I Hate My Husband

I Hate My Husband
Season 2 (21)


__ADS_3

Varrel duduk disebelah Chelsea sambil melihat film yang tengah ditonton Chelsea, dan Chelsea mengingat kejadian tadi sore, yang dimana Chintya menghinanya,


"badan kurus gini, gue senggol saja udah jatuh"


ucapan Chintya yang sekarang ada di pikiran Chelsea,


"kurang ajar" gumam nya, dia langsung melahap satu persatu risol mayo buatan Varrel.


Varrel yang tengah bingung melihat Chelsea memakan semua risol mayo buatannya,


"Chel kok dimakan semua" Chelsea tidak menjawab ucapan dari Varrel, sambil menonton film, Chelsea terus melahap risol mayo itu.


"Chel pelan-pelan dong kalau makan, Chel"


"Chelsea"


"ini Lo habiskan semua Lo Chel"


"Chel Lo gak papa kan?"


Varrel bingung dia harus berbuat apa lagi kepada Chelsea, karena Chelsea terus-terusan memakan habis risol mayo buatannya.


"CHEL" bentak Varrel.


"uhuk uhuk" Chelsea tersendat makanan, lalu Varrel mengambil segelas air yang sudah dia persiapkan dari bawah.


"nih nih minum dulu" Varrel memberikan segelas air ke Chelsea, dan Chelsea langsung meminumnya.


"lagian, udah dibilangin kalau makan itu pelan-pelan"


"ah gue itu greget sama Chintya tau gak Rel, gue tadi itu di--" ucapan Chelsea berhenti, kerena dia sadar kalau dia tidak mau cerita ke Varrel, bukan berarti apa-apa, tetapi biar Varrel tidak merasa cemas kepadanya.


"di apa?"


"e-enggak kok bukan apa-apa"


Tring


suara pesan dari ponsel Varrel diatas laci, dia pun segera mengambilnya dan membuka pesan itu.


Hai Varrel


udah lama gak ngabarin kamu nih hehe


oh ya aku tadi udah kasih kejutan buat Chelsea loh


mau tau nggak?


kejutan apa?


gue kasih kertas dimeja Chelsea


yang tulisannya


Gue akan segera singkirkan Lo dari Varrel


gitu Rel


kurang ajar Lo


Varrel mematikan ponselnya dan melirik wajah Chelsea yang tengah serius melihat film sambil memakan Snack nya, dia juga ingin cerita ke Chelsea soal nomor ini, tapi dia takut kalau Chelsea semakin khawatir dengan dirinya.


"Chel" panggil Varrel, Chelsea langsung menoleh,


"apa?"


"t-tadi saat di kelas, apa lo baik-baik saja?" tanya Varrel.

__ADS_1


Chelsea berpaling muka terhadap Varrel,


"memangnya kenapa Rel?"


"e-enggak cuman mau tanya saja" ujar Varrel sambil menggaruk rambutnya yang sebenarnya tidak gatal.


Chelsea tersenyum tipis,


"gak kenapa-kenapa kok Rel" Chelsea terpaksa berbohong kepada Varrel, karena takut masalahnya ini mengancam Varrel juga.


* * *


Diwaktu yang bersamaan, Bima dan Aca tengah duduk di restoran sambil memikirkan masalahnya dengan Varrel.


"Bim terus saya harus gimana lagi?" tanya Aca frustasi.


"saya juga gak tau, tapi untungnya Varrel belum ngomong sama istri saya"


"kok kamu bisa tau?"


"ya karena tadi pagi istri saya masih baik-baik saja, tidak curiga dengan saya"


"huft syukurlah kalau begitu"


"tapi saya lama-kelamaan kalau gini terus gak enak sama Varrel dan Chelsea Bim, mereka berdua tetangga baru yang paling dekat dengan saya, apa lagi Chelsea, saya kangen banget sama dia, setiap hari saya selalu ke rumahnya, dan sekarang saya cuman bisa melihat mereka berdua dari dalam rumah doang"


"gak ada cara lain Ca" ucap Bima menatap mata Aca.


"Apa?"


"kita harus jujur sekarang, dari pada kesalahpahaman ini terus ada di kehidupan saya"


"Apa kamu yakin?"


