"What?!" Chelsea gak habis pikir, bisa-bisanya ada orang di dunia ini yang masih menyukai sesama jenis, bener-bener setres ini orang.
"Tania maafin gue, masalah gue sama Varrel tapi Lo juga ikut-ikutan terjerumus, maafin gue Tan"
"gak papa Chel, gue sebagai teman akan bantuin Lo apa pun itu, dan ingat Chel, Lo jangan sampai pisah sama Varrel ya"
"oke Tan gue akan ingat ucapan Lo, tapi siapa nama cowok itu?"
"namanya--"
Tring.. Tring..
suara panggilan dari ponsel Chelsea, sontak Chelsea mengambilnya dan melihat Lisa sedang menelfon nya.
"Halo Lis ada apa?"
"tolong.. tolong gue Chel.. uhuk uhuk"
mata Chelsea melebar mendengar suara dari Lisa.
"Lisa Lo kenapa?!"
"g-gue dicekik.. uhuk tolong gue Chel"
"oke gue akan nolong lo, tapi sekarang Lo ada dimana?"
"gue.. masih disekolah"
Nit.
"ada apa Chel, kenapa Lisa?" tanya Tania penasaran.
"Lisa dicekik oleh orang"
"Ha? Siapa Chel?"
"gue juga gak tau, sepertinya orang yang ngancam itu, karena dia menulis di kertas ini, kalau Lisa adalah target selanjutnya setelah Lo"
Dada Tania merasa sesak dia tidak tahan dengan perlakuan Aril, dia bisa-bisanya menyiksa semua teman Chelsea termasuk dirinya.
"Aril, Lo benar-benar gak waras"
batin Tania.
Chelsea mengambil tasnya,
"Tan gue ke Lisa dulu ya"
"Lo naik apa Chel?"
"gue naik ojek online saja lebih cepat, gue kesana dulu, Lo jaga diri dirumah, kunci pintunya oke" Tania menganggukkan kepalanya, lalu segera Chelsea berlari keluar, dan Tania pun mengunci pintunya.
* *
diwaktu yang bersamaan Varrel masuk kedalam rumahnya diikuti Aril dibelakangnya.
"wih gila rumah Lo besar banget Rel" ujar Aril sambil memandangi seisi rumah Varrel.
sementara Varrel cuman tertawa kecil.
"Lo duduk dulu sana, gue mau bikinin minum"
"eh gak usah Rel, gue gak haus kok"
__ADS_1
"oh oke"
lalu Varrel dan Aril duduk dikursi ruang tamu dan mereka saling berhadapan.
"eh Rel ngapain duduk disana, jauh amat, duduk disebelah gue sini"
"enggak gue disini saja" ujar Varrel.
"yaudah deh"
Varrel menaruh tasnya dibawah meja, lalu membuka kancing bajunya, tapi dia tetap memakai kaos putih polos didalamnya, sehingga dia tidak merasa malu.
sementara Aril terdiam melihat Varrel yang sangat keren disaat dia membuka seragamnya didepannya, dan Varrel melihat Aril seperti patung.
"Lo ngapain Ril?" tanya Varrel sambil tertawa.
Aril mengedip-ngedipkan matanya,
"enggak, gak ngapa-ngapin kok haha" ucap Aril dengan tertawa paksa.
"Lo tinggal disini sudah berapa lama Rel?"
"sekitar 3 bulanan kalau gak salah"
"oh cukup lama ya, kalau gabut Lo ngapain Rel?"
"kalau gabut sih, gue baca komik"
"oh ya judulnya Hideout itu kan?"
Varrel mengerutkan alisnya,
"kok Lo bisa tau, kan gue gak pernah nunjukin Lo komik gue?"
Aril keceplosan dia langsung membulatkan matanya,
"em anu kan gue nebak, karena komik itu terkenal banget, iya kan?"
"emm iya sih" Varrel masih curiga dengan Aril, karena perasaan tidak enak saat Aril baru pertama kali ini masuk kerumahnya.
"Rel gue mau tanya, kalau ada cowok suka sama sesama jenis, wajar gak?"
Varrel tertawa terbahak-bahak,
"ya gak wajar lah Ril, pakai nanya gituan"
"kalau menurut gue sih wajar lah Rel, kan sesama manusia berhak jatuh cinta dan gak memandang jenis nya"
"ya ampun Ril... lah terus Tuhan menciptakan perempuan dan laki-laki buat apa? mereka itu diberi pasangan masing-masing, cowon dan cewek itu yang namanya pasangan, bukan karena harus mencintai sesama jenis"
"kalau gue suka lo gimana Rel?"
"ya boleh sih, kan suka sesama teman"
"cinta beneran Rel, lebih dari teman"
Aril menatap mata Varrel tajam, dan Varrel cuman bisa terdiam seribu bahasa lalu berpaling muka terhadap Aril.
"Aneh-aneh saja kalau Lo lagi bercanda, cinta gue tetap selamanya buat Chelsea Ril"
Aril mengepal tangannya lalu berdiri tegap membuat Varrel terkejut.
"gue balik Rel, keburu gelap" ucap Aril lalu segera pergi dari rumah Varrel, Varrel bingung kenapa Aril sebenarnya, apa dia salah bicara?
Varrel Kakuta melihat Aril sudah pergi meninggalkan Varrel.
"kenapa sih tuh anak?" gumam Varrel, lalu dia mengangkat bahunya dan segera masuk kedalam rumahnya.
🥀
aku kok ingin marah ya sama Aril sumpah, meski aku yang ngetik ikut emosi😑
mau lanjut gak ini??
__ADS_1
👍🏻💬🔥