Bima menghela nafasnya besar-besar,


Aca tersenyum, sambil memegang telapak tangan Bima,


"baiklah kalau gitu, kita akan jujur kepada Varrel dulu terutama"


Bima menganggukkan kepalanya,


"setelah ini apa kamu mau tetap bantu saya"


"iya, saya akan tetap bersama mu"


Bima pun tersenyum.


- - -


Di rumah Tania, dia sedang membaca kitab sejarah di kamarnya, tiba-tiba memikirkan kejadian tadi sore disaat ia pulang sekolah.


flashback


"Tania maaf, abang harus cepat-cepat pergi kerja sekarang, apa Tania gak keberatan?" tanya kakak Tania bernama Gilang.


Tania mengangguk,


"gak papa bang, Tania pesan ojek online saja kan gampang"


"oh oke kalau gitu, kalau udah sampai rumah langsung kabarin abang ya"


"iya bang" lalu Tania dan Gilang berpelukan.


"ati-ati" ucap Gilang lalu pergi meninggalkan Tania dipinggir jalan.


Tania pun membuka ponselnya dan terkejut melihat baterai ponselnya tinggal 1%.

__ADS_1


"waduh tinggal sedikit lagi" Tania cepat-cepat memesan ojek online dan 1 2 3, akhirnya ponsel Tania mati.


Rasanya Tania ingin memarahi orang jualan gorengan diseberang sana.


"kenapa gak pas pada waktunya sih, mama sama papa gak ada dirumah, Abang sekarang beda dengan dulu, sekarang dia lebih mentingin pekerjaannya dari pada aku"


Tania mengusap air matanya yang tengah menetes membasahi wajahnya,


"aku kangen Abang yang dulu, mama.. papa.. kenapa kalian berdua gak pernah menghubungi ku, Tania kangen disaat kita semua kumpul jadi satu keluarga"


setelah mengusap air matanya,


"oke Tania gak boleh sedih, lo harus kuat, disana mereka semua mencari pekerjaan buat Lo Tan"


Tania memutuskan berjalan kaki, karena disekitarnya sudah tidak ada siapapun yang dia kenal.


setelah beberapa langkah berjalan, terdengar suara klakson motor dari belakang, Tania mencoba tidak mempedulikan nya.


Tin Tin


suara itu terdengar lagi, dia pun mencoba berpaling badan dan melihat ada seorang cowok memakai seragam sekolahnya dan memakai helm.


"Hai Tania" ucap cowok itu.


"Siapa lo" ujar Tania judes.


"mau tau apa mau tau banget"


"ih nyebelin" Tania pun berjalan kembali dan mencoba tidak peduli dengan cowok itu, tapi cowok itu tetap mengejar Tania, dan sekarang dia berada di samping Tania.


"Tania berhenti dulu dong, gue mau kenalan sama Lo" ucap Cowok itu, lalu Tania pun berhenti ditempat yang ditempat itu sangat sepi.


"Apa sih, copot dulu helmnya" ujar Tania, lalu cowok itu membuka helmnya.


"Lo kenal gue?" tanya Aril.


"Enggak"


"yaudah kenalin dulu, gue Aril teman sekelasnya Varrel, dan Lo Tania kan temannya Chelsea istrinya Varrel?"


"kok Lo bisa tau gue?"


Aril tertawa kecil,


"ya tau lah, kan geng Lo terkenal banget disekolah"


"oh"


"tumben Lo jalan sendirian Tan?"


"yah terserah gue lah, gue mau jalan sendiri, dijemput pakai mobil, atau pesawat, itu kan bukan urusan Lo"


"hm cantik-cantik kok judes banget, oh ya mau gue antar Lo pulang?" tanya Aril.


"enggak gue bisa pulang sendiri" saat satu langkah berjalan, tangan Tania dipegang oleh Aril.


"gak papa Tan gak usah takut sama gue, gue kasihan ngelihat Lo pulang sendiri, lagian rumah Lo kan jauh dari sekolah"


Tania menoleh kebelakang dan menatap mata Aril yang tampaknya ikhlas dengan perbuatannya.


"ya sebagai teman baru Lo" lanjut Aril, lalu Tania pun menganggukkan kepalanya, mau bagaiman lagi, benar kata Aril rumahnya sangat jauh dari sekolah dan bisa-bisa dia sampai rumah sampai malam.


Dia segera menaiki motor Aril, dan segara Aril melajukan motornya.


🥀


Flashback nya belum selesai masih ada lagi, ditunggu ya😚

__ADS_1


👍🏻💬🔥


__ADS_2